Manometri Esofagus – Metode – Hasil – Tujuan dan Bahaya

821

Manometri esofagus adalah sebuah tindakan medis berupa tes pemeriksaan yang mendukung diagnosa gangguan pada kerongkongan atau sfingter esofagus bagian bawah. Setiap manusia memiliki kerongkongan yang menjadi tabung penghubung antara tenggorokan dan juga perut. Otot-otot dalam kerongkongan akan berkontraksi setiap kali kita menelan dan inilah yang menjadikan makanan bisa sampai ke perut dengan baik.

Sfingter esofagus bagian bawah adalah bagian cincin otot yang mirip katup pada bagian bawah kerongkongan di mana tugas utamanya adalah sebagai pencegah agar isi perut tak kembali pada kerongkongan. Masalahnya, katup yang fungsinya sedang terganggu akan mampu membuat isi perut kembali ke esofagus, oleh karena itu manometri esofagus akan menjadi langkah diagnosa ketika ada gangguan menelan dan semacamnya.

Metode

Pada prosedur pelaksanaan manometri esofagus, seperti halnya tindakan medis pemeriksaan lainnya, selalu ada langkah persiapan sebelum dilaksanakannya prosedur pemeriksaan. Para pasien yang hendak menjalani manometri esofagus perlu mengetahui persiapan dan prosedur dengan baik serta mengikutinya agar lebih siap dalam menempuh prosesnya.

Persiapan

Sebelum manometri esofagus dilakukan, persiapan penting yang harus diketahui serta diikuti oleh pasien adalah berpuasa. Waktu berpuasa akan berbeda-beda antara pasien-pasien yang menempuh tindakan medis ini, namun kisarannya adalah antara 6 jam hingga semalam penuh. Agar prosedur terlaksana sebagaimana mestinya, penting untuk melakukan konsultasi dengan dokter demi memperoleh petunjuk khusus.

Dokter juga dalam persiapan akan menanyakan kepada pasien tentang apa saja obat-obatan yang tengah digunakan atau dikonsumsi. Jadi, beritahukan segala informasi tentang obat yang sedang Anda pakai karena ada kemungkinan dokter akan menyarankan untuk berhenti menggunakan sementara waktu sebelum pemeriksaan dimulai. Ini karena beberapa obat mampu berpengaruh pada hasil tes.

Sejumlah jenis obat yang perlu untuk diwaspadai karena penggunaannya bisa memengaruhi hasil tes manometri esofagus antara lain adalah:

Prosedur

Setelah persiapan dilakukan dengan baik, dokter juga siap untuk kemudian melakukan pemeriksaan manometri esofagus pada pasien. Berikut ini merupakan langkah-langkah pemeriksaan yang bisa disimak.

  • Dokter terlebih dulu akan memakai krim numbing, yakni krim khusus yang akan membuat mati rasa selama proses pemeriksaan. Krim ini akan digunakan pada bagian dalam hidung. Dengan begitu, prosedur yang ditempuh oleh pasien akan menjadi lebih nyaman tanpa rasa sakit.
  • Petugas medis kemudian melanjutkan prosedur dengan memasukkan tabung tipis yang akan turun sampai ke esofagus lalu sampai ke bagian perut. Memasukkannya tentu melalui hidung dan karena sangat fleksibel serta sudah dilumasi secara khusus, benda tersebut akan melewati secara lebih mudah lewat hidung dan kerongkongan.
  • Setelahnya, dokter pun akan menarik tabung keluar dengan perlahan.
  • Pasien biasanya diminta pula untuk menelan sewaktu dokter menarik tabung keluar, tapi di saat yang berbeda.
  • Tabung yang digunakan memiliki sensor khusus di berbagai titik yang berfungsi utama sebagai pengukur kekuatan otot esofagus serta sfingter esofagus bagian bawah.
  • Untuk proses manometri esofagus ini, waktu yang diperlukan adalah kurang lebih 15 menit saja.

Hasil Pemeriksaan

Sesudah menjalani prosedur manometri esofagus secara lancar, pasien diharapkan untuk menunggu adanya informasi hasil yang nantinya akan dijelaskan oleh dokter sendiri. Dari sensor yang terpasang pada tabung tadi itulah informasi diagnosa dapat diperoleh dan petugas medis akan menafsirkan tentang informasi tersebut. Ada dua jenis hasil yang akan keluar dan diinformasikan oleh dokter, yakni:

  • Hasil Normal – Artinya ketika hasil ini normal, otot esofagus dan sfinger esofagus bagian bawah bekerja dengan baik.
  • Hasil Abnormal – Artinya ketika hasil abnormal adalah ketika kerongkongan mengalami masalah atau sfinger esofagus bagian bawah yang mengalami gangguan.

Bila hasil abnormal, ada kemungkinan bahwa ada beberapa masalah yang harus segera diatasi, seperti halnya:

  • Hipertensi pada LES/lower esophageal sphinger.
  • Kerongkongan mengalami kejang.
  • Akalasia
  • Kontraksi abnormal otot pada bagian kerongkongan.
  • Skleroderma atau jenis penyakit autoimun yang mampu membuat otot kerongkongan melemah.
  • Kontraksi menelan sangat kuat.

Biasanya, membutuhkan waktu untuk menerima hasil dari pemeriksaan, jadi diskusi hasilnya akan dilakukan di pertemuan-pertemuan selanjutnya. Akan ada tes lanjutan yang kiranya diperlukan apabila memang dijumpai adanya beberapa masalah.

Tujuan dan Bahaya

Manometri esofagus merupakan sebuah tindakan medis pemeriksaan yang diperlukan ketika memang dokter mencurigai adanya masalah di bagian kerongkongan dan area tersebut. Tindakan medis ini dibutuhkan lebih-lebih ketika beberapa gejala ini muncul:

  • Nyeri pada kerongkongan.
  • Mulai merasa sulit menelan.
  • Perut terasa mulas.
  • Makanan terjebak di dada.
  • Sakit di bagian dada.
  • Acid reflux.

Sementara itu, selain mengerti tujuan dan manfaat dari manometri esofagus, kita juga perlu memahami apa bahaya komplikasi yang berpotensi terjadi pada pasien selama atau pasca pemeriksaan dilaksanakan. Pada umumnya, ketidaknyamanan setelah tes bakal dialami oleh pasien, namun beberapa kondisi lainnya pun berpotensi juga untuk terjadi, seperti misalnya:

  • Hidung tersumbat
  • Mimisan
  • Sakit tenggorokan

Apabila gejala komplikasi tergolong ringan, maka biasanya akan hilang hanya dalam beberapa jam, namun segera hubungi dokter bila berlanjut dan membuat Anda makin tidak nyaman.

Manometri esofagus adalah metode pemeriksaan yang aman dan jarang menimbulkan komplikasi serius. Namun bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan, seperti komplikasi yang jarang sekalipun, pastikan untuk menghubungi dokter dan menanganinya segera.