Gralixa – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Cara Penggunaan

126

GralixaGralixa termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

Gralixa merupakan obat berbentuk tablet yyang mengandung furosemide sebagai senyawa aktifnya, tersedia dalam dosis 20 mg dan 40 mg

Indikasi

Gralixa diindikasikan untuk hipertensi (darah tinggi) serta bisa digunakan untuk mengatasi edema yang diakibatkan gagal jantung kongestif, sirosis hati dan penyakit ginjal

Mekanisme Kerja Obat

Furosemide merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan diuretik, yaitu obat yang dapat merangsang pengeluaran garam dan air yang lebih banyak melalui urin. Dengan bertambahnya volume urin, diharapkan air yang menumpuk pada jaringan tubuh tertentu (edema) akan berkurang. Selain itu, pengeluaran urin yang lebih banyak juga akan menyebabkan terjadinya penurunan volume darah yang diharapkan dapat menurunkan tekanan darah.

Dosis dan Cara Penggunaan

  1. Dosis Gralixa untuk hipertensi adalah 20-80 mg dalam sehari yang dibagi ke dalam 2 dosis
  2. Dosis Gralixa untuk edema adalah 20-90 mg dalam sehari yang diberikan dalam 1 dosis, dosis dapat ditingkatkan menjadi 20-40 mg yang diberikan setiap 6-8 jam. Dosis maksimumnya adalah 600 mg/hari
  3. Hindari mengkonsumsi Gralixa pada malam hari karena penggunaan obat ini akan menyebabkan pasien sering melakukan urinasi (buang air kecil) sehingga dikhawatirkan akan mengganggu tidur jika dikonsumsi di malam hari
  4. Telanlah tablet Gralixa dengan bantuan sedikit air dalam keadaan utuh (jangan digerus atau dihancurkan)
  5. Gralixa dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan

Kontraindikasi

Pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak boleh menggunakan Gralixa:

  • Hipersensitif (alergi) terhadap furosemide
  • Anuria

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Furosemide yang terkandung di dalam Gralixa termasuk ke dalam kategori C, yaitu obat yang hanya boleh digunakan oleh ibu hamil jika manfaat yang diperoleh melebihi risiko efek samping negatif yang mungkin timbul pada janin
  • Furosemide diekskresikan (dikeluarkan) oleh tubuh melalui ASI, konsultasikanlah dengan dokter jika Anda mendapatkan resep Gralixa atau obat lainnya yang mengandung furosemide saat masih dalam masa menyusui. Pada sebagian ibu mneyusui, penggunaan furosemide dilaporkan dapat menurunkan produksi ASI

Tidak semua pasien akan mengalami efek samping di atas setelah menggunakan Gralixa. Namun, jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah menggunakan Gralixa, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker agar bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang mungkin menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan Gralixa:

  1. Furosemide dan obat-obat berikut dapat saling meningkatkan toksisitas jika digunakan secara bersamaan: amikacin, cisplatin, gentamisin, kanamisin, neomisin, streptomisin, tobramisin
  2. Siklosporin dapat mneingkatkan toksisitas furosemide jika digunakan secara bersamaan
  3. Furosemide dapat saling meningkatkan efek jika digunakan secara bersamaan dengan bezafibrat
  4. Furosemide yang digunakan secara bersamaan dengan obat-obat berikut dapat meningkatkan risiko terjadinya hipokalemia: amisulpride, diklorfenamid, efedrin, klorotiazid, salmeterol
  5. Furosemide yang digunakan secara bersamaan dengan obat-obat berikut meningkatkan risiko terjadinya gangguan irama jantung: albuterol, cisapride
  6. Furosemide yang digunakan secara bersamaan dengan obat-obat berikut meningkatkan risiko terjadinya hipotensi: benazepril, captopril, enalapril, lisinopril, ramipril 
  7. Furosemide dapat mengalami penurunan efek jika digunakan seccara bersamaan dengan obat-obat berikut: aliskiren fumarate, fentanil
  8. Furosemide dapat mengalami peningkatan efek jika digunakan secara bersamaan dengan obat-obat berikut: carbidopa, levodopa
  9. Digoksin dapat mengalami peningkatan efek jika digunakan secara bersamaan dengan furosemide

Jika Anda sedang atau akan menggunakan obat-obat lain secara bersamaan dengan Gralixa, tanyakanlah terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker, apakah obat-obat tersebut aman untuk digunakan secara bersamaan. Jika ternyata ada risiko interaksi obat antara obat-obat tersebut dengan Gralixa, maka dokter atau apoteker akan menyarankan pemberian jeda waktu antara konsumsi Gralixa dengan obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Jangan memulai atau mengulangi pengobatan dengan menggunakan Gralixa tanpa menggunakan resep dokter
  2. Jangan mengubah dosis Gralixa yang sudah diresepkan oleh dokter untuk Anda
  3. Penggunaan Gralixa oleh pasien dengan lupus dapat memperburuk kondisi penyakit tersebut
  4. Penggunaan Gralixa oleh pasien dengan penyakit ginjal parah dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pendengaran
  5. Beberapa pasien yang menggunakan Gralixa dilaporkan mengalami peningkatan kadar glukosa darah
  6. Usahakan untuk mengkonsumsi Gralixa pada waktu yang sama setiap harinya untuk memaksimalkan efek obat ini
  7. Pastikan Gralixa atau obat apapun yang akan Anda konsumsi masih dalam kondisi layak konsumsi, pastikan obat tersebut tidak mengalami perubahan bentuk atau warna. Jika terjadi perubahan bentuk atau warna pada obat, tanyakanlah kepada apoteker mengenai apa yang harus dilakukan
  8. Selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa Gralixa atau obat apaoun yang akan Anda konsumsi, pastikan obat tersebut belum melewati tanggal kadaluwarsa yang tercantum pada kemasannya
  9. Simpanlah Gralixa pada suhu ruangan, di tempat yang kering, terhindar dari sinar matahari langsung serta terhindar dari jangkauan anak-anak