Home Featured Kenali Transplantasi Paru, Tindakan yang Dokter AS Lakukan pada Korban Vape

Kenali Transplantasi Paru, Tindakan yang Dokter AS Lakukan pada Korban Vape

by Erlita

Vape seperti kita tahu akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan, khususnya di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat. Kegiatan vaping atau merokok dengan rokok elektrik bukannya menjamin keamanan lebih tinggi dari rokok konvensional, melainkan justru mendatangkan bahaya kesehatan cukup besar. Sebagai langkah penanganan, diketahui bahwa dokter di RS DMC (Detroit Medical Center) menerapkan transplantasi paru ganda pada pasiennya.

Akibat vaping, seorang pria yang tak disebutkan identitasnya mengalami paru-paru yang rusak berat sehingga tindakan transplantasi perlu dilakukan. Tak ada informasi mendetil mengenai tindakan medis satu ini, hanya saja dilaporkan bahwa pasien sendirilah yang meminta pihak medis untuk merawatnya lalu memberikan info paling baru akan kondisinya beserta foto.

Hal tersebut pasien minta dengan tujuan agar mampu membagikan pengalamannya kepada orang lain, serta mengingatkan para pengguna vape mengenai bahaya yang begitu mengancam jiwa. Apa itu transplantasi paru dan untuk penyakit apa sajakah tindakan ini perlu diterapkan?

Metode Transplantasi Paru

Transplantasi paru merupakan sejenis operasi bedah besar yang tujuannya adalah menggantikan paru-paru pasien yang telah mengalami kerusakan dengan paru-paru yang dalam keadaan sehat. Paru-paru yang sehat ini didapat dari orang yang sudah meninggal, namun bisa juga dari orang yang masih hidup (tergantung kesepakatan dan kesediaan si pendonor paru-paru).

  • Perlu ada pengecekan kecocokan paru-paru dari si pendonor dan penerima donor lebih dulu.
  • Ukuran paru-paru yang didonorkan, kesehatan menyeluruh, golongan darah, kesehatan peserta transplantasi, serta tingkat keparahan kondisi paru-paru pasien yang sudah rusak.
  • Pasien atau penerima donor perlu menempuh sederet pemeriksaan, seperti pemeriksaan MRI dan juga tes laboratorium
  • Pasien dianjurkan untuk mengikuti konseling finansial dan emosional supaya mampu memastikan kesiapan sebelum transplantasi paru dilakukan.
  • Karakteristik paru-paru antara pasien dan si pendonor harus sama supaya prosedur bisa dijalankan.
  • Pasien sebelumnya pun akan diminta memakai pakaian khusus, lanjut dengan diberi obat bius atau anestesi serta dilakukan pemasangan infus lebih dulu.
  • Pada prosedur transplantasi paru, dokter akan memasangkan selang pada hidung pasien dan masuk ke tenggorokan yang berguna membantu pernapasannya.
  • Selanjutnya, dokter pun perlu memasangkan kateter agar posisi kandung kemih selalu kosong nantinya.
  • Dokter juga bersiap memasang mesin jantung dan paru sebagai alat memompa dan mengoksidasi darah selama transplantasi dilakukan.
  • Dokter bedah kemudian lanjut dengan membentuk sayatan agar mampu mengangkat paru-paru yang rusak dan menggantikannya dengan paru-paru dari pendonor yang masih sehat.
  • Paru-paru sehat baru dipasangkan ketika sudah dipastikan kalau fungsinya masih baik.
  • Dokter menyelesaikan prosedur dengan menutup kembali sayatan yang tadi telah dibuat.
  • Prosedur ini kurang lebih akan ditempuh 4-8 jam khusus untuk satu paru saja, sementara 12 jam adalah waktu yang diperlukan untuk transplantasi dua paru; pasien baru akan sadar setelah efek obat bius hilang.
  • Dokter ahli penyakit menular keberadaannya dibutuhkan dalam prosedur ini untuk mengantisipasi risiko penyebaran penyakit lain yang bisa saja dibawa dari paru-paru pendonor.

Jenis penyakit apa yang memerlukan transplantasi paru?

Penyakit paru ada beragam jenisnya dan beberapa kondisi gangguan kesehatan paru yang perlu ditangani dengan langkah transplantasi, yaitu antara lain:

  • Cystic fibrosis – Penyakit paru satu ini cukup umum di Amerika Serikat di mana per tahunnya tercatat ada 1000 kasus baru. Tanda-tanda dari penyakit ini adalah lendir/mukus yang pekat di saluran pernapasan dan sangat rentan mengembangkan infeksi karena kuman dengan mudah dapat terjebak pada lendir.
  • PPOK/Penyakit Paru Obstruksi Kronis – Penyakit paru ini biasanya ditandai dengan kemunculan batuk menahun yang diikuti sesak nafas serta dahak. Kondisi ini juga dapat dikaitkan dengan emphisema maupun bronkitis kronis yang berpotensi timbul di saat yang sama.
  • Pulmonary arterial hypertension/hipertensi paru – Pembuluh darah di paru yang tersumbat ataupun menyempit mampu menjadi pemicu peningkatan tekanan darah. Karena hal ini, kinerja jantung jadi ikut terpengaruh, khususnya dalam pemompaan, lalu berisiko pula mengakibatkan gagal jantung pada penderitanya.
  • Idiopathic pulmonary fibrosis – Di dalam paru terdapat jaringan luka tumbuh yang akhirnya berdampak buruk pada peredaran oksigen. Karena suplai oksigen melambat, maka penderitanya mudah mengalami sesak nafas. Sayangnya, pada sejumlah kasus ini perlu ditangani dengan transplantasi paru karena belum terdapat pengobatan lain yang terbukti efektif.

Menurut laporan data paling baru oleh CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) di Amerika Serikat, sejak Maret 2019 vape mengakibatkan sekitar 2000 orang terkena sakit di mana paling tidak memakan korban jiwa sebanyak 40 orang yang umumnya meliputi orang dewasa muda maupun remaja.

You may also like