8 Olahraga Yang Dilarang Untuk Skoliosis Wajib Dihindari

1664

Skoliosis merupakan sebuah kondisi di mana tulang belakang melengkung dan hal ini masih termasuk dalam keadaan kelainan rangka tubuh. Melengkungnya tulang belakang pun secara tak normal ke samping dan biasanya seseorang dengan keadaan ini mempunyai ciri:

  • Tinggi kedua bahu tidak sama.
  • Kaki mati rasa, lemas dan/atau terasa sakit.
  • Sulit untuk berdiri tegak.
  • Kedua sisi pinggul kelihatan tidak sama karena yang satu lebih tinggi dari satunya.
  • Penurunan tinggi badan.
  • Dada terasa nyeri.
  • Gaya berjalan berubah sebab adanya ketidaksejajaran pada pinggul.

Skoliosis dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa di mana penyebab kelainan tulang belakang ini sangat beragam. Dan kondisi ini pun mampu menjadi awal dari kondisi lainnya, seperti nyeri perut, kejang otot, sakit di bagian leher, serta tulang rusuk yang nyeri.

Untuk itulah, para penderita skoliosis tidaklah boleh sembarangan bergerak, khususnya dalam hal melakukan olahraga. Di bawah ini adalah sejumlah olahraga yang dilarang untuk skoliosis yang perlu dan wajib dihindari agar kondisi tidak bertambah parah.

  1. Lunges

Lunge merupakan jenis olahraga yang memang kerap dilakukan agar mampu membentuk badan secara sempurna. Bahkan olahraga murah ini bisa dilakukan di manapun dan kapanpun Anda inginkan dengan efek besar bagi bokong dan kaki. Sayangnya, untuk penderita skoliosis olahraga ini benar-benar dilarang.

Latihan fisik yang berfokus untuk membentuk tubuh bagian bawah, seperti lunges yang membentuk kaki dan bokong mampu menekan bagian punggung yang sudah dalam kondisi cedera atau kelainan menurut situs Women’s Fitness. Lunges pada dasarnya mengharuskan Anda untuk berada dalam keadaan tubuh yang tegang dan melibatkan pula kinerja tulang belakang yang padahal kurang memungkinkan.

  1. Squat

Sama seperti lunges, squat pun kita tahu merupakan jenis olahraga yang mampu membentuk otot perut, kaki dan bokong serta terpercaya menjadi olahraga mengecilkan paha dan betis. Jadi, latihan fisik satu ini pun juga dilarang bagi penderita skoliosis sebab latihan tubuh yang mengharuskan tubuh lebih rendah hanya akan membuat rasa nyeri punggung makin terasa dan makin buruk.

Squat bagi orang yang bertulang belakang normal dan sehat tidaklah masalah, namun jika dilakukan oleh penderita skoliosis, maka gejala nyeri pada punggung malah justru lebih parah sebab ada tekanan yang diberikan pada bagian tulang belakang. Masih ada berbagai cara untuk membantu tubuh melakukan peregangan dengan berolahraga yang aman, jadi untuk olahraga squat ini, hindarilah.

  1. Lari Jarak Jauh

Untuk para penderita skoliosis, diharapkan pula untuk menjauhi olahraga semacam lari jarak jauh. Olahraga yang kelihatan simpel sekalipun seperti jogging, jika dilakukan terlalu jauh dan dalam durasi yang lama maka tak akan baik bagi kondisi tulang belakang. Bahkan sebenarnya, menghindari jogging/lari jarak jauh merupakan cara tepat untuk menghambat risiko perkembangan skoliosis.

Tak harus squat atau lunges, rupanya lari jarak jauh pun berpotensi besar dalam memberikan tekanan pada tulang belakang secara berlebih. Dengan demikian, pada kurva bagian tengah yang berkemiringan paling besar dari skoliosis mampu mengalami pergeseran atau putaran sehingga skoliosis akan jauh lebih miring dan parah kondisinya.

  1. Angkat Beban

Olahraga angkat beban memang tidak boleh dilakukan secara sembarangan sebab efeknya bisa sangat membahayakan tubuh Anda. Terlebih bagi penderita skoliosis, angkat beban adalah olahraga yang mampu memberi beban tekanan terlalu besar untuk bagian tulang belakang. Karena awalnya tulang belakang sudah dalam kondisi yang tak baik, maka memaksakan diri angkat beban bisa berdampak buruk.

Bentuk tulang belakang pada penderita skoliosis sudah berbeda dari normalnya dan karena lengkungan itulah dianggap tak normal. Jika ditambah dengan olahraga angkat beban, dikhawatirkan otot justru bisa bergerak ke arah yang berbeda. Tak hanya berisiko tulang makin melengkung juga, tapi rasa nyeri yang dialami juga dapat jauh lebih parah; perlu diingat pula bahwa skoliosis adalah penyakit akibat mengangkat beban berat (termasuk angkat beban).

  1. Yoga Back Bends

Yoga back bends diketahui merupakan pose atau gerakan Yoga yang berfokus pada bagian punggung di mana bentuk tulang belakang berlawanan dapat dibalikkan melalui gerakan ini. Gerakan ini berisiko cukup buruk bagi kesehatan penderita skoliosis sebab pada pose ini haruslah menarik seluruh bagian tulang belakang alias bagian punggung.

Posisi Yoga satu ini berintikan meluruskan tulang punggung pada orang yang terbiasa bungkuk. Gerakannya mampu membuat tubuh bisa melengkung ke belakang maupun ke depan sehingga sama sekali tidak dianjurkan bagi penderita skoliosis dan bahkan menjadi salah satu jenis olahraga yang dilarang karena adanya kelainan tulang belakang.

  1. Olahraga yang Menggunakan Satu Sisi Tubuh

Selain dari jenis olahraga yang sudah disebutkan sebelumnya, masih ada lagi beberapa jenis olahraga yang harus dihindari. Olahraga yang dilarang pada penderita skoliosis adalah olahraga yang menggunakan hanya satu sisi tubuh, seperti:

  • Bowling
  • Tenis meja
  • Tenis
  • Bulutangkis

Karena demikian, maka jauh lebih dianjurkan bagi penderita skoliosis untuk melakukan berbagai jenis olahraga yang melibatkan kedua sisi tubuh atau tangan supaya keseimbangan dapat terjaga.

  1. Kayang

Pasti Anda pun sudah dapat menebaknya mengapa kayang atau back stretch juga dilarang. Posisi tulang belakang penderita skoliosis sudah dalam kondisi melengkung dan berputar, jadi dengan melakukan olahraga kayang justru membuat rotasi tulang belakang lebih buruk dari semula.

  1. Sit Up

Sama seperti kayang, sit up pun dilarang karena berisiko tinggi memperparah rotasi tulang belakang pada penderita skoliosis. Terlebih gerakan sit up berulang justru dapat lebih berbahaya, walaupun memang beberapa orang lebih setuju kalau sit up adalah salah satu jenis olahraga yang aman untuk skoliosis.

Itulah beberapa jenis olahraga yang dilarang untuk skoliosis wajib dihindari, termasuk bahaya olahraga bending supaya kondisi tulang belakang yang sudah buruk tidak menjadi lebih buruk. Pastikan untuk mengonsultasikan kegiatan fisik apapun yang ingin dilakukan dengan dokter ahli tulang Anda.