Home Featured Dipaksa Diet Sampai Menyisakan Tulang, Model Ini Sempat Alami Gangguan Mental

Dipaksa Diet Sampai Menyisakan Tulang, Model Ini Sempat Alami Gangguan Mental

by Erlita

Rosie Nelson adalah seorang model yang rupanya memiliki pengalaman tak menyenangkan karena agensinya memaksa dirinya untuk diet. Bagi agensinya, tubuhnya yang mungkin bagi kita sudah aduhai karena bentuk badan yang sesuai untuk model belum mengikuti ketentuan dan standar mereka. Tubuh Rosie masih dianggap terlalu gemuk sehingga Rosie akhirnya diet sampai 10 kg berhasil dipangkasnya.

Meski sudah cukup banyak berat badan yang diturunkan, agensi Rosie tetap menganggapnya masih cukup gemuk sehingga masih juga memaksanya untuk berdiet. Rosie yang masih muda dan kala itu usianya baru 21 tahun akhirnya merasakan kejanggalan pada industri tersebut.

Bahkan pada akun personal Instagramnya, Rosie sempat mengunggah foto yang menampakkan tubuhnya hasil dari diet paksaan oleh agensi yang sampai menyisakan tulang. Menyertai foto unggahannya, ia pun menulis bahwa foto tersebut diambil ketika berat badannya sudah hilang demi bisa masuk agensi model di London tapi sebelum mereka ingin dirinya menurunkan berat badan lagi.

Tuntutan diet semacam ini mungkin tampak wajar di berbagai industri mode, namun tentu saja hal ini tak sehat bagi sang model. Tubuh yang berhasil kurus hingga sisa tulang pun justru membuat Rosie sempat mengalami gangguan kesehatan, yakni body dysmorphic disorder atau gangguan dismorfik tubuh. Pada kondisinya ini, mentalnya telah terganggu karena ia terus-menerus memikirkan soal penampilannya.

Rosie pun pernah mengatakan bahwa saat sudah dewasa, ia nyaman dengan ukuran 8 atau 10, hanya saja saat sudah benar-benar dewasa dengan ukuran tubuh yang stabil, ia merasa terlalu besar. Bukan hanya itu, ia berpikir untuk mengecilkan lagi tubuhnya ketika mulai suka mencubit perutnya karena berpikir tubuhnya terlalu besar.

Sejumlah gejala dari gangguan dismorfik tubuh seperti yang dialami Rosie dan dianggap umum terjadi pada penderitanya antara lain seperti:

  • Terus-menerus menyentuh area tubuh yang dianggap menjadi sebuah ketidaksempurnaan.
  • Terus-menerus mengukur area tubuh yang dianggap tak sempurna.
  • Menyembunyikan area tubuh yang dianggap tak sempurna.
  • Bercermin terlalu sering, berulang kali, dan dalam waktu yang lama.
  • Minta orang lain berkali-kali meyakinkan dirinya bahwa bagian tubuhnya yang dianggap tak sempurna tak terlalu nampak jelas.
  • Menggunakan berlebihan suplemen gizi.
  • Olahraga berlebihan.
  • Melakukan penyalahgunaan steroid.

Pada beberapa kasus, penderita gangguan ini bisa saja datang ke dokter berulang kali dalam upaya memperbaiki penampilannya, namun hal ini jadi tak sehat kalau sudah mengganggu sekolah, pekerjaan, hingga hubungan sosial dengan orang lain. Bahkan kondisi sudah terbilang parah dan penderita perlu ke psikiater bila cemas berlebihan ketika ada diantara banyak orang dan jadi malas pergi ke tempat umum.

Dari pengalamannya itulah, Rosie aktif sejak tahun 2016 berkampanye mengenai aturan dan tuntutan agensi model yang tidak sehat. Perjalanan karirnya sebagai model tak mudah karena ia sendiri berdarah Australia lalu pindah ke Inggris untuk berkarir sebagai model; tubuhnya selalu saja dianggap kegemukan untuk bergabung pada agensi model.

You may also like