5 Bahaya Gigitan Agas pada Manusia

Agas atau yang biasa dikenal sebagai Gnat di Eropa dan Amerika merupakan serangga kecil yang umumnya dapat ditemukan di sekitar perairan seperti sungai, danau, laut dan tempat lembab lainnya. Agas termasuk dalam suborder Nematocera dan terbagi lagi menjadi banyak jenis dengan warna yang bervariasi mulai dari putih, hitam dan merah. Agas masih memiliki hubungan dengan nyamuk namun memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari nyamuk. Sayangnya, informasi lengkap tentang agas masih sangat sulit dicari karena agas tergolong sebagai hewan yang cukup langka dan membutuhkan lingkungan khusus untuk berkembang biak. (baca juga: bahaya gigitan anak lipan)

Deskripsi agas

Bentuk fisik agas dapat dibilang merupakan gabungan antara bentuk fisik nyamuk, lalat dengan tawon, namun dalam ukuran yang jauh lebih kecil. Salah satu jenis agas yang dapat dideskripsikan adalah agas jamur, yaitu agas dengan warna hitam, bentuk tubuh yang menyerupai nyamuk, dan memiliki sepasang sayap transparan. Kaki agas lebih panjang dari nyamuk dan agas memiliki sensor berupa antenna di kepalanya. (baca juga: bahaya gigitan anjing rabies). Agas jantan yang berjumlah 2 kali lebih banyak daripada agas betina seringkali bergerak dalam satu gerombolan besar yang disebut sebagai swarm atau ghost, mereka biasa berkumpul pada sore hari.

Larva agas terbagi menjadi 2 jenis yaitu yang berada di tanah dan yang berada di air. Larva agas yang berada di tanah merupakan pemakan tumbuhan (herbivore) dengan bentuk menyerupai ulat. Tubuhnya transparan kekuningan dengan kepala berbentuk lingkaran berwarna hitam. Larva agas air sangat mirip dengan jentik nyamuk namun memiliki ukuran yang lebih kecil. Tubuh larva agas air dibagi menjadi beberapa segmen, segmen pertama merupakan kepala dari larva itu sendiri. Bagian kedua adalah bagian pundak larva yang berada di belakang kepala dan merupakan segmen terbesar, bagian ketiga adalah tubuh agas yang terbagi menjadi beberapa bagian menyerupai ulat dan memiliki bulu halus serta terakhir adalah ekor larva agas yang berfungsi sebagai sirip untuk berenang. (baca juga: bahaya gigitan semut api)

Agas di Indonesia

Di Indonesia, agas merupakan serangga yang cukup umum mengingat Indonesia merupakan Negara tropis dengan kadar air dan kelembapan yang tinggi. Di kota besar, agas cukup jarang ditemukan karena agas membutuhkan habitat yang masih alami dan hijau untuk dapat berkembang biak, berbeda dengan nyamuk yang sudah berevolusi untuk dapat bertahan dengan baik di habitat minim sekalipun. (baca juga: bahaya gigitan hamster)

Gigitan agas

Agas merupakan serangga yang menggigit, meskipun ukurannya lebih kecil dari nyamuk, efek gigitannya dapat berakibat lebih buruk. Berbeda dengan nyamuk yang terasa ketika menggigit, gigitan agas seringkali tidak terasa karena ukurannya yang kecil dan efeknya mulai terasa beberapa menit setelah gigitan. Gigitan agas secara individual tidak akan begitu mengganggu, namun seringkali agas menyerang dalam kelompok sehingga efeknya menjadi berkali lipat. Agas betina menggigit untuk menghisap darah dari mamalia yang menjadi korbannya, tak terkecuali manusia. Apa gejala dari bahaya gigitan agas?

  1. Ruam dan iritasi

Gigitan agas akan menyebabkan kulit yang tergigit menjadi merah dan iritasi, jika digigit oleh banyak agas, efek ruam tersebut akan terjadi di sekujur tubuh yang terbuka seperti wajah, leher, tangan hingga kaki. (baca juga: penyebab luka tidak cepat kering)

  1. Bentol

Beberapa menit setelah gigitan, bercak merah tersebut akan meluas dan membengkak membentuk bentol atau jerawat kecil. Jika anda digigit oleh banyak agas di tempat yang sama, kulit yang tergigit akan membengkak dengan ukuran yang cukup besar hingga menyerupai luka bakar. (baca juga: obat cacar air)

  1. Gatal dan perih

Gatal dan perih merupakan salah satu gejala yang dianggap paling mengganggu dan gejala yang menyebabkan agas memiliki reputasi sebagai serangga yang berbahaya karena gigitannya menciptakan kombinasi antara rasa gatal yang luar biasa dan rasa perih yang semakin mengganggu jika digaruk. Rasa gatal ini bisa bertahan hingga berhari hari. (baca juga: obat gatal-gatal)

  1. Bernanah

Jika ruam dan bengkak tidak diobati secara optimal dan seringkali digaruk hingga menciptakan luka, anda bisa terkena infeksi dan luka dari ruam tersebut akan mengeluarkan nanah tentunya masih dengan rasa gatal dan perih yang semakin menyiksa.

baca juga:

Cara Mengobati gigitan agas

Dalam mengobati gigitan agas perlu melakukan beberapa hal beikut

1. Pengobatan dari luar

  • Jaga kebersihan luka

Kebersihan luka perlu dijaga agar luka dapat segera pulih, namun kebersihan luka tidak dapat dilakukan hanya dengan mencucinya dengan air dingin ataupun hangat, bahkan dengan minyak kayu putih, balsem, maupun betadine. Kebersihan luka dapat dijaga dengan cara membersihkan luka secara rutin minimal dua kali sehari menggunakan larutan infus NaCl 0,9% dengan menggunakan kapas yang kemudian dioleskan pada luka hingga nanah yang menggumpal keluar dan bersih. Bersihkan secara hati-hati agar tidak perih. (baca juga: penyebab luka tidak cepat kering)

  • Gunakan Salep Gentamicin

Oleskan salep pada luka minimal dua kali sehari setelah membersihkan luka dengan larutan infus NaCl 0,9%. Gentamicin merupakan suatu antibiotika golongan aminoglikosida yang efektif untuk menghambat kuman-kuman penyebab infeksi kulit primer maupun kulit sekunder seperti Staphylococcus yang menghasilkan penisilinase Pseudomonas aeruginosa dan lain-lain.

2. Pengobatan dari dalam

Pengobatan dari dalam dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obat berikut

  • Cefadroxil (500mg)

Obat ini berfungsi sebagai antibiotik dengan spectrum luas, untuk mengobati infeksi akibat bakteri pada berbagai bagian tubuh agar tidak terjadi resistensi. Cefadroxil diminum tiga kali sehari, (baca juga: jenis kelainan saraf)

  • Metilprednisolon (500mg)

Obat ini berfungsi sebagai antiradang Moraxella catarrhalis yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri pada luka gigitan agas agar tidak terjadi infeksi yang berkelanjutan. Metilprednisolon diminum tiga kali sehari 1 tablet.

  • Cetirizin (10mg)

Obat ini berfungsi untuk mengurangi rasa gatal, panas, dan perih akibat gigitan abas. Untuk dewasa Cetirizin diminum sekali sehari, dapat diminum pada pagi hari, siang, ataupun malam.