Home Merk Obat A-ZMerk Obat B Biocef – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

Biocef – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

by Singgih Dwi Baskoro

Biocef merupakan sebuah produk obat yang berbentuk vial digunakan dengan cara injeksi, obat yang diproduksi oleh Otto Pharmacetical Laboratories ini mempunyai kandungan Cefotaxime Natrium atau dapat juga disebut dengan Cefotaxime Sodium. Obat ini biasanya digunakan untuk pengobatan Infeksi saluran napas bagian bawah, kulit, dan jaringan lunak, infeksi saluran kencing, intra-abdomen, tulang dan sendi, bakterimia, septikemia dan meningitis.

Penggunaan obat ini terhadap wanita hamil tidaklah menunjukkan resiko apapun yang dapat mengancam pertumbuhan janin maupun ibu hamil. Penggunaan Biocef ini juga tidak boleh sembarangan namun harus di dampingi oleh dokter, karena obat ini tidak di jual bebas di masyarakat.

Fungsi Biocef

Obat injeksi Biocef ini digunakan untuk mengobati beberapa penyakit, antara lain adalah :

  • Infeksi saluran napas bagian bawah,
  • Kulit,
  • Jaringan lunak,
  • Saluran kemih,
  • Intra-abdomen,
  • Tulang dan sendi,
  • Bakterimia,
  • Septikemia dan
  • Meningitis.

Dosis Biocef

Dalam penggunaannya obat ini tidak lah beredar secara bebas di masyarakat, biasanya obat ini terdapat di rumah sakit dan harus dengan resep dokter, oleh karena itu pastikan apabila ingin menggunakan obat ini harus didampingi dokter. Obat ini juga biasanya digunakan pada saat operasi. Berikut adalah dosis umum penggunaan obat ini terhadap jenis penyakit yang diderita pasien :

  • Dosis umum apabila digunakan oleh orang dewasa dan anak usia lebih dari 12 tahun yaitu : Gunakan 1 gram tiap 12 jam, melalui intra muskular atau intra vena.
  • Profilaksis bedah : Gunakan 1 – 2 gram Biocef, diberikan 30-60 menit sebelum operasi.
  • Gonore : Gunakan 1 gram per hari, injeksi melalui intra muskular.
  • Infeksi tanpa komplikasi : Gunakan 1 gram tiap 12 jam, injeksi melalui intra muskular atau intra vena.
  • Infeksi sedang sampai dengan berat : Gunakan 1 – 2 gram tiap 8 jam, injeksi melalui intra muskular atau intra vena. Apabila diperlukan, dosis dapat ditingkatkan menjadi 2 gram tiap 6 – 8 jam melalui intra vena.
  • Infeksi yang mengancam jiwa : Gunakan 2 gram Biocef tiap 4 jam, injeksi kan melalui intra vena.
  • Neonatus dan anak usia 12 tahun atau kurang : Gunakan 50 – 100 mg per kg berat badan per hari,dibagi dalam 2 – 4 dosis pemakaian.

Selalu ikuti arahan dokter apabila menggunakan obat ini, apabila ragu dengan obat ini coba minta dokter jelaskan kegunaan obat ini agar pasien paham dosis yang digunakan juga.

Efek Samping Biocef

Obat Injeksi Biocef ini mempunyai beberapa efek samping apabila digunakan, namun tidak setiap efek samping berikut akan muncul di setiap reaksinya, berikut adalah efek samping yang mungkin dapat muncul apabila menggunakan obat Biocef ini :

  • Reaksi lokal pada tempat injeksi, seperti perih atau gatal gatal,
  • Reaksi hipersensitivitas,
  • Gangguan gastro intestinal,
  • Gangguan hematologik,
  • Moniliasis dan
  • Vaginitis.

Perlu diketahui juga bahwa obat Biocef ini Kontra Indikasi dengan alergi terhadap sefalosporin. Sefalosporin ini sendiri merupakan sebuah antibiotik yang mempunyai struktur kimia sama dengan penisilin. Antibiotik ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan dinding sel pada bakteri lalu kemudian dapat membunuh Bakteri tersebut. Sefalosporin ini merupakan antibiotik yang berasal dari jamur spesies Acremonium.

Selalu konsultasi kan riwayat penyakit anda ataupun penyakit yang di derita saat ini agar dokter mengetahui apakah anda harus menggunakan obat ini atau tidak, karena ada kondisi pasien tertentu yang dapat mengganggu kesehatan orang tersebut apabila menggunakan obat ini, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan apabila ingin mengkonsumsi obat Biocef ini, yaitu :

  • Hipersensitivitas terhadap penisilin,
  • Riwayat penyakit gastro intestinal terutama kolitis,
  • Terapi menggunakan obat aminoglikosida,
  • Monitor fungsi ginjal.

You may also like