Mengapa Habis Makan Tidak Boleh Tidur? Ini 8 Alasannya dan Jeda Waktu Paling Tepat

Setelah makan, ada larangan untuk tidur, tapi mengapa habis makan tidak boleh tidur? Tentunya ada beberapa bahaya tidur setelah makan yang bisa terjadi ketika kita tetap melakukannya. Wajar saja bola kita merasakan kantuk sehabis makan yang memang lebih enak kalau kita tidurkan. Namun, penting untuk mengetahui alasan mengapa tak boleh tidur sehabis makan untuk kesehatan kita.

  1. Dada Terasa Panas

Sehabis makan langsung tidur bisa menimbulkan rasa panas di bagian dada walau di awal tidak akan ada efek apapun. Ketika tubuh dibiarkan beristirahat, justru sistem pencernaan akan lebih keras dalam bekerja sehingga menimbulkan sensasi panas di bagian dada karena kelebihan asam lambung. Rasa panas tersebut tersebar naik yang berasal dari perut kemudian menuju dada bahkan juga bisa sampai pada tenggorokan.

  1. Kenaikan Berat Badan

Alasan lainnya mengapa sehabis makan tidak dianjurkan untuk langsung tidur adalah karena tubuh lebih mudah dalam menumpuk lemak ketika tidur setelah makan. Bila pun ingin langsung tidur, makan makanan rendah kalori dan terjamin sehat bernutrisi akan jauh lebih baik, seperti buah dan salad ketimbang pizza atau kue. Sehabis mengonsumsi makanan berkalori tinggi, justru kita perlu membakarnya supaya berat badan tetap terjaga atau diturunkan.

  1. Stroke

Sesudah makan langsung tidur bisa meningkatkan risiko seseorang menderita stroke di mana hal ini adalah sebuah hasil studi dari penelitian University of Ioannina Medical School yang berada di Yunani. Risiko stroke dijumpai cukup rendah pada orang-orang yang menunggu lama antara sesudah makan dan tidur menurut penelitian yang dilakukan pada 500 orang dalam kondisi sehat.

  1. Refluks Asam

GERD atau refluks asam menjadi salah satu alasan mengapa tidak boleh tidur sehabis makan. Ini karena katup antara kerongkongan dan perut tidak akan langsung menutup sehabis makan. Inilah faktor yang memungkinkan kenaikan asam lambung ke tenggorokan yang akhirnya menjadi penyebab sensasi terbakar. Kondisi seperti ini akan jauh lebih serius ketika langsung tidur dengan posisi berbaring menghadap ke kanan.

  1. Tenggorokan Terbakar

Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa asam lambung berisiko mengalami kenaikan ketika kita langsung tidur tepat selesai makan. Asam lambung yang berasal dari perut tak hanya bisa naik hingga bagian dada saja, melainkan juga berpotensi sampai pada tenggorokan yang menyebabkan munculnya sensasi panas atau terbakar.

  1. Serangan Jantung

Kondisi seperti serangan jantung memanglah bukan efek yang langsung dialami oleh seseorang yang tidur tepat setelah makan. Hanya saja, jika dibiasakan untuk tidur setelah makan, ada kemungkinan lemak lebih gampang dan cepat menumpuk sehingga menaikkan pula risiko penyumbatan pembuluh darah sehingga meningkatkan pula potensi terkena serangan jantung.

  1. Diabetes

Sesudah makan tidak boleh tidur karena lemak yang menumpuk di dalam tubuh tak hanya menyebabkan kegemukan, stroke hingga serangan jantung. Diabetes rupanya juga menjadi salah satu bahaya yang perlu diwaspadai. Konsumsi makanan berkalori serta berkarbohidrat tinggi mampu meningkatkan kadar gula darah juga sehingga diabetes pun terjadi.

  1. Napas Berhenti saat Tidur

Bahaya lainnya yang menjadi alasan mengapa habis makan kita tak boleh tidur adalah refluks yang bisa menjadi pemicu saluran napas menyempit serta timbulnya sleep apnea. Ketika kedua kondisi tersebut terjadi, maka kita akan lebih rentan dalam mengalami henti napas secara tiba-tiba sewaktu sedang tidur.


Jarak Waktu Paling Tepat untuk Tidur Sesudah Makan

Sengantuk apapun sesudah kita selesai makan, ada baiknya kita menunggu agar tubuh benar-benar dapat beradaptasi dengan makanan-makanan yang baru masuk sebelum memutuskan tidur. Waktu tidur yang terlalu dekat dengan waktu makan bisa berbahaya bagi kesehatan, jadi perhatikan jarak atau jeda waktu paling tepat untuk tidur, khususnya bila kita sudah selesai makan.

Menurut National Sleep Foundation, waktu tidur yang baik adalah 2-3 jam sesudah makan dan rekomendasi ini adalah yang paling baik serta bagus untuk kita ikuti. Menunggu jauh lebih baik daripada kita harus mengalami berbagai risiko yang telah diulas sebelumnya. Bahkan ketika kita memberi waktu sekitar 60-70 menit bagi perut untuk proses pencernaan makanan diketahui mampu menurunkan risiko penyakit stroke.

Mengapa habis makan tidak boleh tidur langsung? Berapa menit atau jam jarak waktu antara makan dan tidur yang paling baik? Semuanya sudah terjawab dan semoga kita dapat lebih sabar dalam menunggu perut atau tubuh beradaptasi dengan makanan yang sudah masuk agar tidak terjadi kondisi gangguan kesehatan yang tak diinginkan.

, ,

Follow Halosehat

ig-halosehatgroup

Oleh :
Kategori : Kebiasaan Buruk