9 Jenis Cacat Mata Wajib untuk Diketahui

4064

Cacat mata ada dibagi menjadi beberapa macam di mana tiap jenisnya tak dapat diremehkan karena hal ini dapat terjadi kepada siapapun. Untuk dapat mencegah maupun mengatasi, Anda perlu tahu setiap detil akan kondisi cacat mata tersebut. Sebelum berujung pada kebutaan yang sudah sangat fatal, ada baiknya Anda melirik jenis-jenis penyakit mata di bawah ini dengan penjelasan lebih lanjutnya.

(Baca juga: mata juling)

1. Presbiopi

Istilah lain dari presbiopi ini adalah mata tua di mana penderitanya memang akan mempunyai rabun jauh maupun rabun dekat secara bersamaan. Sulit dalam bekerja di depan komputer, menjahit maupun membaca adalah yang dihadapi oleh para penderitanya.

Penyebab

Ada berbagai macam penyebab maupun faktor risiko dari cacat mata jenis presbiopi, seperti:

  • Faktor genetik dan lingkungan.
  • Terjadinya penebalan pada lensa alami berikut juga kehilangan fleksibilitasnya.
  • Faktor pertambahan usia.
  • Perubahan protein pada lensa mata.
  • Mengidap diabetes, penyakit kardiovaskular, anemia, multiple sclerosis, hyperopia, insufisiensi vaskular, serta trauma mata.

Gejala

Ada sejumlah gejala umum yang diderita oleh seseorang dengan cacat mata presbiopi selain penurunan penglihatan secara bertahap.

  • Butuh cahaya super terang untuk dapat melihat obyek paling dekat sekalipun, sekaligus juga untuk membaca.
  • Mulai menyipitkan mata demi bisa memandang obyek terdekat.
  • Menjauhkan bacaan sejauh lengan saat membacanya.
  • Mata cepat lelah ketika harus beraktivitas dengan melihat jarak dekat.
  • Sulit membaca tulisan berukuran kecil-kecil.
  • Sakit kepala setelah membaca.

Pengobatan

Untuk mengobati presbiopia, diketahui bahwa tak ada obat secara khusus untuk menyembuhkannya. Ditentukan oleh kondisi presbiopia serta pola hidup penderitanya, biasanya perawatan yang akan didapat oleh para penderitanya adalah penggunaan kacamata korektif, operasi atau lensa kontak. Bantuan-bantuan tersebut akan membantu supaya jatuhnya bayangan cahaya bisa langsung ke permukaan retina mata.

(Baca juga: akibat kekurangan vitamin a)

2. Rabun Jauh

Miopi adalah sebutan lainnya dari rabun jauh ini di mana kondisi ini akan membuat obyek yang jauh terlihat kabur sedangkan obyek dekat tampak jelas oleh mata. Setiap penderita rabun jauh ini akan mengalami tingkat keparahan yang tak sama satu dengan yang lainnya.

Penyebab

Pengidap rabun jauh atau mata minus dapat menderita hal ini karena adanya kerusakan refraktif pada mata. Kalau pada normalnya lensa atau kornea mata bakal berbentuk mulus sehingga cahaya yang masuk bisa langsung terfokus di bagian retina, pada rabun jauh ini cahaya yang masuk malah terpusat pada bagian depan retina saja. Itulah mengapa pandangan pun menjadi kabur, dan ini diduga bisa saja karena faktor lingkungan atau keturunan.

Gejala

Penderita rabun jauh dapat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dan gejala umum yang bakal dialami antara lain:

  • Seringnya tak sadar akan adanya obyek yang berada jauh dari pandangan.
  • Sakit kepala disebabkan mata dipaksa bekerja terlalu berlebihan.
  • Pandangan terasa kabur ketika melihat obyek yang jauh dari mata.
  • Sering mengucek mata.
  • Mengedipkan mata terlalu sering dan berlebihan.

Pengobatan

Tergantung dari tingkat keparahan serta usia dari penderitanya, penanganan rabun jauh bisa dilakukan dengan cara-cara berikut ini:

  • Menggunakan lensa kontak atau kacamata.
  • Implantasi lensa buatan.
  • Operasi menggunakan sinar laser.

Pencegahan

Ada sejumlah langkah paling simpel yang dapat Anda coba lakukan walaupun diketahui bahwa Anda tak akan mampu mencegah secara total akan rabun jauh ini. Tapi paling tidak langkah-langkah berikut bakal membuat perkembangan kondisi rabun jauh dapat diperlambat.

  • Mengecek kesehatan mata secara teratur ke dokter spesialis mata.
  • Memberikan perlindungan pada mata dari sinar matahari.
  • Bagi penderita hipertensi dan diabetes, hendaknya mengendalikan dengan baik kondisi tersebut.
  • Tidak merokok dan mulai mengonsumsi makanan sehat seperti makanan yang mengandung vitamin A super tinggi agar mata sehat
  • Mengetahui gejala rabun jauh dan mengenalinya sejak dini.
  • Memakai lensa kontak atau kacamata yang ukurannya memang disesuaikan dengan kondisi kesehatan mata.

(Baca juga: bahaya mata minus tinggi)

3. Astigmastisma

Kondisi ini juga diketahui dengan istilah mata silindris di mana memang merupakan salah satu masalah kelainan pada mata. Pada penderitanya, bentuk bola mata bakal lonjong mirip dengan telur sehingga menyebabkan penyebaran bayangan yang masuk ke mata dan tak fokus di bagian retinanya. Bayangan yang jauh pun bakal kelihatan bergelombang serta kabur.

Penyebab

Penyakit cacat mata astigmastisma ini biasanya muncul semenjak penderita masih anak-anak dan pada umumnya disebabkan oleh faktor keturunan. Tak hanya itu, penyebab utama dari astimatisma atau silindris juga bisa dikarenakan kebiasaan membaca yang buruk. Atau, melihat benda-benda secara sangat dekat juga bakal menyebabkan hal ini di mana kornea mendapat tekanan berlebihan.

Gejala

Para penderita astigmatisma bakal mengalami gejala-gejala berikut ini sebagai keluhannya:

  • Penglihatan kabur sewaktu dipakai melihat benda jarak jauh maupun dekat.
  • Mata mudah lelah.
  • Sering sakit kepala.

Pengobatan

Untuk menangani masalah mata yang terkena astigmatisma, lensa kontak atau kacamata adalah solusi yang terbaik. Pada penderita dengan derajat yang masih ringan masih belum memerlukan koreksi menggunakan kacamata, selama tak ada rabun dekat maupun rabun jauh. Lensa silinder adalah yang perlu digunakan oleh penderita astigmatisma, tapi bila sudah pada tahap yang parah, operasi adalah jalan terbaik. Operasi laser adalah yang bakal dokter tawarkan tergantung dari keadaan penderitanya, supaya lengkung kornea memperoleh perbaikan.

(Baca juga: bahaya mengucek mata dengan tangan)

4. Rabun Dekat

Nama lain untuk kondisi cacat mata satu ini adalah hyperopia di mana penderita akan kesulitan dalam melihat jarak dekat. Untuk obyek terdekat, justru pandangan malah kabur dan melihat benda jarak jauh malah tampak jelas. Biasanya, rabun dekat ini dianggap ada hubungannya erat dengan masalah pembiasan.

Penyebab

Pemicu utama dari rabun dekat adalah tidak terfokusnya cahaya yang masuk ke mata ke dalam retina dan malah di belakangnya. Kurang melengkung atau terlalu datarnya kornea mata juga bisa menjadi asal-muasal dari kondisi ini, atau bisa juga terlalu pendeknya bola mata atau kurang tebalnya lensa mata.

Faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko rabun dekat adalah faktor usia di mana memang biasanya orang-orang berusia 40 tahun ke ataslah yang mengalami rabun dekat. Faktor genetika pun dapat menjadi salah satu penyebabnya karena orang tua mampu mewarisakan penyakit rabun dekat kepada anak-anaknya. Masalah pembuluh darah pada retina, diabetes, dan tumor pada area mata juga adalah faktor lainnya.

Pengobatan

Untuk benar-benar mengobati dan menyembuhkan total rabun dekat tampaknya memang agak sulit, namun perawatan yang bisa menanganinya antara lain adalah:

  • Penggunaan kacamata dengan lensa cembung.
  • Penggunaan lensa kontak sebagai alternatif dari kacamata.
  • Operasi laser yang digunakan agar lengkungan kornea dapat meningkat dan supaya cahaya bisa lebih fokus.

Pencegahan

Pencegahan dari rabun dekat sendiri sebenarnya tidak bisa dilakukan, namun Anda masih bisa menghambat supaya tak menjadi lebih berkembang.

  • Tidak merokok.
  • Memakai pencahayaan yang lebih baik ketika membaca dan melakukan aktivitas.
  • Mengonsumsi makanan bergizi.
  • Memroteksi mata dari bahaya sinar matahari di siang hari.
  • Mengenal betul gejala-gejala rabun dekat.
  • Mengendalikan penyakit yang diidap, contohnya diabetes.
  • Mengenakan kacamata yang memang sesuai dengan kondisi.
  • Memeriksakan kesehatan mata secara rutin.

(Baca juga: bahaya lensa kontak pada mata)

5. Buta Warna

Seseorang dengan kondisi buta warna artinya penglihatan atas warna sangat kurang karena adanya masalah pigmen pada reseptor warna. Apabila terjadi kehilangan salah satu pigmen saja, akan timbul masalah dalam melihat warna tertentu.

Penyebab

Seseorang dapat mengalami buta warna karena faktor-faktor pemicu berikut ini:

  • Faktor usia.
  • Sejumlah penyakit tertentu seperti misalnya alzheimer, parkinson, anemia sel sabit, diabetes, leukemia, neuritis optik, glaukoma, pecandu alkohol pada tahap kronis serta macular degeneration.
  • Efek samping obat-obatan tertentu.
  • Paparan bahan kimia, termasuk pupuk dan karbon disulfida.
  • Faktor keturunan atau genetika.

Gejala

Yang jelas penderitanya hanya akan dapat melihat sejumlah gradasi warna, sedangkan pada mata normal yang sebagian orang miliki dapat melihat adanya ratusan warna. Sampai dengan penderita menempuh tes penglihatan warna, terkadang gejala buta warna tak akan disadari oleh mereka.

Pengobatan

Hingga kini, cara untuk mengobati buta warna belumlah ditemukan dan Anda hanya akan bisa mengurangi risiko gejala menjadi lebih parah saja. Untuk perawatannya, biasanya penderita akan memanfaatkan pengobatan alternatif. Atau bisa juga dengan menggunakan penanganan dasar apabila sebab dari buta warna adalah dari gangguan kesehatan maupun pengobatan tertentu.

(Baca juga: kelainan yang terjadi pada mata)

6. Rabun Senja

Masalah penglihatan yang memburam atau mengabur saat malam tiba adalah rabun senja atau nyctalopia. Keadaan seperti ini bisa terjadi saat sel-sel retina terganggu.

Penyebab

Ada sejumlah kondisi yang diduga sebagai faktor pemicu atau risiko dari rabun senja, yaitu:

  • Glaukoma
  • Diabetes
  • Katarak
  • Rabun jauh.
  • Kurangnya asupan vitamin A.
  • Keratonocus
  • Pemakaian obat-obat tertentu.
  • Usher syndrome.
  • Retinitis pigmentosa.

Gejala

Ada beberapa kondisi dalam aktivitas sehari-hari Anda yang bisa menjadi tanda bahwa Anda menderita rabun senja, yaitu:

  • Pandangan memburuk sewaktu transisi cahaya diubah dari terang menjadi lebih gelap.
  • Kesulitan melihat bintang yang ada di langit.
  • Kesulitan dalam melihat area sekitar saat berjalan di tempat gelap.
  • Kesulitan berkendara di malam hari karena tak bisa melihat jalan dengan jelas.

Pengobatan

Penyebab dari rabun senjalah digunakan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pengobatan terbaik bagi pasien. Namun biasanya obat tetes mata dari dokter bakal dapat membantu dalam menurunkan tekanan yang menyerang mata. Penggunaan lensa mata palsu untuk mengganti lensa mata asli yang keruh serta kacamata untuk minus mata adalah solusi lainnya. Mengonsumsi makanan atau suplemen vitamin A juga mampu menolong.

(Baca juga: jenis kelainan refraksi pada mata)

7. Katarak

Kondisi cacat mata satu ini adalah adanya bagian keruh tepat di bagian lensa mata sehingga penglihatan pun mengabur. Namun tidak ada rasa sakit yang dipicu oleh kaburnya penglihatan.

Penyebab

Penyebab pasti dari katarak belumlah jelas, namun faktor-faktor risikonya bisa dilihat di bawah ini:

  • Faktor usia dan perubahan protein pembentuk lensa mata.
  • Kebiasaan merokok.
  • Keluarga memiliki riwayat keluarga.
  • Mempunyai pengalaman cedera mata.
  • Mempunyai pengalaman operasi mata.
  • Mengonsumsi dosis tinggi obat kortikosteroid dalam jangka waktu lama.
  • Peradangan bagian tengah mata dan diabetes.
  • Paparan sinar matahari terhadap mata.
  • Minum minuman keras.
  • Pola makan yang kurang bernutrisi.

Gejala

Tergantung tingkat keparahan, gejala katarak dapat berbeda-beda pada pasiennya, namun gejala umumnya adalah:

  • Penglihatan yang buram tanpa rasa sakit.
  • Timbul bercak atau bintik ketika penglihatan tak jelas.
  • Sensitivitas naik saat terpapar cahaya.
  • Ketika melihat lampu dengan, mata akan menangkap lingkaran cahaya di sekelilingnya.
  • Lensa kacamata dengan ukuran yang mudah berubah.
  • Segala sesuatu yang tampak mata terlihat ganda serta timbul semburat coklat maupun kuning.
  • Kesulitan melihat ketika cahaya tak begitu terang maupun saat sangat terang.

Pengobatan

Operasi dikatakan paling efektif dalam mengobati katarak karena memang efeknya paling signifikan juga. Dengan operasi, langkah ini bakal mengangkat lensa keruh pada mata dan menggantikannya dengan lensa palsu yang terbuat dari plastik bening. Pembiusan lokal bakal dilakukan agar saat operasi, mata akan mati rasa.

(Baca juga: bahaya glaukoma)

8. Glaukoma

Kondisi mata glaukoma adalah gangguan penglihatan yang terganggu dan menjadi pemicu kedua terbesar akan kebutaan di dunia. Sementara itu, katarak ada di peringkat pertama.

Penyebab

Pemicu utama dari kondisi glaukoma adalah adanya tekanan dalam mata yang meningkat diakibatkan oleh berlebihannya produksi cairan mata. Tekanan tersebutlah yang mampu menyebabkan kerusakan jaringan saraf serta serabut saraf retina yang menjadi lapisan bagian belakang saraf optik dan belakang mata yang menjadi penghubung otak dan mata.

Gejala

Gejala glaukoma yang biasanya terjadi pada penderitanya antara lain adalah:

  • Pandangan menjadi samar.
  • Mual dan muntah.
  • Mata kemerahan.
  • Tampak oleh mata adanya lingkaran cahaya di sekeliling sinar lampu.
  • Sakit kepala.
  • Sakit pada mata.

Pengobatan

Pengobatan untuk masalah cacat mata satu ini hanya bisa dilakukan dengan menurunkan tekanan intraokular di bagian mata. Hal tersebut akan otomatis menjadi cara pencegahan supaya kerusakan mata tak menyebar. Langkah perawatan lainnya antara lain adalah prosedur operasi, terapi laser, obat yang diminum serta obat tetes mata.

(Baca juga: cara menjaga kesehatan mata)

9. Pterygium

Kondisi cacat mata satu ini adalah ada pertumbuhan selaput yang kemudian membuat bagian putih di bola mata menjadi tertutup. Penderita bisa mengalaminya di satu sisi mata saja atau bahkan juga kedua-duanya.

Penyebab

Meskipun belum diketahui secara pasti apa pemicu dari pterygium, faktor-faktor inilah yang diduga mampu menaikkan potensinya:

  • Angin
  • Asap
  • Debu
  • Paparan sinar matahari.
  • Kekeringan pada mata.

Gejala

Gejala-gejala umum yang kerap terjadi pada penderita antara lain:

  • Pandangan kabur atau samar.
  • Ada rasa mengganjal pada mata.
  • Mata kemerahan, perih, gatal dan iritasi.

Pengobatan

Biasanya penggunaan obat-obatan akan dianjurkan dan diresepkan dokter, termasuk obat tetes mata. Namun pada kondisi yang lebih parah, operasilah yang akan menjadi jalan keluar terbaik apabila perawatan lain tidak mempan dan penglihatan pasien sudah semakin memburuk saja. Mengenakan kacamata dan topi saat berada di luar ruangan juga sebaiknya dilakukan agar pterygium tak mudah kembali.

(Baca juga: jenis-jenis penyakit mata)

Itulah jenis-jenis kondisi cacat mata yang bisa Anda perhatikan dan waspadai dengan melihat penyebab, gejala serta pengobatan dan pencegahannya.