Anidulafungin – Obat Apa – Fungsi – Dosis – Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Obat Anidulafungin?

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh jamur merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh jamur. Banyak sekali jenis infeksi yang disebabkan oleh jamur. Infeksi jamur dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja, akan tetapi pada umumnya infeksi jamur cenderung lebih mudah terserang pada orang yang mempunyai daya imun yang rendah. Gejala dari infeksi jamur sangat bermacam-macam mulai dari ruam kulit, dll. Selain pada kulit infeksi jamur juga dapat terjadi pada paru-paru ataupun organ lainnya.

Salah satu obat yang dapat melawan infeksi jamur yaitu Anidulafungin. Anidulafungin merupakan jenis obat antifungal yang berfungsi melawan berbagai infeksi yang disebabkan karena jamur. Anidulafungin mempunyai fungsi untuk melakukan pencegahan, melawan, perawatan, perbaikan berbagai kondisi yang disebabkan karena infeksi jamur karena perlu diwaspadai bahaya fungi. Anidulafungin mempunyai cara kerja melakukan sintesis dinding sel sehingga akan menghambat pertumbuhan jamur. Jika Anda akan menggunakan Anidulafungin maka konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter mengenai alergi, kondisi kesehatan dan jenis-jenis obat yang sedang Anda konsumsi.

Anidulafungin merupakan jenis obat bubuk yang harus dicampur dengan diluent, sehingga biasanya Anidulafungin digunakan dengan cara disuntikkan pada pembuluh darah melalui infusan. Pastikan untuk tidak menyutikkan anidulafungin dengan sendiri pada tubuh jika Anda tidak mengetahui bagaimana cara menyuntik yang benar. Jika Anda ingin menggunakan anidulafungin secara sendiri dirumah maka pastikan agar Anda dapat menyimpan dan mencampurkan anidulafungin secara benar dan tahu bagaiamana cara melakukan suntikan. Untuk lebih jelasnya mengenai prosedur pemakaian anidulafungin simak penjelasannya dibawah ini.

Kontraindikasi dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menggunakan Obat Anidulafungin

Setiap obat akan mengelami kontraindikasi terhadap suatu keadaan. Oleh karena itu sebelum akan menggunakan anidulafungin terlebih dahulu untuk konsultasikan kepada dokter mengenai obat yang sedang di konsumsi, alergi yang Anda derita, penyakit yang sedang di derita atau riwayat penyakit dan juga kondisi kesehatan pada saat Anda berkonsultasi. Beberapa kontraindikasi dari obat anidulafungin diantaranya yaitu :

  • Jika Anda mempunyai alergi terhadap jenis obat jamur kulit anidulafungin, micafungin, caspofungin ataupun jenis-jenis obat antijamur lainnya.
  • Konsultasikan terlebih dahulu jika Anda mempunyai gangguan fungsi hati kesehatan pada organ hati, karena mungkin saja anidulafungin memberikan efek samping yang berbahaya jika Anda menderita penyakit hati.
  • Untuk ibu hamil dan juga menyusui tidak diketahui pasti apakah boleh digunakan atau tidak untuk itu konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter jika Anda sedang hamil atay berencana akan hamil.
  • Hipersensitivitas

Jika setelah menggunakan anidulafungin Anda merasakan kesulitan bernapas, ruam pada kulit dan berbagai efek samping lainnya maka segera hentikan penggunaan anidulafungin. Konsultasikan kepada dokter jika kondisi semakin memburuk setelah menggunakan anidulafungin. Untuk menghindari hal tersebut maka gunakanlah anidulafungin berdasarkan arahan dokter dan juga ikuti sesuai petunjut yang berada pada kemasan anidulafungin.

Prosedur Pemakaian Anidulafungin

Prosedur penggunaan anidulafungin yang benar yaitu :

  1. Ikuti semua petunjuk yang ada pada label kemasan.
  2. Jangan menggunakan anidulafungin dalam jumlah yang terlalu banyak, terlalu sedikit dan juga melebihi waktu yang telah dianjurkan oleh dokter.
  3. Penggunaan anidulafungin yaitu melalui infus di rumah sakit ataupun dapat dilakukan secara mandiri dirumah. Jika Anda ingin melakukannya secara mandiri dirumah maka pastikan Anda mengerti bagaimana cara melakukan suntikan yang benar dan juga bagaimana cara mencampur dan menyimpan obat anidulafungin yang benar.
  4. Anidulafungin merupakan obat bubuk yang harus dilarutkan pada cairan lainnya di dalam kantong infus.
  5. Pastikan untuk menggunakan jarum suntik hanya satu kali dan ketahuilah mengenai cara pembuangan jarum suntik yang benar pada apoteker ataupun dokter.
  6. Jika Anda tidak mengerti bagaimana prosedurnya maka jangan lah mencoba-coba melakukannya, Anda dapat melakukan infus di rumah sakit.
  7. Biasanya anidulafungin diberikan dalam waktu 14 hari atau hingga Anda benar-benar sembuh dari infeksi jamur. Gunakanlah obat ini dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh dokter.

Dosis Pemakaian Obat Anidulafungin

Setiap obat tentunya mempunyai dosis yang berbeda-beda, untuk itu perlulah Anda mengetahui dosis yang digunakan dalam penggunaan suatu obat. Karena jika kelebihan dosis akan membahayakan kesehatan tubuh dan menimbulkan berbagai efek samping. Dosis penggunaan anidulafungin sama halnya dengan obat lainnya ditentukan oleh usia, jenis penyakit yang dideritanya dan juga kondisi kesehatan terkini. Berikut ini beberapa dosis yang digunakan untuk penggunaan anidulafungin pada beberapa penyakit diantaranya yaitu sebagai berikut:

  • Dosis Untuk Kandidiasis Esofagus

Dosis yang digunakan untuk penyakit kandidiasis esofagus yaitu sebanyak 100 mg untuk dosis awal dan digunakan pada hari pertama lalu sebanyak 50 mg untuk dosis perawatan yang dilakukan sebanyak satu kali perhari. Penggunaan anidulafungin dilakukan minimal 14 hari dan mulai dilakukan pengobatan setidaknya 7 hari setelah ditemukannya penyakit tersebut. Durasi dalam penggunaan anidulafungin dapat disesuaikan berdasarkan respon tubh dari pasien. Dosis tersebut berlaku untuk orang dewasa.

  • Dosis Untuk Infeksi Candida (Abses intra abdomen dan peritonitis)

Anidulafungin merupakan salah satu obat yang paling efektif dan direkomendasikan untuk pasien yang menderita infeksi candida intravaskular. Dosis yang digunakan untuk kondisi penyakit tersebut yaitu untuk dosis awal gunakan anidulafungin sebanyak 200 mg kemudian untuk dosis selanjutnya yaitu sebanyak 100mg satu kali perhari. Sama halnya dengan kandidiasis esofagus waktu pengobatan untuk terapi anti jamur yaitu minimal 14 hari.

  • Dosis Untuk Candida Auris

Para dokter merekomendasikan jenis-jenis obat echinocandin seperti anidulafungin untuk terapi awal dalam mengobati candida auris. Dosis yang digunakan yaitu sebanyak 200 mg pada hari pertama dan dosis hari kedua hingga pengobatan berakhir yaitu sebanyak 100 mg dilakukan satu kali perhari. Pastikan untuk menggunakan dosis sesuai yang dianjurkan oleh dokter jangan menggunakan anidulafungin melebihi dosis yang telah ditentukan oleh dokter. Dosis tersebut berlaku untuk orang dewasa. Untuk dosis anak-anak dapat dikosultasikan langsung kepada dokter berapa dosis yang harus digunakan untuk penderita anak-anak.

Ciri – Ciri Obat Anidulafungin

Anidulafungin adalah obat anti jamur terbaru dan termasuk obat anti jamur kelas echinocandin dan berfungsi mengobati berbagai penyakit jamur dalam tubuh. Anidulafungin mempunyai cara kerja menghambat proses sintesis (1,3)-B-d-glucan. Komponen tersebut merupakan komponen yang paling penting pada dinding sel untuk berbagai jamur yang menyebabkan infeksi jamur. Akan tetapi dengan komponen yang ada pada anidulafungin maka akan terjadi instabilitas osmosis sehingga menyebabkan jamur tidak tumbuh berkembang dan akan mati. Anidulafungin mempunyai cara kerja yang berbeda dengan obat-obat anti jamur lainnya. Anidulafungin sangat ampuh dalam melawan infeksi yang disebabkan Candida spp.

Menurut guideline IDSA menyebutkan bahwa anidulafungin merupakan obat yang ditujukan untuk mengobati dan melawan berbagai infeksi yang disebabkan oleh Candida spp. Akan tetapi dapat juga dijadikan sebagau obat untuk aspergolisis. Anidulafungin merupakan jenis obat yang digunakan untuk menobati kandidemia, kandidosis esofageal, infeksi intra abdominal dan juga peritonitis. Anidulafungin dapat dikatakan cukup aman untuk penderita penyakit ginjal ataupun hepar akan tetapi tetap perlu dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

Apa yang Terjadi Jika Overdosis Obat Anidulafungin?

Menggunakan obat dalam jumlah yang melebihi dosis yang ditentukan akan menyebabkan terjadinya overdosis. Efek minum obat dosis tinggi tentunya akan memberikan pengaruh pada kesehatan tubuh. Menurut sebuah riset yang dilakukan oleh para ahli farmasi mereka melakukan percobaan memberikan anidulafungin pada seekor tikus dengan dosis 10 kali lebih banyak dibandingkan dosis normal akan tetapi ternyata tikus tersebut tidak mati.

Sedangkan pada manusia ada beberapa kali kasus penggunaan anidulafungin melebihi dosis normal yaitu menggunakan 2 kali pada dosis awal dan 4 kali pada dosis harian akan tetapi rupanya tidak menunjukkan terjadinya masalah serius dan tubuh pasienpun merespon dengan baik. Hal tersebut bukan berarti jika Anda menggunakan dosis yang melebihi batas normal tidak akan terjadi apa-apa, tetap perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Jika Anda menggunakan anidulafungin dalam dosis yang melebihi dosis normal maka segeralah cari atau kunjungi unit gawat darurat untuk melakukan pemeriksaan tindakan terhadap overdosus tersebut. Selain itu Anda juga dapat memeriksa racun yang ada pada tubuh untuk memastikan bahwa kesehatan Anda baik-baik saja. Untuk menghindari hal-hal tersebut maka gunakan lah anidulafungin sesuai dengan petunjuk dan anjuran yang disarankan oleh dokter. Jika Anda melewati satu dosis maka gunakan lah anidulafungin jika waktu menuju dosis selanjutnya masih lama. Akan tetapi jika waktu menuju dosis selanjutnya sudah dekat maka lewati saja dosis yang terlewat dan gunakan dosis di hari berikutnya secara normal kembali jangan menggunakan anidulafungin dalam dosis yang berganda.

Cara Penyimpanan Obat Anidulafungin

  1. Cara penyimpanan obat anidulafungin dapat disesuaikan berdasarkan bentuk obat anidulafungin tersebut jika masih dalam bentuk obat bubuk maka simpanlah di lemari es akan tetapi jangan membekukannya.
  2. Sedangkan jika anidulafungin telah dicampurkan dengan cairan dan menjadi cairan maka simpanlah anidulafungin tersebut pada tempat yang mempunyai suhu ruangan dan pastikan agar jauh dan juga terhindar dari cahaya sinar matahari langsung.
  3. Cairan anidulafungin tersebut dapat disimpan pada suhu ruangan hanya dalam batas waktu maksimal 48 jam atau dapat menyimpan larutan anidulafungin pada freezer dalam batas waktu maksimal 72 jam.
  4. Jika anidulafungin yang disimpan berubah warna atau terjadi perubahan bentuk dengan munculnya partikel kecil pada cairan maka jangan menggunakannya.
  5. Jika akan membuangnya maka janganlah membuang pada toilet atau pada drainese karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Untuk cara pembuangan anidulafungin yang aman maka konsultasikan kepada dokter atau apoteker.
  6. Dan perlu selalu diingat apapun jenis obatnya simpanlah pada tempat yang tidak dapat terjangkau oleh anak-anak dan juga hewan peliharaan.

Efek Samping Obat Anidulafungin

Hampir setiap obat tentunya akan memberikan efek samping, efek samping tersebut dapat dipengaruhi oleh bagaimana respon tubuh seseorang dalam merespon datangnya obat pada tubuh. Pada umumnya efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan anidulafungin untuk mengobati infeksi candida diantaranya yaitu mual, diare, insomnia, pireksia dan juga hipokalemia.

Jika pasien penderita infeksi candida mengalami efek samping tersebut maka pengobatan anidulafungin akan dihentikan karena efek samping terburuk yang mungkin akan terjadi yaitu kegagalan multi orgal dan juga terjadinya infeksi candida sistemik. Sedangkan untuk penderita candidiasis kerongkongan efek samping yang paling umum dirasakan yaitu sakit kepala, mual, muntah, pyrexia, diare dan juga dispepsia. Jika Anda mengalami beberapa efek samping tersebut maka segera hubungi unit gawat darurat terdekat dan jalani pemeriksaan. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada saat injeksi diantaranya yaitu :

  • Merasa sakit seperti terbakar pada saat akan buang air kecil
  • Pusing dan menyebabkan pingsan
  • Mual, sakit perut pada bagain atas, muntah
  • Penyebab tubuh mudah lelah dan kehilangan nafsu makan
  • Perubahan warna urine menjadi lebih gelap dan juga feses menjadi berwarna seperti tanah liat.
  • Denyut jantung tidak beraturan, merasakan haus yang ekstrem, efek samping anidulafungin juga menjadi penyebab anemia sel darah merah rendah (anemia)
  • Pusing, sesak nafas dan sulit berkonsentrasi.

Selain beberapa efek samping tersebut masih banyak efek samping yang mungkin terjadi akibat respon tubuh yang tidak baik terhadap anidulafungin. Akan tetapi efek samping yang paling umum yaitu badan panas kepala pusing dan mual. Untuk lebih mengetahui apa saja efek samping yang ditimbulkan dari anidulafungin tanyakan langsung pada dokter.

Jika Anda mengalami salah satu efek samping diatas setelah menggunakan anidulafungin maka segeralah konsultasikan dan lakukan pemeriksaan agar terhindar dari berbagai hal yang membahayakan kesehatan tubuh. Sekian pembahasa mengenai prosedur minum anidulafungin, dosis yang digunakan, kontraindikasi, cara penyimpanan dan juga efek samping yang ditimbulkan dari anidulafungin. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat. Salam sehat dan sukses selalu!

fbWhatsappTwitterLinkedIn