Home Merk Obat A-ZMerk Obat H Hipnoz – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Cara Penggunaan

Hipnoz – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Cara Penggunaan

by Robi Diansah

Hipnoz termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

Hipnoz merupakan obat berbentuk sediaan injeksi yang mengandung midazolam hidroklorida 1 mg/mL sebagai senyawa aktifnya

Indikasi

Hipnoz digunakan sebagai induksi sedasi pada pasien yang akan dioperasi

Mekanisme Kerja Obat

Di dalam sistem saraf, terdapat berbagai jenis neurotransmitter, yaitu senyawa kimia yang yang berfungsi menghantarkan pesan antar sel saraf. Salah satu neurotansmitter yang ada di sistem saraf adalah GABA. Saat GABA berikatan dengan reseptornya, maka akan timbul efek inhibisi pada sistem saraf, yang ditandai dengan perasaan menjadi lebih tenang, tidak merasa cemas dan mengantuk.

Midazolam merupakan salah satu obat yang cara kerjanya meniru atau emperkuat efek GABA dan menimbulkan efek inhibisi pada sistem saraf. Oleh karena itu, obat ini digunakan untuk meredakan kecemasan pada pasien yang akan menjalani operasi serta menimbulkan efek sedasi (mengantuk) sebelum pasien diberi obat anestesi

Dosis dan Cara Penggunaan

  1. Hipnoz dapat diberikan melalui injeksi intramuskular (disuntikkan ke dalam jaringan otot) atau melalui injeksi intavena (disuntikkan ke dalam pembuluh darah vena)
  2. Untuk pemberian secara injeksi intramuskular, dosis Hipnoz yang biasa diberikan adalah 70-80 mcg/kg berat badan, diberikan 30-60 menit sebelum operasi
  3. Untuk menghilangkan kecemasan dan menimbulkan sedasi sebelum operasi, Hipnoz diberikan sebagai injeksi intravena, dosis awal Hipnoz yang biasa diberikan adalah 0,5-1 mg diberikan dalam waktu 2 menit, selanjutnya diberikan sebanyak 25% dari dosis awal untuk mempertahankan efek sedasi dari obat ini
  4. Untuk induksi anestesi, dosis Hipnoz yang biasa diberikan adalah 150-359 mcg/kg berat badan yang diberikan dalam 20-30 detik, kemudian dilakukan pemantauan terhadap pasien selama 2-3 menit untuk dilakukan penyesuaian dosis
  5. Diperlukan penurunan dosis Hipnoz untuk penggunaan pada pasien lanjut usia
  6. Pemberian Hipnoz kepada pasien hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten, misalnya dokter atau perawat (pemberian oleh perawat pun harus berdasarkan resep dokter)

Kontraindikasi

Pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan untuk menggunakan Hipnoz:

  • Hipersensitif (alergi) terhadap midazolam
  • Glaukoma sudut sempit
  • Digunakan bersamaan dengan atazanavir, darunavir, nelfinavir, ritonavir, saquinavir

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Midazolam termasuk ke dalam kategori D, yaitu obat yang hanya boleh digunakan oleh ibu hamil dalam kondisi yang mengancam jiwa dan tidak ada obat lain yang lebih aman untuk digunakan (berpotensi menyebabkan malformasi / kelainan pembentukan janin, salah satunya bibir sumbing dan terhambatnya pertumbuhan otak)
  • Midazolam diekskresikan (dikeluarkan) oleh tubuh melalui ASI, konsultasikanlah dengan dokter jika Anda ingin menyusui bayi Anda setelah pemberian obat ini

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang berpotensi menimbulkan interaksi obat jika digunakan secara bersamaan dengan Hipnoz:

  • Obat-obat berikut dapat meningkatkan efek midazolam jika digunakan secara bersamaan: atazanavir, cimetidine, cobicistat, darunavir, eritromisin, ketokonazole, klaritromisin, indinavir, itrakonazole, ketokonazole, nelfinavir, ritonavir, saquinavir
  • Obat-obat berikut dapat menurunkan efek midazolam jika digunakan secara bersamaan: apalutamide, karbamazepine, rifampisin

Beritahukanlah kepada dokter yang akan menangani operasi Anda mengenai obat yang sedang Anda gunakan atau telah Anda gunakan dalam seminggu terakhir untuk memastikan bahwa pemberian Hipnoz sebelum operasi tidak akan menimbulkan interaksi obat dengan Hinoz. Jika ternyata obat yang Anda gunakan berpotensi menimbulkan interaksi obat yang signifikan, dokter mungkin akan mempertimbangkan pemberian obat lain sebagai induksi sedasi.

Perhatian

  1. Jangan menggunakan Hipnoz tanpa resep dokter atau tanpa sepengetahuan dokter
  2. Hipnoz diberikan kepada pasien sebagai injeksi intramuskular atau intravena, oleh karena itu pemberian obat ini hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten, misalnya dokter atau perawat untuk menghindari terjadinya komplikasi atau efek samping yang tidak diinginkan akibat cara pemberian yang kurang tepat
  3. Saat diberikan kepada pasien, jangan mencampurkan Hipnoz dengan amoksisilin atau aminofilin
  4. Hipnoz tidak boleh diberikan kepada pasien neonatal (bayi baru lahir) sebagai injeksi intravena cepat karena berpotensi menimbulkan hipotensi (darah rendah) dan kejang-kejang
  5. Penggunaan Hipnoz pada ibu hamil (terutama kehamilan trimester ketiga) dan anak-anak usia <3 tahun berisiko menimbulkan gangguan pada pembentukan otak janin/anak tersebut
  6. Penggunaan Hipnoz berpotensi menimbulkan hipotensi (darah rendah), terutama jika digunakan secara bersamaan obat analgetik golongan opioid
  7. Diperlukan penurunan dosis Hipnoz untuk penggunaan pada pasien lanjut usia, pasien dengan penyakit sistemik, atau pasien dengan kondisi kesehatan yang lemah
  8. Pemberian Hipnoz kepada pasien hanya boleh dilakukan di fasilitas kesehatan yang memiliki peralatan untuk memonitor fungsi pernapasan dan jantung secara kontinyu
  9. Jika diperlukan, Hipnoz dapat diencerkan dengan D5W (larutan injeksi yang mengandung dekstrosa dengan konsentrasi 5%) atau NS (Normal Saline atau larutan yang sesuai dengan cairan fisiologis tubuh)

You may also like