Amprenavir – Obat Apa – Cara Pakai – Dosis – Efek Samping

Apa itu Amprenavir?

Amprenavir merupakan sebuah obat yang digunakan untuk pengobatan infeksi virus HIV yang menyerang tubuh manusia. Amprenavir yang lebih dulu dikenal dengan Agenerase ini juga digunakan untuk terapi ART (antiretoviral) dalam pengobatan HIV.

HIV sendiri merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan merupakan jenis penyakit menular. HIV berbeda dengan AIDS dan tidak semua orang dengan penyakit HIV memiliki penyakit AIDS juga. Sampai dengan saat ini HIV belum ada obatnya. Namun dengan adanya jenis antiretoviral seperti Amprenavir dapat membantu seseorang yang memiliki penyakit HIV menjalani hidupnya dengan normal. Ada juga obat Abacavir untuk mengobati HIV AIDS.

Meski obat ini disebut-sebut sebagai salah satu dari bagian pengobatan HIV, tapi amprenavir sama sekali tidak mengurangi resiko penularan infeksi HIV. Penularan selalu dapat terjadi melalui hubungan seksual ataupun melalui darah. Jika diidentifikasi secara fisik, amprenavir adalah sebuah bahan obat yang berupa padatan putih berwarna krem dengan kelarutan sekitar 0,04 mg per mL dalam air pada suhu 25 derajat celcius.

Sebelumnya agenerase diproduksi oleh GKS (Glaxo Smith Kline) namun sudah tidak diproduksi lagi setelah tahun 2004 dan digantikan dengan fosamprenavir. Fosamprenavir ini sebenarnya hampir serupa dengan Amprenavir. Setiap 1 mL larutan Agenerase mengandung 15 mg amprenavir. Uniknya obat ini memiliki rasa yang berbeda-beda (Tidak hanya pahit) yaitu rasa anggur buatan, mentol, pappermint. Bukan hanya itu, setiap 1 mL lauratannya mengandung vitamin E.

Kontraindikasi AMPRENAVIR dan info yang harus Didiskusikan dengan Dokter

Kontraindikasi merupakan keadaan dimana seseorang tidak disarankan atau tidak dianjurkan untuk meminum sebuah obat. Setiap obat memiliki kontraindikasinya masing-masing. Kontraindikasi ini biasanya berhubungan dengan faktor kondisi kesehatan, faktor usia ataupun faktor riwayat penyakit yang diderita oleh pasien. Untuk obat ini sendiri di kontraindikasikan bagi pasien :

  • Wanita hamil karena dapat mempengaruhi janin. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang terbaik
  • Wanita menyusui juga dianjurkan untuk tidak mengonsumsi obat ini karena dikhawatirkan obat diereksikan di dalam susu manusia, sehingga jika bayi mengonsumsi ASI dikhawatirkan akan tertular atau alergi terhadap Amprenavir. Atau denga pilihan lain ibu berhenti menyusui ketika mengonsumsi Amprenavir.
  • anak-anak usia 4 tahun ke bawah
  • Gagal ginjal atau penyakit ginjal
  • Gagal Hati
  • Hipersenitivitas atau reaksi berlebihan yang dialami pasien. Reaksi ini tidak diinginkan karena bersifat merusak.
  • Memiliki riwayat alergi terhadap bahan obat ini atau bahan obat lain

Prosedur Pemakaian Amprenavir

Yang pertama kali harus diingat adalah bahwa obat ini merupakan golongan obat resep yang hanya boleh didapatkan dan dikonsumsi dengan resep atau anjuran dokter. Jadi pastikan bahwa pasien mendapatkan dosis dan obat yang telah dianjurkan, bukan sembarangan meminumnya tanpa berkonsultasi apapun dengan dokter yang menangani.

Bacalah informasi pemakaian yang tertera pada kemasan produk atau yang dokter tulisakan pada resep. Beberapa merek dagang memiliki aturan pemakaian masing-masing. Aturan pemakaian juga biasanya dikondisikan dengan masing-masing pribadi pasien. Kemudian carilah informasi atau tanyakan pada dokter mengenai obat-obatan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi paralel dengan obat ini.

Sebelum memutuskan untum mengonsumsi obat ini hendaknya konsultasikan beberapa hal ini dengan dokter yang menangani anda. Hal-hal tersebut diantaranya adalah riwayat penyakit yang pasien miliki, kondisi kesehatan pasien pada saat ini dan alergi terhadap kandungan obat yang mungkin dimiliki. Jika pasien memiliki rencana atau sedang menjalani program kehamilan maka hal tersebut juga wajib di konsultasikan dengan dokter. Semuanya dilakukan agar dokter dapat membuat resep atau anjuran yang terbaik sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Hal-hal umum yang harus diperhatikan diantaranya :

  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol disamping mengonsumsi obat ini
  • Salah satu efek obat ini adalah rasa kantuk, lebih baik tidak berkendara atau mengemudi setelah meminum obat ini
  • Penghentian pemakaian obat tidak boleh dilakukan secara langsung, tetapi harus bertahap atau sesuai dengan anjuran dokter.
  • Obatt dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan
  • Hindari makan makanan yang berlemak karena dapat mengurangi penyerapan obat
  • Baik pasien dewasa maupun pasien anak-anak tidak disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin E karena vitamin E yang terkandung dalam Amprenavir telah memenuhi kebutuhan dalam sehari.
  • Tidak boleh digunakan bersamaan dengan antidepresan, trisiklik dan kinetin.
  • Obat ini juga tidak boleh digunakan bersamaan dengan Rifampisin karena dapat mengurangi konsentrasi plasma.
  • Pasien diabetes harus hati-hati ketika mengonsumsi obat ini karena dosis harus disesuaikan dengan penggunaan insulin.

Dosis Pemakaian Amprenavir

Dosis merupakan ukuran atau takaran dari suatu bahan atau kandungan tertentu yang masuk ke dalam tubuh manusia. Dosis biasanya digunakan untuk menyatakan ukuran atau banyaknya obat yang harus dikonsumsi oleh seorang pasien. Kekurangan dosis dapat menyebabkan efek dari obat tidak berjalan dengan optimal, namun kelebihan dosis malah dapat menyebabkan keracunan hingga kematian pada pasien. Maka dari itu penting sekali untuk mengonsumsi obat sesuai dosis yang dianjurkan oleh Dokter.

Aturlah alarm atau koordinasikan dengan orang terdekat untuk mengingatkan pasien dalam hal minum obat agar tidak ada dosis yang terlewat. Jika ada dosis yang terlewat maka harus segera diminum ketika ingat, namun jangan sampai waktunya berdekatan dengan jadwal dosis berikutnya.

Pada umumnya pasien akan diberikan resep dengan dosis dua kali sehari atau setara dengan 8 jam sekali. Dikonsumsi dalam bentuk kapsul gel sebesar 24 mg. Dosis lainnya :

  • Remaja berusia 13 – 16 tahun

sebanyak 1200 mg yang diberikan dalam delapan kaspul gel dengan masing-masing berat 150 mg atau 24 kapsul dengan berat masing-masing 50 mg (Dua kali sehari).

  • Anak-anak usia 4 – 12 tahun 

Dosis yang diberikan kurang dari (<) 50 mg. Yang telah direkomendasikan adalah sebesar 20 mg setiap dua kali sehari ataupun 15 mg setiap tiga kali sehari.

Sebelum memakai obat, pasien harus melakukan konsultasi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan ataupun riwayat penyakit yang pernah di derita. Karena dosis yang diberikan pada setiap pasien berbeda-beda, tergantung pada kondisnya masing-masing.

Apa yang terjadi jika Overdosis?

Overdosis merupakan keadaan dimana sebuah obat atau kandungan masuk ke dalam tubuh secara berlebihan. Akibatnya dapat membahyakan, mulai dari keracunan hingga menyebabkan kematian. Maka dari itu penting sekali untuk mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang telah dianjurkan dan mengonsumsinya dengan benar serta teratur.

Untuk menghindari bahaya tersebut maka diharapkan agar tidak ada yang memberikan obat atau dosis pada pasien kecuali dokter yang menanganinya. Jika pasien telah terindikasi overdosis maka pasien harus segera di bawa ke UGD (Unit Gawat Darurat) di rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Cara penyimpanan Amprenavir Yang benar

Terlebih dahulu baca informasi penyimpanan produk yang tertera pada kemasan. Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan lebih valid lebih baik diiskusikan dengan dokter atau apoteker.

  1. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan
  2. Hindarkan dari direct sun untuk menghindari obat dari kerusakan
  3. Simpanlah pada suhu ruangan terkontrol 25 derajat celcius atau 77 derajat Farenheit.
  4. Jangan simpan di toilet atau tempat lembab lainnya
  5. Periksa masa kadaluwarsa obat secara berkala dan buanglah ketika obat tersebut sudah habis masa pakainya.
  6. Hindarkan obat dari panas menyengat atau menyimpannya terlalu lama di dalam mobil. Karena panas dapat menyebabkan obat mengalami kerusakan.

Efek Samping Pemakaian Amprenavir

Setiap obat memiliki efek samping merugikan masng-masing seiring dengan penggunaannya. Kemungkinan efek samping ini terjadi berbeda bagi setiap orang. Artinya, efek samping yang nanti akan disebutkan kemungkinan dapat terjadi tapi kemungkinan juga tidak dapat terjadi. Beberapa faktor mempengaruhinya.

Pasien atau bahkan Dokter sekalipun harus mengetahui apa saja efek samping yang mungkin saja terjadi akibat dari penggunaan suatu obat. Agar efek samping yang ada dapat diminimalisir kemungkinannya atau setidaknya dapat waspada dan lebih bijak dalam menggunakan obat. Efek samping yang mungkin terjadi akibat pemakaian obat ini adalah :

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Sakit Perut
  • Ruam
  • Paresthesia atau sensasi tidak wajar yang pasien alami berupa rasa kesemutan atau perasaan terbakar pada tangan, kaki ataupun lengan dan sifatnya sementara.

Segeralah konsultasikan dan laporkan pada dokter jika pasien memiliki gejala-gejala efek samping seperti di atas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Itulah penjelasan mengenai amprenavir, salah satu bagian pengobatan infeksi HIV yang mungkin anda butuhkan. Selalu jaga kondisi kesehatan anda dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menjaga kebutuhan nutrisi tubuh anda. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati.

, , , , , , ,
Oleh :
Kategori : Obat A