4 Bahaya Minuman Bersoda Untuk Wanita Haid dan Cara Mengatasinya

Bahaya minuman bersoda untuk wanita haid memang sudah diketahui sejak lama. Berdasarkan penelitian, minuman bersoda memang cukup mengganggu kelancaran haid sehingga beberapa pakar kesehatan seringkali memberikan nasehat agar tidak meminum minuman bersoda ketika haid atau menstruasi. Hal ini dikarenakan kandungan minuman bersoda memang kurang baik untuk kesehatan. Sebelumnya sudah pernah kita bahas mengenai bahaya minuman kaleng yang termasuk salah satu minuman bersoda.

Pada saat haid, seorang wanita akan mengalami perubahan hormonal. Hal ini menyebabkan kondisi tubuh sebenarnya dalam keadaan tidak seimbang. Untuk itu sebenarnya diperlukan konsumsi makanan yang menyehatkan, bukan justru makanan atau minumman yang kurang ssehat. Salah satu minuman yang dianggap kurang sehat ini adalah minuman yang bersoda.

Minuman bersoda sebenarnya adalah minuman yang mengandung gula dengan kadar yang tinggi, kafein, serta air yang berkarbonasi. Dalam beberapa minuman bersoda, kadar gula yang ada terbilang sangat tinggi, terkadang ada yang mencapai 10 gram per 100ml. Selain itu dalam soft drink ini juga memiliki nilai kalori yang tinggi meskipun pada kenyataannya nutrisinya tidak ada.

Berikut ini adalah 4 bahaya minuman bersoda untuk wanita haid sehingga dokter menganjurkan para wanita agar tidak minum soda saat haid.

  • Kafein Bisa Memicu Penyempitan Pembuluh Darah

Kafein merupakan senyawa yang bersifat vasokonstriktor atau bisa menyempitkan pemmbuluh darah. Penyempitan pembuluh darah ini terjadi pada semua pembuluh darah di dalam tubuh, tidak terkecuali pembuluh darah pada dinding Rahim atau uterus. Ketika penyempitan pembuluh darah terjadi di uterus, hal ini bisa menyebabkan terjadinya kram otot sehingga akan menyebabkan nyeri haid akan menjadi semakin berat. Olh karena itu sangat tidak dianjurkan konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein tinggi saat haid.

  • Kafein Bisa Memicu Kecemasan

Pada saat haid, tubuh mengalami perubahan hormonal. Salah satu efek dari perubahan hormonal itu adalah mood yang tidak stabil, sering merasa cemas, mudah marah, dan banyak lagi yang lainnya. Dan apabila ditambahkan dengan kandungan kafein pada minuman bersoda, ini akan membuat mood menjadi semakin buruk karena kita akan merasa menjadi lebih was was atau cemas terhadap sesuatu. Akhirnya kita akan menjadi sering emosi. Apabila ditambah dengan nyeri yang hebat di perut, saya yakin keadaan anda akan sangat mengganggu orang yang ada di sekitar anda.

  • Gula Bisa Memicu Kram Perut

Selain kafein, kandungan gula yang tinggi pada minuman bersoda juga bisa memicu kram perut. Hal itu disebabkan oleh sifat gula yang termasauk salah satu agen inflammatory atau bisa menimbulkan peradangan. Dengan penyempitan pembuluh darah dan juga peradangan di sekitar uterus, hal ini akan membuat nyeri haid menjadi lebih hebat dan akan mengganggu aktivitas kerja anda. Jika kram perut terjadi, anda harus segera mengkonsumsi obat nyeri haid agar tidak terlalu terasa sakit.

  • Gula Menyebabkan Ketidakseimbangan Sistem Imun

Gula memang merupakan salah satu sumber energi. Namun lebih baik konsumsi gula dengan tepat dan seimbang. Jika pada saat haid kita terlalu banyak minum minuman yang bersoda, hal ini bisa memicu ketidakseimbangan sistem imunitas atau daya tahan tubuh. Sehingga kita justru menjadi mudah lelah dan terasa kurang berenergi.

Cara Mengatasi Masalah

Setelah mengetahui bahaya minuman bersoda untuk wanita haid, tentu kita harus mengambil keputusan apa yang harus dilakukan. Berdasarkan beberpa pakar kesehatan, kita memang harus menghentikan kebiasaan minum soda pada saat haid karena minuman bersoda termasuk makanan yang dilarang saat haid. Dan sebagai penggantinya kita bisa meminum minuman infused water yang lebih menyehatkan atau cukup dengan minum air putih secara teratur.

Dengan menghindari minuman bersoda saat haid, tentu kita sudah meminimalkan resiko-resiko yang terjadi. Sehingga apabila kita haid, resiko kram perut akan menjadi lebih minimal sehingga kita tetap bisa beraktivitas sebagaimana biasanya.