Sponsors Link

Sirosis Hati

advertisement

Sirosis hati adalah salah satu penyakit yang menyerang organ hati. Hati merupakan sebuah organ yang sangat penting terutama karena fungsinya yang sangat vital dalam tubuh manusia.

Beberapa fungsi hati dalam tubuh :

  • Hati mendukung sistem pembekuan darah
  • Menjaga sistem kekebalan tubuh
  • Menyimpan cadangan energi dalam bentuk nutrisi
  • Memproduksi zat khusus yang bisa mengolah lemak jenuh

Sirosis hati menjadi panyakit yang sangat berbahaya. Pembentukkan sirosis atau jaringan parut pada bagian hati bisa merusak fungsi hati. Akibatnya maka tubuh tidak bisa memblokir racun dan menghambat proses produksi protein yang biasanya dilakukan oleh hati.

Apa itu Sirosis Hati?

sirosis hatiSirosis hati menjadi salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia dan masuk dalam salah satu penyabab penyakit paling mematikan di dunia. Dalam dunia medis sirosis hati disebut sebagai salah satu penyakit yang disebabkan oleh pembentukan jaringan parut yang terjadi dalam waktu yang sangat lama. Sirosis hati dapat muncul karena adanya reaksi hati terhadap kerusakan yang terjadi pada hati.

Sirosis hati akan menghalangi fungsi hati seperti memperlambat pembentukan nutrisi, pengolahan racun dan sistem hormon dalam tubuh. Sirosis yang sudah terjadi pada bagian hati tidak dapat diobati karena sistem tubuh yang sangat vital. Namun jika penyebab sirosis hati bisa ditemukan dalam waktu yang cepat maka bisa memperlambat pembentukan sirosis.

Jenis-jenis

Sirosis hati adalah penyakit yang disebabkan karena kerusakan pada organ hati yang merusak pada bagian jaringan hati. Namun kerusakan hati ini, membutuhkan waktu yang sangat lama. Hal inilah yang menyebabkan sirosis hati agak sulit dideteksi sejak awal. Tipe sirosis bisa dikategorikan berdasarkan penyebab dan memiliki resiko yang berbeda juga.

Berikut ini beberapa tipe sirosis hati :

1. Sirosis Portal Laenec

Sirosis ini disebabkan karena konsumsi alkohol yang berlebihan. Proses pembentukan sirosis diawali dengan pembengkakan pada hati. Ketika hati terus membengkak maka dapat menyebabkan jaringan parut. Proses pembentukan sirosis hati pada semua penderita berbeda-beda meskipun sama-sama mengkonsumsi bahaya alkohol dalam jumlah yang tinggi.

2. Sirosis Nekrotik

Sirosis hati ini disebabkan karena adanya infeksi virus hepatitis C yang membuat pembengkakan pada organ hati. Selain hepatitis C maka jenis hepatitis D dan B juga bisa memicu pembentukan sirosis nekrotik. Hati yang terus digerogoti oleh virus ini tidak bisa bertahan dan melaksanakan fungsi dengan baik sehingga terbentuk sirosis.

c. Sirosis Bilier

Sirosis ini disebabkan karena empedu tidak bisa berfungsi dengan baik. Hal ini akan membuat hati mengalami pembengkakan karena ada bagian empedu yang mengalami infeksi penyakit. Saluran empedu yang tersumbat menyebabkan hati tidak bisa berfungsi dengan baik dan akibatnya terjadi pembentukan jaringan parut.

Penyebab

Inti dari penyebab sirosis hati adalah terbentuknya jaringan parut pada organ hati yang telah terjadi dalam waktu lama. Hati yang berperan untuk mengolah racun, produksi sistem kekebalan tubuh dan fungsi lain akan terganggu dan rusak. Penyebab dari munculnya sirosis hati sangat beragam. Namun semua penyebab sirosis akan membantu dokter dalam analisa untuk pengobatan maupun mencegah pembentukan sirosis lanjut.

Berikut ini beberapa penyeban sirosis hati :

  • Infeksi penyakit menular virus penyebab hepatitis C (B,C dan D)
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan atau pecandu alkohol
  • Gaya hidup tidak sehat dan memicu obesitas, diabetes dan penumpukan lemak pada hati
  • Infeksi yang menyebabkan penyumbatan pada empedu
  • Kondisi penyakit pada jantung seperti gagal jantung
  • Gangguan penyakit fibrosis (penyakit yang disebabkan karena tubuh tidak bisa memproduksi gula dalam darah)
  • Gangguan penyakit genetik seperti sindrom alagile dan autoimun hepatitis
  • Pengerasan pada jaringan parut yang terjadi pada salauran empedu
  • Infeksi parasit akut.

Gejala Sirosis Hati

Sirosis hati biasanya memang tidak menunjukkan gejala awal sehingga sulit untuk di deteksi. Namun beberapa gejala yang muncul saat sirosis sudah masuk tahap pertengahan bisa menjadi pertanda yang sangat jelas.

Berikut ini beberapa gejala yang biasanya ditunjukkan oleh penderita sirosis :

  1. Tubuh mudah lelah meskipun tidak melakukan aktifitas yang berat
  2. Pada kulit penderita mudah terluka seperti memar ketika terantuk benda keras
  3. Perubahan warna asli ke warna kuning pada bagian mata dan kulit
  4. Mudah terjadi pendarahan
  5. Perut kurang nyaman seperti rasa mual dan muntah
  6. Penderita akan mengalami penurunan nafsu makan yang sangat cepat dan diikuti penuruan berat badan
  7. Depresi karena tubuh tidak nyaman dan muncul gejala bengkak pada tangan dan kaki
  8. Pembuluh darah akan terlihat lebih menonjol.

Diagnosa

Pemeriksaan untuk menunjukkan gejala sirosis hati memang biasanya tidak ditunjukkan sejak awal. Penyakit ini tidak memiliki gejala yang mudah terlihat. Namun beberapa upaya bisa dilakukan untuk melihat kemungkinan dari sirosis hati.

Berikut ini beberapa prosedur pemeriksaan yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosa sirosis hati :

1. Pemeriksaan fisik sesuai dengan keluhan penderita

Dokter akan memeriksa secara menyeluruh terutama pada organ hati. Pengamatan juga dilakukan untuk melihat kulit dan warna mata.

2. Pemeriksaan darah

Uji darah diperlukan apabila dokter menemukan gejala yang ditunjukkan saat pemeriksaan fisik. Pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat fungsi hati, kemampuan ginjal, infeksi virus hepatitis C, dan kemampuan darah untuk membeku.

3. Pemeriksaan organ hati

Hal ini dilakukan dengan beberapa prosedur seperti USG, CT Scan, dan Scan untuk hati.

4. Biopsi

Proses pengambilan jaringan hati bisa akan dilakukan jika semua pemeriksaan mengarah ke sirosis hati.

5. Tindakan bedah atau laparoskopi

Tindakan ini dilakukan untuk melihat kemungkinan pertumbuhan jaringan parut pada hati dan sejauh maka telah terjadi pembentukan jaringan parut.

Pengobatan

Pengobatan untuk sirosis hati harus dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan yang sudah terjadi pada hati dan penyebab khusus dari munculnya sirosis. Pengobatan sirosis hati memang tidak bertujuan untuk mengobati secara penuh karena jaringan parut pada hati memang tidak bisa dihilangkan. Namun pengobatan dilakukan untuk memperlambat pembentukan jaringan parut dan mempertahankan fungsi hati.

Berikut ini beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan berdasarkan penyebab sirosis hati :

1. Sirosis hati karena ketergantungan alkohol

Pengobatan ini dilakukan untuk semua penderita yang mengalami gangguan ketergantungan terhadap alkohol. Penderita harus menghentikan kebiasaan untuk konsumsi alkohol. Pengobatan akan dilakukan dengan sebuah program khusus yang membuat penderita bisa berhenti dari kecanduan alkohol.

2. Sirosis hati karena penumpukan lemak dalam hati

Orang yang terkena sirosis hati karena masalah obesitas dan diabetes harus menjalani program khusus untuk mengurangi lemak dalam hati. Dokter akan memberikan obat untuk menurunkan kadar gula dalam darah, anti diabetes dan diet khusus untuk menurunkan berat badan.

3. Sirosis yang disebabkan karena infeksi virus hepatitis

Orang yang mengalami sirosis karena gangguan virus hepatitis harus menjalankan program khusus untuk mencegah perkembangan kerusakan karena hepatitis. Langkah ini harus dilakukan dengan cepat untuk mengurangi tingkat keparahan dari infeksi virus hepatitis.

4. Pengobatan juga dilakukan untuk mengurangi berbagai macam gejala sirosis seperti obat untuk mengatasi kelelahan, nafus makan yang turun, depresi dan penyebab sirosis hati.

5. Operasi transplantasi hati

Penyakit sirosis juga bisa disembuhkan dengan operasi transplantasi hati. Tindakan ini dapat dilakukan untuk orang yang menderita sirosis hati namun masih memiliki hati yang berfungsi dengan baik dan tidak mengalami gangguan.

Bahaya

Sirosis hati menjadi penyakit yang cukup mengerikan. Pada tahap awal penyakit ini masih bisa dikendalikan dan pengobatan dilakukan untuk mengurangi resiko yang lebih berat. Berikut ini adalah beberapa bahaya sirosis hati yang disebabkan karena komplikasi yang muncul dari sirosis hati :

1. Gangguan hipertensi – Tekanan darah tinggi adalah salah satu bahaya yang mengancam semua penderita sirosis hati. Organ hati yang telah terserang oleh sirosis akan meningkatkan tekanan darah pada bagian vena yang bekerja mengalirkan darah dari usus ke hati.

2. Gangguan penumpukan cairan – Gangguan ini akan menyebabkan perut dan kaki penderita membengkak. Hal ini akan membuat penderita merasa lebih terganggu dan tidak nyaman.

3. Gangguan limpa – Penyakit pada limpa bisa disebabkan karena adanya perubahan fungsi pada bagian limpa yang menyebabkan penurunan sel darah putih.

4. Pendarahan – Pendarahan akan menyebabkan nyawa penderita dalam kondisi yang berbahaya. Pendarahan disebabkan karena tekanan darah tinggi yang membuat beberapa vena pada tubuh terlalu tertekan.

5. Gangguan nutrisi – Penderita akan mengalami gangguan nutrisi yang disebabkan karena organ tubuh yang tidak berfungsi dengan baik dan penuruan nafsu makan yang terjadi dalam waktu lama.

6. Koma – Koma atau kehilangan kesadaran akan menjadi akibat terakhir bagi penderita sirosis hati. Hal ini disebabkan karena racun yang berada dalam tubuh tidak dapat diolah oleh tubuh akhirnya akan berjalan ke otak. Jika kondisi ini tidak dapat diatasi maka dapat menyebabkan kematian.

Pencegahan

Mencegah sirosis bisa dilakukan oleh siapa saja. Orang yang belum terkena sirosis atau sudah terkena sirosis harus melakukan berbagai usaha untuk mencegah penyakit ini.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah sirosis :

1. Tinggalkan kebiasaan konsumsi alkohol – Alkohol menjadi salah satu penyebab utama sirosis hati. Jika belum pernah mengkonsumsi alkohol maka jangan mencobanya, tapi bagi orang yang sudah masuk tahap pecandu harus melakukan usaha untuk menghentikan kebiasaan buruk ini.

2. Gaya hidup yang sehat – Terapkan gaya hidup yang sehat seperti konsumsi makanan yang sehat, banyak mengandung vitamin dan mineral seperti buah dan sayuran, dan kurangi semua jenis makanan yang mengandung lemak.

3. Lakukan olahraga secara teratur – Aktivitas olahraga ini, dapat menurunkan berat badan atau untuk memelihara kesehatan.

4. Hepatitis – Kurangi resiko terkena hepatitis seperti tidak mengkonsumsi narkoba, pemakaian jarum tato umum dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!