Monday, September 23, 2019
Home Penyakit Herpes Herpes Mulut

Herpes Mulut

Herpes mulut atau dalam istilah lain kita kenal sebagai herpes oral adalah sebuah kondisi penyakit infeksi di mana virus herpes simpleks yang menjadi penyebab utamanya. Karena infeksi virus ini, seseorang yang terserang bakal mengalami rasa sakit pada area gusi, langit-langit mulut, bibir, dalam pipi serta lidah. Para penderita herpes mulut justru pada umumnya tak begitu yakin apakah benar-benar sedang mengalami herpes.

Infeksi virus ini hanyalah dialami oleh manusia dan lebih banyak terjadi pada anak-anak yang usianya 1-2 tahun meski memang tak menutup kemungkinan untuk terjadi pada orang-orang dewasa. Supaya dapat menanganinya dengan baik dan tidak terlambat, di bawah ini adalah sejumlah info mengenai penyebab, gejala hingga solusi perawatannya.

Penyebab

Herpes mulut disebabkan oleh infeksi virus dan ada alasan maupun penyebab mengapa virus herpes simpleks dapat secara mudah menyerang tubuh seseorang. Kebanyakan orang dengan herpes jenis ini tak yakin apakah memang penyakit ini tengah menyerang mereka terutama saat baru pertama kali.

Ini disebabkan oleh infeksi HSV-1 yang pada umumnya menyerang anak-anak di usia mereka yang masih sangat muda atau saat anak-anak pada usia balita. Bahkan pada masa itu pun biasanya ada kemungkinan tanda-tandanya tidak tampak.

Kita telah mengetahui apa penyebab utama dari herpes mulut ini, yakni virus herpes simpleks, namun adakah penyebab lainnya? Ada beberapa faktor yang diketahui mampu meningkatkan risiko virus menjadi aktif dan kemudian penyakit herpes jenis ini pun bisa terulang kembali pada orang yang sudah mengalaminya.

  • Stres – Stres emosional mampu menjadikan seseorang yang sudah pernah terinfeksi virus ini akan mampu menjadi faktor yang memicu penurunan sistem daya tahan tubuh. Inilah yang kemudian menjadi peluang bagi herpes dalam menginfeksi tubuh. Ketika stres, cobalah untuk mencari cara menghilangkan stres pikiran paling alami yang bisa dilakukan. Merelaksasi diri dengan menarik napas dalam-dalam akan cukup membantu.
  • Kelelahan – Sistem daya tahan tubuh akan terpengaruh oleh kondisi tubuh yang lelah. Tubuh yang turun imunitasnya akan lebih mudah terjangkit virus, tak terkecuali virus penyebab herpes. Ketika tubuh terlalu lelah dan hal ini dibiarkan dalam waktu yang lama, maka tak hanya virus herpes saja yang bisa menghampiri, tapi juga virus penyebab penyakit lainnya. Jadi, tidurlah secara cukup, berolahragalah yang teratur, serta hindari ketegangan dengan lebih santai sedikit.
  • Cedera pada Mulut/Bibir – Trauma di bagian mulut maupun pada bagian bibir dikenal juga sebagai faktor pemicu kemunculan herpes.
  • Hormon yang Berubah – Perubahan hormon biasanya terjadi pada wanita, terutama saat sedang siklus menstruasi yang mampu menjadi faktor pemicu penyakit herpes mulut. Perubahan emosi adalah bentuk dari perubahan hormon, jadi pastikan untuk memerhatikan siklus hormonal sehingga mampu mengelola perubahan emosi dengan baik. Dengan begini, akan lebih mudah juga dalam mencegah atau menurunkan risiko herpes mulut.
  • Paparan Cahaya Matahari – Ketika terlalu lama atau sering terkena paparan cahaya matahari sehingga menjadi berlebihan tanpa adanya perlindungan bagi kulit, akan lebih mudah untuk herpes ini timbul pada bibir. Sinar UV bukan hanya berbahaya karena menyebabkan kerusakan kulit, melainkan juga meningkatkan risiko herpes mulut. Penggunaan lip balm adalah solusi yang terbaik, terutama dengan SPF; mengenakan topi yang tepiannya lebar, payung atau jaket saat cuaca panas juga amat membantu.
  • Cuaca Dingin – Selain teriknya matahari, cuaca yang dingin juga rupanya mampu memperbesar potensi virus herpes untuk menimbulkan herpes mulut. Paparan dari cuaca yang sangat dingin bisa membuat bibir lebih kering dari biasanya karena udara yang kering juga. Maka, lindungi bibir supaya terjaga kelembabannya dan mencegahnya dari timbulnya luka.

Bukan hanya faktor pemicu dari herpes mulut, perlu untuk mengetahui jelas bagaimana cara penularan juga dari virus ini yang akhirnya mampu menyerang manusia.

Proses Penularan Virus Herpes Simpleks

Infeksi virus dapat terjadi melalui bagian kulit yang selalu dalam kondisi lembab di mana yang paling utama adalah bagian yang melapisi mulut. Umumnya, penularan penyakit herpes ini adalah melalui kontak kulit. Contohnya saja seperti berciuman dengan seseorang yang memiliki penyakit herpes labialis, maka memang kontak seperti ini perlu juga untuk diwaspadai.

Sesudah infeksi yang pertama, virus sebenarnya tidaklah aktif atau istilah lainnya, virus sedang tertidur. Namun, virus tersebut akan tetap ada di dalam tubuh kita, yakni mengambil tempat di dalam selubung saraf lalu mengendap di sana selama kita hidup tanpa adanya gejala lagi yang ditimbulkan. Meski demikian, hati-hati karena penularan tetap bisa terjadi diakibatkan oleh virus yang mendadak berstatus aktif pada beberapa orang dari waktu ke waktu.

Saat aktif, virus mampu berkembang biak yang kemudian pergerakannya akan menuju bagian bawah selubung saraf dan membuat bagian tersebut luka. Luka terbuka pada area mulut ini menjadi penyakit herpes mulut di mana luka akan nampak dan bisa menular.

Gejala

Selain dari penyebab serta faktor risiko dari herpes mulut, kita juga perlu mewaspadai gejalanya. Ada masa inkubasi di mana ada waktu yang dibutuhkan sejak virus masuk ke dalam tubuh untuk kemudian memicu munculnya gejala pada tubuh penderita.

2 hingga 12 hari adalah masa inkubasi virus ini, hanya saja pada kasus rata-rata justru gejala muncul 4 hari sesudah infeksi menyerang. Gejala atau tanda dari herpes mulut bisa berlangsung sekitar 2 hingga 3 minggu. Gejala umum yang terjadi antara lain tubuh yang cepat lelah, demam, otot yang terasa nyeri dan juga tingkat sensitivitas otot yang bertambah. Di bawah ini merupakan detil dari gejala herpes mulut untuk diwaspadai.

  • Sensasi terbakar pada mulut yang terinfeksi.
  • Rasa nyeri di daerah yang terserang infeksi virus.
  • Rasa kesemutan pada mulut.
  • Gatal-gatal pada mulut.
  • Timbul gelembung-gelembung yang tampak seperti hendak pecah.
  • Gelembung-gelembung yang muncul mampu menjadi pemicu timbulnya luka merah pada kulit bibir.
  • Luka yang muncul pada mulut/bibir bakal kelihatan seperti kopengan sesudah beberapa hari di mana ini nantinya akan mengering lalu warnanya berubah kuning.
  • Sulit makan dan minum karena luka di mulut yang terasa begitu sakit dan mengganggu.
  • Luka biasanya bisa muncul tak hanya pada bibir, tapi juga pada depan lidah, gusi, bagian dalam pipi, langit-langit mulut, hingga tenggorokan.
  • Luka dapat menyebar sampai dengan leher dan juga pipi.
  • Gusi membengkak dan berwarna kemerahan.
  • Gusi mengalami pendarahan.
  • Sakit tenggorokan dan amandel yang warnanya keabuan, biasa terjadi pada penderita berusia remaja serta yang usianya 20 tahunan.
  • Kelenjar limfa leher mengalami bengkak.
  • Kelenjar limfa leher terasa sakit.

Pengobatan

Ketika gejala sudah pada tahap mengganggu sehingga kita sulit untuk makan dan minum, hal ini perlu segera mendapatkan penanganan agar tidak berlanjut dan merugikan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Ingat bahwa dehidrasi, penurunan berat badan, dan malnutrisi bisa terjadi karena nafsu makan hilang akibat rasa nyeri pada mulut.

Bila pun beberapa gejala seperti frekuensi buang air kecil serta jumlah urine yang keluar menurun, rasa ngantuk terus-menerus, kekeringan pada mulut, dan tubuh yang lebih sensitif terutama bagian otot, hal ini sudah seharusnya langsung diperiksakan. Pemeriksaan fisik adalah yang dibutuhkan oleh penderita gejala herpes mulut supaya dapat ditangani seperti berikut.

  • Pemberian asupan cairan. Hal ini perlu dilakukan demi mencegah dehidrasi pada penderita ketika sudah mulai sulit dan malas untuk minum.
  • Pengobatan demam. Karena salah satu gejala umum dari herpes ini adalah demam, maka obat penurun demam kiranya dibutuhkan.
  • Pemberian salep. Salep yang diberikan kepada penderita herpes mulut pada umumnya adalah salep anestetik sehingga rasa nyeri pada area yang terinfeksi dapat diredakan. Salep yang biasanya dibutuhkan oleh penderita adalah yang mengandung lidocaine.
  • Suntikan intravena. Pengobatan dengan cara ini dapat diberikan kepada penderita yang memang memiliki sistem daya tahan tubuh rendah. Metode pengobatan ini juga pada umumnya diberikan kepada bayi yang usianya kurang dari 6 bulan serta penderita herpes mulut yang memang sudah mengidap kondisi penyakit serius.
  • Obat oral/minum. Obat oral atau yang diminum juga biasanya menjadi alternatif dari suntikan intravena di mana diberikan kepada seseorang yang imunitasnya rendah, bayi dengan usia 6 bulan ke bawah, serta orang-orang dengan penyakit serius.
  • Tindakan rawat inap. Perawatan di rumah sakit pada umumnya lebih dibutuhkan oleh para penderita herpes yang sudah mengalami infeksi mulut cukup serius, infeksi menyebar sampai ke organ-organ lainnya, dehidrasi hingga harus diinfus untuk tubuh mendapatkan cairan, serta ketika sistem daya tahan tubuh terlalu rendah. Tindakan rawat inap juga berlaku bagi bayi yang usianya 6 bulan ke bawah.
  • Hidrogen peroksida. Untuk mengatasi herpes mulut secara alami, hidrogen peroksida pun mampu membantu. Caranya hanyalah dengan menggunakan campuran hidrogen peroksida dan air dengan perbandingan 1:3 untuk dijadikan sebagai obat kumur. Melakukan kumur menggunakan ramuan ini sehari beberapa kali 2-3 kali selama beberapa hari secara rutin akan memberi hasil terbaik.
  • Bawang putih. Walau ada bahaya bawang putih mentah, selama pemakaian tepat kita bisa memanfaatkannya juga untuk mengobati herpes mulut yang kita alami. Setiap hari dapat mengonsumsi 1-2 siung bawang putih yang telah dihancurkan, cara ini juga dapat dilakukan sebagai metode pencegahan, jadi memakannya rutin sebagai sebuah kebiasaan justru akan sangat baik bagi tubuh.
  • Minyak pohon teh. Ada kandungan anti-inflamasi di dalam minyak satu ini di mana akan sangat baik dalam menangani herpes mulut berikut juga kandungan antiviralnya. Gunakan minyak ini secara langsung diaplikasikan pada bagian mulut yang terkena infeksi sehari 3-5 kali untuk hasil maksimal. Dalam beberapa hari dengan pemakaian yang rutin maka akan terlihat hasil di mana herpes akan mereda.
  • Peppermint. Herpes mulut juga dapat diatasi dengan alami menggunakan peppermint. Supaya inflamasi dan rasa nyerinya berkurang, meminum teh peppermint sehari paling tidak 2 kali sangat dianjurkan apabila ingin menyembuhkan tanpa efek samping. Atau, dapat juga menggunakan minyak peppermint di mana bola kapas dicelupkan di dalam air lalu pada minyak peppermint, lanjutkan dengan mengaplikasikannya di bagian yang terkena herpes di mulut sehari beberapa kali secara rutin agar terasa hasilnya.
  • Ekstrak lidah buaya. Ekstrak gel lidah buaya sudah terkenal ampuh dalam menangani masalah kulit yang terluka atau terkena peradangan. Khasiat lidah buaya untuk kulit juga bisa didapat untuk masalah herpes mulut di mana ekstraknya bisa digunakan dengan mengaplikasikannya ke bagian mulut yang terinfeksi secara rutin.
  • Minyak kelapa. Cara lainnya yang alami dan terkenal aman adalah dengan meminum 10-30 ons minyak kelapa organik virgin yang bisa dilakukan setiap hari. Lakukan secara rutin dalam beberapa hari agar bisa terlihat hasil efektifnya.
  • Mengonsumsi sayuran lebih banyak. Brokoli, kembang kol, kale dan kubis adalah contoh jenis sayur yang bukan hanya menjadi makanan yang mengandung serat tinggi, melainkan juga sayuran-sayuran ini akan membantu menghambat penyebaran dari virus herpes.

Apabila dengan solusi-solusi alami dalam 10 hari tidak ada kemajuan sama sekali atau bila kemungkinan imunitas tubuh Anda kurang begitu tinggi, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan penanganan paling baik untuk herpes mulut Anda.

No posts to display

Recommended