Home Tips KesehatanKesehatan Paru Paru Histoplasmosis – Penyebab, Gejala, Jenis, Diagnosa dan Pengobatan

Histoplasmosis – Penyebab, Gejala, Jenis, Diagnosa dan Pengobatan

by Erlita

Histoplasmosis merupakan sebuah jenis kondisi infeksi yang pemicunya adalah karena menghirup spora jamur yang pada umumnya ada pada kotoran kelelawar atau burung. Ketika spora tersebut sudah menjadi bagian di udara, maka penularan pun akan dengan mudah terjadi, bahkan juga selama pembongkaran suatu proyek atau pembersihannya akan menimbulkan spora bercampur dengan udara yang gampang terhirup oleh manusia.

Perawatan pada dasarnya tak diperlukan oleh para penderita histoplasmosis ini, namun ketika kekebalan tubuh penderita tak cukup besar dan tinggi, maka masalah ini bisa kemudian memburuk. Perkembangan penyakit dapat terjadi dan bahkan mampu menyebar sampai ke bagian tubuh lainnya. Sulitnya lagi, penderita histoplasmosis rata-rata justru tak menyadari mereka sudah terinfeksi karena ketiadaan gejala.

Penyebab

Penyebab utama dari terjadinya histoplasmosis ini adalah spora jamur yang bernama Histoplasma capsulatum di mana sangat ringan sehingga mampu bergabung dengan udara saat bahan atau kotoran terkontaminasi lainnya mengalami gangguan. Diketahui pula bahwa ketika seseorang pernah memiliki riwayat terkena histoplasmosis, akan mudah baginya untuk terinfeksi lagi.

Meski dapat dengan mudah terkena infeksi lagi di kemudian hari, maka penyakit tersebut biasanya akan lebih ringan ketimbang saat terkena infeksi di awal atau pertama kali. Jenis jamur histoplasmosis sendiri pertumbuhannya terjadi secara subur pada tanah lembab dengan kandungan bahan organik, yakni kotoran dari kelelawar dan burung.

Maka dari itu, ketika mengurus kandang ayam atau burung merpati maupun mengunjungi sebuah taman atau gua, diharapkan untuk berhati-hati walau memang penyakit infeksi paru ini tak menular. Karena bukan jenis penyakit menular, maka memang penyebaran ke orang lain pun tidak akan terjadi. Meski begitu, tetap penting untuk mengenali juga beberapa faktor risikonya.

  • Berprofesi sebagai pekerja konstruksi.
  • Berprofesi petani.
  • Berprofesi sebagai penjaga unggas.
  • Berprofesi sebagai pengendali hama.
  • Berprofesi tukang kebun.
  • Suka menjelajah tempat-tempat bergua.
  • Anak-anak dengan usia di bawah 2 tahun dan juga orang dewasa yang usianya 55 tahun ke atas. Ini karena kekebalan tubuh mereka akan jauh lebih lemah ketimbang orang-orang yang ada pada usia produktif.
  • Mengikuti kemoterapi.
  • Menderita HIV AIDS.
  • Menggunakan obat-obatan pencegah penolakan transplantasi organ.
  • Menggunakan obat-obatan kortikosteroid.
  • Menggunakan pengendali rheumatoid arthritis.
  • Menderita penyakit paru-paru tertentu seperti misalnya emfisema. Hal ini akan meningkatkan risiko penderita untuk mengembangkan histoplasmosis kronis.

Gejala

Seperti telah disebutkan sebelumnya, para penderita penyakit histoplasmosis justru rata-rata tak mengalami gejala, terutama bila spora yang terhirup memang tidaklah banyak. Namun ketika menghirup lebih banyak spora, ada kemungkinan risiko gejala pun turut meningkat dan lebih serius.

Pada umumnya, gejala-gejala akan muncul setelah kurang lebih 10 hari sesudah terkena paparan atau menghirup banyak spora. Berikut ini adalah gejala-gejala yang mungkin terjadi pada orang-orang yang sempat menghirup spora lebih banyak.

  • Demam
  • Tubuh menggigil
  • Dada terasa tak nyaman
  • Batuk disertai darah
  • Berkeringan berlebihan
  • Benjolan merah berada di kaki bagian bawah.
  • Ruam di kulit (hanya pada beberapa kasus saja).

Ada potensi bahwa histoplasmosis dapat meluas sehingga menjadi penyebab iritasi dan radang di mana gejalanya bisa meliputi keluhan-keluhan seperti:

  • Leher kaku
  • Sakit kepala
  • Nyeri di bagian dada
  • Demam tinggi
  • Sekitar otak dan sumsum tulang belakang mulai bengkak.
  • Penurunan berat badan

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Pastikan untuk menghubungi dokter apabila Anda baru saja berada di area dengan banyak kotoran burung atau kelelawar dan tak lama setelahnya mengalami gejala seperti gejala flu. Bila sedang memiliki sistem daya tahan tubuh yang rendah, jangan ragu lagi untuk memeriksakan ke dokter supaya mampu mencegah penyebaran lebih lanjut akan infeksinya. Karena mampu berkembang menjadi kronis, perlu untuk ditangani dengan baik secepatnya.

Jenis dan Metode Diagnosa

Perlu diketahui pula bahwa histoplasmosis terdiri dari 2 jenis atau tahap yang kita harus waspadai, yakni akut dan kronis. Lalu bagaimana kita dapat membedakan apakah kondisi yang telah dialami adalah histoplasmosis akut atau kronis?

  • Kondisi Akut

Pada histoplasmosis akut, kondisi biasanya terjadi pada jangka pendek atau tergolong ringan. Bila masih pada tahap akut, maka histoplasmosis tak akan mengembangkan komplikasi berbahaya bagi penderitanya. Kasus histoplasmosis akut inilah yang berpotensi tak menimbulkan gejala-gejala yang jelas. Diperkirakan pula bahwa ada sekitar 60-90 persen dari kasus histoplasmosis akut, penderitanya adalah yang memang tinggal di wilayah tempat paparan jamur.

  • Kondisi Kronis

Pada tahap kronis, ini tandanya histoplasmosis terjadi jangka panjang dan jenis ini biasanya lebih jarang ketimbang jenis akut. Untuk jenis kronis, penyebaran dapat terjadi ke seluruh tubuh walau memang tergolong kasus yang langka. Begitu penyebaran sampai ke bagian-bagian tubuh lain, pengobatan yang sedikit terlambat saja akan mampu mengancam jiwa penderitanya.

Risiko penyebaran akan jauh lebih mudah menyebar apabila penderitanya dari awal telah memiliki sistem daya tahan tubuh yang lemah. Hanya 30 persen kasus histoplasmosis ini terjadi pada orang-orang yang pada dasarnya telah terkena HIV berikut juga tinggal di wilayah tempat jamur mudah terekspos.

Saat sudah mengenali jenis dan bahkan gejala-gejalanya, penting untuk segera ke dokter. Demi mendeteksi dengan benar bahwa kondisi seseorang telah benar-benar terinfeksi dari spora jamur yang dihirupnya, maka beberapa tes pemeriksaan pun dibutuhkan, seperti:

  • Biopsi jaringan paru.
  • Sekresi paru-paru.
  • Tes urine.
  • Tes darah.
  • Pemeriksaan sumsum tulang.

Pengobatan

Apabila penderita menderita infeksi ringan atau pada tahap akut saja, maka perawatan sebenarnya belumlah diperlukan karena dokter biasanya hanya menyarankan untuk minum obat bebas demi meredakan gejala sekaligus mengambil waktu untuk beristirahat. Namun berbeda kasusnya ketika penderita sudah mulai mengalami sulit bernapas dan infeksi telah menyerang 1 bulan lebih; perawatan khusus pun dalam hal ini sangat dibutuhkan.

Sulit bernapas dan terinfeksi 1 bulan lebih menandakan bahwa kondisi bisa menjadi jauh lebih parah sehingga biasanya akan ada pemberian obat antijamur oral yang disertai dengan perawatan IV; sejumlah pasien bahkan harus mengonsumsi obat antijamur bisa sampai 2 tahun. Sementara itu, infeksi yang telah menuju pada kondisi sangat parah memerlukan penggunaan obat intravena atau pemberian yang dilakukan melalui pembuluh darah.

Apa langkah pencegahan yang bisa dilakukan?

Paparan jamur akan sulit untuk dicegah karena saat ia berada di udara kita akan sulit mendeteksinya dan mudah terhirup, khususnya ketika sedang berada di wilayah dengan keberadaan jamur yang banyak. Meksi begitu, inilah langkah-langkah yang bisa diambil demi meminimalisir risiko terinfeksi.

  • Menyemprotkan air – Semprotkan air ke permukaan yang terkontaminasi sebelum misalnya Anda melakukan pembersihan kandang ayam serta lumbung, menggali tanah, atau melakukan pekerjaan di wilayah yang terdapat jamur. Dengan cara ini, spora akan tercegah untuk membaur dengan udara.
  • Menghindari paparan – Langkah paling baik untuk tidak sampai terkena infeksi adalah dengan menghindari kegiatan yang berisiko tinggi terkena paparan spora jamur, seperti menghindari wilayah proyek konstruksi, menghindari tempat-tempat atau bangunan yang tengah direnovasi, memelihara burung, dan masuk ke dalam gua untuk menjelajahinya.
  • Mengenakan masker wajah – Masker respirator adalah salah satu alat yang berguna dalam melindungi diri Anda dari paparan jamur yang berbaur dengan udara. Pastikan untuk mengenakan masker yang memang memberi perlindungan memadai dengan menyesuaikannya pada tingkat paparan jamur.

Waspadai akan histoplasmosis yang kelihatannya ringan dan tak berbahaya, karena pada kasus yang jarang tetap ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi, seperti sindrom distres pernapasan akut, meningitis, gangguan kelenjar adrenal, gangguan hormon, hingga gangguan fungsi jantung. Sebelum masalah-masalah komplikasi muncul, segera ke dokter dan tangani gejala yang muncul hingga tuntas sekalipun Anda tak begitu yakin apakah gejala tersebut hanya flu biasa atau merujuk pada histoplasmosis.

You may also like