Home Featured Cacar Api – Penyebab, Gejala, Pengobatan

Cacar Api – Penyebab, Gejala, Pengobatan

by Putri Yohani Masnun

Cacar api atau yang dikenal juga dengan herpes zoster merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella zoster, yang dapat menimbulkan bintil di kulit, berisi air dan terasa nyeri. Penyakit ini sebenarnya tidak begitu berbahaya, namun sensasi nyeri yang ditimbulkan sangat mengganggu apalagi jika sampai dialami oleh anak-anak. Virus tersebut merupakan virus yang sama dengan penyebab cacar air. Setelah cacar air sembuh, virus tetap ada di dalam tubuh dengan keadaan tidak aktif hingga bertahun-tahun. Lalu aktif kembali dan menyebabkan penyakit cacar api.

Penyebab Cacar Api dan Faktor Resikonya

Cacar api disebabkan oleh infeksi virus dan umumnya mereka yang mengalami cacar api pernah mengalami cacar air sebelumnya. Virus tersebut dapat bertahan dalam waktu lama di dalam saraf, dan kapan saja bisa aktif kembali. Beberapa faktor resiko yang memicu munculnya penyakit cacar api yaitu:

  • berusia 50 tahun atau lebih, karena pada usia tersebut daya tahan tubuh sudah menurun
  • memiliki riwayat penyakit tertentu seperti HIV/AIDS, kanker dan penyakit degeneratif lainnya
  • sedang menjalani pengobatan seperti terapi kanker dan mengkonsumsi obat kortikosteroid
  • baru saja menjalani proses transplantasi organ.

Gejala Cacar Api

Gejala cacar api memang mirip dengan jenis cacar lainnya dan sangat terlihat jelas pada perubahan kulit. Berikut ini beberapa gejala yang muncul saat seseorang sedang terserang cacar api.

  • muncul bintil berisi air, yang biasanya hanya muncul pada bagian tubuh setempat
  • terdapat ruam pada permukaan kulit yang terkadang membuat belang, berwarna kemerahan dan terasa perih
  • bintil dapat membengkak dan terkadang disertai rasa gatal
  • bintil dapat pecah dengan mudah dan secara perlahan akan mengering
  • mata merasa silau terhadap cahaya
  • badan terasa tidak enak dan disertai demam
  • sakit kepala dari ringan hingga berat.

Pengobatan Cacar Api

Cacar api dapat diobati dengan pemberian antivirus seperti acyclovir dan yang lainnya, agar aktivitas virus dalam menginfeksi tubuh dapat dihentikan. Selain itu, obat cacar api lainnya seperti obat demam dan pereda nyeri juga akan diresepkan dokter. Obat yang dapat digunakan yaitu paracetamol, tramadol dan ibuprofen, krim capsaicin untuk dioleskan pada bintil di kulit. Meski tidak berbahaya, penyakit ini harus segera diatasi, karena jika lama dibiarkan dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang lebih parah.

Penyakit cacar api biasanya dapat menimbulkan bekas pada kulit, karena itu obat penghilang bekas cacar di apotek dapat digunakan untuk memudarkan bekas tersebut. Gunakan pakaian yang longgar agar luka atau bintil tidak tersentuh dan terasa semakin perih, jangan lupa pula untuk menutup luka agar tidak mudah mengalami infeksi. Itulah informasi seputar cacar api yang penting untuk kita ketahui, agar penyakit tersebut dapat segera diatasi jika terjadi pada kita.

You may also like