Capecitabine – Obat Apa – Cara Pemakaian – Dosis – Efek Samping

813

Saat ini banyak sekali obat yang beredar di pasaran. Berbagai macam penyakit dan pengobatannya beredar luas di masyarakat tanpa diketahui dengan pasti efek samping dan kegunaannya. Hal ini terutama terjadi pada masyarakat awam yang tidak memiliki latar belakang medis. Sehingga jika mendapat suatu resep seringkali hanya menerima dan mengkonsumsi tanpa paham lebih jelas resiko serta manfaatnya. Termasuk saat diresepkan obat capecitabine. Tentu saja banyak yang kurang paham sebenarnya obat ini untuk apa dan bagaimana cara pakainya. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang obat capecitabine.

Obat Apa

Capecitabine merupakan salah satu obat yang berfungsi sebagai sarana efek samping kemoterapi pada penyakit kanker yang beraneka ragam. Dapat termasuk untuk kanker payudara, kanker lambung, kanker kulit serta segala jenis kanker yang diterapi menggunakan kemoterapi. Obat ini umumnya diresepkan pada para pasien rawat jalan dengan pengawasan ketat oleh tenaga medis yang bersangkutan. Umumnya sebelum melakukan pengobatan, pasien akan dicek kesiapannya termasuk melakukan pengecekan darah untuk melihat kondisi kesehatan pasien apakah cukup stabil menerima kemoterapi atau tidak.

Cara kerja obat yang terutama yaitu berfungsi untuk menghambat dan mematikan sel-sel kanker dalam tubuh. Tujuannya yaitu memutus pasokan nutrisi pada sel-sel kanker supaya mati dengan sendirinya. Sehingga sel-sel kanker dapat menghilang dan tergantikan dengan sel-sel tubuh yang baru dan yang lebih sehat. Selain itu terapi dengan obat ini diharapkan dapat mengecilkan tumor yang terbentuk dalam tubuh dan sekaligus mematikan pertumbuhan bahaya penyakit kista pada tubuh.

Cara Pemakaian

Seperti umumnya beberapa obat lainnya, obat ini memiliki cara pakai sebagai berikut:

  1. Obat ini umumnya akan diresepkan dalam bentuk tablet. Biasanya dalam pemberian obat kemotrerapi akan diresepkan juga obat anti mual sebagai efek samping obat tersebut.
  2. Minum obat sesuai dengan petunjuk dokter untuk meminimalkan efek yang tidak diinginkan. Mengingat obat ini tergolong obat-obatan yang keras.
  3. Minum obat dengan air putih dan jangan minum menggunakan minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi. Jangan pula meminum obat Bersama dengan susu karena dapat menetralkan efek obat pada penyakit.
  4. Sebaiknya minum obat setengah jam setelah makan karena obat ini akan bekerja maksimal di dalam lambung bersama-sama dengan makanan. Waktu yang paling baik untuk meminum obat ini yaitu setelah sarapan dan setelah makan malam.
  5. Apabila tablet dilarutkan dalam air sebaiknya larutkan obat bersama 200ml air putih hangat. Aduk obat hingga merata baru setelah itu minum obat hingga habis.
  6. Apabila terlewat satu dosis sebaiknya jangan menggandakan dosis karena efek sampingnya bisa berbahaya dan berat bagi tubuh. Apabila terjadi overdosis dan timbul gejala mual muntah yang tidak terkendali segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan cara menetralisir overdosis obat yang tepat dan fokus.
  7. Selalu simpan obat di tempat dengan suhu ruang yang cukup, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, sehingga komposisi obat tidak berubah. Yang terpenting jauhkan dari anak-anak supaya tidak tertelan.
  8. Jangan menghentikan obat atau menambah dosis tanpa sepengetahuan dokter. Karena hal tersebut bisa jadi tidak baik dampaknya.

Dosis Takaran Obat

Adapun obat ini tersedia dalam bentuk tablet sebesar 150mg dan 500mg. Dosis umum obat ini pada orang dewasa meliputi sebagai berikut:

  1. Obat umumnya diberikan selama beberapa sesi sesuai jumlah sesi kemoterapi. Biasanya satu sesi terdiri dari 21 hari dan diberikan bersamaan dengan obat kemoterapi yang lainnya.
  2. Dosis umumnya sebesar 1250mg diminum dua kali sehari selama dua minggu. Kemudian dilanjutkan selama seminggu istirahat. Baru setelah itu memulai sesi pengobatan baru kembali dan begitu terus selanjutnya sampai kanker dinyatakan sembuh atau hilang.
  3. Alternatif dosis lainnya yaitu diberikan sebesar 1000mg untuk pagi dan malam serta diberikan maksimal selama 2 minggu untuk kemudian diikuti periode istirahat selama seminggu.

Sedangkan dosis pada anak-anak sampai saat ini belum diketahui dengan jelas manfaatnya Karena penggunaan obat ini yang sangat terbatas pada anak-anak. Justru akan lebih baik lagi jika tidak diberikan pada anak-anak karena dapat timbul efek samping yang berbahaya.

Efek Samping

Sama halnya dengan seluruh jenis obat yang ada di pasaran. Obat ini tentunya juga memiliki beberapa efek samping radioterapi yang terkadang tidak terduga. Karena itu disarankan untuk memperhatikan hal-hal berikut ini sebagai kemungkinan efek samping dari obat capecitabine:

  1. Menyebabkan kondisi neutropenia. Yaitu kondisi dimana sel darah putih mengalami penurunan. Oleh sebab itu sebaiknya lakukan cara meningkatkan sel darah putih supaya tidak menurun akibat efek samping obat.
  2. Salah satu efek obat yaitu menyebabkan anemia. Oleh sebab itu usahakan untuk banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi sehingga pasokan sel darah merah pada tubuh tetap terjaga optimal. Jika perlu berikan infus darah untuk penderita yang kekurangan darah berat.
  3. Obat ini juga dapat mengakibatkan terjadinya pendarahan. Oleh karena obat bekerja mengurangi jumlah sel darah dalam tubuh. Oleh sebab itu perhatikan jika terjadi gejala pendarahan seperti pada gusi, mimisan ataupun bagian tubuh yang lainnya. Supaya dapat segera ditangani dan lebih efektif penyembuhannya.
  4. Obat ini akan menimbulkan rasa mual. Oleh sebab itu umumnya dokter akan meresepkan obat anti mual supaya rasa mual dapat lebih terkontrol. Apabila tetap terjadi muntah-muntah sebaiknya segera bawa ke rumah sakit dan tetap beri minum supaya tidak dehidrasi.
  5. Beberapa pengguna obat mengeluhkan terjadinya diare. Oleh sebab itu cukup aman jika meminum obat ini Bersama dengan obat sakit perut yang biasanya akan diberikan dokter untuk mencegah diare akibat efek samping kemoterapi. Pastikan untuk tetap minum air putih sebanyak mungkin sehingga terhindar dari resiko dehidrasi dan tubuh kekurangan oksigen.
  6. Obat ini juga dapat menyebabkan perut kembung sehingga terjadi konstipasi dan sakit di bagian perut. Sebaiknya jika mengkonsumsi obat ini jangan lupa untuk makan banyak buah dan sayur yang berserat sehingga pencernaan tubuh tetap lancar tanpa halangan.
  7. Umumnya efek samping yang lain yaitu menghilangkan selera makan para konsumen obat. Sehingga berat badan pasien umumnya menurun setelah kemoterapi.
  8. Efek samping lainnya yaitu dapat menyebabkan ciri-ciri alergi seperti ruam, gatal-gatal serta rasa terbakar pada kulit. Jika demikian sebaiknya minta dokter meresepkan obat anti alergi sehingga pengobatan dapat lebih maksimal.
  9. Obat ini dikategorikan berbahaya untuk dikonsumsi oleh wanita hamil dan menyusui. Karena itu sebaiknya hindari pemberian obat pada masa kehamilan dan menyusui.

Demikian penjelasan lengkap tentang obat capecitabine. Dengan memahami secara pasti manfaat dan kegunaannya diharapkan para penderita dapat menimbang-nimbang baik buruknya mengkonsumsi obat ini. Tidak ada salahnya untuk selalu menanyakan dengan jelas pada dokter tentang obat yang diresepkan. Supaya di kemudian hari tidak terjadi efek yang tidak diinginkan serta penyakit yang diderita dapat cepat pulih.