Home Istilah MedisIstilah Medis A ACE Inhibitor : Pengertian – Fungsi – Cara Kerja – Jenis

ACE Inhibitor : Pengertian – Fungsi – Cara Kerja – Jenis

by Zakira

ACE Inhibitor merupakan kepanjangan dari angioestin – converting – enzyme inhibitor yang berarti salah satu jenis obat yang mampu menghambat enzim engioestin – converting. ACE itu sendiri berfungsi sebagai pengatur volume ekstraseluler seperti contohnya plasma darah, limfa dan cairan tubuh. Efek yang ditimbulkan dari ACE Inhibitor antara lain adalah menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, meningkatkan kinerja jantung, dan mengurangi beban yang diterima oleh jantung pada pasien gagal jantung.

ACE inhibitor bekerja dengan menghaluskan kerja pembuluh darah, membuatnya rileks sehingga mampu melebar dan bekerja lebih luwes dan darah mampu melaju lebih lancar. Menurunkan volume darah dan menurunkan tekanan darah. Nama lain dari ACE inhibitor adalah benazepril, zofenopril, perindopril, trandolapril, captopril, enalapril, lisnopril dan ramipril.

Fungsi ACE Inhibitor

Cara kerja dari ACE inhibitor terbukti ampu enangani berbagai asalah kesehatan khusunya yang berhubungan dengan jantung. Antara lain adalah :

  • Mycocardial infarction atau serangan jantung yang parah
  • Gagal jantung
  • Komplikasi pada ginjal seperti diabetes melitus atau diabetic nephropathy ( diabetes, kandungan gula dalam darah yang tinggi pada jangka waktu yang cukup lama)

Untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Pasien dengan riwayat penyakit diabetes diharuskan meminum ACE inhibitor tetap sesuai dengan anjuran dokter dengan dosis tertentu. ACE inhibitor dapat dikombinasikan dengan obat – obatan yang lain untuk menangani berbagai masalah kesehatan. ACE inhibitor juga terbukti mampu menyembuhkan penyakit gagal ginjal yang parah dan kerusakan ginjal pada bagian sclerosis yang telah mengeras jaringannya.

Angioestin II receptor blocker atau ARBs yang dikombinasikan dengan ACE inhibitor terbukti mampu menyembuhkan penyakit pneumia atau mengurangi kemungkinan seorang pasien terkena penyakit pneumia. Bahkan penemuan terbaru menyebutkan bahwa ACE inhibitor mampu menurunkan kecenderungan seorang pasien scizoprenia (gangguan mental dimana pasien tidak mampu membedakan yang mana realita dan bukan realita) engkonsumsi terlalu banyak air.

Cara Kerja ACE Inhibitor

ACE inhibitor bekerja dengan mengurangi aktifitas renin – angiotensin – aldosteron sistem (RAAS) yang fungsi utamanya adalah membentuk gejala hipertensi pada manusia dengan melibatkan tingkat gula darah seseorag. RAAS merupakan mekanisme proses sirkulasi tekanan darah. Bekerja untuk meningkatkan tekanan darah pada anusia dengan meningkatkan kandungan garam dan air di dalam tubuh. Efek yang ditimbulkan adalah pembuluh darah menjadi tegang dan menyempit.

Beberapa efek lain yang ditimbulkan oleh penggunaan ACE inhibitor antara lain adalah :

  • Vasoconstriction atau memendeknya pembuluh darah
  • Sodium dan Potasium akan dibuang melalui urine
  • Meningkatkan penyimpanan air di dalam darah
  • Menurunkan porsi renal protein kinase C

Kontraindikasi

ACE inhibitor dapat menjadi obat yang justru membahayakan bagi pasien dengan riwayat penyakit – penyakit sebagai berikut :

  • Batuk
  • Hyperkalemia atau meningkatnya kandungan potassium dalam darah.
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Lelah
  • Mual
  • Gangguan pada ginjal

Penggunaan ACE inhibitor dapat meningkatkan kemungkinan efek samping berupa inflammasi atau pembengkakan pada beberapa bagian tubuh. Kontraindikasi dengan pasien hyperkalemia disebabkan oleh fungsi dari ACE inhibitor itu sendiri yang membantu tubuh untuk membuang potassium di dalam darah. Jika dipaksakan untuk mengkonsumsi ACE inhibitor dengan riwayat penyakit hyperkalemia akan berakibat pada mual – mual, diare, dan melemahnya otot tubuh.

Cukup berbahaya apabila dikonsumsi oleh janin dan ibu yang tengah mengandung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi ACE inhibitor pada trisemester pertama mampu meningkatkan kemungkinan janin mengalami kegagalan mental atau cacat pada fisik, kematian pada janin dan kematian pada bayi yang aru lahir.

Jenis – jenis ACE Inhibitor dan Contoh Obatnya

Berikut adalah jenis – jenis ACE inhibitor beserta dengan penjelasan dan contoh obatnya antara lain adalah :

  1. Ramiphil

Merupakan jenis ACE inhibitor yang sering dijual dengan nama pasar Altace berfungsi sebagai obat tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gagal jantung dimana jantung tidak mampu emlaksanakan tugasnya untuk memompa darah hingga dapat mengalir keseluruh tubuh. Bekerja dengan merilekskan otot – otot disekitar pembuluh darah arteri. Sehingga arteri mampu melebar dan darah dapat mengalir lebih lancar.

Efek samping yang ditimbulkan antara lain adalah tubuh bergetar, batuk tidak berdahak, pusing dan kepala terasa berputar, kelelahan, mulut kering, mual, pingsan, demam, tenggorokan kering, sakit pada bagian dada, neutropenia atau rendahnya kandungan sel darah putih dalam darah, dan impoten.

Contoh obatnya antara lain adalah :

  • Cardace
  • Decapril
  • Triatec

Obat ini memiliki takaran dosis tersendiri untuk setiap fungsi pengobatannya. dibedakan sesuai dengan keluhan dan keinginan dari pasien serta hanya digunakan oleh dewasa dan tidak untuk dikonsumsi oleh anak – anak. Dosis gagal jantung adalah 1.25 mg sebagai dosis awalnya. Kemudian bertahap bisa ditambah 10 mg dosis per hari. Untuk diminum sekali atau dua kali per hari. Pasien pasca serangan jantung dosisnya sebesar 2.5 sebagai dosis awalnya kemudian bisa ditingkatkan 5 mg per hari dan dikonsumsi 2 kali sehari.

  1. Lisinopril

Obat jenis ACE inhibitor yang mampu menangani penyakit tekanan darah tinggi, gagal jantung dan serangan jantung. Obat ini juga terbukti mampu menurunkan kemungkinan penderita diabetes untuk mengalami komplikasi pada bagian ginjal dan matanya.

Beberapa efek samping yang akan dialami oleh pasien apabila mengkonsumsi obat ini antara lain adalah :

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Batuk
  • Susah menelan
  • Susah bernafas
  • Reaksi alergi
  • Hyperkalemia
  • Kelelahan
  • Diare
  • Hypotensi atau rendahnya tekanan darah
  • Sakit pada bagian dada
  • Kelelahan

Contoh nama obat yang dijual dipasaran adalah odace dan tensinop. Obat ini hanya dianjurkan untuk dikonsumsi oleh dewasa dengan dosis untuk penyakit hipertensi sebesar 2.5 hingga 80 mg setiap harinya. 2.5 hingga 40 mg untuk gagal jantung dan 5 hingga 10 mg per hari untuk pasien yang telah atau pasca megalami serangan jantung.

  1. Perindopril

Dapat digunakan sebagai obat yang mampu menangani permasalahan kesehatan seperti hipertensi, gagal jantung dan ketidakeimbangan pada bagian arteri. Selain itu perindopril mampu menurunkan kemungkinan seseorang terkena stroke. Efek samping yang mungkin akan diderita pasien saat mengkonsumsi obat ini antara lain adalah sebagai berikut:

  • Batuk
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Gangguan stabilitas emosi
  • Susah tidur
  • Kerusakan pada indra perasa di lidah
  • Nyeri pada bagian dada
  • Mual
  • Ruam – ruam

Contoh obat yang termasuk perindopril antara lain adalah bioprexum. Obat ini hanya dikhususkan untuk dewasa dimana dosisnya disesuaikan dengan penyakit yang diderita oleh pasien. Untuk pasien dengan riwayat penyakit hipertensi dapat mengambil perindopril dengan dosis sebesar 5 hingga 10 mg per harinya. Untuk pasien gagal jantung disarankan untuk mengkonsumsi perindopril setiap pagi sekali sehari dengan dosis 2.5 hingga 5 mg. untuk pasien serangan jantung dewasa bisa mengkonsumsi perindrapil sebesar 4 mg sekali sehari dan lansia berkisar antara 2 hingga 2.5 mg sekali sehari.

  1. Enalapril

Jenis obat ACE inhibitor yang berfungsi sebagai pengobatan hipertensi, diabetes dan gagal jantung. Khusus untuk gagal jantung, enalapril biasanya digabungkan dengan obat lain yang bernama furosemide sebagai obat diuretik atau meningkatkan volume urine. Bisa dikonsumsi dengan oral maupun lewat suntikan pada pembuluh vena.

Efek samping yang mungkin akan dialami pasien antara lain adalah :

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Batuk

Tidak disarankan untuk ibu yang tengah mengandung dan janin. Beberapa penelitan menyebutkan kemungkinan besar janin akan cacat saat lahir atau meninggal ketika mengkonsumsi obat ini. Contoh obat enalapril adalah tenaten.

Bagi penderita hopertensi dewasa, takaran dosis yang bisa pasien ambil untuk mengkonsumsi enalapril sebesar 2.5 hingga 40 mg sekali atau dua kali per hari. Sedangkan untuk pasien gagal jantung bisa mengkonsumsinya 2.5 hingga 40 mg sekali atau dua kali sehari.

Untuk pasien anak – anak dosis yang disarankan sangat tergantung dengan berat badan anak tersebut. Dimana untuk anak – anak dengan berat badan antara 20 hingga 50 kg dapat menggunakan obat ini dengan dosis 2.5 hingga 20 mg per hari. Seangkan anak – anak yang memiliki berat badan lebih dari 50 kg bisa mengambil dosis antara 5 hingga 40 kg per hari.

  1. Captopril

Merupakan jenis obat ACE inhibitor yang mampu mengobati hipertensi dan kegagalan fungsi jantung. Efek samping yang mungkin ditimbulkan bagi pasien yang mengkonsumsi captorpil antara lain adalah :

  • Gatal – gatal
  • Sakit kepala
  • Tachycardia atau
  • Sakit pada dada
  • Palpitasi
  • Kelelahan

Contoh obat yang termasuk catopril adalah farmoten, tensicap dan tensobon. Dosis yang tepat dan dianjurkan oleh dokter dalam penggunaan ini untuk pasien dewasa adalah 0.25 hingga 30 mg per hari dimana dapat diminum 2 hingga 3 kali per hari. Untuk anak – anak hanya diperbolehkan mengkonsumsi captopril dengan dosis antara 0.25 hingga 3.5 mg dibagi berat badan anak dalam satuan kilogram per harinya.

  1. Trandolapril

Merupakan jenis obat ACE inhibitor yang mampu merawat dan mengobati tekanan darah tinggi. Dikenal dengan nama mavik sebagai obat yang dijual dipasaran. Efek samping yang mungkin akan dialami pasien apabila mengkonsumsi obat ini antara lain adalah :

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Batuk tidak berdahak
  • Pusing
  • Hypotensi atau tekanan darah rendah
  • Kelelahan

Dosis yang dianjurkn oleh dokter untuk obat ini adalah 0.5 hingga 4 mg per hari dengan 1 hingga 2 kali makan untuk dewasa pada penderita hipertensi. Dan untuk pasien dengan penyakit pasca serangan jantung dewasa bisa mengkonsumsi trandolapril sebanyak 0.5 hingga 4 mg untuk sekali setiap hari. Dimulai semenjak 3 hari setelah serangan jantung terjadi.

  1. Zofenopril

Merupakan salah satu jenis obat ACE inhibitor yang mampu mengurangi resiko tekanan darah tinggi dan melindungi jantung. Lebih ampuh dalam mengobati tekanan darah tinggi dibandingkan dengan enalapril dan lebih sedikit memiliki efek samping. Anda dapat menemukan zofenorpil dipasaran dengan nama – nama produk yang mengandung zefonoprilat.

  1. Benazepril

Dikenal dengan nama lotensin atau novartis di pasaran. Merupakan jenis obat ACE inhibitor yang mampu mencegah terjadinya komplikasi ginjal dan mata yang diakibatkan oleh gula darah yang tinggi, menyembuhkan hipertensi, kegagalan jantung dan serangan jantung.

Efeksamping yang sering ditimbulkan oleh penggunaan benazepril antara lain adalah sakit kepala dan batuk kronis. Naiknya tingkat potassium di dalam tubuh juga merupakan efek sampiang dari penggunaan benazepril yang patut diwaspadai.

You may also like