Colecalciferol – Obat Apa – Cara Penggunaan – Dosis – Kegunaan – Efek Samping

935

Obat Apa

Obat Colecalciferol sering juga dikenal sebagai vitamin D3. Vitamin D3 sendiri merupakan salah satu jenis vitamin D yang dibuat pada kulit dan dapat juga ditemukan pada beberapa jenis makanan. Obat Colecalciferol digunakan sebagai suplemen makanan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin D3. Obat Colecalciferol ini digunakan untuk pengobatan dan pencegahan kekurangan vitamin D dan juga beberapa penyakit yang terkait dengan kekurangan vitamin D. Vitamin D3 yang dibuat di kulit secara alami dibantu oleh paparan sinar ultraviolet yang juga dapat ditemukan pada sinar matahari. Colecalciferol kemudian diubah menjadi bentuk senyawa calcifediol oleh hati dan juga menjadi calcitriol oleh ginjal. Salah satu fungsi dari Colecalciferol adalah meningkatkan daya serap kalsium oleh usus. Vitamin D3 dapat ditemui pada jenis makanan seperti keju, ikan dan telur.

Pada bagian berikutnya akan dijelaskan mengenai cara penggunaan, dosis, kegunaan dan efek samping dari obat Colecalciferol ini.

Cara Penggunaan

Obat Colecalciferol pada umumnya berupa kapsul, tablet atau larutan oral. Oleh karena itu, cara penggunaan obat Colecalciferol ini adalah dengan cara oral atau melalui mulut atau ditelan.

Dosis

Pada bagian ini dijelaskan mengenai dosis pemakaian obat Colecalciferol. Walaupun merupakan bentuk vitamin D, penggunaan obat ini perlu konsultasi dengan dokter atau tenaga medis profesional lainnya, hal ini dikarenakan penggunaan obat Colecalciferol yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti lemas, muntah dan konstipasi atau sembelit. Selain itu, dengan konsultasi dengan dokter atau tenaga medis profeseional terkait, Anda dapat memperoleh dosis yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Dosis yang disajikan disini disadur dari www.drugs.com dan

  • Dewasa:
  1. Untuk memenuhi ketidakcukupan vitamin D, dosis oral yang diberikan sebanyak 600 hingga 2000 international unit (IU) atau satuan internasional (merupakan satuan pengukuran untuk jumlah senyawa berdasarkan aktivitas biologisnya), dosis ini diberikan sekali sehari. Maksimum dosis yang dapat diberikan mencapai 4000 IU per hari.
  2. Untuk penderita kekurangan vitamin D, dosis oral awal yang diberikan sebanyak 50000 IU sekali seminggu selama 8 minggu atau 6000 IU sekali sehari selama 8 minggu. Dosis perawatan yang diberikan sebanyak 1500 hingga 2000 IU sekali sehari secara oral. Dosis maksimum yang dapat diberikan mencapai 10000 IU per hari. Penggunaan obat ini untuk kondisi kekurangan vitamin D diharapkan dapat membuat level darah di atas 30 nanogram/mL dari 25 (OH)D (pengukuran kadar vitamin D dalam tubuh).
  3. Untuk mencegah terjadinya jatuh, dosis oral yang diberikan sebanyak 800 IU sekali sehari. Dosis Colecalciferol sebanyak 1500 hingga 2000 IU sekali sehari kemungkinan dibutuhkan untuk mencapai level darah di atas 30 nanogram/mL dari 25 (OH)D.
  • Anak-anak:
  1. Untuk memenuhi ketidakcukupan vitamin D, dosis oral yang diberikan untuk usia 0-12 bulan sebanyak 400 IU sekali sehari. Dosis oral yang diberikan untuk usia 1-18 tahun sebanyak 600 IU sekali sehari. Dosis maksimum untuk usia 0-6 bulan sebanyak 1000 IU per hari. Dosis maksimum untuk usia 7 bulan hingga 1 tahun sebanyak 1500 IU per hari. Dosis maksimum untuk usia 1-3 tahun sebanyak 2500 IU per hari. Dosis maksimum untuk usia 4-8 tahun sebanyak 3000 IU per hari. Dosis maksimum untuk usia 9 tahun ke atas sebanyak 4000 IU per hari.
  2. Untuk penderita kekurangan vitamin D, dosis oral yang diberikan untuk usia 0-1 tahun sebanyak 2000 IU, sekali sehari selama 6 minggu. Atau dosis juga dapat diberikan sebanyak 50000 IU sekali seminggu selama 6 minggu. Dosis perawatan untuk usia 0-1 tahun sebanyak 400 hingga 1000 IU per hari. Dosis maksimum yang diberikan sebanyak 2000 IU per hari. Pemberian obat ini diharapkan mencapai level darah di atas 30 nanogram/mL dari 25 (OH)D.
  3. Untuk penderita kekurangan vitamin D usia 1 hingga 18 tahun, dosis oral yang diberikan sebanyak 2000 IU sekali sehari selamam paling tidak 6 minggu. Atau dosis tersebut juga dapat diberikan sebanyak 50000 IU sekali seminggu, selama paling tidak 6 minggu. Dosis perawatan yang diberikan sebanyak 600 hingga 1000 IU per hari. Dosis maksimum yang diberikan sebanyak 4000 IU per hari. Pemberian obat ini diharapkan mencapai level darah di atas 30 nanogram/mL dari 25 (OH)D.
  • Lansia:
  1. Untuk pencegahan patah tulang dengan lansia berusia di atas 70 tahun, dosis oral yang diberikan sebanyak 800 hingga 2000 IU sekali sehari.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait pemakaian obat Colecalciferol antara lain:

  1. Obat ini tidak boleh digunakan oleh penderita dengan kerusakan ginjal parah.
  2. Dosis untuk ibu hamil atau menyusui disesuaikan menjadi 600 hingga 2000 IU sekali sehari, dosis maksimum yang dapat diberikan sebanyak 4000 IU per hari. Untuk mencapai level darah di atas 30 nanogram/mL dari 25 (OH)D, kemungkinan perlu diberikan obat Colecalciferol sebanyak 1500 hingga 2000 IU sekali sehari.
  3. Penyesuaian dosis untuk penderita kekurangan vitamin D dengan kondisi kesehatan seperti sindrom malabsorpsi (gangguan penyerapan nutrisi), obesitas atau sedang menjalani pengobatan yang mempengaruhi penyerapan vitamin D, dosis yang diberikan sebanyak 6000 hingga 10000 IU sekali sehari, hingga level darah di atas 30 nanogram/mL dari 25 (OH)D. Dosis perawatan yang diberikan 1500 hingga 2000 IU sekali sehari.
  4. Penderita yang sedang menggunakan obat-obatan seperti antifungal (anti jamur) seperti ketoconazole, glukokortikoid, antikonvulsan atau obat-obatan untuk penyakit AIDS, membutuhkan 2 hingga 3 kali jumlah vitamin D yang dibutuhkan.

Kegunaan

Telah disebutkan pada paragraf-paragraf sebelumnya bahwa obat Colecalciferol merupakan vitamin D3 yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan vitamin D oleh tubuh. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai kegunaan obat tersebut beserta penyakit yang terkait dengan kekurangan vitamin D.

  • Mengobati kekurangan vitamin D

Vitamin D merupakan salah satu jenis vitamin yang diperlukan oleh tubuh yang bertanggung jawab dalam proses penyerapan beberapa mineral seperti fosfat (fosfor), magnesium dan kalsium. Tidak hanya itu, vitamin D juga berperan dalam beberapa aktivitas biologis tubuh manusia. Vitamin D termasuk vitamin yang dapat larut dalam lemak. Kekurangan vitamin D dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya permukaan tubuh terpapar oleh sinar matahari khususnya sinar ultraviolet B dan bisa juga karena kekurangan asupan makanan yang mengandung vitamin D, serta kondisi metabolisme tubuh yang mengakibatkan vitamin D tidak dapat terserap atau termetabolisme dengan baik di dalam tubuh. Beberapa jenis penyakit yang terkait dengan kekurangan vitamin D antara lain:

  1. Osteoporosis, merupakan kondisi kesehatan berupa berkurangnya kepadatan mineral tulang sehingga menyebabkan peningkatan kerapuhan tulang.
  2. Rakitis, merupakan penyakit yang umumnya diderita oleh anak-anak, yang mana bagian tulang yang panjang mengalami kelainan bentuk dan pertumbuhan yang terhambat.
  3. Osteomalasia, merupakan gangguan kesehatan tulang berupa penipisan tulang yang disertai dengan lemah otot, penyakit ini terjadi pada orang dewasa.
  4. Periodontitis. peradangan pada gusi yang dapat berujung pada tanggalnya gigi.
  5. Depresi dan beberapa gangguan kesehatan lainnya seperti kepala terasa ringan, otot berkedut, lemah otot dan otot terasa sakit.

Obat Colecalciferol dapat mengatasi kekurangan vitamin D dengan menyediakan asupan vitamin D yang diperlukan dan juga ikut membantu mengurangi risiko terjadinya beberapa penyakit yang terkait dengan kekurangan vitamin D.

  • Mencegah terjadinya jatuh

Mungkin terdengar aneh, bahwa obat Colecalciferol dapat mencegah terjadinya jatuh. Jatuh yang dimaksud disini adalah gangguan kesehatan secara fisik sehingga mengakibatkan penurunan kemampuan bergerak maupun keseimbangan. Seperti yang diketahui, kemampuan bergerak serta keseimbangan pada tubuh dipengaruhi oleh kekuatan otot dan tulang. Beberapa akibat yang dapat terjadi bila tubuh kekurangan vitamin D adalah lemahnya otot serta tulang menjadi rapuh. Tidak hanya itu, kepala juga terasa ringan yang dapat berakibat pada kurangnya konsentrasi dalam menjaga pergerakan dan keseimbangan tubuh. Hal – hal tersebut dapat mengakibatkan seseorang terjatuh. Oleh karena itu, dengan menjaga asupan vitamin D yang cukup, Anda bisa mencegah terjadinya peristiwa jatuh yang dapat berakibat pada cedera maupun luka pada anggota tubuh Anda.

Efek Samping

Beberapa efek samping yang mungkin timbul akibat pemakaian obat Colecalciferol ini antara lain adalah:

  1. Susah bernapas
  2. Perubahan ritme jantung seperti detak jantung yang cepat atau tidak beraturan
  3. Reaksi alergi seperti gatal-gatal atau ruam
  4. Pusing yang parah
  5. Pembengkakan pada lidah, tenggorokan atau wajah
  6. Sakit kepala
  7. Muntah
  8. Kelelahan
  9. Mulut kering atau xerostomia
  10. Lemas

Demikianlah penjelasan mengenai obat Colecalciferol beserta dengan cara penggunaan, dosis, kegunaan dan efek sampingnya. Semoga penjelasan tersebut menambah wawasan dan juga bermanfaat bagi Anda.