Sponsors Link

8 Bahaya Menelan Asap Rokok bagi Kesehatan Tubuh

ads

Meskipun semua orang tahu rokok itu berbahaya bagi kesehatan tubuh, namun tidak bisa dipungkiri bahwa merokok menjadi kebiasaan yang banyak dilakukan oleh pria maupun wanita dari tingkat remaja, dewasa, bahkan lansia sekalipun. Padahal kandungan dan asap yang dihasilkan dari rokok menjadi penyebab utama berbagai macam penyakit terutama penyakit yang erat kaitannya dengan sistem pernapasan, seperti paru-paru, jantung, dan tenggorokan.

Rokok mengandung setidaknya 7000 bahan kimia, di mana setidaknya 200-an diantaranya sangatlah berbahaya bagi kesehatan, seperti karbon monoksida, nikotin, tar, dan hidrogen sianida. Bahkan lebih dari 50 diantaranya dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit kanker, seperti arsenik, nikel, kadmium, dan formaldehida. Oleh karena itu, kebiasaan merokok tidak seharusnya untuk dipelihara melainkan wajib untuk dihindari oleh siapapun, baik pria maupun wanita.

Dalam hal ini, terdapat dua pelaku utama yang harusnya tidak menjadikan merokok sebagai suatu kebiasaan melainkan wajib untuk dihindari yaitu:

  • Perokok Aktif, ialah orang yang merokok secara langsung dari batang rokok, yaitu berperan langsung ketika proses penghirupan dan pengeluaran asap yang dihasilkan oleh rokok.
  • Perokok Pasif, ialah orang yang tidak merokok secara langsung dari batang rokok namun menghirup asap rokok dari orang lain di sekitarnya yang sedang merokok. (baca : cara menghindari asap rokok bagi perokok pasif)

Kedua pelaku tersebut sama-sama memiliki kemungkinan untuk bisa menelan asap rokok hingga masuk ke dalam tubuh. Perokok aktif yang meskipun sudah berhasil mengeluarkan asap rokok yang telah dihirupnya dari proses merokok, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada asap yang tertinggal di dalam tubuh. Artinya asap rokok tidak keluar sepenuhnya dari dalam tubuh. Sedangkan perokok pasif justru lebih berbahaya dan lebih beresiko dibanding dengan perokok aktif karena mereka secara tidak sengaja telah menghirup asap rokok tanpa bisa melakukan usaha apapun untuk bisa mengeluarkannya kembali. (baca : bahaya asap rokok)

Oleh karena itu, perokok pasif lebih rentan dikenai penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok daripada perokok aktif. Sebagaimana diketahui bahwa asap rokok dapat bertahan sekitar dua hingga tiga jam di udara. Meskipun secara kasat mata asap tersebut tidak bisa dilihat.

Berikut berbagai bahaya menelan asap rokok :

1. Beresiko terkena penyakit gangguan pernapasan

Salah satu contoh penyakit gangguan pernapasan yang disebabkan oleh asap rokok, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak sekalipun ialah penyakit paru-paru. Bahkan untuk kasus perokok pasif dewasa dapat lebih beresiko terserang kanker paru-paru. Hal ini disebabkan karena perokok pasif dewasa biasanya menghirup asap rokok yang lebih banyak daripada perokok aktif dewasa. Yang mana, asap rokok yang terhirup dapat mengganggu fungsi paru-paru, meningkatkan produksi sputum (dahak atau lendir yang biasanya keluar ketika batuk) dan batuk, serta menimbulkan ketidaknyamanan pada dada. Tentunya telah diketahui oleh kebanyakan orang bahwa penyakit paru-paru maupun kanker paru-paru juga bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya sehingga sangat perlu dilakukan cara menjaga kesehatan paru-paru.

Sedangkan untuk kasus anak-anak yang biasanya menjadi perokok pasif dapat meningkatkan resiko penyakit infeksi saluran pernapasan bawah (LRTIs), seperti bronkitis dan pneumonia (paru-paru basah). Selain itu, pada kasus anak-anak juga akan menyebabkan penyakit asma. Ditambah lagi, menjadi perokok pasif akan dapat meningkatkan peningkatan prevalensi (kelaziman) cairan yang dihasilkan di telinga tengah. (baca : bahaya perokok pasif)

2. Infeksi telinga bagian tengah

Infeksi ini terjadi sebagaimana telah dijelaskan di atas ialah karena adanya peningkatan prevalensi (kelaziman) cairan yang dihasilkan di telinga tengah. Bahkan Dr. Deborah Lehmann (Kepala Institute’s Infectious Diseases Research) mengatakan bahwa infeksi ini bisa berakibat seumur hidup bagi anak-anak. Hal ini didasarkan pada 20% kasus infeksi saluran telinga bagian tengah ini terjadi pada anak-anak berusia 1-2 tahun. Sedemikian sehingga dapat merusak pendengaran pada telinga. Yang mana, kasus ini memang banyak terjadi karena disebabkan oleh asap rokok

sponsored links

3. Beresiko terkena penyakit jantung dan stroke

Baik perokok aktif maupun pasif sama-sama beresiko untuk terkena penyakit serangan jantung bahkan gejala stroke ringan dan berat akibat menghirup asap rokok. Hal ini dikarenakan asap rokok yang terhirup masuk ke tubuh dalam jangka pendek dapat meningkatkan sensitivitas trombosit serta penurunan kemampuan jantung dalam menerima dan menompa oksigen ke seluruh tubuh. Sedangkan asap rokok yang terhirup masuk ke tubuh dalam jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan plak dan efek buruk pada kolesterol darah.

Apalagi pada perokok pasif semakin beresiko untuk menyebabkan darah lebih lengket serta memungkinkan untuk terjadinya penggumpalan darah sehingga menyebabkan pula peningkatan resiko berbagai kondisi kesehatan, termasuk serangan jantung dan stroke.

4. Meningkatkan resiko terkena kanker

Resiko terkena kanker ini disebabkan oleh asap rokok yang terhirup masuk ke tubuh dalam jangka panjang, baik perokok aktif maupun perokok pasif. Yang mana, perokok pasif memiliki resiko yang lebih tinggi sekitar 20% hingga 30% daripada perokok aktif untuk terkena kanker paru-paru atau infeksi paru-paru. Berbagai bukti kesehatan bahwa telah menunjukkan bahwa perokok pasif memang lebih rentan untuk terkena berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh asap rokok, seperti stroke, kanker sinus hidung, kanker tenggorokan, kanker payudara (bagi wanita), dan juga kanker paru-paru, serta berbagai penyakit lainnya.

5. Mengurangi kadar vitamin dan antioksidan dalam darah

Menghirup maupun menelan asap rokok dapat berakibat mengurangi konsentrasi askorbat, antioksidan penting dalam darah, bahkan ketika jumlah paparan asap minimal. Sebagaimana doketahui dari studi kesehatan yang telah menunjukkan bahwa konsentrasi askorbat darah pada anak yang menghirup asap rokok berada di bawah orang-orang dari anak-anak yang tidak menghirup asap rokok. Oleh karena itu, sebaiknya hindarkanlah anak-anak dari paparan asap rokok dan apabila kita merupakan orang dewasa yang merupakan perokok aktif, sebaiknya menghindari merokok di dekat anak-anak.

6. Beresiko terkena meningokokus

Meningokokus adalah sebuah penyakit yang ditimbulkan karena terjadinya infeksi oleh kuman atau bakteri, di mana kuman atau bakteri tersebut dikenal dengan sebutan meningokokus. Penyakit ini terkadang dapat juga menyebabkan keracunan darah, meningitis, cacat, bahkan kematian. Pusat Pengendalian Penyakit AS, sebagaimana dilansir dari HaloSehat.com Center of Reliable Health Information mengatakan bahwa paparan asap tembakau (rokok), baik melalui perokok aktif maupun perokok pasif, telah meningkatkan resiko pengembangan penyakit meningokokus ini. Peningkatan penyakit meningokokus pada perokok aktif dan perokok pasif ini disebabkan karena adanya peningkatan kemampuan bakteri mematuhi mucosa.

7. Menyebabkan penyempitan pembuluh darah (atersklerosis)

Penyempitan pembuluh darah (atersklerosis) adalah penyakit yang disebabkan oleh penyempitan dan pergeseran pembuluh darah, di mana pada kasus penyakit ini terjadi pada pembuluh darah di jantung. Bahkan terkadang bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah yang sangat fatal sehingga darah dapat menggumpal dan bercampur dengan lemak yang menempel di pembuluh darah, yang kemudian dapat mengakibatkan serangan jantung dan stroke, bahkan kematian yang mendadak.

Sponsors Link

8. Beresiko menjadi perokok aktif

Resiko perokok pasif menjadi perokok aktif juga bisa terjadi akibat terlalu sering menghirup asap rokok. Hal ini dikarenakan adanya kandungan dalam rokok, seperti nikotin yang mampu menyebabkan efek kecanduan. Zat nikotin sangat dimungkinkan ikut dalam asap rokok yang terpapar di udara.

Sedangkan khusus Ibu hamil, menghirup asap rokok dapat menyebabkan berbagai gangguan bagi kandungannya, yaitu:

  • Resiko untuk mengalami keguguran dan kelahiran mati semakin meningkat.
  • Resiko untuk mengalami kelahiran premature dan berat badan bayi yang lahir rendah semakin meningkat.
  • Terjadinya kematian bayi yang secara tiba-tiba dikarenakan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
  • Resiko untuk mengalami komplikasi selama masa kehamilan hingga kelahiran semakin meningkat.
  • Mengganggu perkembangan janin yang ada di dalam rahim ataupun bayi yang ada di dalam kandungan (perut).

Demikian berbagai bahaya menelan asap rokok karena menghirup atau menelan asap rokok yang harusnya dihindari oleh siapapun, baik perokok aktif maupun perokok pasif. Tingginya resiko bagi perokok pasif daripada perokok aktif bukanlah sebuah alasan untuk kemudian ikut-ikutan menjadi perokok aktif. Orang yang tidak merokok sejatinya masih jauh lebih baik daripada orang yang merokok.

Oleh karena itu, apabila kita termasuk orang yang tidak merokok dan tidak ingin menjadi pelaku perokok pasif, maka hindarilah atau menjauhlah dari para perokok aktif yang ada di sekitar kita. Kalaupun ada orang dekat kita ataupun orang yang kita kenal merupakan perokok aktif, maka menjauhlah sementara ketika dia sedang menghisap rokoknya. Lebih baiknya lagi, kita mampu menasehati dan membujuknya secara perlahan agar bisa berhenti merokok. Karena rokok itu berbahaya, karena rokok itu tidak baik bagi kesehatan.

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Thursday 28th, January 2016 / 08:44 Oleh :
Kategori : Aktivitas Berbahaya