Ingin Segera Punya Anak, Pasangan Ini Berakhir Kecewa Terhadap Sebuah Jasa Sewa Rahim

79

Setelah menikah, tentunya hal yang paling diharap-harapkan adalah kehadiran seorang anak, begitu pula dengan pasangan yang tak disebutkan identitasnya. Sayangnya, sang wanita harus mengalami tiga kali keguguran dan bahkan terdiagnosa mengidap PCOS atau sindrom ovarium polikistik. Sampai akhirnya masuk usia 40 tahun, dirinya dan suami memutuskan untuk berupaya punya anak terakhir kalinya.

Dengan mengeluarkan kocek cukup tinggi demi sewa jasa rahim untuk membantu mereka memiliki anak. Pasangan ini pun akhirnya memilih seorang wanita yang mereka telah percayai untuk melahirkan anak mereka. Kejanggalan pun terjadi tepat ketika seorang bayi laki-laki telah lahir dari rahim wanita tersebut.

Wanita yang menderita PCOS dan tak dapat punya anak tadi pun tak lagi menginginkan anaknya usai mendapati sang bayi. Sang suami berbagi pengalaman ini di media sosial di mana alasan mereka tak lagi menginginkan anak itu adalah karena anak yang lahir dari si wanita pemilik rahim yang disewa tadi memiliki ciri fisik yang berbeda dari pasangan suami istri tadi.

Usut punya usut, rupanya perusahaan bank sperma yang telah dipercaya pasangan ini berbuat kesalahan pada proses mengawinkan sperma. Mereka mengawinkan sperma bukan dari milik suami dari wanita penderita PCOS tersebut. Alhasil, anak yang dilahirkan pun tak sesuai dengan harapan pasangan yang menyewa.

Dilansir dari Mirror, sang suami bercerita bagaimana ia dan istrinya begitu telaten merawat wanita yang menyewakan rahimnya. Mengetahui bakal melahirkan anak mereka, tentunya pasangan ini ingin anak mereka lahir selamat dan sehat dari rahim wanita tersebut, bahkan saat jelang persalinan pun mereka masih begitu bersemangat tak sabar ingin melihat sang bayi.

Begitu melihat bayi yang telah lahir, ciri-cirinya seperti orang Asia di mana memiliki mata coklat dan rambut hitam, padahal ia dan istrinya berambut pirang, bermata biru, dan berkulit putih. Saat dilakukan tes DNA, benarlah bahwa pasangan ini bukan orangtua kandung bayi tersebut. Kekecewaan mendalam tentu dirasakan oleh keduanya karena sudah begitu lama berharap bisa punya anak.

Sia-sia membayar mahal bank sperma untuk jasa sewa rahim karena mereka justru melakukan suatu kesalahan yang begitu besar. Pasangan ini mengatakan bahwa mereka tak menyesal telah memakai jasa sewa rahim, mereka juga tidak mempermasalahkan mengenai ras bayi tersebut, namun mereka merasa kesal karena kesalahan dari bank sperma itu.