Home Featured Djaduk Ferianto Meninggal Karena Serangan Jantung? Kenali Cara Pencegahan Penyakit Ini

Djaduk Ferianto Meninggal Karena Serangan Jantung? Kenali Cara Pencegahan Penyakit Ini

by Erlita

Kabar duka datang dari salah satu seniman besar Indonesia, Djaduk Ferianto yang meninggal dunia Rabu (13/11) pada jam 02.30 WIB dan mengejutkan kerabat sekaligus teman-teman dekatnya. Aji Wartono sebagai teman Djaduk mengatakan bahwa ia dan teman-teman seniman lain mengaku kaget karena semalam saja masih menghadiri rapat untuk persiapan Ngayogjazz 2019.

Malamnya masih beraktivitas biasa, paginya justru mendengar bahwa beliau mengembuskan nafas terakhirnya menurut lansiran dari detikcom. Sementara itu Otok Bima Sidharta, kakak dari Djaduk mengatakan bahwa dugaan paling besar meninggalnya Djaduk adalah karena serangan jantung yang juga dikatakan oleh istrinya.

Serangan jantung mendadak tentunya tak dapat kita duga dan bahkan efeknya bisa cepat sekali, khususnya jika memang memiliki riwayat penyakit jantung ditambah kurang istirahat. Banyak orang pun menganggap bahwa kondisi serangan jantung itu takdir yang sebenarnya dapat kita cegah kok. Pencegahannya tentu dengan perubahan gaya hidup yang tadinya kurang sehat dan seimbang menjadi lebih baik, seperti:

  • Olahraga – Jika memiliki riwayat penyakit jantung, tak perlu harus melakukan olahraga-olahraga yang berat kok. Cukup berenang, berlari ataupun berjalan kaki secara rutin tanpa berlebihan akan mendukung pelepasan hormon endorfin atau hormon bahagia yang otomatis meredakan tingkat stres dan beban kita. Otot jantung juga jadi lebih kuat lho dengan rajin olahraga, tekanan darah jadi normal, kesehatan mental tetap baik, dan penumpukan lemak lebih terkendali.
  • Menghindari Merokok – Jika belum dapat menghindarinya secara total, paling tidak kurangi rokok apabila biasanya adalah seorang perokok aktif. Risiko terkena serangan jantung itu lebih besar lho pada orang-orang yang merokok per harinya kurang dari 5 batang. Kaki jadi mudah bengkak, tubuh cepat lelah mendadak, dada nyeri, dan bahkan jadi sesak nafas.
  • Mengonsumsi Makanan yang Baik untuk Jantung – Konsumsilah makanan-makanan yang ramah bagi jantung, semacam biji-bijian, makanan beromega-3 tinggi, sayuran dan buah-buahan. Bahkan mulailah mengurangi daging merah, makanan berlemak jenuh tinggi serta makanan yang asin.
  • Meditasi – Bagi yang rentan stres, tak ada salahnya mencoba relaksasi dengan melakukan meditasi secara rutin. Entah itu latihan pernapasan, Yoga ataupun meditasi dan bentuk relaksasi lainnya, hal ini jika dilakukan rutin dapat mengurangi stres, kecemasan, rasa amarah dan bahkan meredakan risiko serangan jantung lho.
  • Mengecek Kesehatan Rutin – Rajin-rajinlah cek darah, cek kadar kolesterol dan trigliserida, cek tekanan darah, dan juga gula darah tak boleh ketinggalan. Hal ini lebih lagi dianjurkan bagi yang sering pusing setelah mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak tinggi ataupun yang kadar gula darahnya langsung melonjak.

Pada kondisi Djaduk, dokter yang memeriksanya menduga penyebab utama adalah serangan jantung di mana kecapekan menjadi pemicunya menurut Suci Senanti, sang keponakan. Aktivitas berlebihan, rasa cemas dan khawatir yang besar, dan kurang tidur akan mengurangi energi tubuh cukup banyak sehingga dengan mudah menaikkan risiko serangan jantung serta penyakit kronis lainnya semacam penurunan kekebalan tubuh hingga gangguan pencernaan.

Dilaporkan jenazah Djaduk Ferianto disemayamkan di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja lalu diberkati satu jam sebelum dimakamkan. Pemakaman dilakukan pada Rabu (13/11) di makam keluarga Sembungan, Kasihan, Bantul pada jam 15.00 WIB.

You may also like