Eprex – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

497

Eprex adalah salah satu jenis obat yang secara umum diberikan kepada pengguna yang umumnya mengalami anemia atau kekurangan darah serta pengguna yang membutuhkan transfuse darah baik karena kemoterapi atau pengguna yang sedang menjalani insufisiensi ginjal. Obat ini diproduksi dalam bentuk cairan suntik atau vial oleh Johnson and Johnson. Untuk bisa menggunakan Eprex, pengguna harus membelinya di apotik atau toko obat terdekat dengan menyertakan resep dari dokter.

Kandungan Eprex

Eprex mengandung zat aktif dengan nama Rekombinan erythropoietin.

Fungsi Eprex

Eprex dapat digunakan untuk mengatasi dan meringankan beberapa gejala maupun penyakit dibawah ini:

  1. Membantu mengobati dan meringankan anemia
  2. Dapat digunakan untuk mengatasi anemia yang ada kaitannya dengan gagal ginjal kronis para penderita anak dan usia dewasa
  3. Mampu menyembuhkan insufisiensi ginjal
  4. Digunakan untuk menurunkan kebuthan trasnfusi pada pengguna yang sedang menjalani kemoterapi
  5. Digunakan untuk menurunkan kebutuhan trasnsfusi darah pada penderita yang mengalami gejala infeksi HIV dan sedang diobati dengan menggunakan zidovudine
  6. Diberikan kepada pengguna yang sedang menjalani transfusi

Dosis Penggunaan Eprex

Untuk mengobati beberapa macam gejala dan penyakit yang sudah disebutkan diatas, diperlukan adanya penerapan penggunaan Eprex secara tepat. Hal ini diatur dalam dosis penggunaan Eprex. Berikut beberapa jenis dosis yang bisa diikuti sesuai dengan gejala yang dirasakan:

  • Untuk pengguna yang sedang menjalani hemodialysis atau cuci darah, dapat diberikan sebanyak 50 IU per kilogram berat badan pengguna. Diberikan 3 kali dalam satu minggu
  • Untuk pengguna usia anak dalam fase koreksi, dengan berat badan lebih dari 30 kilogram, diberikan 30 hingga 100 IU per kilogram berat badan anak diberikan 3 kali seminggu
  • Untuk pengguna yang sedang menajalni hemodialysis peritoneal dalam fase koreksi, diberikan sebanyak 50 IU per kilogram berat badan pengguna selama 3 kali seminggu
  • Untuk pengguna yang sedang menjalani kemoterapi, diberikan sebanyak 150 IU per kilogram berat badan untuk dosis awal sebanyak 3 kali seminggu

Efek Samping Eprex

Eprex dapat memberikan efek samping bagi penggunanya. Baik efek samping tunggal atau beberapa efek samping sekaligus. Untuk itu, berikut dibawah ini beberapa kemugkinan efek samping yang dirasakan oleh pengguna Eprex:

  • Pengguna dapat mengalami ketergantungan dosis
  • Pengguna dimungkinkan mengalami trombosit pembuluh darah
  • Pengguna cenderung mengalami gejala flu dan merasa menggigil setelah diberikan injeksi
  • Pengguna akan mengalami kejang
  • Pengguna dimungkinkan mengalami reaksi kulit

Kontraindikasi Eprex

Dalam penggunaan Eprex, perlu beberapa kondisi yang harus dihindari dan tidak dilakukan agar tidak memunculkan efek atau resiko yang mampu membahayakan nyawa pengguna, kondisi tersebut disebut dengan kontraindikasi. Berikut beberapa kontraindikasi yang harus dihindari, diantaranya:

  • Tidak boleh diresepkan kepada pengguna yang memiliki alergi terhadap penggunaan Eprex atau bahan penyusunnya
  • Tidak boleh diberikan kepada pengguna epilepsy
  • Dilarang diresepkan kepada pengguna gagal hati kronik
  • Tidak disarankan diberikan kepada penderita kanker

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

Dalam penggunaan sebuah obat, ada kondisi yang selalu harus diperhatikan. Hal ini ditujukan untuk membuat penggunanya merasa lebih efektif dalam penggunaan Eprex. Maka dari itu, dalam penggunaan Eprex, harus diperhatikan beberapa hal diantaranya:

  1. Tidak disarankan untuk menyimpan di freezer
  2. Jauhkan Eprex dari paparan sinar matahari langsung
  3. Simpan Eprex di ruangan yang sejuk dan kering
  4. Jauhkan Eprex dari jangkauan hewan peliharaan
  5. Tidak boleh menyimpan Eprex di freezer
  6. Jauhkan Eprex dari anak kecil
  7. Tidak boleh menyimpan Eprex di kamar mandi
  8. Tidak disarankan untuk membuang Eprex di saluran drainase karena dapat merusak lingkungan sekitar
  9. Tidak boleh mengonsumsi alkohol

Eprex Untuk Wanita Hamil

Terdapat pernyataan yang dengan tegas melarang pemberian Eprex untuk pengguna dalam keadaan hamil atau menyusui karena dapat memberikan efek yang membahayakan bagi pengguna, janin dalam kandungan dan bayi yang sedang menyusu.