Cefepime – Obat Apa – Cara Penggunaan – Dosis – Kegunaan – Efek Samping

535

Obat Apa ?

Cefepime merupakan salah satu dari jenis – jenis obat antibiotik yang termasuk dalam generasi keempat dari golongan obat cephalosporin. Golongan obat cephalosporin merupakan jenis obat yang tergolong dalam kelas antibiotik β-lactam, yang mana golongan senyawa obat ini didapatkan dari jamur Acremonium, jamur ini sebelumnya bernama Cephalosporium, dari nama sebelumnya itulah golongan antibiotik ini memperoleh namanya. Kelas antibiotik β-lactam atau beta-lactam sendiri merupakan kelas obat antibiotik yang mempunyai senyawa cincin beta-lactam pada kandungan obat tersebut.

Obat Cefepime merupakan antiobiotik yang khusus digunakan dalam mengatasi berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Obat ini memiliki kemampuan dalam melawan berbagai bakteri jenis gram positif dan gram negatif dengan cakupan yang cukup luas. Bakteri gram positif sendiri merupakan jenis bakteri yang menunjukkan hasil positif pada pengujian gram noda (pengujian yang dikembangkan oleh bakteriologis Hans Christian Gram), hasil positif tersebut berupa warna ungu yang ditampilkan oleh bakteri tersebut. Sedangkan, bakteri gram negatif adalah bakteri yang tidak menunjukkan warna ungu pada seaat pengujian tersebut, sehingga bisa dikatakan memiliki hasil yang negatif. Perbedaan mendasar dari kedua jenis bakteri ini adalah dinding selnya, beberapa obat – obatan bekerja dengan merusak dinding sel dari bakteri, sehingga sering ditemukan beberapa obat – obatan tertentu hanya efektif dalam melawan satu jenis bakteri gram positif atau negatif.

Obat Cefepime dikembangkan oleh perusahaan farmasi yang berasal dari Amerika yaitu Bristol-Myers Squibb. Obat ini digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri salah satunya adalah penyakit pneumonia. Lebih lanjut akan dijelaskan mengenai cara penggunaan, dosis, kegunaan dan efek samping dari antibiotik ini.

Cara Penggunaan

Obat antibiotik ini dapat digunakan dengan dua cara yaitu intramuscular injection (injeksi/suntik) dan intravena (infus). Injeksi intramuskular merupakan cara memasukkan obat ke dalam tubuh dengan menginjeksi/menyuntik cairan obat ke dalam otot tubuh. Sementara itu, metode intravena atau sering dikenal sebagai infus merupakan cara penggunaan obat dengan menyalurkan cairan obat langsung ke dalam pembuluh darah.

Dosis

Seperti yang sudah disebutkan di atas, penggunaan obat ini dilakukan dengan dua cara yaitu injeksi ke otot dan infus. Oleh karena itu, penggunaan obat ini perlu konsultasi dan pengawasan dari dokter. Berikut akan dipaparkan mengenai dosis penggunaan obat Cefepime ini yang dilansir dari www.medscape.com.

  • Dewasa:
  1. Untuk penderita penyakit pneumonia sedang hingga parah, dosis yang digunakan sebanyak 1-2 gram dengan cara intravena setiap 8 hingga 12 jam sehari, selama 7 sampai 10 hari, bila tidak disebabkan oleh Pseudomonas, bila disebabkan oleh Pseudomonas maka lama penggunaan obat bisa mencapai 21 hari.
  2. Untuk penderita febrile neutropenia, terapi empiris (terapi yang dilakukan berdasarkan pengalaman) pada penyakit ini menggunakan dosis sebanyak 2 gram secara intravena setiap 8 jam sehari, selama 7 hari atau sampai penyakit tersebut sembuh.
  3. Untuk penderita infeksi saluran kemih yang komplikasi dan tidak tergolong komplikasi, termasuk penyakit pielonefritis (infeksi pada organ ginjal), dosis yang digunakan sebanyak 0,5 hingga 1 gram, dapat dengan cara intravena maupun injeksi intramuskular setiap 12 jam sehari, selama 7 hingga 10 hari. Untuk penderita infeksi saluran kemih akut yang disebabkan oleh Klebsiella pneumonia atau Escherichia coli, dosis yang digunakan sebanyak 2 gram dengan cara intravena setiap 12 jam sehari, selama 10 hari.
  4. Untuk penderita infeksi kulit yang tidak tergolong komplikasi, dosis yang digunakan sebanyak 2 gram dengan cara intravena setiap 12 jam sehari, selama 10 hari.
  5. Untuk penderita infeksi intra abdomen (perut bagian dalam) yang tergolong komplikasi, dosis obat Cefepime ini dikombinasikan dengan penggunaan obat metronidazole. Dosis obat Cefepime yang digunakan sebanyak 2 gram dengan cara intravena setiap 12 jam sehari, selama 7 hingga 10 hari.
  • Anak – anak:
  1. Untuk anak – anak penderita febrile neutropenia, dosis terapi empiris obat Cefepime untuk pengobatan penyakit ini adalah 50 mg per kg berat badan untuk anak berusia lebih dari 2 bulan serta berat kurang dari 40 kg. Dosis tersebut diberikan secara intravena setiap 8 jam sehari, selama 7 hari atau hingga penyakit tersebut sembuh. Dosis yang digunakan untuk terapi empiris tersebut tidak boleh melebihi 2 gram setiap 8 jam sehari.
  2. Untuk penderita pneumonia mulai dari tingkat sedang hingga parah, dosis yang diberikan sebanyak 50 mg per kg berat badan, secara intravena setiap 12 jam sehari selama 10 hari. Dosis yang diberikan untuk pengobatan penyakit tersebut tidak boleh melebihi 2 gram setiap 12 jam sehari.
  3. Untuk penderita infeksi kulit yang tidak tergolong komplikasi, dosis yang diberikan sebanyak 50 mg per kg berat badan, secara intravena setiap 12 jam sehari. Dosis yang diberikan untuk pengobatan penyakit tersebut tidak boleh melebihi 2 gram setiap 12 jam sehari.
  4. Untuk pengobatan infeksi saluran kemih, baik yang tergolong komplikasi dan bukan komplikasi termasuk penyakit pielonefritis (infeksi pada organ ginjal), dosis yang diberikan sebanyak 50 mg per kg berat badan setiap 12 jam sehari, secara intravena selama 7 hingga 10 hari. Dosis yang diberikan untuk pengobatan penyakit tersebut tidak boleh melebihi 2 gram setiap 12 jam sehari.

Kegunaan

Kegunaan dari obat Cefepime seperti yang sudah disebutkan sebelumnya adalah mengobati penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri baik bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai kegunaan obat antibiotik tersebut dalam pengobatan beberapa penyakit.

  • Mengobati Pneumonia

Pneumonia merupakan jenis penyakit yang menyerang sistem pernapasan, lebih tepatnya yaitu organ paru-paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa dan beberapa jenis bakteri lainnya. Selain disebabkan oleh infeksi bakteri, pneumonia juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti parasit, jamur, virus dan penyebab non infeksi lainnya. Penyakit ini ditandai dengan gejala seperti sesak napas, susah bernapas, demam, sakit dada, batuk berdahak maupun batuk kering. Untuk pneumonia yang disebabkan oleh bakteri, dapat diobati dengan menggunakan obat Cefepime.

  • Mengobati Febrile Neutropenia

Febrile neutropenia atau demam neutropenia merupakan jenis penyakit demam yang terjadi pada penderita penyakit neutropenia. Neutropenia sendiri merupakan kondisi abnormal dimana neutrofil (salah satu jenis sel dara putih) memiliki konsentrasi yang rendah. Salah satu penyebab neutropenia adalah infeksi bakteri ataupun jamur. Gejala – gejala dari penyakit ini antara lain peradangan pada telinga, kulit bernanah, sakit pada gusi, rasa sakit saat menelan serta demam. Bila penyakit ini disebabkan olehh bakteri, maka obat Cefepime dapat digunakan dalam pengobatan penyakit ini.

  • Mengobati Infeksi Saluran Kemih

Infeksi pada saluran kemih biasanya disebabkan oleh bakteri, pada umumnya oleh bakteri Escherichia coli. Penyakit ini memiliki tanda – tanda seperti mual dan muntah, demam, rasa sakit di bagian atas tulang kemaluan, kencing bernanah dan kencing berdarah. Penyakit ini dapat diobati dengan menggunakan obat Cefepime, mengingat obat ini merupakan antibiotik untuk bakteri.

  • Mengobati Infeksi Kulit

Infeksi kulit merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi beberapa jenis mikroorganisme pada kulit, salah satunya adalah bakteri, selain bakteri infeksi pada kulit juga dapat disebabkan oleh infeksi virus, parasit dan jamur. Terdapat beberapa jenis infeksi kulit yaitu selulitis, bisul, kusta dan impetigo. Bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi pada kulit antara lain Streptococcus pyogenes, Staphylococcus aureus dan lain – lain. Gejala – gejala umum dari infeksi kulit antara lain rasa sakit pada kulit yang terinfeksi, ruam, kulit berwarna kemerahan, kulit bernanah, rasa gatal pada kulit dan lain – lain. Untuk infeksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri, dapat diobati dengan menggunakan obat antibiotik Cefepime ini.

  • Mengobati Infeksi Intra Abdomen

Infeksi pada intra abdomen (bagian dalam perut) merupakan beberapa jenis penyait yang berkaitan dengan infeksi pada rongga perut, seperti keracunan pada perut serta peritonitis (peradangan pada dinding dalam dari perut). Infeksi pada perut bagian dalam ini dapat disebabkan oleh bakteri maupun faktor penyebab lain seperti jamur maupun parasit. Untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri, obat Cefepime dapat digunakan untuk mengobati penyakit infeksi intra abdomen ini.

Efek Samping

Obat antibiotik Cefepime ini memiliki beberapa efek samping seperti berikut ini:

  1. Rasa sakit, pembengkakan dan kemerahan pada kulit bekas suntikan.
  2. Memar
  3. Kelelahan yang tidak biasanya
  4. Perubahan suasana hati
  5. Kejang
  6. Susah berbicara
  7. Hilangnya selera makan
  8. Sakit perut
  9. Mual dan muntah

Demikian ulasan mengenai obat Cefepime secara umum mengenai obat itu sendiri, cara penggunaan, dosis. kegunaan dan efek samping yang perlu Anda ketahui. Artikel ini sekedar menyediakan pengetahuan umum mengenai obat antibiotik tersebut, untuk penggunaannya Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terkait.