Sponsors Link

10 Penyebab Luka Tidak Cepat Kering dan Cara Pengobatannya

Sponsors Link

Luka adalah peristiwa rusaknya jaringan atau struktur dari tubuh yang bersifat terbuka dan mengeluarkan tampilan fisik yang khas berupa memar, sobek, berdarah, tersayat, terpotong dan lain lain yang menimbulkan nyeri. Luka kecil maupun besar hendaknya mendapat perlakuan yang sama didalam penanganannya, yaitu segera mungkin mengobatinya denagn cairan antiseptik agar tidak terjadi infeksi dan peradangan dan mempercepat proses penyembuhan luka.

ads

Inilah penyebab mengapa luka luka yang sulit kering dan sulit disembuhkan dalam waktu yang singkat ( tidak terlalu lama) :

1. Karena asupan nutrisi yang kurang memadai

didalam tubuh sehingga ketika terjadi kerusakan kecil pada jaringan yang luka , akan sulit untuk disembuhkan karena nutrisi pada tubuh sangat membantu memnpercepat luka untuk mengalami pengeringan dan pemberhentian darah yang keluar. (baca juga: kebutuhan nutrisi manusia berdasarkan AKG resmi)

2. Kekurangan  zat zink, Vitamin C dan K, didalam tubuh akan menghambat dan memperlambat proses penyembuhan luka sekecil apapun karena ketiga zat tersebut sangat berpengaruh dalam proses pembekuan darah dan peningkatan imunitas seseorang yang sedang mengalami luka. (baca juga: akibat kekurangan vitamin)

3. Adanya pembengkakan yang terjadi di area luka, yang semakin membesar dan sakit jika mendapat sentuhan tangaan.  kondisi ini dapaat memperlambat dan menghambat proses pengeringan luka yang terbuka dan berdarah. pembengkakakn yaang terjadi dapat menghambat laju jalan oksigen disekitar luka sehinggfa luka bisa sulit untuk disembuhkan atau dikeringkan. agar luka bisa lebih cepat kering hendaknya tangani terlebih dahulu pembengkakan agar menajdi kempis. (baca juga: makanan yang cepat menyembuhkan luka operasi)

4. Karena menderitab penyakit autoimun,  yang menghambat pengeringan dan penyembuhan terhadap luka, karena Auto imun adalah penyakit berbahaya yang menyerang kekebalan tubuh seseorang untuk mernyerang darah putihnya sendiri atau menyerang imunitas tubuhnya sendiri. kondisi inilah akan mempersulit penyembuhan luka dengan cepat. (baca juga: bahaya kelebihan sel darah putih)

5. Karena pencernaan mengalami peradngan atau iritasi, sehingga memperlambat metabolisme alami tubuh yang akan memnpengaruhi proses penyembuhan terhadap jaringan kulit yang sobek dan lukayaitu akan sulit untuk kering. (baca juga: gangguan pencernaan)

6. Karena sipenderita luka memiliki penyakit dalam, misalnya penyakit gejala anemia kronis dan ciri-ciri diabetes yang belum sembuh jadi penyakit itulah yaang menghalangi dan memghambat proses penyembuhan luka sekecil apapun. karena tubuh yang trserang anemia akan mempersulit tubuh memproduksi sel darh yang memadai untuk proses pembeuan darah sedangkan penyakit diabetes mempersulit penyembuhan luka karenaa didalam darah terlalu banyak mengandung gula. kadar gula yang tinggi bersifat merusak jaringan luka untuk tidak mengalami pengeringan. (baca juga: makanan untuk gula darah tinggi)

Sponsors Link

7. Karena pembuluh darah mengalami peradangan atau iritasi, sehingga aliran darah tidak lancar dan kondisi ini dapat menghambat proses penyembuhan jaringan kulit yang mengalami kerusakan (luka dalam). (baca juga: penanganan luka bakar)

8. Karena seseorang memiliki proses oksigesasi luka yang parah, misalnya ketersediaan oksigen dijaringan luka yang sangat minim sehingga pembentukan sel sel baru dijaringan luka yang akan disembuhkan sulit terbentuk , sehingga luka akan terus terbuka, basah dan mrentan mengalami infeksi. (baca juga: penyebab tetanus)

9. Karena kondisi psikologi yang sedang tidak stabil dan mengalami stres yang berlebihan, kondisi ini dapat memicu sulitnya luka untyk mengering dan sembuh walaupun telah  mendapat pengobatan dengan cairan antiseptik, antibiotik dan suntikan anti nyeri. (baca juga: cara menghindari stres)

10. Akibat trauma luka yang berat akibat benturan, sayatan dan hantaman yang keras dan tiba tiba sehingga membuat pembuluh darah pecah dan menjadi sock serta mengalami  tekanan dan ketegangan otot yang diikuti dengan rusaknya jaringan pada kulit (luka) dimana kondisi seperti ini mampu menghambat proses penyembuhan dan pengeringan  luka.

Selain karena faktor faktor yang sudah dijelaskan diatas ternyata daya tahan tubuh seseorangpun dapat menjadi biang keladi lamanya proses pengeringan luka. karena itulah proses penyembuhan luka pada setiap individupun berbeda beda.

Cara Mengatasi luka yang Sulit Kering dan Sembuh

  1. Melakukan pembersihan atau perendaman dengan menggunakan air hangat yang sebelunya diberi garam secukupnya. ini untuk menghambat pendarahan dan mensterilkan luka.
  2. Jika tidak dengan air hangat yang telah diberi garam bisa juga dibersihkan dengan menggunakan kapas yang telah dicelupkan dicairan alkohol lalu tekanlah luka sedikit agar luka tidak mengalami infeksi dan dapat menghentikan pendarahan jika memang lukanya mengeluarjkan darah. (baca juga: proses pembekuan darah manusia)
  3. Olesskan cairan antiseptik atau salep antibiotik  untuk mencegah infeksi dan pelebaran luka dan untuk menghindari pembengkakan disekitar area luka.
  4. Balutlan luka dengan kain kasa secar perlahan lahan dan tidak perlu terlalu kencang, karena hal ini fhanya akan membuat penekanan diarea luka yang hanya akan menyebabkan aliran darah mernjadi terhambat.
  5. Jika luka diakibatkan karena benda berkarat sebaiknya segeralah berobat dan berkonsultasi pada dokter yang terkait agar mendapat suntikan anti retanus jika memang diperlukan. (baca juga: bahaya tetanus)
    ads
  6. Selama luka dibalut usahakan banyaklah mengkonsumsi banyak minum air putih dan makanan yang bernutrisi tinggi agar pertumbuhan atau regenerasi sel sel baru diarea luka cepat terjadi. Misalnya makanan yang mengandung zat asam amino atau nprotein tinggi termasuk ikan, kacang panjang, produk susu rendah lemak, ayam tanpa kulit dan putih telur serta sayuran hijau seperti bayam, kangkung, brokoli dan sebagainya. (baca juga: makanan untuk melancarkan peredaran darah)
  7. Bagi yang mengalami luka yang memar membiru dibeberapa bagian tubuh akibat jatuh dari motor atau jatuh dari ketinggian, maka sipenderita disarankan untuk mandi dengan air hangat yang sebelumnya telah dicampur dengan air rebusan daun sereh dan sirih yang telah disaring. nutrisi atau zat anti peradangan yang ada didalamnya mampu membuat tubuh menjadi lebih rileks , segar dan meningkatkan daya tahan tubuh. (baca juga: cara meningkatkan antibodi anak)
  8. Untuk mendukung penyembuhan luka sipenderita diwajibkan untuk beristirahat cukup dan menghindari begadang yang terlalu sering jika tidak ada kepentingan yang mendesak. Beristirahat adalah proses penenagna dan perileksan organ tubuh yang mengalami kerusakan agar membentuk sel sel baru disekitar luka dan mempercepat pengeringan.
  9. Mengkonsumsi suplemen atau buah buahan segar yang mengandung Vitamin C dan K yang kuat.Karena kedua vitamin ini sangat mempengaruhi daya tahan tubuh dan proses pembnekuan darh terhadap luka yang mengalami pendarahan. (baca juga: 24 makanan yang mengandung vitamin C paling tinggi)
  10. Berjemur dibawah sinar matahari antara pukul 6.30 sampai pukul 8.00 yang sangat membantu mempercepat pengeringan dan penyembuhan luka. sinar matahari pagi selain mengandung vitamin D yang baik untuk kepadataan tulang ternyata mengandung anti bakteri dan virus yang ampuh untuk mengatasi luka dalam atau luka memar agar terhindar dari infeksi.

Luka memiliki golongan yang berbeda beda tetapi mempunyai cara pebanganan yang sama seperti yang telah dijelaskan diatas. inilah jenis jenis luka yang perlu anda ketahui :

  • Luka trauma adalah luka baru yang diakibatkan karena benturan atau hantaman hebat yang menimbulkan memar dan luka terbuka
  • Luka nekrotik adalah luka yang mengakibatkan jaringan luka menjadi mati yang berwarna hitam, karena benturan keras yang mengakibatkan endapan darah didalam jaringan yang luka
  • Luka Slough nekrotuk adalah luka yang berwarna kekuningan yang memar didalam tetapi sangat nyri jika tersentuh, biasanya akibart terjatuh
  • Luka Infeksi adalah luka terbuka dimana jaringan kulit yang luka telah mengalami perkembangan luka baru akibat radikal bebas. (baca juga: cara mencegah infeks nosokomial)
  • Luka granulasi adalah luka yang hampir sembuh karena telah terjadi proses tumbuhnya sel sel jaringan kulit baru
  • Luka Epiteliasasi adalah luka yang sudah hampur sembuh tetapi tetap masih harus mendapat asupan antibiotikm dari dalam dan perawatan luar misalnya ganti pembalut luka, pemberian antiseptik baru dan lain lain.

Tahukah anda bahwa tubuh dalam kondisi yang sehat dan bugar akan memiliki tingkat daya tahan tubuh yang sangat baik sehingga tubuhnya mampu menolak serangan berbagai partikel kecil beracun dari radikal bebas. keadaan inilah yang membuat proses penyembuhan luka akan cepat terjadi.

Pertolongan pertama pada luka yang mendadak terjadi

Ketika sedang mengalami luka mendadak yang tidak terduga misalnya tiba tiba tanpa sengaja kulit anda tergores benda tajam, maka luka yang terbuka tersebut hendaklah dibersihkan dengan air bersih biasa selama beberapa menit agar partikel luka yang mungkin mengandung bakteri dapat ikut keluar dan terbuang bersama air, air yang mengalir adalah yang lebih disarankan. setelah itu anda bisa segera melakukan pertolongan pertama agar pengeringan luka dapat segera terjadi misalnya dengana memberi pemabalutan oleh plester khusus untuk luka.

Waspadai luka dengan pemberian antibiotik

  • Antibiotik hanya diberikan pada luka yang parah termasuk luka terbuak yang mengalami pendarahan hebat. karena pendarahan tersebut cenderung merusak jaringan luka lebih dalam dan mempengaruhi daya tahan tubuh, maka dari itu pemberian antibiotik sangat disarankan untuk mempercepat proses pengeringan luka. (baca juga: pertolongan pertama pada luka bakar)
  • Jika sebuah luka tidak mempengaruhi aktifitas rutin kerja anda dan tidak mengalami pembengkakan serta rasa nyeri yang berarti, maka luka tersebut dinyatakan sebagai luka ringan yang hanya butuh asupan vitamin C dan K saja untuk mempercepat proses penyembuhannya. (baca juga: 21 buah yang mengandung vitamin C super tinggi dan manfaatnya)

waspadalah, Pemberian antibiotik pada luka luar yang tidak parah atau hanya luka ringan biasa dapat mengganggu kekebalan tubuh dan merusak jarungan luka baru yang akan disembuhkan . mengkonsumsi antibiotik secara terus menerus pada luka biasa sangat tisak disarankan karena anti biotik dapat membuat tubuh menjadi tidak memiilki kemampuan lagi untuk menyembuhkan dirinya sendiri (kebal).

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Monday 18th, April 2016 / 05:56 Oleh :
Kategori : Kesehatan Kulit