Albucid – Fungsi Obat – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Albucid merupakan obat tetes mata dengan kandungan zat aktif Sulfacetamide sodium 10% b/v dalam pelarut steril dengan pH 7.4. Sulfacetamide sodium mempunyai aktifitas antimikroba dengan spektrum luas, dapat mencegah pertumbuhan dan perkembangan berbagai jenis bakteri, baik bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif.

  • Nama kimia Sulfacetamide sodium : N-Sulfanilylacetamide monosodium salt monohydrate
  • Rumus molekul : C8H9N2NaO3S.H2O

Fungsi Obat

Albucid diindikasikan untuk mengobati :

1.Infeksi pada konjungtiva dan kelopak mata (konjungtivitis) 

Konjungtivitis merupakan suatu radang/infeksi yang terjadi pada selaput transparan yang terletak di permukaan bagian dalam kelopak mata. Bila pembuluh darah halus yang berada dalam konjungtiva meradang, maka pembuluh darah ini akan nampak sehingga muncullah istilah mata merah. Meskipun mata merah ini tanda iritasi, hal ini jarang mempengaruhi penglihatan. Pengobatan dapat diberikan untuk menghilangkan rasa tidak nyaman pada mata merah ini.

Penyebab mata merah adalah:

  • Virus – Virus dapat menyebabkan konjungtivitis baik. Penderita yang mengalami konjungtivitis karena virus maka kotoran pada matanya nampak berbentuk cair.
  • Bakteri – Bakteri dapat juga menyebabkan konjungtivitis yang dapat terjadi bersamaan dengan flu. Penderita yang mengalami konjungtivitis karena bakteri maka kotoran pada matanya berupa cairan yang agak kental dan berwarna kuning kehijauan. Konjungtivitis karena virus dan bakteri ini dapat menyebar secara langsung maupun tidak langsung, setelah bersentuhan dengan kotoran mata penderita. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, namun konjungtivitis bakteri lebih sering dijumpai pada anak-anak.
  • Alergi – Alergi merupakan reaksi/respon abnormal tubuh terhadap benda penyebab alergi (alergen). Biasanya tubuh akan membentuk zat kekebalan (antibodi) yang disebut sebagai Imunoglobulin-E (IgE). Antibodi tersebut kemudian akan merangsang sel yang ada dalam selaput lendir mata dan saluran nafas untuk mensekresikan zat penyebab inflamasi termasuk zat histamin. Gejala yang timbul biasanya berupa rasa gatal, keluarnya air mata, bersin-bersin dan hidung berlendir. Anda perlu untuk mengetahui ciri-ciri alergi agar dapat lebih waspada dalam mengantisipasinya.
  • Zat kimia atau benda asing – Mungkin yang sering kita alami adalah kelilipan. Tandanya biasanya mata menjadi merah dan mengalami iritasi diikuti dengan keluarnya air mata dalam jumlah banyak yang kadang akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu 1 hari.
  • Saluran air mata tersumbat pada bayi yang baru lahir – Tentunya hal ini akan sangat mengganggu apalagi jika terjadi pada bayi. Penyebabnya adalah karena adanya penyumbatan pada sistem saluran air mata (mulai dari kantung lakrimal-duktus nasolakrimalis-hidung).

Faktor resiko terjadinya konjungtivitis, antara lain:

  • Mata terkena benda/zat yang dapat menyebabkan alergi
  • Mata terkena sentuhan (tak langsung) dari penderita konjungtivitis virus dan bakteri
  • Mengunakan lensa kontak yang dapat mengakibatkan iritasi pada mata, sehingga anda perlu memperhatikan bahaya lensa kontak untuk mata.

Untuk menghindarkan diri dari terjangkit konjungtivitis maka kita dapat mengupayakan agar :

  • Tidak menyentuh mata dengan tangan secara langsung
  • Selalu mencuci tangan (makin sering makin baik)
  • Selalu menggunakan handuk dan atau kain pembersih muka yang bersih setiap hari
  • Sebaiknya tidak meminjamkan handuk atau kain pembersih muka ke orang lain
  • Rutin mengganti sarung bantal
  • Untuk wanita sebaiknya  mengurangi/membatasi pemakaian kosmetik untuk mata, serta
  • Menghindari pinjam-meminjam perlengkapan kosmetik untuk mata dengan orang lain.

2. Mencegah infeksi sekunder akibat luka yang disebabkan oleh benda asing

3. Conjunctivitis acute

Konjungtivitis akut dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri.

Gejala yang timbul :

  • Hyperemia (peningkatan aliran darah dalam pembuluh darah vaskuler di beberapa jaringan tubuh yang berbeda, dalam kasus ini di mata dan sekitarnya)
  • Lakrimasi (air mata yang berlebihan dan sering)
  • Iritasi
  • Keluarnya kotoran dari mata

4. Ulcus cornea

Ulkus kornea adalah luka terbuka pada lapisan kornea yang paling luar.

Ulkus kornea dapat disebabkan oleh :

  • Infeksi, baik infeksi bakteri, infeksi virus (contohnya virus herpes) maupun infeksi jamur
  • Mata kering
  • Avitaminosis A (defisiensi vitamin A) dan Kwashiorkor (kekurangan protein)

Faktor resiko terbentuknya ulkus kornea:

  • Cedera mata
  • Adanya benda asing di mata
  • Iritasi akibat lensa kontak; bahaya lensa kontak untuk mata karena pemakaian yang terlalu sering dan jarang dibersihkan dapat mengakibatkan iritasi yang dapat memicu resiko penyakit mata lainnya.

Gejala-gejala yang ditimbulkan :

  • Nyeri pada mata, mata peka terhadap cahaya (fotofobia), serta bertambahnya produksi air mata.
  • Pada kornea muncul bintik yang berwarna kuning keputihan.
  • Terbentuknya lesi di seluruh permukaan kornea dan bisa sampai menembus ke dalam
  • Gangguan penglihatan
  • Mata merah
  • Mata terasa gatal
  • Banyaknya kotoran pada mata.

5. Blefaritis

Blefaritis sangat umum terjadi terutama dikalangan orang yang memiliki kulit berminyak, ketombe, dan mata kering. Blefaritis merupakan peradangan yang terbentuk pada kelopak mata karena bakteri yang hidup pada lapisan minyak di dasar bulu mata.

Terdapat 2 jenis blefaritis:

  • Blefaritis anterior;  menyerang bagian tepi depan di luar kelopak mata
  • Blefaritis posterior; menyerang tepi dalam kelopak mata

Gejala yang ditimbulkan :

  • Mata berair
  • Mata menjadi merah
  • Kelopak mata bengkak dan merah
  • Terasa seperti mata kemasukan butir pasir
  • Mata terasa gatal
  • Susah membuka mata saat terjaga bangun dari tidur
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
  • Kulit di sekitar mata dapat terkelupas

6. Trachoma

Trachoma merupakan salah satu penyebab kebutaan karena infeksi. Penyakit ini merupakan keratokonjungtivitis kronis yang disebabkan oleh bakteri Chlamidya trachomatis (salah satu bakteri gram negatif). Infeksi akan menyebabkan peradangan pada konjungtiva, dan peradangan pada konjungtiva yang berulang dan berkepanjangan akan menyebabkan jaringan parut pada konjungtiva tersebut sehingga penglihatan akan terganggu.

Gejala yang muncul :

  • Gatal ringan pada mata, serta adanya iritasi di mata dan kelopak mata
  • Kotoran dari mata yang mengandung lendir atau nanah
  • Kelopak mata bengkak
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
  • Mata terasa sakit/nyeri

Jika tidak diobati dengan baik menggunakan antibiotik oral, gejalanya dapat meningkat dan menyebabkan kebutaan, yang merupakan hasil dari ulkus (luka/iritasi) dan jaringan parut pada kornea. Operasi juga mungkin diperlukan untuk memperbaiki kelainan bentuk kelopak mata.

7. Dendritic Ulcer (Herpes simplex keratitits)

Merupakan ulkus pada kornea (permukaan yang bening pada mata) yang disebabkan oleh virus herpes simpleks.

Gejalanya antara lain :

  • Mata merah, perih atau terasa kemasukan butiran pasir
  • Mata sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan agak kabur
  • Mata berair
  • Kadang disertai demam.

8. Ophthalmia neonatorum 

Ophthalmia neonatorum adalah  konjungtivitis yang terjadi dalam 28 hari pertama sejak bayi lahir. Penyebab paling sering adalah infeksi bakteri seperti Chlamydia trachomatis, Neisseria gonorrhoeae, Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae dan berbagai organisme lainnya. Pada kebanyakan kasus, ophthalmia neonatorum adalah penyakit ringan, kecuali infeksi karena gonokokus (gonococcal conjunctivitis), yang dapat berkembang dengan cepat hingga kerusakan kornea dan kerusakan penglihatan permanen.

Dosis Dan Cara Pemakaian

  • Teteskan Albucid 10% sebanyak 1-2 tetes dan ulangi pemakaiannya paling sedikit 4 x sehari (sebaiknya diteteskan berulang setiap berselang antara 2-3 jam), selama beberapa hari (pada umumnya sekitar 7-10 hari).

Efek Samping

  • Dapat menyebabkan iritasi sementara.

Kontraindikasi

  • Pada penderita yang diketahui sensitif terhadap Sulfonamida atau salah satu komponen preparat ini.

Interaksi Obat

  • Dengan senyawa yang mempunyai struktur kimia sama dengan PABA (Para Amino Benzoic Acid).
  • Obat ini sebaiknya tidak digunakan bersama-sama dengan preparat perak.

Peringatan

  • Organisme yang tidak peka, termasuk fungi, dapat berkembang biak dengan pemakaian preparat ini.
  • Bila gejala-gejala tidak berkurang selama 48 jam, segera hentikan pengobatan dan hubungi dokter mata.

Perhatian

  • Simpan di bawah 250C
  • Simpan tertutup rapat
  • Hindarkan dari panas dan cahaya.

Sediaan Dan Kemasan

  • Albucid Tetes Mata 10% setiap satuan dalam wadah botol plastik netto 10 ml.
  • No. Reg. : DTL9717800646A1
  • Diproduksi oleh PT. Global Multi Pharmalab untuk PT. Nicholas Laboratories Indonesia.
  • Kemungkinan saat ini obat tersebut sudah tidak dipasarkan lagi.
fbWhatsappTwitterLinkedIn