Cebactam – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

964

Cebactam merupakan salah satu jenis obat injeksi yang mampu membantu mengobati beberapa jenis infeksi pada tubuh yang disebabkan oleh bakteri. Cebactam diproduksi oleh PT Lami dan dapat dengan mudah dibeli di apotik terdekat anda dengan menyertai resep yang secara resmi diberikan oleh dokter.

Kandungan Cebactam

Cebactam mengandung zat aktif dengan nama-nama dibawah ini:

  • Cefoperazone sodium 500 mg
  • Sulbactam sodium 500 mg

Fungsi Cebactam

Cebactam  memiliki fungsi atau indikasi untuk membantu mengobati beberapa jenis penyakit atau kondisi dibawah ini:

  1. Membantu meringankan gejala infeksi saluran nafas atas dan juga bawah (ISPA)
  2. Membantu mengobati infeksi saluran kencing atas dan bawah
  3. Meringankan penderita peritonitis
  4. Membantu mengobati kolangitis
  5. Membantu mengatasi kolesititis
  6. Mampu meredakan infeksi intra abdominal lainnya
  7. Digunakan untuk meringankan infeksi kulit dan jaringan lunak

Dosis Penggunaan Cebactam

Dalam menggunakan Cebactam, terdapat beberapa jenis atau alternatif penggunaan yang bisa diterapkan dan disesuaikan dengan kondisi penderitanya. Macam dosis penggunaan Cebactam diantaranya:

  • Pengguna dewasa dapat menggunakan sebanyak 2 hingga 4 gram setiap harinya dan diberikan setiap 12 jam sekali
  • Pengguna anak dapat menggunakan sebanyak 40 hingga 80 mg/kg untuk setiap berat badan per harinya dan diberikan setiap 12 jam sekali.
  • Pengguna yang menderia neonatys dapat menggunakannya maksimal 80 mg/kg untuk setiap berat badan per haribta dan diberikan setiap 12 jam sekali.

Efek Samping Cebactam

Seperti obat lainnya, Cebactam juga mampu menimbulkan efek samping bagi beberapa penderitanya. Penderita yang mengonsumsi Cebactam akan mengalami salah satu maupun beberapa efek samping dari Cebactam. Berikut dibawah ini macam efek samping Cebactam :

  1. Pengguna dapat mengalami mual dan muntah
  2. Pengguna dapat mengalami ruam secara maculopapular
  3. Pengguna dimungkinkan mengalai demam dan sakit kepala
  4. Pengguna dapat mengalami eosinophilia
  5. Pengguna akan mengalami penurunan neutrophil dalam tubuh
  6. Dalam pemakaian waktu panjang, pengguna dapat mengalami neutropenia reversible
  7. Pengguna dimungkinkan mengalami anemia hemolitik
  8. Pengguna dapat mengalami nyeri di area injeksi
  9. Pengguna dapat merasa menggigil
  10. Pengguna dimungkinkan mengalmai trombositopenia temporer

Kontraindikasi Cebactam

Saat akan atau sedang menggunakan Cebactam terdapat beberapa jenis kondisi yang harus diketahui sehingga dapat dihindari adanya kontraindikasi. Macam-macam kondisi yang mampu memunculkan kontraindikasi diantaranya:

  • Tidak diperkenankan untuk diberikan kepada pengguna yang emmiliki riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap penggunaan Cebactam dan bahan penyusunnya
  • Tidak boleh diberikan kepada pengguna yang memiliki gangguan fungsi hati seperti sirosis hati
  • Tidak diperkenankan diberikan kepada penderita yang sedang menjalani diet yang buruk, karena mampu menimbulkan defisiensi Vitamin K

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

Dalam mengonsumsi Cebactam, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik dan jeli. Berikut dibawah ini macam-macam hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsi Cebactam:

  • Jauhkan Cebactam dari jangkauan anak, balita dan hewan peliharaan
  • Simpan Cebactam di suhu ruangan yang sesuai sekitar 5 hingga 30 derajat celsius
  • Jauhkan Cebactam dari paparan sinar matahari secara langsung
  • Simpan Cebactam di tempat yang kering, sejuk dan tidak lembab.
  • Tidak diperkenankan untuk menggandakan dosis penggunaan Cebactam tanpa sepengetahuan atau ijin dari dokter atau tenaga ahli medis lainnya.
  • Apabila penderita melewati jadwal konsumsi dosis yang ditentukan, penderita tidak boleh mengonsumsi dosis ganda pada waktu konsumsi selanjutnya
  • Tidak diperkenankan mengonsumsi minuman alkohol selama menggunakan Cebactam

Cebactam Untuk Wanita Hamil

Diberikan perhatian khusus untuk pengunaan Cebactam terhadap pengguna yang sedang dalam keadaan hamil atau menyusui. Terdapat beberapa penelitian yang mampu mebuktikan bahwa penggunaan Cebactam mampu mengganggu kesehatan pengguna, janin dalam akndungan dan bayi yang sedang menyusu. Maka dari itu, penggunaan Cebactam harus diawasi dengan baik.