Bolehkah Penderita Gula Darah Minum Madu? Ini Tipsnya Bagi Anda!

549

Penderita diabetes mungkin adalah yang paling galau ketika hendak makan atau minum sesuatu. Pantangan diabetes yang wajib dihindari terlalu banyak, bahkan buah-buahan alami pun terkadang kurang aman karena kandungan gulanya yang begitu tinggi. Lalu, bolehkah penderita gula darah minum madu yang jelas-jelas adalah sumber makanan yang manis?

Boleh tidak sih penderita gula darah mengonsumsi madu?

Madu adalah jenis pemanis seperti halnya gula putih yang biasanya kita pakai dengan cara menambahkannya ke dalam minuman atau makanan yang kita olah. Kalau gula putih saja berbahaya bagi tubuh penderita diabetes, lalu bagaimana kalau mengonsumsi madu?

Madu murni tentunya aman dikonsumsi, namun sayangnya produk madu yang dijual di pasaran terdapat kandungan gula tambahan sehingga kalau Anda coba konsumsi, rasanya jelas manis. Perlu diketahui bahwa madu apalagi madu yang bukan murni dan sudah ditambah gula mampu memberikan efek lonjakan kadar gula darah dan juga efek buruk lainnya bagi kesehatan penderita diabetes.

Dilansir dari laman Detik Food, menurut ahli perlebahan, drs. Mochamad Chandra Widjaja, MM, madu pada dasarnya adalah bahan makanan yang berglikemik lebih rendah apabila membandingkannya dengan gula tebu, sehingga otomatis insulin yang dibutuhkan lebih sedikit. Itu artinya, tubuh akan lebih lama dalam proses pemecahan madu karena kandungan karbohidrat kompleksnya.

Jika itu adalah madu murni, maka tentunya kadar glukosa dalam darah tak akan mudah mengalami kenaikan dengan kandungan indeks glikemik yang rendah. Ketimbang gula, madu murni lebih aman untuk diminum penderita gula darah, hanya saja takarannya jelas harus diperhatikan agar tak berlebihan dan malah menjadi berbahaya. Ketahui cara membedakan madu asli dan palsu dengan mengenali setiap ciri-ciri madu asli yang benar agar tidak salah.

Ada beberapa fakta yang perlu Anda ketahui dengan baik tentang madu dan penyakit diabetes, seperti halnya:

  • Madu palsu biasanya berkandungan gula tinggi sehingga kalau dikonsumsi oleh penderita penyakit gula, kondisi diabetes bisa makin serius. Bahkan ketika madu palsu dikonsumsi oleh orang yang sehat, malah akan meningkatkan risiko terkena diabetes.
  • Madu diketahui mampu menjadi pencegah tindakan amputasi pada penderita diabetes karena kemampuannya dalam mengobati luka.
  • Madu akan memperburuk kondisi penderita penyakit gula darah apabila kemampuan kontrol gula darahnya kurang baik. Ini yang menjadikan madu menjadi kurang disarankan bagi penderita diabetes.
  • Madu boleh dikonsumsi dalam takaran sewajarnya bagi penderita penyakit gula darah yang memiliki kemampuan baik dalam hal mengendalikan kadar gula darah.

Tips Konsumsi Madu untuk Penderita Penyakit Gula

Dalam hal konsumsi madu bagi penderita penyakit gula tentunya tidak boleh sembarangan. Anda harus tetap memerhatikan jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menjadi petunjuk bagi Anda dalam mengonsumsi madu yang benar:

  • Jika takut akan kenaikan gula darah, Anda sebaiknya bisa minum madu sedikit-sedikit dulu di awal.
  • Anda bisa memulainya dengan konsumsi 1 sendok makan per hari untuk mengecek lebih dulu bagaimana respon kadar gula darah.
  • Apabila setelah rajin minum 1 sendok makan madu gula darah tetap stabil, maka Anda bisa mulai meningkatkan takarannya, tentu tidak secara berlebihan secara langsung.
  • Selain madu, tentunya penderita diabetes perlu mengonsumsi gula alternatif yang berasal dari sayur dan buah, seperti dari buah pir, anggur, dan apel yang berindeks glikemik rendah.

Jadi, bolehkah penderita gula darah minum madu? Tergantung dari tingkat keparahan penyakit diabetes itu sendiri; jika sudah terlampau serius, maka sebaiknya memang menghindari madu meski madu tersebut asli. Namun jika masih bisa mengontrol kadar glukosa darah dengan baik, tak ada salahnya untuk mengonsumsi madu, itupun harus yang asli dan murni.

Jika Anda ragu-ragu karena diabetes Anda sudah cukup parah, maka sebelum memutuskan untuk meminum madu, konsultasikanlah dengan dokter kepercayaan lebih dulu. Bila meminumnya, menjaga takaran konsumsi adalah yang paling dianjurkan sambil juga ikut mengimbanginya dengan tips diet sehat.

Menjaga asupan makanan yang benar, yakni dengan tidak terlalu banyak makan nasi, diet rendah kalori, lalu juga rajin berolahraga akan membantu mengontrol kadar glukosa dalam darah agar tidak terjadi kenaikan secara mendadak. Pastikan pula pilihan konsumsi buah dan sayur juga benar dan berindeks glikemik rendah.