7 Penyakit Akibat Mengangkat Beban Berat Terlalu Sering

1684

Apakah pekerjaan Anda mengharuskan untuk sering mengangkat benda-benda atau beban yang cukup berat? Mungkin hal ini dianggap sebagai suatu hal yang biasa, tapi padahal hal ini cukup membahayakan kesehatan Anda apalagi jika dilakukan dalam jangka panjang. Ada sederet penyakit akibat mengangkat beban berat yang perlu Anda waspadai seperti di bawah ini.

  1. Sakit Punggung

Kerap mengangkat dan membawa beban berat mampu menjadi pemicu rasa sakit di punggung yang dapat disebabkan oleh kekuatan tulang punggung itu sendiri yang mulai berkurang seiring bertambahnya usia kita. Bahkan kepadatan dari tulang kita pun dapat menurun karena usia yang terus bertambah.

Waspadai akan terjadinya peregangan di area tulang belakang lumbal karena adanya tekanan yang berasal dari beban benda yang Anda angkat dan bawa. Tekanan yang berada di tulang belakang pun dapat menjalar hingga ligamen dan otot sehingga akan memperburuk kondisi tubuh yang sudah sakit di bagian punggung. Cobalah mencari cara mengatasi sakit punggung yang alami dan aman untuk kasus ini.

  1. Hernia

Istilah lain untuk hernia yang paling kita kenal adalah turun berok dan hal ini lebih sering dialami oleh para pria walau tidaklah menutup kemungkinan untuk terjadi pada wanita. Tekanan yang berat menyebabkan timbulnya robekan pada bagian bawah dinding perut sehingga membentuk lubang di sana. Selain turun berok bisa terjadi karena angkat beban berat, batuk berat jangka panjang hingga tekanan sewaktu melahirkan pun mampu menyebabkan hernia.

Risiko ini jauh lebih besar pada wanita maupun pria yang memiliki jaringan bawah kulit yang lemah sehingga robekan mudah terjadi di sana. Karena kondisi ini lebih banyak terjadi pada pria, maka memang sebenarnya 9 dari 10 penderita hernia pria sejak lahir sudah memiliki kelemahan pada jaringan ikatnya.

  1. Wasir

Wasir atau ambeien pada umumnya menyebabkan munculnya gejala seperti pembuluh darah vena yang membesar. Saat wasir, terjadi pembengkakan di jaringan wasir sehingga mudah pula untuk mengeluarkan darah dan akan terasa begitu sakit saat duduk maupun buang air besar.

Banyak yang belum begitu tahu bahwa wasir yang merupakan pelebaran pembuluh darah vena dipicu oleh kerapnya melakukan aktivitas mengangkat benda-benda berat. Tak hanya perdarahan baik saat maupun setelah BAB, gejala lainnya yang menyertai adalah gatal di area anus serta setelah BAB ada lendir yang juga ikut keluar.

  1. Infertilitas

Ketidaksuburan atau kemandulan pun berisiko besar terjadi pada para wanita yang sering membawa atau mengangkat benda berat. Dilansir dari Liputan6.com, terjadi penurunan jumlah folikel antral dan telur matang pada tubuh wanita dengan aktivitas angkat beban berat yang sering. Hal ini pun dimantapkan dengan pernyataan dari seorang ahli epidemiologi Audrey Gaskins di Harvard T.H. Chan School yang menyatakan bahwa produksi dan kualitas telur pun terpengaruh buruk.

Bagi Anda para wanita yang kerap angkat beban berat ditambah juga memiliki pekerjaan di malam hari sekaligus sering ada shift kerja, hati-hati jumlah telur matang dalam tubuh bisa mengalami pengurangan. Hal ini pun berkaitan erat dengan adanya faktor stres menurut Audrey.

  1. Skoliosis

Penyakit lainnya yang berkaitan dengan tulang akibat angkat beban berat terlalu sering adalah skoliosis yang pada umumnya bergejala nyeri saat berdiri maupun duduk. Tulang belakang akan terasa begitu sakit dan rasa sakitnya berpotensi menyebar hingga ke tangan, kaki serta pinggul.

Jika Anda memiliki kebiasaan atau memang pekerjaan menuntut aktivitas mengangkat benda-benda berat lalu timbul gejala tersebut ditambah dengan kebas pada bagian kaki misalnya, ada tekanan di ujung saraf serta buang air kecil maupun besar terganggu, segera ke dokter ahli tulang. Periksakan sebelum kondisi tulang makin serius dan batasi aktivitas angkat beban berat.

  1. Saraf Kejepit

Saraf yang mendapatkan tekanan secara berlebihan dari jaringan yang ada di sekelilingnya menyebabkan timbulnya penyakit saraf kejepit ini. Bila Anda kerap melakukan angkat beban berat lalu muncul keluhan seperti lemah fisik, sering kesemutan, kebas pada bagian tubuh tertentu dan juga rasa nyeri, ini dapat menjadi tanda Anda terkena saraf kejepit.

Biasanya, penderita saraf kejepit perlu mengonsumsi obat pereda bengkak dan rasa nyeri, seperti misalnya ibuprofen, aspirin, kortikosteroid, naproxen dan injeksi steroid. Hanya saja saat kondisi makin parah, ada kemungkinan pasien saraf kejepit perlu menempuh pembedahan untuk mengangkat jaringan parut, bagian tulang tertentu dan juga material cakram.

  1. Preeklampsia

Untuk para wanita hamil, bahaya dari mengangkat beban berat pun salah satunya adalah terjadinya preeklampsia. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kondisi proteinuria atau kadar protein tinggi dalam tubuh serta hipertensi alias kadar tekanan darah terlalu tinggi. Preeklampsia umumnya terjadi pada wanita yang pertama kali hamil juga.

Menurut suatu hasil studi pun risiko preeklampsia jauh lebih tinggi pada wanita yang di awal kehamilannya sering mengangkat beban di atas 10 kg. Tentu saja, selama hamil Anda perlu berkonsultasi dengan dokter tentang apakah boleh mengangkat benda berat supaya kondisi janin tidak terganggu begitu pula dengan kesehatan Anda.

Bukan lantas berarti seseorang sama sekali tidak boleh mengangkat beban berat, namun jika dilakukan sesekali tentu tak akan terlalu berpengaruh bagi otot, tulang dan sendi. Melakukan aktivitas seperti ini terlalu sering dan dalam jangka waktu panjang justru hanya akan memicu berbagai penyakit akibat mengangkat beban berat seperti yang sudah diuraikan.

Apabila Anda memang diharuskan untuk angkat beban berat, jika tak kuat, maka mintalah bantuan orang lain. Hindari aktivitas ini daripada Anda harus memaksakan diri sebab justru membuat Anda bisa rugi sendiri karena kesehatan yang terganggu apalagi terkena urat terjepit. Jika ada keluhan tak wajar, jangan ragu untuk menemui dokter.