Ecalta – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

Ecalta termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

  • Ecalta merupakan obat berbentuk sediaan injeksi yang setiap vialnya mengandung 100 mg anidulafungin

Indikasi

  • Ecalta diindikasikan untuk kandidemia (infeksi jamur Candida yang sudah tersebar dalam darah), peritonitis kandidal dan kandidiasis esofagus

Mekanisme Kerja Obat

Infeksi jamur sering kali terjadi pada kulit dan menimbulkan penyakit kulit seperti kurap. Namun, infeksi jamur juga bisa terjadi pada bagian dalam tubuh dan lebih berbahaya dibandingkan infeksi jamur pada kulit. Infeksi jamur yang bisa terjadi di dalam tubuh antara lain kandidemia, peritonitis kandidal dan kandidiasis esofagus. Ketiga infeksi ini disebabkan oleh jamur Candida, suatu jamur yang dapat menginfeksi berbagai bagian tubuh manusia, mulai dari mulut, kuku, vagina sampai bagian dalam tubuh.

Anidulafungin merupakan salah satu obat antijamur yang bekerja dnegan cara menghambat sintesis / produksi 1,3-beta-D-glikan, yaitu suatu senyawa yang menjadi komponen penting dalam pembuatan dinding sel jamur. Dengan demikian, secara tidak langsung proses pembuatan dinding sel jamur akan terganggu dan keutuhan sel jamur tidak bisa terjaga sehingga jamur lama kelamaan akan mati.

Dosis dan Cara Penggunaan

  • Dosis Ecalta untuk kandidemia dan peritonitis kandidal: 200 mg yang diberikan melalui infus intravena pada hari ke-1, kemudian dilanjutkan dengan 100 mg/hari yang diberikan sebagai infus intravena pada hari ke-2 sampai hari ke-14
  • Dosis Ecalta untuk kandidiasis esofagus: 100 mg yang diberikan melalui infus intravena pada hari ke-1, kemudian dilanjutkan dengan 50 mg/hari yang diberikan sebagai infus intravena pada hari ke-2 sampai hari ke-14
  • Pemberian Ecalta hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten, misalnya dokter atau perawat

Kontraindikasi

Pasien yang memiliki kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Ecalta:

  • Hipersensitif (alergi) terhadap anidulafungin

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Berdasarkan studi yang dilakukan terhadap hewan percobaan, anidulafungin dapat membahayakan janin, namun belum diketahui apakah pemberian anidulafungin pada manusia juga akan menimbulkan gangguan pada janin
  • Anidulafungin yang diberikan kepada tikus diekskresikan / dikeluarkan melalui ASI, namun belum diketahui apakah anidulafungin juga diekskresikan melalui ASI oleh tubuh manusia. Beritahukanlah kepada dokter jika Anda masih dalam masa menyusui jika Anda mendapat resep Ecalta atau obat lainnya yang mengandung anidulafungin.

Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin timbul setelah penggunaan Ecalta

  1. Diare
  2. Peningkatan nilai SGOT dan SGPT (parameter fungsi hati)
  3. Sakit kepala
  4. Mual
  5. Hipokalemia )penurunan kadar kalium dalam darah)
  6. Neutropenia (penurunan jumlah neutrofil, yaitu salah satu komponen sel darah putih)
  7. Ruam pada kulit
  8. Pruritus
  9. Urtikaria

Tidak semua pasien akan mengalami efek samping di atas setelah menggunakan Ecalta. Namun, jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah menggunakan Ecalta, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker agar bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang mungkin menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan Ecalta:

  • Penggunaan obat-obat berikut bersamaan dengan Ecalta dapat meningkatkan risiko terjadinya hipokalemia: deflazacort, diklorfenamid, natrium sulfat, kalium sulfat, magnesium sulfat
  • Siklosporin dapat mneingkatkan efek anidulafungin jika digunakan secara bersamaan

Selalu konsultasikan mengenai obat apapun (sintetis maupun herbal) yang sedang atau akan Anda gunakan kepada dokter dan/atau apoteker untuk memastikan bahwa penggunaan obat tersebut bersamaan dengan Ecalta tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi Anda. jika ternyata obat tersebut tidak bisa digunakan bersamaan dengan Ecalta, dokter atau apoteker mungkin akan menyarankan pemberian jeda waktu antara pemberian Ecalta dengan pemberian obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Jangan memulai atau mengulangi pengobatan dengan menggunakan Ecalta tanpa menggunakan resep dokter
  2. Ecalta diberikan kepada pasien dengan cara disuntikkan sebagai infus intravena (disuntikkan ke dalam pembuluh darah vena dengan kecepatan infus tertentu), pemberiannya harus dilakukan dengan cara yang benar dan di tempat yang tepat untuk menghasilkan efek yang diinginkan dan menghindari terjadinya komplikasi, oleh karena itu pemberian Ecalta hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten seperti dokter atau perawat
  3. Penggunaan Ecalta pada pasien yang memiliki gangguan fungsi hati perlu dimonitor dengan ketat karena anidulafungin yang terkandung di dalam Ecalta dapat meningkatkan nilai SGOT dan SGPT (kedua nilai ini menunjukkan jumlah enzim hati yang beredar di dalam darah dan biasa digunakan sebagai indikator fungsi hati)
  4. Pada beebrapa pasien, penggunaan Ecalta dapat menimbulkan bronkospasme, yaitu penyempitan bronkus (salah satu bagian dalam saluran pernapasan) yang dapat menimbulkan sesak napas
  5. Ecalta tersedia dalam bentuk serbuk di dalam vial, serbuk ini akan dilarutkan oleh tenaga medis sebelum diberikan kepada pasien. Ecalta yang telah dilarutkan hanya boleh disimpan selama 24 jam
  6. Pelarut yang bisa digunakan untuk melarutkan serbuk Ecalta antara lain larutan natrium klorida 0,9% untuk injeksi atau infus dan larutan dekstrosa 5%
  7. Jika belum digunakan, Ecalta sebaiknya disimpan pada suhu ruangan di tempat yang kering dan terlindung dari sinar matahari langsung (dalam kondisi tersimpan dalam kemasannya)