Albothyl – Fungsi Obat – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

857

Albothyl tergolong obat luar dan merupakan obat antiseptik multifungsi yang berguna untuk mencegah dan mengobati sariawan, mengatasi bau mulut tak sedap, mengatasi keputihan dan menjaga kebersihan organ intim; selain itu dapat juga digunakan untuk menghentikan perdarahan dan regenerasi jaringan pada luka.

Zat aktif yang dikandungnya adalah policresulen, yaitu suatu produk hasil dari polimerisasi dan kondensasi dari asam metacresolsulfonat  dan metanal (formalin).

  • Nama kimia policresulen : 2-Hydroxy-3,5-bis[(4-hydroxy-2-methyl-5-sulfo-phenyl) methyl]-4-methyl-benzenesulfonic acid.
  • Rumus molekul : C23H24O12S3

Fungsi Obat

Albothyl diindikasikan untuk :

  • Hemostatik lokal Hemostatik adalah suatu proses yang dapat menghentikan perdarahan pada pembuluh darah yang luka, dimana faktor-faktor yang berperan adalah pembuluh darah, trombosit dan fibrin. Albothyl dapat mengkoagulasi protein dengan spesifik pada bagian yang luka sehingga dapat meredakan perdarahan secara lokal.
  • Sariawan – Disebut juga stomatitis (stomatitis aphtosa) adalah merupakan penyakit yang menyerang mukosa mulut dengan gejala munculnya bercak putih yang kadang muncul di pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi maupun langit-langit dalam rongga mulut. Sariawan ini disebabkan oleh infeksi baik dari bakteri, virus, maupun jamur. Kadang-kadang luka karena sikat gigi maupun bibir tergigit dapat berkembang menjadi sariawan juga. Sariawan dapat dicegah dengan cara selalu menjaga kebersihan dan kesehatan mulut.
  • Selain itu rajin mengkonsumsi buah serta memperbanyak minum air putih agar daya tahan tubuhnya tidak mudah terserang bakteri penyebab infeksi. Sariawan jika tidak segera diobati, maka kuman akan mudah masuk kedalam tubuh melalui saluran cerna atau lubang sariawan yang disebut port the entry yang dapat menyebabkan diare, dan juga menyebabkan demam baik pada anak maupun pada orang dewasa. Sebaiknya anda mengetahui cara mencegah sariawan agar tidak terganggu oleh penyakit yang satu ini.
  • Obat kumur – Obat kumur digunakan untuk menjaga kesehatan mulut dan mengatasi bau mulut yang tak sedap. Kuman dan bakteri dalam mulut selain menyebabkan bau mulut yang tak sedap, juga dapat membuat nafas tak sedap. Karena itu, sebaiknya anda mengetahui cara pencegahan bau mulut tak sedap agar penampilan anda tetap prima dan percaya diri.
  • Antiseptik dan regenerasi jaringan pada luka – Dapat digunakan untuk berbagai jenis luka seperti : luka biasa, luka bakar, lesi dekubitus, ulkus kruris dan kondiloma akuminata. Lesi dekubitus merupakan kerusakan struktur dan fungsi kulit akibat adanya tekanan dari luar (eksternal) pada jaringan lunak diantara tonjolan tulang, seperti siku, tumit dan pergelangan tangan. Ulkus kruris meliputi semua luka di daerah kaki, biasanya karena adanya gangguan pada pembuluh darah vena. Kondiloma akuminata yaitu kutil/tumor/jaringan lunak pada daerah genital yang disebabkan oleh virus DNA yaitu Human Papilloma Virus (HPV) yang dapat menular melalui hubungan seksual.
  • Vaginosis bakterial – Dikenal juga sebagai Gardnerella vaginitis, termasuk penyakit vaginitis (infeksi atau inflamasi yang terjadi pada area vagina wanita) merupakan peradangan pada vagina yang disebabkan oleh banyaknya bakteri (diluar batas normal) sehingga keseimbangan jumlah bakteri alamiah dalam vagina terganggu. Pengobatan menggunakan antibiotik oral seperti metronidazol dapat juga dilakukan.
  • Kandidiasis vagina – Kandidiasis vagina kadang disebut juga candidal vaginitis adalah radang pada vagina karena infeksi oleh jamur. Secara umum jamur yang menyebabkan kandidiasis vagina adalah jamur candida albicans. Gejalanya meliputi rasa gatal atau nyeri pada vagina, sakit saat melakukan hubungan seksual, nyeri saat buang air kecil, serta keputihan. Pengobatan kandidiasis vagina bervariasi, dapat menggunakan sediaan oral ketokonazol, flukonazol atau itrakonazol, maupun sediaan khusus intravaginal.
  • Trikomoniasis – Trikomoniasis merupakan Penyakit Menular Seksual (PMS) yang dapat sembuh setelah diobati. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa yang bersifat parasit bernama Trichomonas vaginalis yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Gejala trikomoniasis pada wanita biasanya akan nampak, tetapi pada kebanyakan pria gejalanya tidak kelihatan. Adapun gejala pada wanita seperti keluarnya cairan vagina yang berwarna hijau, kuning atau abu-abu; vagina mengeluarkan bau busuk menyengat; rasa gatal di daerah sekitar vagina; rasa sakit pada vagina ketika berhubungan intim maupun saat buang air kecil. 
  • Gejala-gejala tersebut dapat muncul dan hilang, namun tanpa pengobatan, infeksi dapat bertahan hingga berbulan-bulan, bahkan sampai bertahun-tahun lamanya.  Pasangan juga seharusnya mendapatkan pengobatan, dan dianjurkan agar tidak melakukan hubungan seksual sebelum anda dan pasangan anda selesai menjalani pengobatan, serta tidak lagi menunjukkan gejala. Pengobatan oral dapat menggunakan antibiotik seperti metronidazole atau tinidazole. Untuk perlindungan/pencegahan, sebaiknya gunakan kondom saat berhubungan intim dengan pasangan, hal ini akan memperkecil resiko untuk tertular trikomoniasis.
  • Keputihan – Keputihan atau fluor albus adalah sekresi vaginal pada wanita.  Keputihan ada dua macam, yaitu yang normal dan yang abnormal. Keputihan yang normal (bukan penyakit) memiliki ciri-ciri: cairan keputihan encer, cairan yang keluar berwarna krem atau bening, cairan yang keluar tidak berbau, tidak menyebabkan gatal, jumlah cairan yang keluar sedikit. Sedangkan keputihan yang abnormal (penyakit) memiliki ciri-ciri: cairan yang keluar kental, warnanya putih seperti susu, atau dapat berwarna kuning maupun hijau, terasa gatal pada vagina, bau cairan yang keluar tidak sedap.
  • Cara mencegah/mengatasi keputihan yaitu dengan cara rajin membersihkan organ intim anda, baik menggunakan air maupun menggunakan antiseptik yang dianjurkan oleh tenaga medis; rajin mengganti celana dalam secara teratur; mencuci bersih celana dalam yang telah dipakai; sering mengganti pembalut; hindari menggunakan celana yang ketat; hindari menggunakan toilet umum yang kotor; hindari stres berlebih; jaga asupan makanan; dan hindari berganti-ganti pasangan.

Dosis Dan Cara Penggunaan

  1. Hemostatis lokal – Dapat digunakan secara langsung ataupun dengan cara diteteskan kedalam wadah berisi air lalu diaduk sedikit, lalu campuran tersebut dioleskan ke luka yang ingin diobati hingga meresap.
  2. Sariawan – Dewasa : Dapat diteteskan ke cotton bud atau kapas dan ditempelkan ke daerah yang terkena sariawan hingga beberapa saat lamanya sampai sakitnya agak berkurang, dan diulangi beberapa kali dalam sehari sampai sembuh. Anak-anak : isi air 1/2 (setengah) tutup botol Albothyl, teteskan 1-2 tetes Albothyl, aduk dengan cotton bud, lalu oleskan dengan menggunakan  cotton bud ke sariawan anak sampai meresap.
  3. Obat kumur – Larutan konsentrat Albothyl diteteskan sebanyak 10 tetes kedalam wadah (gelas)  berisi air 200 ml lalu diaduk sedikit, lalu campuran tersebut dibuat untuk berkumur.
  4. Luka bakar – Gunakan larutan campuran Albothyl dan air dengan perbandingan 1:3  sampai dengan 1:8
  5. Luka bakar yang luas – Gunakan larutan campuran Albothyl dan air dengan perbandingan 1:3  sampai dengan 1:8 atau dapat menggunakan Albothyl gel yang dioleskan pada luka (lalu ditutupi kain kasa)
  6. Infeksi pada vagina – Dapat menggunakan Albothyl sediaan suppositoria (ovula) yang dimasukkan kedalam vagina; selain itu dapat juga menggunakan Albothyl sediaan vagina gel (khusus untuk sediaan vagina gel penggunaannya hanya tiap 2  hari sekali).
  7. Keputihan – Gunakan larutan campuran Albothyl 10-15 tetes dan air bersih 200 ml yang sudah dicampur merata, kemudian basuhkan ke daerah kewanitaan sampai bersih. Hal ini dapat diulangi beberapa kali sehari sampai sembuh.

Harap untuk diperhatikan bahwa Albothyl hanya dipergunakan untuk pemakaian luar (bagian luar tubuh), tidak untuk diminum/ditelan. 

Efek Samping

Kecuali pada orang mempunyai kecenderungan hipersensitif atau alergi, efek samping Albothyl hampir tidak ada, kadang terjadi sedikit rasa tidak enak (lokal) pada permulaan terapi yang akan hilang jika pemakaian dihentikan. Selama pengobatan dengan menggunakan Albothyl tidak diperlukan adanya pengobatan topikal lainnya.

Kontraindikasi

Albothyl dikontraindikasikan terhadap penderita yang hipersensitif terhadap policresulen.

Sediaan Dan Kemasan

  • Albothyl concentrate 360mg/g; dus, botol plastik @  5 ml, 10 ml, 30 ml, 100 ml
  • Albothyl suppositoria 90 mg; dus, 1 strip @ 6 ovula
  • Albothyl bagina gel; dus, tube @ 50 gr