Home Merk Obat A-ZMerk Obat K Kalbiotic – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Cara Penggunaan

Kalbiotic – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Cara Penggunaan

by Robi Diansah

Kalbiotic mengandung Spiramycin, yaitu antibiotik makrolid yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi, dan juga mengobati infeksi parasit toksoplasmosis pada wanita hamil. Beberapa jenis penyakit yang dapat diatasi dengan Kalbiotic diantaranya adalah infeksi kulit akibat bakteri, bronkitis, tonsilitis akibat infeksi bakteri, faringitis akibat infeksi bakteri, otitis media, sinusitis, atau infeksi saluran nafas lainnya.

Kalbiotic tersedia dalam kemasan tablet 500 mg (3 X 10) dan syrup 100 ml. Kalbiotic diproduksi oleh manufaktur Hexpharm Jaya dan termasuk kedalam golongan Obat Keras (harus dengan resep dokter).

Fungsi

Kalbiotic diindikasikan untuk mengatasi permasalahan infeksi bakteri seperti pada kondisi-kondisi berikut:

  1. Tonsilitis akibat infeksi bakteri
  2. Sinusitis
  3. Infeksi kulit
  4. Bronkitis
  5. Faringitis
  6. Otitis media
  7. Infeksi parasit toksoplasmosis pada wanita hamil

Kontraindikasi

  • Hipersensitif atau alergi terhadap antibiotik makrolid seperti Spiramycin, atau komponen komponen penyusun lainnya.
  • Gangguan fungsi hati
  • Gangguan saluran empedu
  • Aritmia (masalah irama jantung ketika berdetak terlalu cepat)

Komposisi

Kalbiotic mengandung:

  • Spiramycin 500 mg (tablet)
  • Spiramycin 125 mg/5 ml (syrup)

Dosis dan Penggunaan

  • Dosis dewasa: 1 tablet 3 kali sehari (masa terapi 5 hari)
  • Dosis anak: 25 mg sampai 50 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi (masa terapi 5 hari)
  • Dosis syrup: 5 sampai 15 ml/hari (1-3 sendok teh) dalam dosis terbagi

Dosis Kalbiotic mungkin akan berbeda-beda tergantung pada kondisi pasien, lakukan konsultasi dokter sebelum mengkonsumsi Kalbiotic.

Penggunaan Bagi Ibu Hamil & Menyusui

Kandungan Spiramycin dalam Kalbiotic tablet dan syrup termasuk kedalam obat-obatan kategori C (mungkin beresiko) berdasarkan standar badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA). Penggunaan obat-obatan kategori C pada ibu hamil dan menyusui sebaiknya hanya dilakukan berdasarkan anjuran dan instruksi dokter untuk menghindari resiko-resiko yang mungkin timbul.

Interaksi Obat

Kandungan Spiramycin dalam Kalbiotic dapat berinteraksi dengan obat-obatan berikut ini:

  • Fluphenazine
  • Cisapride
  • Terfenadine
  • Levopada
  • Carbidopa
  • Astemizole

Peringatan

  1. Hindari penggunaan Kalbiotic jika Anda memiliki alergi terhadap salah satu komponen penyusun yang terkandung di dalamnya.
  2. Jangan menghentikan penggunaan Kalbiotic sebelum semua dosis yang ditetapkan telah dihabiskan, meskipun gejala infeksi sudah membaik.
  3. Untuk mendapatkan efek yang maksimal, kadar Spiramycin dalam darah harus tetap konstan, maka sebaiknya pengguna mengkonsumsi obat ini secara teratur di jam yang sama setiap harinya.
  4. Kandungan Spiramycin dalam Kalbiotic dapat menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, masalah pencernaan, sakit perut, gatal-gatal, kesulitan bernafas, pembengkakan pada area wajah, ruam pada kulit, kesemutan, gangguan saraf, kolitis pseudomembran, dll.
  5. Efek samping yang tidak disebutkan bisa terjadi sewaktu-waktu. Segera beri tahu dokter jika pasien mengalami gejala-gejala yang tidak wajar.
  6. Sebelum mulai menjalani pengobatan dengan obat ini, beri tahu dokter tentang riwayat obat-obatan Anda, termasuk suplemen dan multivitamin yang pernah Anda konsumsi dalam jangka waktu tertentu.
  7. Penggunaan obat-obatan Spiramycin dapat meningkatkan resiko aritmia (gangguan irama jantung) jika dikonsumsi bersamaan dengan cisapride atau terfenadine.
  8. Penggunaan obat-obatan Spiramycin dapat meningkatkan resiko distonia (gangguan yang menyebabkan otot tubuh bergerak sendiri tanpa disadari) jika dikonsumsi bersamaan dengan fluphenazine.

Petunjuk Penyimpanan

Simpan kemasan Kalbiotic di tempat sejuk dan tidak terpapar sinar matahari secara langsung, jangan disimpan di tempat panas atau di lemari es. Pastikan Anda menutup kembali kemasan obat setelah menggunakannya. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan Anda.

Apabila masa kadaluarsa obat telah habis, jangan dikonsumsi lagi dan segera buang ke tempat sampah, begini 3 bahaya minum obat kadaluarsa, wajib anda tahu ! Penggunaan obat kadaluarsa hanya akan memperburuk kondisi tubuh dan beresiko menimbulkan efek negatif lainnya.

You may also like