2 Cara Mengobati Penyakit Beri Beri Basah Yang Terbukti Ampuh

234

Pada artikel kali ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai penyakit beri beri basah, mulai dari faktor-faktor apa saja yang menyebabkan penyakit beri beri basah, gejala-gejalanya, hingga cara mengobati penyakit beri beri basah yang terbukti secara ampuh.

Penyakit beri beri basah merupakan salah satu penyakit beri beri yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B1 atau Thiamin Pirofosfat. Vitamin B1 memiliki manfaat bagi sistem tubuh terutama untuk membantu pembentukan glukosa dan juga sistem metabolisme tubuh lainnya serta membantu mengubah makanan menjadi sumber energi dan menjaga pembentukan sistem jaringan tubuh. Seseorang yang mengidap penyakit beri beri basah akan berisiko pada penyakit jantung dan pada banyak kasus yang sudah parah, akan membuat penderitanya meninggal dalam hitungan jam atau hari.

Penyakit beri beri basah umumnya dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi hingga orang biasa. Dalam banyak kasus kekurangan vitamin B1 atau penyakit beri beri basah, penderitanya umumnya banyak yang berasal dari negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Orang-orang yang sering mengonsumsi alkohol dan beras giling memiliki risiko terkena penyakit beri beri.

Faktor-faktor penyebab penyakit beri beri basah

Penyebab penyakit beri beri basah yang utama memang karena kekurangan vitamin B, khususnya vitami B1 atau Thiamin Pirofosfat. Meskipun demikian, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan seseorang dapat berisiko terkena penyakit beri beri basah, yaitu di antaranya adalah:

  1. Kelebihan kelenjar tiroid atau hipertiroidisme
  2. Sedang dalam terapi cuci darah
  3. Mengidap penyakit AIDS
  4. Ibu sedang dalam masa menyusui
  5. Mengalami penurunan berat badan bagi penderita penyakit diabetes
  6. Mengonsumsi obat diuretik dalam jangka panjang
  7. Bayi yang mengonsumsi susu berkadar Thiamin rendah atau sedikit
  8. Mengalami muntah dan mual-mual ketika masa hamil

Faktor-faktor di atas dalam banyak kasus dapat menjadi faktor penyebab seseorang mengidap penyakit beri beri basah. Selain yang sudah disebutkan, faktor kelainan genetik juga dapat menyebabkan seseorang mengalami atau mengidap penyakit beri beri basah, namun kasus ini sangat jarang terjadi.

Gejala penyakit beri beri basah

Sebelumnya sudah dijelaskan mengenai faktor-faktor apa saja yang menyebabkan seseorang terkena penyakit beri beri basah. Nah, pada penjelasan kali ini akan dijelaskan mengenai gejala beri beri basah, yaitu di antaranya sebagai berikut,

  • Sering merasa ngos-ngosan dan mengalami napas pendek-pendek ketika melakukan aktivitas tertentu, baik itu aktivitas ringan maupun berat
  • Mengalami kesulitan bernafas ketika tidur
  • Detak jantung meningkat atau lebih cepat dari keadaan normal
  • Tungkai bawah kaki mengalami pembengkakan yang cukup serius

Kekurangan vitamin B1 atau defisiensi thiamin yang menjadi penyebab utama penyakit beri beri basah pada kasus-kasus tertentu seringkali juga disamakan dengan sindrom Wernicke – Korsakoff, yaitu sindrom yang menyebabkan kerusakan otak. Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh sindrom ini antara lain yaitu sebagai berikut.

  • Sering mengalami linglung
  • menurunnnya kemampuan mengingat memori baru
  • Sering mengalami halusinasi
  • Otot mengalami penurunan koordinasi secara drastis
  • Sering mengalami gangguan penglihatan

Diagnosis penyakit beri beri basah

Penyakit beri beri, baik itu beri beri basah maupun beri beri kering dapat dilakukan dengan melalui beberapa cara, yaitu di antaranya adalah:

  • Pemeriksaan Fisik. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap denyut jantung, memeriksa tanda-tanda pembengkakan pada kaki dan tangan, dan kemampuan bernapas.
  • Cek Darah. Cek darah dilakukan untuk mengetahui kondisi kadar thiamin dalam darah, asam piruvat, laktat, alpha ketoglutarate, dan glikosilat apakah dalam kadar yang mencukupi atau kurang.
  • Tes Urine. Sama halnya dengan cek darah, tes urine dilakukan untuk mengetahui apakah kadar thiamin mencukupi atau kurang.
  • Tes Neurologi. Tes neurologi dilakukan dengan cara memeriksa kemampuan berjalan, otak, mata, refleks, dan koordinasi tubuh
  • Melalui serangkaian tindakan pemeriksaan seperti MRI, CT Scan, EEG, dan Ekokardiogram. Serangkaian pemeriksaan dilakukan untuk memeriksa kondisi organ bagian dalam tubuh.

Melalui lima diagnosis di atas, seseorang akan ditentukan mengidap penyakit beri beri basah jika hasil akhirnya menunjukkan ciri-ciri yang mengarah pada penyakit tersebut, yaitu kadar vitamin B1 yang sedikit, menunjukkan ciri-ciri fisik seperti pembengkakan pada kaki atau tangan, dan detak jantung yang cepat.

Cara mengobati penyakit beri beri basah

Cara mengobati penyakit beri beri basah dapat dilakukan dengan beberapa cara, baik itu dengan cara-cara alami maupun dengan menggunakan cara praktis, yaitu konsumsi obat atau vitamin yang diberikan oleh dokter. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah cara-caranya.

  • Makanan

Cara mengobati penyakit beri beri basah dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan-makanan tertentu yang mengandung vitamin B1, di antaranya yaitu sayur-sayuran seperti bayam, asparagus, brokoli, wortel, terong, paprika, dan sayuran mengandung B1 berkadar tinggi lainnya. Selain itu, makanan untuk penderita beri beri basah juga dapat berasal dari buah-buahan, yaitu buah anggur, nanas, semangka, dan jeruk. Tidak hanya buah-buahan dan sayuran, penderita penyakit beri beri basah juga disarankan mengonsumsi telur, daging tanpa lemak, ikan, gandum, dan sereal

  • Obat Herbal

Cara mengobati penyakit beri beri basah dapat menggunakan obat herbal yang sudah terbukti ampuh. Obat herbal beri beri basah yang ampuh menyembuhkan yang berasal dari bahan-bahan alami yang dapat diperoleh di sekitar kita dengan mudah. Obat-obatan herbal tersebut di antaranya yaitu:

  1. Campuran minyak kesambi dan beras merah
  2. Campuran daun sirih dan lempuyang
  3. Campuran kulit labu dan akar bunga matahari
  4. Daun singkong
  5. Campuran ketumbar, pangi, dan kunyit
  6. Akar tanaman jati
  7. Campuran buah nanas dan mengkudu
  8. Campuran daun tanaman dewa dan sembung
  9. Kacang hijau

Sembilan cara yang disebutkan di atas adalan cara-cara alami atau herbal yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Selain menggunakan cara-cara herbal dan mengonsumsi makanan-makanan tertentu yang kaya akan vitamin B1, cara mengobati beri beri basah juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi vitamin atau suplemen yang diperoleh berdasarkan dari resep dokter.

Cara mencegah penyakit beri beri basah

Sebelum terlanjur mengidap penyakit beri beri basah, ada baiknya kita dapat menghindari teridap penyakit ini. Ada beberapa cara mencegah penyakit beri beri basah, di antaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Banyak mengonsumsi ikan dan daging rendah lemak
  2. Selain daging dan ikan rendah lemak, perbanyak konsumsi kacang-kacangan
  3. Cukupi asupan susu dan gandum
  4. Jangan memasak sayuran yang mengandung vitamin B1 terlalu lama atau terlalu matang
  5. Jangan mengonsumsi makanan yang mengandung anti-thiamin
  6. Kurangi konsumsi minuman keras atau alkohol

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai penyebab, gejala, diagnosis dan cara mengobati penyakit beri beri basah serta cara pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit beri beri basah. Cara terbaik yang bisa dilakukan agar terbebas dari risiko terkena penyakit beri beri, terutama beri beri basah yaitu dengan mengonsumsi makanan yang mengandung B1 secara cukup sesuai kebutuhan tubuh. Jika cara pencegahan dilakukan, maka tidak perlu lagi kerepotan mencari cara mengobati penyakit beri beri basah yang justru jauh lebih sulit.