Kista Gigi yang Ganas – Gejala – Penyebab – Diagnosa – Pengobatan dan Komplikasi

1231

Kista pada umumnya kita tahu ada pada bagian tubuh seperti rahim, namun rupanya kista pun bisa terjadi pada bagian dalam mulut. Waspadai akan benjolan yang berada pada area gusi dan sekitarnya karena meski tampak seperti gusi bengkak, ada kemungkinan bahwa benjolan tidak terasa sakit. Pada beberapa kasus yang ada, benjolan pada sekitar gusi merupakan kista sesudah diperiksa melalui rontgen.

Penderita selain tidak merasakan sakit di bagian gusi karena benjolan tersebut, pada umumnya mereka juga dapat makan dengan nyaman seperti tidak ada masalah. Bahkan proses mengunyah makanan pun tak ada gangguan sama sekali dan dapat dilakukan secara normal. Anda perlu mengenal lebih jauh akan kista gigi yang ganas, salah satu dari jenis-jenis kista, walau di awal tampak bukan masalah besar.

Gejala

Segala bentuk benjolan yang muncul tanpa alasan, khususnya bertahan cukup lama namun tak menimbulkan rasa sakit seharusnya memunculkan rasa kecurigaan dan penasaran. Ada kemungkinan bahwa beberapa gejala di bawah ini merujuk pada kondisi kista gigi yang berpotensi mengganas.

  • Ada benjolan yang dijumpai pada area gusi.
  • Benjolan dapat berukuran kecil atau besar, ada yang ukurannya bahkan sebesar kelereng.
  • Benjolan tidak terasa sakit.
  • Walau terdapat benjolan pada area gusi, masih bisa makan dengan normal dan mengunyah makanan tanpa hambatan.
  • Diameter benjolan hanya 1 atau 2 cm.

Benjolan yang terjadi dan muncul tanpa alasan di area gusi dapat disebut juga dengan kista radikular. Walau terkesan gejala timbul secara mendadak, sebenarnya tanpa disadari ada abses yang terbentuk lebih dulu sebelum benjolan kista tersebut. Kista ada setelah abses berisi nanah ada yang kemudian menjadi sebuah reaksi jaringan pada infeksi, atau yang kita sebut dengan granuloma.

Penyebab

Kista gigi diketahui berupa kantong berisi cairan dan ada gigi pada kantung cairan tersebut sehingga dinamakan demikian. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko atau penyebab kista gigi antara lain adalah:

  • Trauma
  • Cedera pada area gusi dan gigi.
  • Sindrom genetik pada kasus yang cukup langka, seperti misalnya Sindrom Gorlin.
  • Gangguan pada pertumbuhan gigi sehingga gigi tidak berkembang dengan cukup baik sehingga gigi malah justru bisa terbenam di dalam gusi.
  • Perawatan sumber gigi tidaklah dilakukan dengan baik dan benar.

Timbulnya kista yang disebut dengan kista radikular diawali dengan karies pada gigi. Karies gigi sendiri merupakan suatu kondisi infeksi yang berisiko menyebabkan struktur gigi rusak dan bukan tak mungkin karies menyebar tak hanya dari gigi ke gigi lain. Penjalaran karies bisa sampai pada ujung akar gigi dan tanpa adanya perawatan gigi yang benar, kista radikular adalah efeknya.

Waktu menjalarnya infeksi hingga sampai di bagian ujung akar tergolong lama, belum lagi ditambah dengan abses berisi nanah yang terbentuk mendahului kista dan ada perubahan menjadi granuloma juga. Abses bisa saja langsung menjadi kista tanpa berubah menjadi granuloma lebih dulu dan hal ini ditentukan oleh pengaruh bakteri itu sendiri serta tingkat kekebalan tubuh penderita.

Diagnosa dan Pengobatan

Setelah gejala seperti yang disebutkan tadi dirasakan, Anda perlu memeriksakannya agar jelas. Walau banyak yang tak akan menyadari bahwa benjolan tanpa rasa sakit bisa berupa kista, sebaiknya segera menempuh metode diagnosa seperti rontgen, namun tetap perhatikan juga bahaya rontgen. Dari hasil pemeriksaan dengan metode pencitraan, barulah dapat diketahui isi benjolan dan apakah benjolan tersebut berbahaya dan berisiko kanker atau tidak.

Sesudah benar-benar kondisi dipastikan dan berupa kista gigi, barulah dokter bisa memberikan solusi perawatan paling sesuai. Tergantung dari ukuran kista dan lokasinya, berikut adalah beberapa pilihan perawatan yang bisa mengobati kista gigi serius.

  • Terapi Endodontik

Pada beberapa kasus kista gigi, terapi endodontik adalah yang paling sesuai sehingga dapat diandalkan. Supaya infeksi tidak menjadi serius dan parah lebih jauh, maka diperlukan terapi ini dengan tujuan menjaga kesehatan pulpa gigi. Tak hanya itu, kesehatan jaringan periapeks pun dapat dipertahankan melalui terapi ini. Jika pulpa gigi yang sudah terkena infeksi dirawat secara benar, ini adalah cara tepat supaya fungsi gigi bisa kembali normal dan sempurna.

  • Perawatan Akar Gigi

Pada prosedur perawatan ini, dokter gigi biasanya akan mengebor dan menciptakan lubang melalui akar gigi untuk bisa masuk sampai bagian dalam gigi. Seperti disebutkan sebelumnya, ada abses yang terlebih dulu ada sebelum kista terbentuk, jadi demi membersihkan nanah yang baik, proses perawatan ini pun diperlukan.

  • Operasi Gigi

Salah satu jenis solusi perawatan yang tepat bagi kista gigi yang ganas adalah mengangkat gigi yang terinfeksi. Pada sejumlah kasus, ketika dua solusi perawatan yang telah diulas sebelumnya tidaklah efektif, otomatis menghilangkan gigi secara permanen melalui operasi adalah jalan satu-satunya. Sesudah gigi diangkat, dokter baru bisa melakukan pembersihan total akan kista yang ada.

Untuk langkah pencegahan supaya kista tak kembali tumbuh, dokter juga kemungkinan akan menambahkan senyawa tulang buatan usai membersihkan kista. Ketika sudah diangkat secara permanen, pasien tak perlu khawatir karena itu artinya untuk mengatasi gigi yang sudah diangkat, akan ada implan baru.

Komplikasi

Kista gigi yang dibiarkan tentu akan makin ganas dan membahayakan kesehatan gigi dan mulut Anda. Beberapa contoh bahaya komplikasi yang perlu dihindari dengan segera memeriksakan ke dokter dan mendapatkan penanganan serius antara lain:

  • Kehilangan fungsi normal mulut serta gigi.
  • Pembengkakan dan rasa sakit berkelanjutan di area dalam mulut karena infeksi.
  • Ekspansi tulang rahang.
  • Kompresi saraf yang menjadi faktor pemicu mati rasa.
  • Mengganggu gigi-gigi lain.

Kista gigi yang ganas bisa sampai merusak fungsi keseluruhan gigi, gusi dan kesehatan mulut Anda. Oleh sebab itu, diperlukan adanya tindakan cepat untuk mengatasinya sewaktu benjolan mencurigakan dijumpai. Terapkan cara-cara menjaga kesehatan gigi agar gigi dan gusi terawat dengan baik, begitu juga cara menjaga kesehatan gusi dan mulut.