Home Obat A-ZObat C Captodiame – Obat Apa – Cara Penyimpanan – Dosis – Kegunaan

Captodiame – Obat Apa – Cara Penyimpanan – Dosis – Kegunaan

by sari

Dalam dunia medis ada berbagai macam obat yang digunakan sebagai terapi pengobatan. Seringkali obat-obatan tersebut kurang dikenal di pasaran, sehingga banyak orang awam yang kurang mengerti tentang manfaat dan kegunaannya. Tak terkecuali dengan obat captodiame. Tentu banyak orang yang asing mendengarkan nama obat tersebut. Karena tidak banyak orang mendapatkan pengobatan dengan obat jenis itu. Oleh sebab itu, untuk memberikan informasi yang cukup lengkap tentang efek, dosis dan kegunaan obat captodiame, berikut ini penjelasan lengkapnya. Sebaiknya simak apabila saat ini anda sedang berada dalam terapi obat tersebut.

Obat Apa

Captodiame merupakan salah satu bentuk obat-obatan yang tergolong pada obat antihistamin. Di pasaran obat ini dijual dan dikenal dengan berbagai merek dagang, antara lain yaitu Covatine, Covatix maupun Suvren. Obat ini umumnya digunakan sebagai salah satu cara mengatasi gangguan kecemasan berlebihan pada seseorang atau dengan kata lain digunakan sebagai obat penenang.

Captodiame bekerja dengan cara menekan susunan saraf otak dan menimbulkan sensasi relaksasi sehingga penderita kecemasan dapat berangsur-angsur mereda dan tenang. Obat ini merupakan turunan dari obat diphenhydramine dan saat ini banyak digunakan sebagai salah satu alternatif pengobatan pengganti benzodiazepine.

Penggunaan Obat

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu bahwa obat ini bekerja sebagai anti depresi pada gejala gegar otak dan mampu meningkatkan tingkat neurotropik otak yang berpusat pada hipotalamus dan cortex depan otak. Hal ini berkaitan erat dengan fungsi obat yang berfungsi meredakan stress yang umumnya dideteksi oleh hipotalamus di otak. Dengan cara kerja tersebut obat akan mengatur tingkah laku serta emosi pasien menjadi lebih stabil dari pada yang sebelumnya pada saat terjadi kecemasan atau stress.

Adapun untuk menggunakan obat ini dengan tepat, perhatikan beberapa hal berikut ini:

  1. Selalu gunakan obat ini atas petunjuk dokter. Jangan mengkonsumsi obat dengan takaran sendiri. Karena kebutuhan obat setiap orang akan berbeda satu dengan yang lain. Karena itu sebaiknya ikuti anjuran dan dosis yang diberikan dokter atau tanyakan pada apoteker jika merasa kurang jelas.
  2. Minum obat dengan menggunakan air putih. Jangan meminum obat menggunakan teh atau kopi yang mengandung kafein. Karena besar kemungkinan efek bahaya kafein bagi tubuh akan bereaksi yang kurang baik dengan obat tersebut.
  3. Hindari minuman beralkohol saat sedang mengkonsumsi obat. Karena bisa jadi alkohol akan bereaksi negatif terhadap efek obat dan kemudian memiliki reaksi yang berbeda pada tubuh.
  4. Hindari pula meminum obat dengan menggunakan susu. Umumnya susu akan menetralisir fungsi obat sehingga akan mengurangi efektifitas obat pada tujuan yang ingin dicapai dengan pengobatan tersebut.
  5. Perhatikan penggunaan obat ini pada ibu hamil dan menyusui. Tanyakan pada dokter apakah dapat dikonsumsi selama hamil ataupun menyusui. Supaya dapat menghindari efek negatif pada bayi maupun janin yang dikandung. Untuk lebih amannya, sebaiknya hindari pemakaian obat selama masa kehamilan maupun masa menyusui.
  6. Perhatikan apakah obat diminum sebelum atau sesudah makan. Karena bisa jadi menimbulkan reaksi pada asam lambung. Selalu konsumsi obat sesuai petunjuk supaya terhindar dari komplikasi atau efek samping obat.

Dosis Obat

Captodiame dikenal juga dengan Captodiamine atau Captodramine, memiliki rumus kimia C21H29NS2 dengan berat molekul 359,59 gr/mol. Obat ini umumnya tersedia dalam bentuk tablet dan diresepkan dengan dosis sebagai berikut:

  • Pada orang dewasa umumnya penggunaan obat sebanyak 3 kali sehari, masing-masing 1 tablet.
  • Pada anak-anak di atas 10 tahun umumnya penggunaan obat sebanyak 2 kali sehari, masing-masing 1 tablet.

Obat ini biasanya tersedia dalam dosis tablet 50 mg. Sebaiknya untuk dosis yang lebih tepat tanyakan pada dokter, karena penggunaan dan dosis dapat berbeda sesuai dengan kebutuhan pasien. Dosis yang tertera di atas hanya merupakan acuan umum dan belum tentu bekerja maksimal pada tingkat penyakit yang lebih parah.

Apabila dosis terlewat, maka sebaiknya segera minum obat bila memungkinkan. Namun apabila telah mendekati waktu minum berikutnya, jangan menggandakan obat. Jangan meminum obat dua kali dosis karena dapat menimbulkan efek samping berupa overdosis. Jika gejala overdosis terjadi sebaiknya segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Cara Penyimpanan Obat

Supaya komposisi obat tidak berubah, sebaiknya perhatikan beberapa hal di bawah ini dalam menyimpan obat yang baik dan benar:

  1. Selalu simpanlah obat pada suhu ruang yang cukup, tidak terlalu panas ataupun tidak terlalu dingin sehingga obat tidak berubah bentuk dan komposisinya.
  2. Jangan menyimpan obat di bawah sinar matahari, karena dapat menyebabkan obat meleleh dan berubah komposisi kimianya.
  3. Jangan menyimpan obat di kamar mandi, karena kondisi di kamar mandi yang umumnya lembab sehingga obat dapat mengandung jamur dan timbul bakteri secara tidak langsung.
  4. Jauhkan dari jangkauan anak-anak maupun hewan peliharaan untuk menghindari resiko atau kemungkinan obat dapat tertelan, karena jika demikian maka dapat membahayakan dan berdampak buruk pada anak-anak maupun pada hewan peliharaan.
  5. Selalu perhatikan masa kadaluarsa obat, segera buang obat dan jangan dipergunakan kembali apabila masa berlaku obat telah habis.
  6. Jangan membuang obat sembarangan, terutama di tempat-tempat umum, karena bisa jadi obat akan bereaksi dengan sampah yang lain dan menimbulkan kerusakan lingkungan.

Efek Samping

Sama halnya dengan berbagai pengobatan lainnya. Obat ini juga memiliki beberapa efek samping. Oleh sebab itu perhatikan jika setelah mengkonsumsi obat terdapat gejala atau tanda-tanda sebagai berikut:

  1. Muncul gejala reaksi ciri-ciri alergi seperti misalnya ruam kemerahan pada tubuh, bentol-bentol di sekujur badan, kemerahan dan rasa gatal, pembengkakan pada bagian wajah atau bibir bengkak tanpa sebab. Jika hal ini terjadi sebaiknya hentikan penggunaan obat dan konsultasikan obat pengganti untuk perawatan atau terapi penyakit yang sedang diderita.
  2. Terdapat kemungkinan efek samping berupa rasa mual dan ingin muntah setelah mengkonsumsi obat, karena bisa jadi asam lambung bekerja berlebih ketika perut tidak tahan terhadap reaksi obat.
  3. Penggunaan obat ini dapat menimbulkan kantuk pada penderita, karena kerja obat yang menekan susunan saraf otak untuk merasakan ketenangan dan relaksasi. Sehingga setelah mengkonsumsi obat biasanya penderita akan dipaksa untuk beristirahat secara tidak langsung, termasuk dengan jalan tertidur.
  4. Efek samping lainya dapat pula menyebabkan insomnia, namun hal ini jarang dilaporkan.
  5. Obat dapat bereaksi dengan obat-obatan lain seperti pada pengobatan penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Oleh sebab itu selalu konsultasikan pada dokter tentang terapi pengobatan yang sedang dijalani supaya tidak memiliki reaksi yang berlawanan antara obat yang satu dengan yang lain.

Demikian penjelasan lengkap tentang obat captodiame. Dengan penjelasan tersebut diharapkan banyak orang awam yang lebih mengerti dan jelas tentang fungsi serta cara penggunaan obat tersebut. Termasuk kemungkinan terjadinya efek samping yang tidak diinginkan. Sehingga pasien yang berada dalam pengobatan tersebut dapat menjalankan terapi pengobatan dengan bijak.

You may also like