Sponsors Link

30 Makanan Yang Mengandung Vitamin E dan Manfaatnya

ads

Makanan yang mengandung vitamin E dapat ditemukan pada berbagai jenis minyak sayur, daging, unggas, sayuran, buah-buahan, dan tanaman biji-bijian.Vitamin E adalah vitamin yang sangat penting untuk tubuh. Vitamin E memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh terutama untuk menjaga kesehatan kulit dan penglihatan. Saat ini pemakaian vitamin E banyak dikaitkan dengan anti oksidan yang dibutuhkan tubuh untuk melawan radikal bebas penyebab kanker dan penyakit degeneratif lain.

Vitamin E menjadi salah satu vitamin yang larut dalam lemak dan membantu proses gangguan oksidatif dalam tubuh. Vitamin E juga memiliki peran yang besar untuk mencegah berbagai penyakit berat seperti jantung, diabetes, kanker dan kerusakan organ penglihatan. Vitamin E yang paling aman untuk dikonsumsi adalah vitamin E yang berasal dari makanan. Berikut ini adalah 30 jenis makanan yang kaya vitamin E di dunia.

  1. Biji Bunga Matahari

Apakah Anda pernah mengkonsumsi kwaci bunga matahari? Makanan yang berbentuk biji dengan ukuran kecil ini meliki kandungan vitamin E yang cukup tinggi. Setengah gelas kuaci biji bunga matahari sudah mencukup kebutuhan vitamin E hingga 82%. Biji bunga matahari juga menyediakan sumber mineral lain seperti magnesium dan selenium.

Manfaat konsumsi biji bunga matahari secara teratur adalah sebagai berikut:

  • Menetralkan semua radikal bebas dalam tubuh dan melindungi sel – sel tubuh.
  • Memberikan efek anti inflamasi yang sangat bermanfaat untuk penyakit asma, arthritis, dan semua jenis peradangan pada tulang.
  • Mengurangi resiko kanker usus besar.
  • Mengurangi semua gejala diabetes.
  • Menekan pendarahan pada wanita yang menghadapi menopause.
  • Mencegah penyakit jantung karena mengendalikan proses oksidasi kolesterol, gangguan stroke, dan cedera tulang.
  1. Asparagus

asparagus mengandung vitamin EAsparagus adalah makanan yang mengandung vitamin E membantu mencukupi kebutuhan vitamin E manusia. Asparagus memiliki jumlah vitamin E sekitar 18 persen dari total kebutuhan per hari. Asparagus adalah tanaman yang berwarna hijau dan berbentuk seperti tombak pada salah satu ujungnya. Tanaman ini sangat terkenal di Jepang, Amerika dan Eropa. Di Indonesia tanaman asparagus menjadi salah satu sumber makanan impor.

Berikut ini manfaat kandungan vitamin E pada asparagus.

  • Asparagus menjadi salah satu sumber penting untuk anti inflamasi. Asparagus memiliki beberapa kandungan anti inflamasi seperti saponin asparagus, asparanin A, sarsasapogenin, protodioksin dan diosgenin. Salah satu jenis nutrisi anti inflamasi dalam asparagus yaitu saponin berfungsi penting untuk mencegah peradangan pada sel saraf motorik.
  • Asparagus menyediakan sumber anti oksidan yang paling berharga yaitu antioksidan glutathione yang berperan untuk mencegah penyakit jantung, diabetes dan kanker.
  1. Almond

Dalam satu cup kecil almond Anda sudah bisa mendapatkan 26.2 mg vitamin E. almond adalah salah satu jenis tanaman kacang-kacangan yang memiliki rasa lezat dan gurih. Almond bisa dikonsumsi bersama kue atau dimakan sebagai camilan.

Manfaat vitamin E dalam kacang almond adalah sebagai berikut.

  • Kacang almond yang dimakan bersama kulit akan menjadi sumber flavonoid yang sangat tinggi. zat anti oksidan ini dipercaya bisa mencegah semua jenis penyakit yang berhubungan dengan kerusakan sel –sel sehat akibar oksidasi oksigen.
  • Kacang almond juga berpengaruh untuk mencegah semua efek penuaan dini pada kulit.
  • Peranan flavonoid dalam kacang almond juga penting untuk mengatur kadar kolesterol dalam tubuh.
  1. Bayam

Bayam menyumbang sebanyak 41.4 mg vitamin E alami untuk tubuh. Bayam dapat dikonsumsi dengan cara diolah menjadi sayur atau makanan lain. Kandungan anti oksidan yang ditemukan dalam bayam adalah flavonoid dan karotenoid. Dua zat ini sangat penting sebagai sumber anti inflamsi dan zat anti oksidan.

Kandungan zat anti oksidan yang bersumber pada vitamin E memiliki beberapa manfaat di bawah ini.

  • Antioksidan dalam bayam bisa mencegah penyakit yang berhubungan dengan stres oksidatif atau penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah dalam tubuh.
  • Zat lutein dan zeaxantin dalam bayam juga mendukung kerja sistem anti oksidan yang sangat penting menjaga kesehatan mata terutama pada retina.
  1. Sawi Swiss

sawi swissSawi Swiss mungkin menjadi makanan yang belum populer di Indonesia. Anda bisa mendapatkan sayuran ini di toko sayur organik atau supermarket. Sayuran dengan bentuk batang besar berwarna merah dan daun kecil ini memiliki zat anti oksidan yang sangat tinggi. kebutuhan sawi Swiss untuk memenuhi vitamin E adalah sebesar 28.8 mg. Tanaman sayur ini memiliki 13 jenis anti oksidan yang sangat tinggi termasuk jenis flavonoid kardioprotektif.

Manfaat vitamin E pada sawi Swiss adalah sebagai berikut.

  • Sawi Swiss menjadi salah satu sumber anti oksidan konvensional yang berperan untuk mencegah semua penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah seperti masalah tekanan darah tinggi, penyakit penimbunan plak pada pembuluh darah dan stroke.
  • Anti oksidan dalam sawi Swiss ditemukan pada warna batang dan daun yang berbeda-beda. Semua bahan ini mengantung anti oksidan pitonutrisi yang bisa menjadi zat anti inflamasi. Zat ini juga berperan untuk mengendalikan atau mencegah penyakit diabetes, hipertensi, radang sendi dan resiko kegemukan.
  1. Lobak Sayur

lobak sayurPemakaian lobak sebagai sayuran di Indonesia memang masih jarang di temui. Di beberapa negara Asia lain seperti Jepang, Korea dan China,  lobak menjadi sayur yang sangat disukai. Lobak bisa memiliki bentuk bulat atau panjang sesuai dengan jenis lobak. Rasa khas dari lobak adalah pahit karena memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi. Sementara itu lobak mengandung vitamin E hingga 28.8 % total dari kebutuhan normal manusia.

Manfaat vitamin E dalam lobak adalah sebagai berikut.

  • Lobak adalah sumber vitamin E yang sangat baik untuk manusia. Selain itu lobak juga mengandung beta karoten dan mangan. Semua jenis zat ini bisa menjadi sumber anti oksidan yang dibutuhkan oleh tubuh. Beberapa jenis zat anti oksidan yang ada dalam lobak adalah quercetin, myricetin, asam hidroxicinnamic, isorhamnetin dan fitonutrien. Semua jenis kandungan ini membantu proses oksidasi dalam tubuh manusia.
  • Vitamin E dalam lobak menjadi salah satu pencegah aktif pertumbuhan sel kanker dan berbagai penyakit yang disebabkan oleh gangguan oksidasi oksigen pada sel sehat.
  1. Buah Bit

buah bitBit adalah buah dengan bentuk seperti umbi pada bagian akarnya. Umbi kecil dengan warna ungu dan daun hijau menjadi salah satu sumber vitamin E yang sangat baik untuk kita.

Cara konsumsi buah bit bisa dibentuk menjadi salad atau campuran jus buah. Warna ungu pada buah bit menjadi pertanda kandungan vitamin E yang sangat tinggi, mencapai 38.7 %.

Buah bit memiliki kandungan vitamin E yang berfungsi untuk menjaga kesehatan mata dan retina.

  1. Kale

kaleSayuran kale di Indonesia dikenal dengan nama sayur kaelan atau kalian. Sayur hijau ini memiliki batang pendek dan daun dengan ukuran lebar sedang. Sayuran ini memiliki kandungan vitamin E sebesar 5 % dari kebutuhan konsumsi manusia. cara konsumsi sayur kale adalah dengan cara di kukus atau tumis. Tapi pengolahan dengan cara di kukus sangat disarankan untuk penderita penyakit jantung atau masalah kolesterol.

Berikut ini adalah beberapa manfaat vitamin E dalam sayuran kale.

  • Kale mempunyai zat khusus yang disebut dengan nama isothiocyanates. Ini adalah zat khusus yang dihasilkan dari proses glukosinolates. Sistem kerja zat ini dalam tubuh menyebabkan kale sangat ampuh untuk mencerah dan menurunkan resiko kanker kandung kemih, usus, ovarium, prostat dan payudara. Selain itu sayuran kale juga penting untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh.
  • Kale mengandung senyawa nutrisi anti oksidan, nutrisi anti inflamasi dan nutrisi glukosinolates yang mencegah kanker. Bahkan kandungan karotenoid dan flavonoid dalam sayur kale juga sangat bermanfaat untuk saluran pencernaan hingga aliran darah.
  1. Cabai

Cabai adalah salah satu jenis sayuran yang bisa memberikan sensasi rasa pedas dan hangat. Pemakaian cabe sebagai bumbu masakan dalam makanan sehari-hari ternyata mampu menyumbang 40% vitamin E untuk tubuh. Cabai mengandung capcaisin yang bisa meringankan gejala peradangan.

Manfaat kandungan vitamin E dalam cabai dipercaya sebagai salah satu zat penting untuk mencegah berbagai macam gangguan saraf motorik. Beberapa penyakit yang bisa dilawan dengan cabai antara lain adalah seperti arthritis dan psoriasis.

  1. Kacang Tanah

Banyak orang yang menghindari kacang tanah, karena menganggap bahwa kacang tanah bisa menjadi sumber lemak yang sangat buruk untuk tubuh. Tapi ternyata kacang tanah bisa mencukupi kebutuha vitamin E untuk tubuh sekitar 20%. Ini adalah salah satu jenis kacang yang mengandung lemak sehat. Bahkan kandungan vitamin E dalam kacang tanah mampu menjadi zat anti oksidan yang sangat penting untuk tubuh. Berbagai jenis kancangan nutrisi lain dalam kacang tanah adalah seperti asam folat, niasin, mangan dan protein. Zat anti oksidan dalam kacang tanah mampu menjadi perlindungan terhadap semua jenis gejala dan penyakit jantung.

  1. Paprika
sponsored links

Makanan yang mengandung vitamin paling tinggi adalah paprika. Paprika adalah salah satu jenis sayuran yang masuk dalam golongan cabai. Rasa paprika memang pedas dan manis tergantung dengan jenis paprika. Konsumsi paprika di Indonesia memang belum banyak bila dibandingkan dengan negara di kawasan Asia lainnya. Kandungan vitamin E dalam paprika menyumbang lebih dari 10% dari total angka kebutuhan. Paprika banyak mengandung zat pito nutrisi yang bisa melarutkan lemak dalam darah. Vitamin E dalam satu cangkir paprika juga bisa mencapai 1.5 mg dan mengandung beta karoten dan zeaxantin. Oleh karenanya ia juga makanan sehat untuk jantung.

Manfaat paprika sebagai salah satu sumber vitamin E adalah sebagai berikut.

  • Paprika hijau atau merah mengandung zat anti oksidan yang sangat tinggi. vitamin E dalam paprika mampu menjadi sumber anti oksidan konvensional untuk mencegah serangan radikal bebas dalam tubuh.
  • Konsumsi paprika secara rutin juga bisa mencegah berbagai macam serangan penyakit seperti penyakit jantung koroner dan diabetes tipe 2.
  • Karotenoid yang ditemukan pada paprika mampu menjadi zat ampuh untuk melawan kerusakan pada retina yang dapat menyebabkan katarak.
  1. Udang

Udang adalah salah satu sumber makanan yang mengandung protein yang sangat bergizi dan makanan penambah berat badan super cepat. Udang bisa memenuhi kebutuhan vitamin E sebesar 18 %. Udang juga mengandung zat anti oksidan tinggi yang bernama astaxanthin. Zat ini sangat penting berperan untuk tubuh dalam melawan radikal bebas dan peradangan.

Manfaat sumber vitamin E dari udang adalah sebagai salah satu makanan pencegah penyakit jantung dan penyakit degeneratif. Bahkan anti oksidan dalam udang yang dikenal dengan nama karotenoid xantofil dan astaxanthin mampu menjadi anti oksidan yang memenuhi kebutuhan gizi harian.

  1. Tomat

Tomat adalah salah satu buah yang bisa dijadikan komoditas sayuran. Kandungan gizi tomat banyak mengandung likopen sebagai zat anti oksidan pada tomat. Dalam sebuah penelitian dibuktikan bahwa konsumsi tomat secara rutin mampu meningkatkan kesehatan tulang terutama untuk wanita yang telah mengalami menopause. Tomat bisa dikonsumsi menjadi jus buah, dimakan secara langsung atau dirubah menjadi saus. Manfaat tomat sebagai sumber vitamin E bagi tubuh adalah sebagai berikut.

  • Tomat segar yang dikonsumsi secara langsung akan membantu tubuh untuk mengatur kada kolesterol, mencegah penggumpalan darah dan menurunkan resiko penyakit jantung.
  • Tomat menjadi salah satu sumber anti oksidan dan sumber fito nutrisi yang mampu mencegah dan melindungi sistem kekebalan tubuh terhadap zat radikal bebas. Tomat bisa mencegah dan mengurangi resiko dari penyakit ginjal, masalah tulang, jantung dan sistem aliran darah.

Tomat selain berperan sebagai makanan yang mengandung vitamin E ia juga, makanan untuk penderita penyakit ginjal serta makanan penurun berat badan super cepat. Selain vitamin E, Tomat adalah buah yang mengandung vitamin A paling tinggi.

  1. Alpukat

Alpukat adalah salah satu jenis buah yang memiliki rasa lezat dan lembut. Kandungan vitamin E dalam alpukat mencapai 21 %. Alpukat dikenal sebagai buah yang menjadi sumber anti inflamasi bagi tubuh. Berbagai nutrisi yang menjadi sumber anti inflamasi adalah seperti pitosterol (beta sitosterol, stigmasterol), anti oksidan karotenoid (neoxantin, lutein, neochrome, beta cryptoxantin, dan flavonoid epicathein). Bahkan alpukat juga mengandung asam lemak omega 3 yang sangat baik untuk memelihara kesehatan jantung. Sumber vitamin E dalam alpukat sangat bermanfaat sebagai pencegah berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan tulang.

  1. Kiwi

Buah kiwi memang dikenal sebagai salah satu buah yang banyak mengandung vitamin C. Tapi kandungan vitamin E dalam buah kiwi sebesar 7% juga menyumbang manfaat yang sangat besar untuk kesehatan tubuh. Buah kiwi menjadi salah satu sumber anti oksidan tinggi yang bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung, asma, kanker usus besar, dan diabetes. Bahkan vitamin E dalam buah kiwi juga bisa menjadi sumber pencegah stroke yang sangat ampuh.

  1. Wortel

Wortel adalah sayuran dengan warna oranye dan memiliki buah pada bagian akar. Wortel bisa dimakan secara langsung atau diolah menjadi masakan. Rasa wortel adalah manis, renyah dan sedikit getir. Wortel menyediakan sumber vitamin E sebesar 5.6 %. Namun wortel memiliki kandungan beta karoten yang sangat besar.  Ini adalah sumber anti oksidan yang bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker, serangan jantung dan masalah pembuluh darah. Salah satu jenis kanker yang bisa dicegah dengan konsumsi wortel adalah kanker usus besar. Selain itu wortel juga sangat baik untuk mengatasi masalah pencernaan karena wortel mengandung banyak serat alami.

  1. Buncis

Buncis adalah sayuran hijau dengan rasa manis dan renyah. Buncis menyediakan sumber nutrisi yang sangat penting untuk tubuh. Beberapa macam nutrisi yang ditemukan dalam buncis adalah seperti karotenoid, beta karoten, violaxanthin dan neoxanthin. Selain itu buncis menyediakan vitamin E untuk tubuh sekitar 4 %. Buncis bermanfaat untuk mencegah radikal bebas dan sumber mineral anti oksidan yang sangat baik untuk tubuh.

  1. Daun Bawang

Daun bawang adalah jenis sayur yang biasanya menjadi campuran sup atau salad. Ada rasa pedas dan gurih dengan aroma yang tajam. Dalam setengah cangkir daun bawang ditemukan vitamin E sebesar 3%. Kandungan mineral yang ditemukan dalam daun bawang adalah flavonoid dan sulfur alami.

Sponsors Link

Konsumsi vitamin E dari daun bawang sangat bermanfaat untuk mencegah peradangan tulang, obesitas dan diabetes tipe 2. Bahkan mengkonsumsi daun bawang yang dimasukkan dalam olahan makanan juga bisa mengurangi masalah alergi pernafasan.

  1. Minyak Zaitun

Pemakaian minyak zaitun sebagai pengganti jenis minyak yang mengandung lemak jenuh adalah langkah yang paling tepat untuk memelihara kesehatan. minyak zaitun mengandung vitamin E sebesar 18 % dan juga kandungan polifenol alami yang mencegah beberapa jenis kanker. Ketika terjadi masalah stres oksidatif maka sel kanker akan menyerang sel sehat. Dan minyak zaitun mampu mengendalikan proses stres oksidatif sehingga sel kanker tidak bisa tumbuh.

  1. Buah Zaitun

buah zaitunKonsumsi buah zaitun memang tidak dikenal di Indonesia. Di Amerika, banyak masyarakat yang mengkonsumsi buah zaitun menjadi makanan olahan atau dikonsumsi secara langsung. Rasa alami buah zaitun adalah pahit sehingga pengolahan setelah pemanenan biasanya sangat diperlukan.

Buah zaitun memiliki berbagai macam variasi warna seperti merah, kuning atau abu-abu. Buah zaitun mampu menyumbang vitamin E sebesar 15 % dari total kebutuhan nutrisi manusia. buah zaitun mengandung fito nutrisi yang berperan sebagai zat anti oksidan. Zaitun adalah salah satu buah sumber vitamin E yang paling bain dibandingkan dengan jenis buah lain. Bahkan dalam buah zaitun juga ditemukan kandungan seng dan selenium.

Manfaat buah zaitun adalah untuk mencegah masalah stres oksidatif pada sel sehat sebagai pemicu sel kanker, membantu menurunkan kadar kolesterol LDL, dan perlindugan terhadap sel saraf.

  1. Brokoli

Brokoli adalah sayuran hijau yang termasuk dalam tanaman kubis-kubisan. Brokoli memiliki rasa manis dan renyah yang bisa diolah menjadi berbagai macam masakan. Brokoli memiliki kandungan vitamin E sebesar 15 % dari kebutuhan per hari. Brokoli memiliki manfaat yang sangat baik untuk melakukan detoksifikasi tubuh. Konsumsi semangkuk brokoli setiap hari maka Anda sudah memenuhi kebutuhan vitamin E hampir 4 %. Brokoli juga memiliki kemampuan untuk menurunkan lemak jahat dalam tubuh dan menjadi sumber anti oksidan yang sangat penting untuk mencegah pertumbuhan sel kanker.

  1. Tahu

Tahu adalah salah satu jenis makanan olahan yang terbuat dari bahan kedelai. Ini adalah makanan yang sangat murah dan terjangkau untuk semua orang. Dalam satu potong tahu yang memiliki berat 100 gram terdapat 5.3 % vitamin E. Isoflavon yang ditemukan dalam tahu menjadi salah satu jenis zat yang bisa memiliki kemampuan untuk mengikat zat radikal bebas dalam tubuh. Senyawa ini sangat efektif untuk mencegah  kanker dan juga mencegah masalah efek penuaan dini pada kulit.

  1. Labu

Labu adalah salah satu sumber vitamin E yang mampu menyediakan cadangan vitamin E sebesar 6% dari total kebutuhan untuk orang dewasa. Labu memang menjadi salah satu jenis makanan yang kurang dikenal namun ternyata kandungan vitamin E dalam labu sangat penting untuk menjaga proses oksidasi darah. Labu merupakan jenis makanan kaya serat yang sangat baik bagi tubuh manusia.

Berbagai manfaat labu untuk kesehatan adalah untuk menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh, membantu proses pencernaan dan mencegah serangan zat radikal bebas yang berasal dari udara, makanan dan minuman. Anda bisa mengkonsumsi labu dengan cara dipanggang dalam oven atau dikukus.

  1. Kacang Pecan

kacang pecanKacang pecan adalah salah satu jenis kacang yang populer di negara Eropa dan Amerika. Kacang pecan menjadi salah satu makanan impor di Indonesia, sehingga harga jualnya relative tinggi. Namun mengkonsumsi satu cangkir kecil kacang pecan sudah mencukup kebutuhan vitamin E untuk orang dewasa sekitar 7%.

Kacang pecan sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol, mengatur lemak jenuh dalam darah, mencegah sakit jantung dan strok, menjadi zat anti oksidan untuk beberapa jenis kanker tertentu dan memelihara kekebalan tubuh. Kandungan nutrisi lain yang ditemukan dalam kacang pecan adalah seperti vitamin C, folat, riboflavin, thiamin, niacin dan berbagai jenis nutrisi lain.

  1. Kacang Pinus

kacang pinusKacang pinus adalah salah satu jenis kacang yang terkenal di Amerika. Kacang pinus menyediakan vitamin E hingga 1 % dan jumlah kalori mencapai 13 kalori. Kacang ini memiliki rasa yang gurih dan renyah.

Selain itu nutrisi lain yang ditemukan dalam kacang pinus adalah seperti lutein, zat besi dan tembaga.Salah satu manfaat lain dari kacang pinus adalah sebagai sumber energi yang sehat untuk tubuh.

Kacang pinus juga menjadi salah satu sumber anti oksidan yang sangat baik untuk tubuh.

  1. Minyak Canola

minyak canolaMengkonsumsi minyak kelapa sawit memang menjadi bagian yang sangat umum di Indonesia. Namun minyak sawit menjadi salah satu sumber penyakit untuk jantung dan pemicu kanker. Minyak canola adalah alternatif pengganti yang sangat sehat.

Minyak canola mampu mencukupi kebutuhan vitamin E untuk tubuh sekitar 12 %.

Minyak canola bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, membersihkan arteri, mencegah timbulknya plak pada pembuluh darah dan sumber anti oksidan yang mencegah pertumbuhan sel kanker pada tubuh.

  1. Oregano Kering

Oregano KeringOregano kering adalan salah satu jenis makanan yang bisa menunjang kesehatan untuk tubuh. Oregano bubuk atau kering bisa memenuhi kebutuhan vitamin E sebesar 1%. Ini adalah jumlah kecil yang bisa dikonsumsi bersama makanan lain seperti pizza atau makanan Jepang.

Sumber oregano kering adalam daun oregano yang sangat populer di Italia. Oregano juga mengandung vitamin A, B dan sumber mineral untuk tubuh.

Konsumsi rutin oregano akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah terserang zat radikal bebas.

  1. Kacang Pistachio

kacang arabKacang pistachio adalah salah satu jenis kacang dengan rasa gurih dan lezat. Kacang pistachio mampu mencukupi kebutuhan vitamin E sebesar 11%.

Kacang ini memiliki kalori yang cukup tinggi namun tidak menyebabkan sumber lemak karena mengandung lemak sehat untuk tubuh.

Kacang pistachio juga sangat penting untuk memelihara kesehatan jantung dan mencegah pertumbuhan sel kanker.

  1. Kuaci Biji Labu

Kuaci biji labu memang tidak seterkenal kuaci biji buang matahari. Namun kuaci yang berasal dari biji labu kuning ini memiliki kandungan vitamin E yang cukup tinggi. kuaci biji labu bisa menyediakan sumber vitamin E hingga 225 % . ini adalah salah satu sumber vitamin E yang sangat tinggi. Selain itu dalam biji labu juga ditemukan kandungan gizi lain seperti mineral, vitamin A, dan lemak sehat. Semua jenis zat gizi yang tersedia dalam biji labu bisa menjadi makanan terbaik untuk mencegah serang jantung, stroke dan sebagai sumber anti oksidan yang sangat baik untuk tubuh.

  1. Ikan Salmon

Ikan salmon adalah salah satu sumber alami vitamin E yang sangat tinggi untuk tubuh. Kandungan vitamin E menjadi zat anti oksidan yang sangat kuat dan bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung, menormalkan LDL dalam tubuh dan mengurangi penimbunan plak dalam arteri. Selain itu anti oksidan dalam ikan salmon juga sangat berperan untuk melawan radikal bebas. Konsumsi 3 ons ikan salmon perhari sudah mencukupi kebutuhan vitamin E perhari untuk orang dewasa.

Berbagai jenis makanan yang banyak mengandung vitamin E untuk tubuh bisa didapatkan secara alami dari berbagai tanaman. Buah, sayur dan berbagai jenis kacang adalah sumber vitamin E yang sangat sehat untuk tubuh. Mengkonsumsi vitamin E alami juga bisa menjauhkan tubuh dari resiko dan efek samping vitamin E asupan. Jadi, mulailah hidup sehat dengan vitamin E alami.


Sifat Vitamin E

Vitamin E adalah salah satu jenis vitamin yang memiliki sifat larut dalam lemak dan memiliki sistem anti oksidan yang sangat khusus. Vitamin E alami ditemukan dalam delapan macam bentuk yaitu alpha tokoferol, beta tokoferol, gamma tokoferol, delta tokoferol, alfa tokotrienol, beta tokotrienol, gamma tokotrienol dan delta tokotrienol. Semua jenis bentuk vitamin E berfungsi untuk kegiatan biologis dalam tubuh. Namun salah satu jenis vitamin yang dibutuhkan oleh manusia dalam bentuk supleman atau makanan tambahan adalah alfa tokoferol.


Manfaat Vitamin E

Vitamin E memiliki peran yang sangat penting untuk kesehatan. kekurangan vitamin E juga bisa menyebabkan gangguan penyakit. Berikut ini adalah beberapa manfaat vitamin E untuk tubuh.

  1. Vitamin E mendukung kesehatan secara optimal. Perlindungan vitamin E yang paling besar adalah untuk menghadapi semua radikal bebas yang masuk ke tubuh. Vitamin E mengandung antioksidan yang sangat kuat , larut dalam lemak dan memberikan perlindungan terhadap kerusakan pada lemak.
  2. Vitamin E berperan untuk melindungi kolesterol LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh. Hal ini juga berhubungan dengan peran vitamin E yang menangkal radikal bebas dan menyerang sel aktif.
  3. Vitamin E mencegah penyakit pengerasan arteri (atherosclerosis). Penyakit ini disebabkan karena rusaknya sel aktif saat terjadi LDL teroksidasi. LDL teroksidasi hanya bisa terjadi saat tubuh mengalami kekurangan vitamin E sehingga sel sehat akan dirusak oleh oksigen.
  4. Vitamim E bissa digunakan sebagai bantuan pengobatan untuk penyakit diabetes, kanker ( terutama kanker paru-paru), gangguan lambung dan kanker prostat.
  5. Vitamin E mengatasi semua masalah yang berhubungan dengan penyakit pada sistem kerja otak seperti Alzheimer, Parkinson, epilepsy dan semua gangguan demensia.
  6. Vitamin E digunakan oleh wanita hamil untuk mengatasi masalah tekanan darah, sindrom PMS, sindrom menopause, dan kanker payudara.
  7. Vitamin E juga bisa berfungsi untuk meningkatkan sumber energi dalam tubuh dan mencegah kerusakan otot serta memelihara fungsi otot.
  8. Vitamin E juga dipercaya sebagai obat untuk mengatasi katarak , asma dan gangguan pernafasan, alergi, dan melindungi kulit dari efek penuaan dini.


Reaksi Tubuh jika Berlebihan Mengkonsumsi Vitamin E

Pada dasarnya sumber vitamin E dapat ditemukan dari berbagai jenis sumber makanan. Namun pemakaian suplemen vitamin E memang sudah sangat mudah ditemukan di Indonesia. Pemakaian atau konsumsi sesuai dosis tidak akan memberi efek samping serius, tapi jika dikonsumsi dengan dosis yang tinggi maka bisa menyebabkan beberapa gangguan di bawah ini:

  1. Pemakaian dosis tinggi pada penderita diabetes dan jantung bisa menyebabkan kematian. Salah satu penyakit yang banyak ditemukan pada penderita jantung dan diabetes adalah gangguan stroke hemoragik atau munculnya stroke karena pendarahan pada otak.
  2. Konsumsi makanan tambahan vitamin E juga bisa menyebabkan tubuh menjadi tidak nyaman dengan gejala kram perut, tubuh terasa lemah dan lesu, sakit kepala, pendarahan, mual, diare, gangguan penglihatan, dan memar pada tubuh.

Makanan yang mengandung vitamin E tinggi sangat baik untuk kesehatan kulit dan meningkatkan kesuburan bagi para wanita. Vitamin E adalah satu-satunya vitamin paling penting bagi kulit, ia juga berperan penting bagi kesehatan.

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Monday 02nd, March 2015 / 14:56 Oleh :
Kategori : Panduan Gizi