Tuesday, March 19, 2019

Dispareunia

Dispareunia adalah suatu kondisi di mana area kemaluan dapat terasa sakit baik itu sewaktu-waktu atau terjadi secara terus-menerus. Itulah mengapa istilah lain yang kita mungkin sudah ketahui dari dispareunia ini adalah painful intercourse dengan rasa sakit yang timbul sebelum, selama maupun setelah berhubungan intim dengan pasangan. Masalah seperti ini lebih kerap terjadi pada wanita ketimbang pria dengan area yang terasa sakit meliputi labia, klitoris dan vagina.

Jenis

Perlu diketahui bahwa dispareunia dibagi menjadi beberapa jenis yang ditentukan oleh intensitas rasa sakit yang penderita alami. Berikut adalah jenis-jenis dispareunia yang perlu diketahui.

  • Vaginal dyspareunia – Pada jenis ini, seorang wanita akan merasakan sakit yang berhubungan dengan lubrikasi. Bahkan pada jenis ini, kondisi juga berkaitan dengan gangguan gairah.
  • Superficial dyspareunia – Jenis ini lebih sering dianggap sebagai bagian dari masalah anatomi dan termasuk kondisi sekunder yang bisa terjadi ketika dipicu oleh adanya upaya penetrasi.
  • Collision dyspareunia – Jenis ini lebih kepada suatu kondisi yang menyebabkan seorang wanita mengalami rasa sakit jauh di dalam area penggul ketika sedang melakukan hubungan intim. Rasa nyeri muncul terutama sewaktu melakukan seks penetratif dengan dorongan paling dalam pada leher rahim oleh penis.
  • Deep dyspareunia – Pada jenis ini, terjadi gangguan panggul dan timbul gejala seperti rasa sakit sewaktu melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Apakah pria juga dapat mengalami dispareunia?

Walau risiko mengalami dispareunia jauh lebih besar pada wanita, tak menutup kemungkinan bahwa pria pun dapat juga mengembangkan kondisi seperti ini. Beberapa hal umum yang berpotensi terjadi pada pria antara lain adalah:

  • Infeksi pada kelenjar prostat dan testis.
  • Ereksi membungkuk/bowed erection atau adanya gangguan dan kelainan struktural dari penis pria.
  • Iritasi kulit yang disebabkan oleh ruam alergi pada penis.

Penyebab

Ada berbagai penyebab mengapa dispareunia dapat terjadi baik itu pada wanita ataupun pria. Supaya dapat mengatasi dengan benar, perlu untuk mengenali apa saja faktor yang berpotensi besar menjadi pemicu rasa sakit sewaktu berhubungan intim.

  • Gangguan Tertentu

Sejumlah kondisi kesehatan yang mungkin tak disadari dapat membuat seseorang menderita ketika berhubungan seksual dengan pasangannya. Beberapa gangguan tertentu yang dimaksud di sini adalah fibroid rahim, proplaps uterus, wasir, kista indung telur, sindrom iritasi usus, sistitis, penyakit radang panggul, serta endometriosis.

  • Pengobatan Tertentu

Bekas luka dari proses histerektomi yang merupakan prosedur medis berupa operasi bedah bisa saja menjadi alasan rasa sakit muncul selama berhubungan intim. Ini karena daerah panggul-lah yang terlibat pada proses tersebut. Beberapa tindakan perawatan medis lainnya seperti radiasi dan kemoterapi yang diperuntukkan bagi penderita kanker pun mampu memicu rasa sakit dalam seks.

  • Riwayat Pelecehan Seksual

Pada beberapa kasus, rasa sakit dapat muncul karena memiliki riwayat pelecehan seksual. Dari situlah kemudian seseorang sewaktu sedang berhubungan intim dengan pasangan justru secara tak langsung akan membayangkan rasa sakit di masa lalu.

  • Pelumas yang Kurang

Pemanasan diperlukan tepat sebelum hubungan seks dan kurangnya pelumas mampu menjadikan rasa sakit muncul sewaktu tiba saatnya untuk seks yang sebenarnya. Pelumas yang kurang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari tingkat estrogen yang rendah pasca persalinan, sedang menyusui atau bahkan sesudah masuk masa menopause. Beberapa obat seperti obat hipertensi, pil KB, antidepresan, obat penenang maupun antihistamin juga berpengaruh pada hasil pelumas yang sedikit.

  • Vaginismus

Seorang wanita yang dinding vaginanya mengalami kejang otot dan tak dapat dikontrol maka akan sangat mudah terasa sakit sewaktu berhubungan intim. Ini jugalah faktor yang menyebabkan sulitnya proses penetrasi sehingga membuat wanita menderita karena rasa sakitnya.

  • Infeksi/Peradangan

Kondisi inflamasi/peradangan maupun infeksi di area genital sebaiknya jangan diremehkan. Bahkan infeksi saluran kencing pun bisa menjadi penghambat hubungan seksual karena timbulnya rasa sakit sewaktu melakukannya bersama pasangan. Eksim dan masalah kulit lainnya pun perlu diwaspadai dengan baik.

  • Iritasi atau Cedera

Kelainan kongenital bisa saja menjadi penyebab  timbulnya iritasi atau cedera, begitu pula kecelakaan, penyunatan pada wanita, serta episiotomi/operasi panggul. Hal-hal tersebut adalah faktor penyebab dari dispareunia yang perlu diatasi segera secara tepat.

Masalah emosional seperti stres rasanya memang cukup umum karena setiap orang pasti mengalaminya. Namun sewaktu Anda sadar bahwa sedang mengalami stres, segera cari cara mengatasi stres paling baik supaya otot-otot pada dasar panggul tidak kemudian mengencang. Ketika mengencang, tak heran bila rasa sakit sewaktu berhubungan seksual pun timbul.

Gejala

Gejala yang dialami oleh satu penderita dispareunia dengan yang lain tidaklah sama sehingga memang tanda-tandanya cukup bervariasi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala dispareunia dengan baik agar bisa mengatasinya segera ketika merasakannya.

  • Terasa sakit setiap kali penetrasi.
  • Terasa sakit sewaktu ada gerakan mendorong selama berhubungan intim.
  • Terasa sakit hanya sewaktu dimulainya penetrasi seksual.
  • Terasa sakit ditambah dengan sensasi nyeri dan panas.
  • Terasa sakit dengan sensasi berdenyut cukup lama sesudah berhubungan intim dan rasa sakitnya bisa sampai beberapa jam.
  • Terasa sakit justru sesudah berhubungan intim padahal selama melakukannya sebelumnya tak timbul rasa sakit.

Apa kaitan antara dispareunia dengan menopause?

Kondisi seperti dispareunia ini rata-rata terjadi justru pada wanita yang telah masuk masa menopause. Hormon estrogen atau yang menjadi pelumas pun otomatis menjadi lebih sedikit dihasilkan oleh tubuh seorang wanita pasca menopause. Dengan begitu, vagina mengalami kekeringan sebagai efeknya begitu juga dinding vagina yang menipis.

Rasa sakit pun alhasil muncul sewaktu berhubungan intim dengan pasangan karena vagina yang kering. Vagina pada dasarnya memiliki kemampuan untuk menghasilkan lendir yang menjadi pelumas sewaktu pemanasan sebelum melakukan hubungan seksual, namun pada wanita setelah menopause kemampuan tersebut akan memburuk. Gejala seperti rasa kering, sakit dan gatal pun dapat muncul pada area kewanitaan.

Diagnosa dan Pengobatan

Sesudah gejala diketahui, perlu untuk memeriksakan diri ke dokter melalui sejumlah metode diagnosa. Biasanya dokter akan memulai dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada pasien tentang riwayat kesehatan dan gejala yang dialami. Pertanyaan seputar lokasi rasa sakit, prosedur operasi yang pernah dijalani, riwayat hubungan seksual, dan lainnya yang dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik.

Apabila hasil diagnosa dokter positif bahwa penderita menderita dispareunia, barulah dokter baru dapat memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi yang mendasari.

  • Obat-obatan

Bila diketahui dari hasil pemeriksaan bahwa hormon estrogen pasien mengalami penurunan dan bahkan memburuk seiring waktu pasca menopause, obat-obatan akan diberikan. Pemberian obat ini pun bertujuan sebagai peningkat kadar hormon estrogen, seperti misalnya obat minum atau obat berupa salep estrogen yang bisa digunakan di daerah vagina.

Obat lainnya yang kemungkinan dokter resepkan adalah jenis antibiotik tertentu yang akan mengatasi masalah PMS (penyakit menular seksual) serta infeksi saluran kencing. Obat anti jamur pun kiranya akan diberikan sebagai solusi bagi pasien dengan infeksi jamur pada wilayah vagina. Pasien dengan penyakit lichen sclerosus atau lichen planus biasanya dokter atasi dengan pemberian krim steroid.

  • Operasi

Jika obat bukanlah jenis perawatan yang bisa membantu secara efektif, maka otomatis operasi pun menjadi pilihan, khususnya bagi para penderita endometriosis. Operasi ini sebenarnya langkah yang paling tepat bagi pasien yang memiliki kondisi rahim terbalik atau jaringan parut, begitu juga sebagai pengangkat massa di panggul.

  • Terapi Desensitisasi

Terapi ini biasanya diberikan dengan menyesuaikan dengan keadaan pasien. Tujuan dari terapi ini pun sangat baik, yakni menurunkan rasa sakit sekaligus melatih tulang panggul pasien. Bahkan latihan teknik relaksasi vagina merupakan bagian dari terapi ini.

Jika penyebab dispareunia ada kaitannya dengan pengalaman emosional, konseling akan sangat membantu pasien dalam menjadi peningkat kualitas komunikasi. Terapi ini jugalah yang bisa diandalkan dalam upaya meningkatkan intimasi seksual. Sementara terapi perilaku kognitif adalah upaya dalam membantu perubahan pikiran dan sudut pandang negatif pasien menjadi positif kembali sekaligus mendukung pola perilaku.

Demikianlah informasi terkait jenis, penyebab, gejala hingga cara mengobati dispareunia yang kiranya dapat dipahami dengan baik dan menjadikan Anda lebih waspada terhadap kesehatan tubuh dan kehidupan seksual.

No posts to display

Recommended