Galvus – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

259

Galvus termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter,

Komposisi

  • Galvus merupakan obat berbentuk tablet yang mengandung 50 mg vildagliptin sebagai senyawa aktifnya

Indikasi

  • Galvus diindikasikan untuk diabetes melitus tipe 2, baik sebagai monoterapi (terapi dengan obat tunggal) atau dikombinasikan dengan obat antidiabetes dari golongan obat lain.

Mekanisme Kerja Obat

Sesaat setalah kita makan, akan terjadi peningkatan kadar glukosa di dalam usus, kemudian glukosa tersebut akan diserap dan masuk ke dalam aliran darah sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah. Pada kondisi normal, peningkatan kadar glukosa di dalam suus akan merangsang sel usus untuk mengeluarkan hormon inkretin, yaitu hormon yang dapat merangsang sel pankreas untuk mengeluarkan hormon insulin. Fungsi hormon insulin adalah menormalkan kembali kadar glukosa darah yang mengalami peningkatan.

Namun, pada kondisi diabetes melitus (DM) tipe 2, dapat terjadi penurunan produksi hormon inkretin sehingga produksi insulin pun akan berkurang yang kemudian akan menyebabkan kadar glukosa darah yang tetap tinggi. Terdapat berbagai golongan obat abtidiabetes yang saat ini sudah beredar di pasaran, salah satunya adalah vildagliptin yang termasuk ke dalam golongan inhibitor DPP-4.

Sebagai inhibitor DPP-4, vildagliptin akan menghambat kerja enzim DPP-4. Enzim ini adalah enzim yang berfungsi menginaktivasi atau menghancurkan hormon inkretin. Sehingga, dengan dihambatnya kerja enzim DPP-4, maka hormon inkretin dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh dan terus merangsang sel pankreas untuk mengeluarkan hormon insullin.

Dosis dan Cara Penggunaan

  • Jika Galvus dikombinasikan dengan obat antidiabetes golongan sulfonilurea (glimepirid, glipizid, gliburid), dosis yang biasa diresepkan adalah 50 mg sehari yang dikonsumsi pada pagi hari
  • Jika Galvus digunakan sebagai monoterapi atau dikombinasukan dengan obat antidiabetes golongan lain selain sulfonilurea, dosis yang biasa diresepkan adalah 2 x 50 mg dalam sehari yang dikonsumsi pada pagi dan siang hari
  • Galvus dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan
  • Telanlah tablet Galvus dalam keadaan utuh (jangan digerus atau dihancurkan) dengan bantuan sedikit air

Kontraindikasi

Pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Galvus:

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Tingkat keamanan vildagliptin untuk penggunaan oleh ibu hamil belum diketahui, namun pengujian pada hewan percobaan menunjukkan bahwa vildagliptin dapat mneimbulkan toksisitas pada kehamilan jika diberikan dalam dosis tinggi
  • Belum diketahui apakah vildagliptin diekskresikan (dikeluarkan) melalui ASI, namun pengujian pada hewan percobaan menunjukkan bahwa obat ini diekskresikan melalui ais susu, sebaiknya ibu menyusui menghindari penggunaan Galvus atau obat lainnya yang mengandung vildagliptin

Efek Samping

Beriku adalah efek samping yang mungkin timbul setelah penggunaan Galvus:

  1. Tremor
  2. Sakit kepala
  3. Merasa pusing
  4. Mual
  5. Hipoglikemia (kadar glukosa darah terlalu rendah)
  6. Peningkatan berat badan

Tidak semua pasien yang menggunakan Galvus mengalami efek samping di atas. Jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah menggunakan Galvus, segeralah konsultasikan hal tersebut dengan dokter dan/atau apoteker agar efek samping tersebut bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang dapat menimbulkan interaksi obat jika digunakan secara bersamaan dengan Galvus:

  • Penggunaan vildagliptin bersamaan dengan obat-obat antihipertensi golongan inhibitor ACE (benazepril, captopril, lisinopril, enalapril, ramipril) berpotensi menimbulkan efek samping berupa angiodema
  • Obat-obat berikut dapat menurunkan efek vildagliptin jika digunakan secara bersamaan: atazanavir, nelfinavir, ritonavir, saquinavir

Beritahukan dan konsultasikan mengenai obat lain yang sedang atau akan Anda gunakan untuk memastikan bahwa penggunaan obat tersebut secara bersamaan dengan Galvus tidak akan menimbulkan efek samping akibat adanya interaksi obat. Jika ternyata obat tersebut dapat menimbulkan interaksi dengan Galvus maka dokter atau apoteker mungkin akan menyarankan pemberian jeda waktu antara konsumsi Galvus dengan obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain.

Perhatian

  1. Jangan menggunakan Galvus tanpa resep dari dokter
  2. Jangan mengubah dosis Galvus yang sudah diresepkan untuk Anda
  3. Jangan mengehntikan penggunaan Galvus tanpa sepengetahuan dokter
  4. Galvus tidak diindikasikan untuk penggunaan pada pasien diabetes melitus tipe 1
  5. Selain dengan menggunakan obat seperti Galvus, Anda juga perlu menerapkan pola hidup sehat, berolahraga secara teratur serta mengurangi konsumsi gula dan karbohidrat untuk mengontrol kadar glukosa darah Anda
  6. Waspadai terjadinya hipoglikemia (kadar glukosa darah terlalu rendah), gejalanya meliputi merasa pusing, terkadang sampai terasa berkunang-kunang, gemetar, mengeluarkan keringat dingin, merasa lapar, dan sulit berkonsentrasi. Jika hal ini terjadi, segeralah konsumsi makanan atau minuman yang manis, misalnye permen atau teh manis
  7. Lakukanlah konsultasi secara teratur sesuai dengan anjuran dokter agar dokter bisa menilai keberhasilan terapi untuk Anda dan menyesuaikan terapi (misalnya mengganti obat atau mengganti dosis obat) jika diperlukan
  8. Selalu perhatikan kondisi Galvus atau obat apapun yang akan Anda gunakan, pastikan tidak terjadi perubahan warna atau bentuk pada obat tersebut, tanyakan kepada apoteker mengenai apa yang harus dilakukan jika hal tersebut terjadi
  9. Pastikan Galvus atau oabt apapun yang akan Anda gunakan belum melewati tangga kadaluwarsa yang tercantum pada kemasannya
  10. Simpanlah Galvus pada tempat yang kering sejuk terlindung dari sinar matahari di tempat bersuhu ruangan, jauhkanlah dari jangkauan anak-anak