8 Metode Diagnosis Gagal Jantung pada Pria dan Wanita

Tentunya gagal jantung bukanlah hal yang asing lagi bagi kita karena penyakit ini merupakan kondisi melemahnya otot jantung sehingga tak mampu lagi untuk melakukan pemompaan darah secara cukup ke seluruh tubuh dengan tekanan tepat. Masalah-masalah kesehatan termasuk seperti penyakit jantung koroner, hipertensi alias darah tinggi, kardiomiopati, aritmia, diabetes, miokarditis, anemia dan hipertiroidisme dapat menjadi pemicunya.

Gagal jantung sendiri diketahui dibagi menjadi 3, yakni:

  • Gagal jantung yang disebabkan oleh kerusakan katup jantung.
  • Gagal jantung yang disebabkan oleh ventrikel kiri yang mengalami kekakuan sehingga jantung menjadi tak mudah terisi darah.
  • Gagal jantung yang disebabkan oleh ruang jantung yang menjadi lemah.

Untuk mengetahui kondisi pasti dari kondisi jantung dan benar tidaknya jantung mengalami gagal jantung, tentu saja diagnosis gagal jantung sangatlah diperlukan. Sejumlah pemeriksaan bisa ditempuh oleh penderita ketika gejala sudah mulai dirasakan. Tes-tes di bawah ini perlu ditempuh dengan tujuan agar dokter bisa mengecek tingkat fungsi jantung dan supaya pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat dari dokter.

(Baca juga: jenis-jenis penyakit jantung)

1. Pemeriksaan dengan Mengajukan Pertanyaan

Dokter pertama-tama bakal mengajukan pertanyaan kepada pasien tentang gejala apa saja yang kiranya sudah dialami. Selain gejala, riwayat kesehatan pasien juga perlu diketahui oleh dokter, seperti misalnya ada tidaknya riwayat diabetes, rusaknya katup jantung, nyeri dada, serta tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner.

Tak hanya itu, dokter pun bakal memastikan kepada pasien apakah si pasien mempunyai kebiasaan merokok dan meminum minuman beralkohol. Pasien juga biasanya akan ditanya apakah ia tengah mengonsumsi obat tertentu. Keterangan-keterangan tersebut termasuk sangat penting sehingga dokter nantinya bisa mendapatkan kesimpulan lalu melanjutkan dengan metode pemeriksaan lainnya.

2. Pemeriksaan Fisik

Sesudah menanyai pasien dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut dan sudah diketahui gejala apa saja yang dialami, pemeriksaan fisik pun menjadi hal selanjutnya yang dokter lakukan. Pemeriksaan fisik ini bakal meliputi cara mendengarkan denyut jantung si pasien. Seperti pada umumnya, tentu pemeriksaan fisik menjadi yang tak terlewatkan untuk ditempuh oleh pasien.

Pemeriksaan fisik saja tidaklah cukup meski juga dokter sudah mengetahui gejala apa yang terjadi pada pasien. Sesudah diperiksa fisik pasien, dokter kemungkinan mencurigai bahwa pasien benar-benar menderita gagal jantung. Bila demikian, ada serangkaian tes lainnya yang bakal dianjurkan oleh sang dokter untuk ditempuh pasien supaya informasi yang diperoleh lebih detil dan jelas.

(Baca juga: cara mengobati gagal jantung)

3. Tes Darah

Setelah pengajuan pertanyaan dan pemeriksaan fisik, tes darah merupakan metode pemeriksaan selanjutnya yang merupakan salah satu hal wajib. Karena lewat tes darah, akan ketahuan oleh dokter ada tidaknya gangguan atau masalah pada fungsi ginjal maupun tiroid sang pasien. Dari tes darah jugalah biasanya bisa terdeteksi adanya indikasi penyakit lain.

Pada beberapa kasus, ada pula pasien yang rupanya terdeteksi mengidap penyakit lain yang berpotensi berpengaruh buruk terhadap kondisi jantung, termasuk anemia dan diabetes. Tak hanya itu saja, dokter juga bakal mampu mendeteksi kadar zat kimia yang ada di dalam tubuh pasien lewat tes darah di mana ini ada hubungannya dengan keadaan jantung.

Natriuretic peptide adalah nama atau istilah untuk zat kimia tersebut dan ketika jantung memperoleh beban, zat kimia itu akan terlepaskan oleh jantung yang menyebar ke dalam darah. Saat kadar zat tersebut makin tinggi, itu tandanya kondisi jantung pun diketahui makin parah dan serius.

4. Tes Sinar-X

Untuk yang menderita gagal jantung, biasanya bakal terjadi pembesaran pada ukuran jantung. Selain itu juga terjadi penumpukan cairan yang ada di bagian organ paru-paru di mana dengan metode pemeriksaan sinar-X lah akan ketahuan kondisi sebenarnya. Dari metode ini akan terlihat hingga ke dalam, tapi ekokardiogram biasanya jauh lebih bisa diandalkan dalam hal ini.

(Baca juga: cara mencegah gagal jantung)

5. Ekokardiogram

Ekokardiogram merupakan langkah diagnosa lainnya yang biasanya dianjurkan oleh dokter kepada pasien setelah proses tes darah. Tindakan pencitraan satu ini memanfaatkan gelombang suara supaya sonogram jantung dapat dihasilkan. Kalau dibandingkan dengan sinar-X biasa, maka gambar yang dihasilkan jauh lebih rinci sehingga memang alat ini dianggap vital dalam pemeriksaan keadaan jantung secara akurat.

Bahkan ekokardiogram ini pun memiliki peran penting dalam proses merancang perencanaan pengobatan, pengelolaan serta pemantauan efektif untuk yang memiliki gangguan kesehatan jantung. Metode diagnosis ini sebetulnya dianggap standar di mana pada bidang kardiologi sudah sering dan selalu digunakan oleh dokter. Ini karena informasi yang ditunjukkan mengenai jantung pasien sangat bisa dipercaya dan cukup banyak.

Kondisi pasien bisa didiagnosa dengan baik dan lebih mudah, termasuk juga ukuran jantung yang kiranya mengalami perubahan bentuk atau keabnormalan pada jantung. Hasil melalui gambar sangat detil dan bahkan kerusakan yang misalnya terjadi di jaringan jantung pun bisa diberikan informasinya. Hal tersebut meliputi pula besar kerusakan dan lokasinya.

Melalui fraksi ejeksi darah, curah jantung, serta tak ketinggalan fungsi diastolik, dokter juga bisa mendeteksi kinerja jantung dan mengukurnya dengan metode ekokardiogram. Ada sejumlah jenis ekokardiogram yang kiranya bisa Anda perhatikan dan kenali sebelum memutuskan untuk menjalani metode pemeriksaan satu ini.

  • Ekokardiogram Transesofageal

Pada metode ini, dokter akan memanfaatkan sebuah alat khusus pemeriksaan yang bakal dimasukkan ke bagian dalam tenggorokan pasien. Hanya saja, proses memasukkan bukanlah melewati dinding dada maupun perut dari luar. Nantinya, akan ada hasil berupa gambar jantung yang kelihatan lebih detil serta jelas. Pada prosedurnya, pasien akan dibius lokal supaya ketidaknyamanan dapat berkurang.

  • TTE atau Ekokardiogram Transtorasik

Jenis ini adalah yang paling umum dan termasuk di dalam pemeriksaan standar yang dokter lakukan pada pasien dengan keluhan yang beragam. Keluhan apapun selama masih ada hubungannya dengan berbagai penyakit jantung pasti bisa diperiksa dengan jenis ekokardiogram satu ini.

  • Ekokardiogram Doppler

Pemeriksaan satu ini biasanya dilaksanakan untuk mengukur peredaran darah yang didasarkan pada arah aliran darah dan kecepatannya sewaktu melalui pembuluh darah, katup serta bilik jantung. Metode jenis ini pun dilaksanakan selalu oleh ahli yang memang sudah terpercaya dan terlatih di mana diketahui sebagai sonographer jantung. Biasanya dokter yang ahli melaksanakan jenis ekokardiogram ini pun mampu menggunakan mesin kardiogram dengan baik.

  • Stres Ekokardiografi

Jenis metode ekokardiogram ini pada umumnya dilaksanakan sebagai penentu pemicu dari gejala gagal jantung seperti nyeri dada dan tanda-tanda sakit jantung lainnya yang masih ada kaitannya. Tindakan ini juga dapat diandalkan demi mendapatkan kepastian aliran darah yang turun ke jantung. Biasanya, jenis pemeriksaan ini pelaksanaannya ada pada 2 waktu yang tidak sama.

2 waktu tersebut meliputi pasien yang tengah bersantai serta pasien yang sehabis melaksanakan aktivitas seperti berlari menggunakan treadmill. Dengan demikian, diagnosa yang dilakukan oleh dokter dapat menghasilkan perbandingan yang berkaitan dengan performa jantung pada 2 kondisi berbeda. Dalam aktivitas yang tidaklah sama, maka dokter baru bisa menyimpulkan kondisi kesehatan jantung pasien.

6. Tes Napas

Pemeriksaan pernapasan ini kiranya perlu ditempuh oleh pasien, terutama apabila pasien menderita sesak nafas. Tes ini bukanlah bersifat wajib, hanya lebih baik memang dijalani oleh pasien dengan keluhan kesulitan dalam bernapas. Pada prosedurnya, dokter bakal meminta pasien menghirup napas.

Setelah itu, dokter akan meminta menghembuskan napas tersebut pada sebuah tabung khusus yang sudah disediakan. Dari tes ini, kemudian bakal bisa diketahui pasien sebenarnya sedang mengalami masalah atau tidak di bagian organ paru-paru. Pada kondisi gagal jantung, biasanya ada gangguan pula di bagian paru-paru sebagai salah satu gejalanya, maka perlu diperiksa.

(Baca juga: jantung membesarjantung bocor)


7. Tes Latihan Tekanan

Pada umumnya, tes ini bakal dilakukan dengan tujuan supaya dapat terlihat seberapa baik fungsi jantung ketika aktivitas berat dilakukan oleh tubuh. Dokter akan meningkatkan denyut jantung pasien menggunakan peralatan olahraga maupun obat yang diberikan lewat suntikan.

Dari cara inilah dokter baru bisa melihat apakah tubuh pasien mampu memberikan respon dengan baik saat denyut jantung mengalami penurunan atau apakah ada penyakit jantung koroner yang diderita oleh pasien. Memang biasanya metode ini bakal dikombinasikan oleh dokter ketika pasien menempuh ekokardiogram supaya kondisi jantung yang sebenarnya bisa dilihat selama pelaksanaan prosedur.

8. EKG atau Elektrokardiogram

Pada metode ini, EKG sendiri diketahui sebagai sebuah grafik yang pembuatannya dilakukan oleh sebuah elektrokardiograf di mana tujuan dan fungsinya adalah merekam kegiatan kelistrikan jantung pada masa tertentu. Pada umumnya, metode pemeriksaan atau diagnosis ini juga menjadi standar emas yang dipergunakan untuk pasien yang menderita aritmia jantung.

Segala bentuk gangguan elektrolit, infark otot jantung pada level akut, penyakit jantung iskemik, serta abnormalitas konduksi juga dapat dideteksi dengan metode ini. EKG pun terkadang juga dipakai untuk mengetahui dan memeriksa sebuah penyakit yang tak ada kaitannya dengan kesehatan jantung. Contoh jenis penyakit tersebut adalah hipotermia atau emboli paru.

(Baca juga: gagal jantung kongestif)

Saat merasakan adanya gejala-gejala tak enak yang berada pada bagian dada, kemungkinan adanya sakit jantung selalu ada. Untuk memastikan apakah memang benar ada penyakit jantung seperti gagal jantung yang tengah dialami, diagnosis gagal jantung tersebut bisa ditempuh oleh penderita sebelum terapi gagal jantung. Jangan menunggu terlalu lama agar dokter bisa menangani kondisi jantung Anda dari awal.

, , ,
Oleh :
Kategori : Penyakit Jantung