Cicletanine – Obat Apa – Kegunaan – Cara Penggunaan – Dosis dan Efek Samping

140

Apakah Anda termasuk penderita hipertensi? Hipertensi adalah salah satu penyakit yang banyak menyerang orang-orang di sekitar kita. Bagi Anda yang menderita hipertensi, mungkin sudah tidak asing dengan obat bernama cicletanine. Cicletanine sendiri adalah obat furopyridine yang termasuk obat-obatan diuretic. Obat ini termasuk efektif untuk mengatasi hipertensi yang sensitif terhadap garam.

Obat yang dikonsumsi secara oral ini diproduksi oleh Ipsen dan biasa dijual di bawah merek Tenstaten. Obat ini bisa menghalangi protein kinase. Apakah Anda semakin penasaran dengan obat cicletanine? Di artikel kali ini akan dibahas lengkap mengenai kegunaan, cara penggunaan, dosis hingga efek samping cicletanine. Simak terus, ya!

Kegunaan Cicletanine

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, cicletanine adalah obat yang berguna untuk mengatasi peyakit hipertensi. Obat ini bekerja dengan meningkatkan metabolisme dengan sifat diuretiknya untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui air kencing atau urin.

Obat cicletanine bisa bekerja demikian dengan menyerap elektrolit yang ada di tubulus ginjal. Penyerapan elektrolit tersebut akan meningkatkan sekresi ion natrium dan kloride. Akibatnya, produksi urin akan meningkat dan pasien yang mengkonsumsi cicletanine ini akan sering merasa ingin buang air kecil. Dengan demikian, cairan tubuh pasien akan berkurang dan tekanan darah pun akan berkurang.

Cara Penggunaan Cicletanine

Untuk menggunakan cicletanine, pastikan Anda mengikuti petunjuk penggunaan yang tersedia di kemasan obat atau brosur informasi yang disediakan oleh apotek. Jika ada informasi yang kurang jelas, jangan ragu untuk bertanya kepada apoteker atau dokter yang lebih berpengalaman.

Selain memperhatikan petunjuk penggunaan di kemasan atau brosur apotek, ada beberapa kondisi lainnya yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan cicletanine. Beberapa kondisi tersebut yaitu:

  • Jika Anda memiliki gangguan cairan tubuh atau elektrolit tubuh
  • Mengalami penyakit sirosis hati
  • Mengalami encok atau rasa sakit di pinggang
  • Merupakan penderita diabetes melitus atau diabetes tipe 2
  • Memiliki riwayat penyakit jantung
  • Mengalami gangguan ginjal dan hati

Selain itu, bagi ibu hamil dan menyusui sebaiknya juga berhati-hati saat akan menggunakan cicletanine. Memang belum ada informasi yang mencukupi mengenai keamanan obat cicletanine bagi ibu hamil dan menyusui. Namun, ada baiknya jika Anda mengkonsultasikan diri terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui resiko apa yang mungkin terjadi dari penggunaan cicletanine pada ibu hamil dan menyusui.

Dosis Cicletanine

Dosis penggunaan cicletanine harus mengikuti petunjuk penggunaan obat atau rekomendasi yang diberikan oleh dokter. Untuk mengetahuinya, Anda harus memeriksakan diri terlebih dahulu kepada dokter. Dokter mungkin akan menyesuaikan dosis penggunaan obat dengan kondisi tubuh Anda, kondisi hipertensi yang Anda alami, usia, atau riwayat penyakit lainnya yang Anda alami. Namun, berikut ini adalah dosis obat cicletanine yang biasa diberikan kepada penderita hipertensi:

  • Dosis obat cicletanine untuk orang dewasa

Jika Anda termasuk orang dewasa yang menderita hipertensi, Anda bisa menggunakan obat cicletanine dengan dosis 50 hingga 100 mg dalam sehari. Pastikan Anda tidak mengkonsumsi dari dosis obat yang dianjurkan.

  • Dosis obat cicletanine untuk anak-anak

Sementara itu, jika Anda termasuk pasien hipertensi kategori anak-anak atau orang yang berusia di bawah 18 tahun, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini dikarenakan belum ada ketentuan dosis obat yang direkomendasikan untuk pasien kategori anak-anak.

  • Dosis obat cicletanine untuk ibu hamil dan menyusui

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, obat cicletanine belum memiliki penelitian yang memadai untuk penggunaannya pada ibu hamil. Maka, dosis penggunaan obat ini pun harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang berpengalaman untuk mengetahui keamanannya.

Perlu dicatat bahwa dosis yang disebutkan di atas bukanlah pengganti rekomendasi medis. Artinya, jika Anda mendapatkan dosis yang berbeda dari dokter, maka dosis dari dokterlah yang lebih akurat untuk Anda. Dosis di atas hanyalah gambaran mengenai dosis penggunaan obat secara umum.

Efek Samping Cicletanine

Seperti obat-obatan kimiawi pada umumnya, cicletanine pun memiliki efek samping yang dapat dirasakan oleh pasien. Oleh karena itu, jika Anda lebih menginginkan pengobatan hipertensi minim efek samping, ada baiknya jika Anda mencoba pengobatan herbal atau alami. Misalnya, dengan mengatur pola makan dengan menu makanan penderita hipertensi, diet, gaya hidup dan lain sebagainya.

Akan tetapi, jika Anda tetap merasa ingin atau perlu menggunakan cicletanine alih-alih pengobatan alami, berikut ini adalah beberapa efek samping obat yang perlu Anda ketahui:

  • Ketidakseimbangan kadar elektrolit tubuh
  • Hiperglikemia, yaitu keadaan dimana kadar gula dalam darah lebih tinggi daripada kadar yang seharusnya
  • Encok, yaitu keadaan dimana terjadi penumpukan kristal asam urat di jaringan ikat atau ruang yang ada di antara dua tulang atau di dalam tulang.
  • Mulut terasa kering
  • Selalu merasa haus atau mengalami dehidrasi
  • Merasa lemah dan lesu
  • Rasa nyeri di otot-otot tubuh
  • Mengalami kram dan kejang
  • Hipotensi, yaitu keadaan dimana tekanan darah di pembuluh darah arteri lebih rendah daripada normal
  • Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, diare hingga sembelit
  • Anoreksia, yang ditandai dengan nafsu makan yang menghilang secara drastis atau gejala anoreksia lainnya
  • Sakit kepala
  • Mengalami reaksi hipersensitif atau alergi
  • Terjadi perubahan warna di mata dan kulit menjadi kekuningan
  • Menjadi lebih sensitif terhadap paparan cahaya matahari

Efek samping di atas bukanlah daftar efek samping yang pasti dialami oleh semua pasien yang menggunkaan cicletanine. Pada beberapa orang mungkin saja tidak mengalami efek samping apapun, atau sebaliknya, orang lainnya mungkin mengalami efek samping lainnya yang tidak disebutkan di daftar efek samping di atas.

Anda mungkin perlu untuk memeriksakan diri ke dokter jika terjadi efek samping yang mengkhawatirkan. Demikian pula jika efek samping tidak kunjung mereda meskipun penggunaan obat telah dihentikan, Anda pun sebaiknya segera mengkonsultasikannya dengan dokter.

Poin Penting Lainnya

Selain cara penggunaan, dosis dan efek samping yang perlu diperhatikan di atas, ada poin lainnya yang tidak kalah penting untuk juga diperhatikan dalam penggunaan obat cicletanine. Hal ini dikarenakan obat-obatan tertentu mungkin untuk bereaksi ketika berinteraksi dengan zat lain, baik pada obat-obatan lain, makanan, ataupun minuman. Bahkan, gaya hidup pun bisa berpengaruh pada reaksi obat pada tubuh pasien. Oleh karena itu, poin-poin berikut harus Anda perhatikan untuk juga didiskusikan dengan dokter sebelum penggunaan obat ini:

  • Interaksi obat

Ada beberapa obat-obatan yang bisa berinteraksi dengan obat lainnya, bahkan obat-obatan berupa suplemen atau vitamin. Oleh karena itu, pada beberapa kasus ada obat yang tidak boleh digunakan bersama dengan obat lainnya sama sekali. Dalam hal seperti ini, dokter mungkin akan mengubah dosis, mengatur jadwal konsumsi obat, atau mengganti obat dengan obat lainnya. Oleh karena itu, informasikan pada dokter Anda jika Anda sedang mengkonsumsi suplemen atau vitamin tertentu, atau sedang menjalani pengobatan untuk penyakit lainnya.

Selain itu, gaya hidup Anda pun perlu didiskusikan dengan dokter, terutama jika Anda termasuk perokok aktif atau memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol. Mengkonsumsi alkohol atau rokok bisa menyebabkan interaksi pada obat-obatan tertentu. Ada baiknya jika Anda menghentikan sama sekali konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok selama menjalani pengobatan untuk penyakit yang Anda derita karena adanya efek bahaya alkohol bagi kesehatan dan bahaya merokok bagi bagi kesehatan tubuh.

  • Kondisi kesehatan yang berpengaruh

Kondisi kesehatan lainnya yang sedang Anda alami juga bisa mempengaruhi penggunaan obat cicletanine. Oleh karena itu, Anda harus selalu menginformasikan pada dokter jika ada penyakit lainnya yang sedang Anda derita. Demikian pula jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu yang pernah Anda alami di masa lalu, Anda juga harus menginformasikannya pada dokter Anda.

  • Peringatan overdosis obat

Anda juga harus mewaspadai terjadinya overdosis akibat terlalu banyak mengkonsumsi obat. Anda harus mengkonsumsi obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter dengan jadwal-jadwal yang telah ditentukan. Jika Anda melupakan satu dosis, segera konsumsi obat begitu Anda ingat. Akan tetapi, jika Anda ingat di waktu yang mendekati jadwal dosis berikutnya, lewatkan saja dosis yang terlupa. Jangan sekalipun menggandakan dosis ketika Anda melewatkan jadwal mengkonsumsi obat.

Jika overdosis terlanjur terjadi, hubungi penyedia layanan gawat darurat atau segera kunjungi unit gawat darurat terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Sementara menunggu pertolongan, Anda bisa melakukan pertolongan pertama sendiri di rumah dengan melakukan cara menetralisir overdosis obat.

Demikian pembahasan lengkap mengenai obat apa cicletanine, mulai dari kegunaan, cara penggunaan, dosis hingga efek sampingnya. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!