Copper Sulfate – Obat Apa – Fungsi – Dosis – Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Obat Apa?

Copper sulfate atau juga dikenal sebagai cupric sulfate merupakan senyawa kimia anorganik yang terdiri dari unsur tembaga atau copper (simbol unsur: Cu), sulfur atau belerang (simbol unsur: S) dan unsur oksigen atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai zat asam (simbol unsur: O). Rumus kimia dari copper sulfate adalah CuSO4. Senyawa kimia anorganik sendiri merupakan senyawa kimia yang sebagian besar tidak mengandung karbon dan tidak terdapat atau dihasilkan oleh makhluk hidup. Obat ini tergolong dalam kelas antidot atau penawar. Antidot merupakan senyawa kimia yang berguna dalam menetralkan atau mengobati keracunan.

Copper sulfate memiliki beragam kegunaan selain sebagai obat antidot. Beragam kegunaan dari copper sulfate antara lain adalah untuk mengobati kekuran nutrisi dalam tubuh dan juga untuk mengobati kekurangan tembaga. Pada bagian – bagian selanjutnya akan dijelaskan mengenai fungsi, dosis dan efek samping dari obat tersebut.

Fungsi

  • Sebagai Antidot

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, copper sulfate dapat digunakan sebagai antidot. Obat ini dapat digunakan sebagai penawar keracunan fosfor. Keracunan fosfor biasanya terjadi pada daerah luar tubuh yaitu kulit. Copper sulfate biasanya digunakan dalam mengatasi keracunan akibat fosfor tersebut.

  • Sebagai agen anti jamur

Jamur atau fungi dapat hidup maupun mengakibatkan infeksi pada permukaan kulit. Infeksi jamur pada manusia maupun hewan dikenal dalam dunia medis sebagai mikosis. Terdapat beberapa jenis infeksi jamur seperti mikosis superfisial, mikosis kutaneus, mikosis subkutaneus dan mikosis yang disebabkan oleh patogen. Mikosis superfisial, kunateus dan subkutaneus merupakan jenis infeksi jamur pada kulit, yang membedakan ketiga jenis mikosis tersebut adalah tingkat kedalaman infeksi jamur pada lapisan kulit.

Pada mikosis superfisial, infeksi jamur menyerang lapisan paling luar dari kulit dan juga dapat menyerang lapisan paling luar dari rambut. Untuk mikosis kutaneus, infeksi jamur terjadi lebih dalam pada lapisan epidermis kulit. Sementara untuk mikosis subkutaneus, infeksi jamur terjadi pada lapisan lapisan dermis kulit, jaringan subkutaneus dan otot. Obat copper sulfate ini dapat dimanfaatkan sebagai agen anti jamur secara topikal (pemakaian luar tubuh/pada kulit) untuk mikosis superfisial, karena infeksi jamur masih terdapat pada bagian paling luar dari kulit.

  • Mengatasi defisiensi/kekurangan tembaga dalam tubuh

Tubuh manusia memerlukan berbagai jenis logam bagi metabolisme serta perkembangan sel dan jaringan yang terdapat dalam tubuh. Salah satu contoh yang sangat sederhana dari kebutuhan akan unsur logam pada tubuh manusia adalah dibutuhkannya zat besi atau Ferrum (Fe) bagi pembentukan sel darah. Demikian juga halnya dengan tembaga, unsur logam ini diperlukan dalam berbagai aktivitas metabolisme dalam tubuh.

Tembaga merupakan salah satu unsur logam yang penting dalam tubuh manusia yang terdapat dalam kandungan yang sangat rendah. Kandungan tembaga dalam tubuh manusia berkisar 50 hingga 120 mg. Walaupun terkandung dalam jumlah yang sangat sedikit, kehadiran tembaga dalam proporsi yang tepat dalam tubuh memegang peranan yang vital bagi kesehatan tubuh manusia. Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa tembaga bersama beberapa unsur mineral dan logam lainnya seperti zinc (seng), kalsium and zat besi penting bagi kesehatan tubuh yang optimal. Kandungan tembaga pada tubuh manusia berkisar 2 mg per kilogram berat badan. Tembaga dapat ditemukan hampir di setiap bagian tubuh, namun konsentrasi tembaga paling tinggi terdapat pada beberapa organ yang memiliki aktivitas metabolisme yang tinggi seperti otak, jantung dan hati.

Tembaga menyediakan ion bagi protein dalam jumlah yang sangat besar, terutama pada enzim. Ion tembaga berperan sebagai kofaktor yang sangat penting pada enzim. Enzim sendiri merupakan katalis (yang mempercepat) aktivitas biologis yang berkaitan dengan reaksi kimia, contohnya adalah metabolisme. Sementara itu, kofaktor adalah senyawa kimia non-protein atau ion logam yang dibutuhkan dalam aktivitas enzim. Kofaktor dapat membantu perubahan biomolekul daripada enzim. Oleh karena itu, tembaga sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme dan dapat menjaga kesehatan tubuh tetap optimal. Menurut WHO (World Health Organization), setidaknya diperlukan konsumsi 1 hingga 3 mg tembaga per hari untuk mencegah terjadinya kekurangan tembaga maupun gangguan yang disebabkan oleh kekurangan tersebut.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hampir seluruh sel yang terdapat dalam tubuh manusia menggunakan tembaga, bersama dengan seng dan zat besi, ketiga mineral logam tersebut sangat penting bagi kesehatan tubuh. Tembaga sangat penting bagi kesehatan tubuh mulai dari perkembangan janin hingga mencapai usia dewasa. Tembaga memiliki peranan penting dalam aktivitas beberapa organ dan sistem biologis yang terdapat dalam tubuh. Di bawah ini akan dijelaskan berbagai peranan tembaga dalam beberapa organ dan sistem biologis pada tubuh manusia.

1. Hati

Tembaga akan diserap oleh usus halus dan disakurkan ke aliran darah begitu makanan yang mengandung tembaga tersebut dicerna. Pada aliran darah, tembaga akan berikatan dengan protein yang berperan sebagai pengangkut, yang mana protein tersebut membawa darah ke hati. Begitu tembaga sampai di organ hati, tembaga dapat disimpan dalam hati ataupun didistribusikan ke bagian tubuh lainnya melalui protein pengangkut maupun dikeluarkan ke empedu. Tembaga memainkan peranan penting dalam mengkonversi zat besi menjadi bentuk zat besi yang dapat digunakan yaitu besi (III)(ferric) serta membantu penyebaran zat besi di seluruh tubuh. Kekurangan tembaga dapat menyebabkan anemia dan kelebihan jaringan zat besi.

2. Otak dan sistem saraf

Tembaga sangat penting bagi perkembangan otak dan sistem saraf secara normal. Tembaga berperan dalam produksi dan pemeliharaan myelin (zat berlemak berwarna putih yang menyeliputi serabut sel saraf), myelin dapat memastikan transmisi impuls saraf yang baik. Tembaga juga terlibat dalam proses pembuatan neurotransmitter (zat kimia yang berperan dalam komunikasi antar sel saraf). Kekurangan zat tembaga dapat berujung pada pemerosotan fungsi sistem saraf.

3. Sel

Perlu diketahui, aktivitas penggunaan energi pada tingkat sel menggunakan senyawa kimia adhenosin triphosphate (ATP). Pelepasan energi pada tingkat sel berlangsung pada organel sel yang disebut dengan nama mitokondria. Proses pelepasan energi ini melibatkan enzim yang mengandung tembaga, dapat dibayangkan bagaimana aktivitas sel sangat terganggu bila terjadi kekurangan tembaga. Salah satu fungsi penting dari tembaga lainnya adalah sebagai penetral radikal bebas yang dapat mengoksidasi dan menghancurkan sel yang sehat. Kekurangan zat tembaga dapat berujung pada terjadinya kanker dan penyakit jantung.

4. Jantung

Tembaga sangat penting dalam proses pembuatan kolagen. Kolagen sendiri merupakan merupakan struktur protein utama pada bagian ekstraseluler (luar sel) pada beberapa jaringan ikat. Kolagen tersebut berperan sebagai penyangga utama dan jaringan pengikat. Selain itu, tembaga juga diperlukan pada bentuk dan fungsi otot yang sehat, sehingga baik untuk otot jantung. Kekurangan tembaga dapat berujung pada gagal jantung.

5. Pembuluh darah

Tembaga berperan sebagai kofaktor untuk enzim yang terkait dengan proses koagulasi (pembekuan darah). Tidak hanya itu, tembaga juga berperan dalam menghasilkan jaringan ikat yang baik yang mana berperan sebagai penopang dan pelindung pembuluh darah. Tembaga menjaga elastisitas dari jaringan pengikat tersebut tetap terjaga, terutama pada aorta (pembuluh arteri terbesar) dan pembuluh – pembuluh arteri kecil. Kekurangan tembaga dapat berujung pada permasalahan sirkulasi darah dan tekanan darah rendah.

6. Tulang

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tembaga memegang peranan penting dalam proses pembuatan kolagen. Kolagen sendiri merupakan salah satu struktur utama daripada tulang. Hubungan ikatan kolagen mempengaruhi kekuatan tulang, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan asupan tembaga yang cukup, kekuatan tulang dapat terjaga dengan baik.

7. Sistem Imun

Untuk menjaga jumlah normal sel darah putih yang sehat, tembaga sangat dibutuhkan. Sel darah putih sendiri merupakan sel fagosit, yaitu sel yang mampu menelan dan menghancurkan mikroorganisme asing seperti bakteri. Oleh karena itu, kekurangan tembaga dapat berujung pada penurunan kinerja sistem imun dan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit infeksi seperti pneumonia.

Dosis

Penggunaan obat ini perlu konsultasi dengan dokter dan diharapkan tidak menggunakannya tanpa sepengetahuan pihak medis terkait, karena kandungan tembaga yang berlebih pada tubuh dapat berakibat fatal. Berikut dipaparkan dosis penggunaan dari obat copper sulfate ini yang dilansir dari MIMS (Monthly Index of Medical Specialities):

  • Dewasa
  1. Untuk penderita kekurangan nutrisi, dosis yang diberikan sebanyak 0,5 hingga secara intravena atau infus. Dosis melalui mulut (dimakan) sebanyak 900 mcg (mikrogram) per hari.
  2. Untuk penderita kekurangan tembaga, dosis yang diberikan sebanyak 3 mg per hari secara intravena atau infus.
  • Anak – anak
  1. Untuk penderita kekurangan nutrisi, dosis yang diberikan sebanyak 20 mcg/ hari per kilogram berat badan, secara intravena atau infus.
  2. Untuk dosis yang diberikan melalui mulut kepada penderita kekurangan nutrisi, usia 6 bulan sebesar 200 mcg per hari, usia 7-12 bulan sebesar 220 mcg/hari, usia 1-3 tahun sebesar 340 mcg per hari, usia 4-8 tahun sebesar 440 mcg per hari dan usia 9-13 tahun sebesar 700 mcg per hari.
  3. Untuk penderita kekurangan tembaga dosis yang diberikan sebesar 20 hingga 30 mcg per kilogram berat badan per hari secara intravena atau infus.

Efek Samping

Obat copper sulfate memiliki beberapa efek samping, salah satu yang cukup berbahaya adalah keracunan tembaga bila kadar tembaga yang terdapat pada tubuh berlebihan. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini. Berikut beberapa efek samping obat tersebut.

  1. Sakit perut
  2. Kram perut
  3. Diare
  4. Mual dan muntah
  5. Indra pengecap terasa metalik atau logam

Demikian telah dijelaskan mengenai obat copper sulfate, diharapkan pengetahuan mengenai obat tersebut bermanfaat bagi Anda.

fbWhatsappTwitterLinkedIn