Apomorphine – Obat Apa – Fungsi – Dosis – Efek Samping

279

Apa itu Apomorphine?

Apomorphine memiliki nama produk apokyn, uprima, APO-Go dan APO-Go Pen. Obat ini memberikan efek yang sama dengan jenis substansi kimia yang bernama dopamine, yang ada di dalam tubuh kita secara alami. Apabila jumlah dopamine di dalam otak kita menurun, maka biasanya akan berhubungan dengan penyakit Parkinson.

Apomorphine digunakan untuk penanganan yang disebut dengan wearing-off episodes, seperti otot kaku dan kesulitan mengkontrol otot pada pasien yang menderita advanced Parkinson disease.

Kontraindikasi dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menggunakan Obat Apomorphine

Kontraindikasi dapat terjadi apabila Apomorphine berinteraksi dengan beberapa kondisi kesehatan tertentu. Selalu informasikan pada dokter mengenai riwayat kesehatan anda, kondisi kesehatan anda saat ini dan juga respon tubuh terhadap obat itu sendiri. Beberapa hal yang harus diinformasikan pada dokter sebelum anda mengkonsumsi Apomorphine adalah sebagai berikut :

  • Apabila anda alergi pada Apomorphine
  • Apabila anda alergi pada obat obatan sejenis Apomorphine
  • Apabila anda alergi terhadap substansi lain
  • Apabila anda alergi terhadap jenis makanan tertentu
  • Apabila anda menderita penyakit jantung
  • Apabila ada riwayat penyakit jantung pada keluarga
  • Apabila ada riwayat penyakit yang berhubungan dengan detak jantung di keluarga
  • Apabila anda memiliki tekanan darah rendah
  • Apabila anda memiliki penyakit liver
  • Apabila anda memiliki riwayat serangan jantung
  • Apabila anda memiliki riwayat stroke
  • Apabila anda memiliki riwayat coronary artery disease
  • Apabila anda memiliki riwayat penyakit ginjal
  • Apabila anda memiliki riwayat asma
  • Apabila anda memiliki riwayat sulfite allergy
  • Apabila anda memiliki riwayat penyakit yang bernama narcolepsy
  • Apabila anda memiliki riwayat penyakit gangguan jiwa mental
  • Apabila anda memiliki riwayat penyakit psychosis

Pasien yang memiliki riwayat penyakit Parkinson mungkin memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker kulit atau yang disebut dengan melanoma. Konsultasikan hal ini lebih lanjut pada dokter anda, begitu juga mengenai manfaat dan resiko lain serta gejala gejala seperti apa yang terjadi pada reaksi kulit terhadap obat ini. Pemakaian Apomorphine pada wanita hamil atau berencana ingin melahirkan atau yang sedang menjalani program kehamilan masih belum dapat dipastikan keamanan dan efektivitasnya. Konsultasikan manfaat dan resiko yang akan dihadapi oleh calon bayi anda dari pemakaian Apomorphine pada dokter yang bertugas.

Begitu juga dengan pemakaian Apomorphine pada wanita yang sedang menyusui. Wanita yang sedang menyusui sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut mengenai keamanan dan efektivitas Apomorphine apabila dikonsumsi akan membahayakan bayi dan obat akan terekskresi ke dalam air susu. Selalu informasikan pada dokter apabila anda sedang menyusui.

Beberapa reaksi alergi yang biasa anda rasakan juga merupakan informasi yang sangat penting untuk diketahui dokter. Beberapa reaksi alergi tersebut dapat berupa ruam, bintik kemerahan, kesulitan bernafas, kesulitan berbicara, kesulitan menelan, batuk, mengi, kulit mengelupas dengan atau tanpa demam, bengkak pada beberapa bagian wajah seperti pada bibir, lidah atau tenggorokan, gatal-gatal, bersin, dan gejala reaksi alergi lainnya.

Interaksi Apomorphine dengan Obat-Obatan Lain

Interaksi yang terjadi di dalam tubuh dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti interaksi dengan jenis jenis makanan tertentu, dengan penyakit tertentu, dengan pola kebiasaan kita sehari hari seperti kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol, serta yang paling berbahaya adalah interaksi dengan jenis obat-obatan tertentu.

Interaksi serius dapat terjadi apabila Apomorphine dikonsumsi dengan obat obatan tertentu. Interaksi ini dapat meningkatkan resiko efek samping dan mengganggu mekanisme kerja Apomorphine itu sendiri. Pastikan anda menginformasikan pada dokter mengenai segala jenis obat yang sedang anda konsumsi dan dapatkan baik dengan atau tanpa resep dokter, termasuk di dalamnya adalah obat obatan herbal, suplemen dan juga vitamin.  Beberapa jenis obat obatan yang berpotensi berinteraksi dengan Apomorphine dan tidak boleh dikonsumsi Bersama dengan Apomorphine adalah sebagai berikut :

  • Alosetron (lotronex)
  • Dolasetron (anzemet)
  • Granisetron (kytril)
  • Ondansetron (Zofran)
  • Palonosetron (aloxi)

Selain itu, penggunaan obat obatan lain bersama dengan Apomorphine dapat membuat anda merasa kantuk yang berlebihan dan meningkatkan efek samping. Konsultasikan pada dokter sebelum mengkonsumsi obat tidur jenis apapun, obat obatan jenis narkotika, muscle relaxer, atau obat obatan untuk penanganan anxiety, depresi atau kejang-kejang.

Beberapa jenis makanan tertentu juga dapat berbahaya apabila dikonsumsi Bersama dengan obat-obatan tertentu. Diskusikan hal ini lebih lanjut pada dokter. Dokter mungkin akan menyarankan anda untuk meminimalisir atau menghindari merokok dan minum minuman beralkohol pada saat mengkonsumsi obat ini. Selalu informasikan pada dokter mengenai riwayat kesehatan anda dan juga kondisi kesehatan anda pada saat ini.

Prosedur Minum Obat Apomorphine

Ikuti petunjuk informasi yang tercetak pada kemasan. Dokter mungkin akan secara berkala mengubah dosis anda. Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis yang diberikan, atau menggunakan lebih lama daripada yang dijadwalkan. Informasikan pada dokter apabila obat ini sepertinya tidak memberikan efek apapun pada anda.

  1. Apomorphine diadminstrasikan ke dalam tubuh melalui metode injeksi ke bawah kulit.
  2. Anda akan diberikan pengarahan oleh tenaga medis yang bertugas bagaimana cara melakukannya di rumah. Jangan menggunakan injeksi ini apabila anda tidak mengerti dan tidak memahami bagaimana cara pemakaiannya secara tepat dan aman, begitu juga dengan jarum dan juga suntikannya.
  3. Jangan pernah menginjeksi Apomorphine ke dalam pembuluh darah vena.
  4. Tenaga medis yang bertugas akan membantu anda untuk memberikan info mengenai area mana saja yang dapat anda injeksi Apomorphine.
  5. Injeksi Apomorphine ke dalam tubuh anda di area yang berbeda setiap waktunya. Jangan pernah melakukan injeksi di area yang sama selama dua kali berturut turut.
  6. Bacalah semua informasi untuk pasien, petunjuk penggunaan obat dan instruksi yang ada dan diberikan kepada anda. Jangan pernah ragu untuk bertanya pada tenaga medis professional mengenai hal hal yang anda belum paham.

Ukuran Dosis Obat Apomorphine

Dosis yang diberikan oleh dokter adalah berbeda bagi setiap pasien meskipun untuk keluhan dan gejala yang sama. Perbedaan dosis ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, riwayat penyakit, kondisi tubuh anda pada saat ini dan juga respon tubuh terhadap obat ini.

Takaran dosis Apomorphine secara tepat adalah sangat penting. Ketika anda menggunakan injection pen dengan Apomorphine di dalamnya, obat ini akan terlihat berapa takarannya dalam milliliter dan dapat terlihat di pen tersebut. Namun demikian, dosis yang diresepkan kepada anda dapat berupa milligram. Satu milligram Apomorphine adalahs etara dengan 0.1 milliliter yang ada di dalam injection pen.

Jangan gunakan Apomorphine apabila sudah berubah warna atau ada partikel di dalamnya. Bawalah obat tersebut ke tenaga farmasi terdekat dan minta untuk ditukar dengan yang Apomorphine baru. Ketika anda memasukkan dosis ke dalam injection pen, pastikan ada obat yang terisi di dalam Apomorphine cartridge untuk mengisi dosis secara utuh. Konsultasikan hal ini lebih lanjut dengan tenaga farmasi.

Apabila anda telah memutuskan untuk mengkonsumsi Apomorphine, maka dokter akan memeriksa tekanan darah anda secara berkala. Jangan memberhentikan atau memulai penggunaan obat obatan jenis apapun, khususnya dalam hal ini adalah Apomorphine, tanpa persetujuan dokter. Memberhentikan pemakaian obat secara tidak tepat dapat menyebabkan resistensi di dalam tubuh meningkat. Konsultasikan pada dokter cara pemberhentian pemakaian Apomorphine secara tepat.

Apabila anda telah berhenti menggunakan Apomorphine selama 7 hari atau lebih, tanyakan pada dokter sebelum anda memulai memakai Apomorphine ini kembali. Biasanya dokter akan memberikan dosis dengan jumlah takaran yang lebih rendah. Gunakan jarum disposable sekali saja. Ikuti aturan pemerintah atau aturan yang ada di negara anda mengenai bagaimana cara membuang jarum suntik yang sudah terpakai. Tanyakan hal ini pada tenaga farmasi lebih lanjut, juga mengenai tentang kotak obat untuk menyimpan jarum yang belum terpakai. Simpanlah kotak jarum di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan juga hewan peliharaan.

  • Dosis dewasa untuk penyakit Parkinson adalah sebagai berikut :
    • Dosis percobaan : 0.2 mL (2 mg) ketika off period
    • Dosis awal : 0.2 mL (2 mg) ketika off period, hingga 3 kali per hari, apabila dosis percobaan dapat ditoleransi oleh tubuh dan tubuh memberikan respon yang positif
    • Dosis maintenance : titrate setiap beberapa hari sekali 0.1 mL (1 mg) increment hingga maksimum 0.6 mL (6 mg) per dosis
    • Dosis maksimum per dosis adalah 0.6 mL (6 mg)
    • Jangan menggunakan Apomorphine lebih dari 5 kali per hari, dan jangan melebihi 2 mL (20 mg) per hari

Ciri – Ciri Obat Apomorphine

Apomorphine adalah jenis obat yang dimasukkan ke dalam tubuh menggunakan injection pen. Apomorphine berupa cairan yang nantinya ditakar dan akan dimasukkan ke dalam injection pen tersebut. Tanyakan lebih lanjut pada dokter mengenai ciri-ciri obat Apomorphine itu sendiri.

Apa yang terjadi jika overdosis obat Apomorphine ?

Apabila anda merasa overdosis Apomorphine, maka segera datangi unit gawat darurat terdekat atau segera hubungi dokter yang menangani anda. Bawalah segala jenis obat yang sedang anda konsumsi termasuk obat yang anda dapatkan baik dengan atau tanpa resep dokter, obat obatan herbal, suplemen dan juga vitamin. Informasikan pada dokter mengenai berapa jumlah obat yang telah dikonsumsi dan kapan terjadinya.

Jangan berikan obat anda pada orang lain dan jangan konsumsi obat orang lain meskipun anda menderita keluhan dan gejala yang sama. Hal ini adalah salah satu penyebab terjadinya keracunan atau overdosis. Jangan menambah atau mengurangi dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan mengkonsumsi Apomorphine lebih lama daripada yang telah dijadwalkan oleh dokter. Segala jenis terapi obat obatan harus melalui persetujuan dokter sebelum dimulai maupun diberhentikan. Memulai penggunaan obat tanpa persetujuan dokter dapat menyebabkan keracunan atau overdosis. Sedangkan memberhentikan pemakaian obat dengan sembarangan dapat menyebabkan tubuh menjadi resistensi terhadap obat tersebut.

Bagaimana cara penyimpanan obat Apomorphine?

Jangan menggunakan injeksi ini apabila anda tidak mengerti dan tidak memahami bagaimana cara pemakaiannya dan juga penyimpanannya secara tepat dan aman, begitu juga dengan jarum dan juga suntikannya. Jangan pernah menginjeksi Apomorphine ke dalam pembuluh darah vena. Konsultasikan cara penyimpanan Apomorphine dan juga suntikan dan jarum suntiknya secara aman dan tepat oleh tenaga medis yang menangani anda.

Efek Samping Obat Apomorphine

Apomorphine dapat menyebabkan mual dan muntah yang sangat parah. Untuk mencegah hal ini terjadi, dokter akan memberikan anda beberapa obat anti mual dan harus diminum sebelum anda memulai terapi injeksi Apomorphine. Minumlah obat anti mual tersebut sebelum dan pada saat terapi pengobatan Apomorphine dilaksanakan. Jangan mengkonsumsi obat anti mual tanpa persetujuan dokter. Hal ini karena beberapa obat anti mual tertentu dapat menyebabkan meningkatnya efek samping serius yang tidak diinginkan dan juga dapat memperburuk kondisi penyakit Parkinson anda.

Konsumsi alkohol Bersama dengan terapi Apomorphine sangat tidak dianjurkan. Hal ini disebabkan karena alcohol dapat menurunkan tekanan darah anda dan dapat meningkatkan beberapa efek samping Apomorphine yang tidak diinginkan. Segera datangi unit gawat darurat apabila anda mengalami reaksi alergi seperti ruam, kesulitan bernafas, bengkak pada beberapa bagian wajah seperti pada bibir, mulut, lidah atau tenggorokan. Beberapa gejala lain yang termasuk ke dalam tanda adanya efek samping serius dari Apomorphine adalah sebagai berikut :

  • Mual atau muntah yang terus berlanjut meskipun telah mengkonsumsi obat obatan anti mual
  • Kesemutan atau adanya pergerakan yang tidak dapat dikendalikan di area sekitar mata, bibir, tenggorokan, wajah, lengan atau kaki
  • Gejala penyakit Parkinson yang semakin memburuk
  • Kepala terasa sangat ringan hingga seperti ingin pingsan
  • Sakit kepala yang sangat parah
  • Kantuk yang tidak bisa dikendalikan di siang hari
  • Depresi
  • Merasa kebingungan
  • Perubahan pada perilaku yang tidak biasa
  • Paranoid
  • Halusinasi
  • Delusi
  • Delirium
  • Perilaku agresif
  • Agitasi
  • Denyut jantung nadi lebih lambat atau lembih lemah
  • Pingsan
  • Nafas jarang
  • Nafas terhenti
  • Efeksi penis yang menyakitkan dan berlangsung lebih dari 4 jam
  • Penyakit yang berkaitan dengan jantung, seperti nyeri pada dada, nafas pendek, denyut nadi lebih cepat
  • Tanda tanda masalah pada pernafasan, seperti batuk baru atau batuk yang lebih parah, nyeri ketika anda bernafas, nafas tersenggal senggal ketika tiduran, mengi, kesulitan bernafas, batuk dengan riak yang berbusa, demam

Anda mungkin akan mengalami peningkatan gairah social, keinginan untuk melakukan hal hal yang memacu adrenalin ketika mengkonsumsi obat ini. Segera hubungi dokter apabila hal ini terjadi pada anda. Beberapa efek samping lain yang masih masuk ke dalam kategori umum atau wajar adalah sebagai berikut :

  • Mual
  • Muntah
  • Kantuk
  • Kepala terasa ringan
  • Pergerakan otot yang tidak diinginkan
  • Nyeri pada dada
  • Kulit lebih pucat
  • Berkeringat berlebihan daripada biasanya
  • Flushing atau rasa hangat, kemerahan atau perasaan kesemutan di beberapa area tubuh
  • Bengkak di bagian tangan, lengan, kaki atau paha
  • Menguap
  • Hidung tersumbat
  • Gatal-gatal, luka luar, atau kulit mengeras di sekitar area yang telah dilakukan injeksi.

Beberapa pasien yang menjalani terapi Apomorphine biasanya merasakan kantuk dan tiba-tiba tertidur di jam-jam produktif normal, bahkan ketika mereka menjalani aktivitas seperti bekerja, berbicara, makan atau bahkan berkendara. Oleh karena itu, mengendarai kendaraan bermotor adalah harus dihindari ketika mengkonsumsi Apomorphine. Begitu juga dengan menggunakan mesin atau alat berat ketika bekerja. Sebisa mungkin memperhatikan bagaimana respon tubuh terhadap pemakaian Apomorphine.

Hindari merubah posisi dengan terburu buru dari tiduran ke duduk atau dari tiduran ke posisi berdiri. Biasanya pasien yang sedang menkonsumsi Apomorphine akan lebih merasakan kepala terasa ringan karena tekanan darah yang menurun. Usahakan untuk berhati hati dan pelan dalam mengubah posisi agar tidak jatuh dan dapat menyeimbangkan diri sendiri.