Hindari 10 Bahaya Penggunaan Tusuk Gigi Terlalu Sering !

404

Tusuk gigi bukanlah suatu barang baru, sebab banyak orang terbiasa setelah makan akan menggunakan tusuk gigi supaya sisa-sisa makanan yang berada di sela-sela gigi dapat dibersihkan. Makanan yang tersangkut di gigi memang kemudian menyebabkan ketidaknyamanan, tapi pastikan bahwa Anda tahu adanya bahaya penggunaan tusuk gigi terlalu sering.

  1. Menciptakan Ruang Antar Gigi

Menggunakan tusuk gigi secara sering apalagi di tempat yang sama malah hanya akan membuat antara satu gigi dan gigi yang lain memiliki jarak atau renggang. Pada dua gigi ada ruang di sana sehingga hal ini malah hanya akan meningkatkan risiko makanan tersangkut lebih besar di kemudian hari pada bagian tersebut.

  1. Bau Mulut

Pada umumnya, memang tusuk gigi digunakan sebagai penghilang makanan yang tersangkut di mana dengan tusuk gigi mengangkat sisa makanan tersebut akan jauh lebih mudah. Hanya saja, tak banyak orang yang mengetahui bahwa salah satu risiko pembersihan gigi dengan tusuk gigi mampu meningkatkan risiko nafas berbau tak sedap alias bau mulut.

  1. Memicu Abrasi

Menggunakan tusuk gigi setelah makan artinya adalah mendorong ruang antara gigi supaya sisa makanan yang terjebak dapat dikeluarkan atau diangkat. Namun kegiatan penggunaan tusuk gigi secara sering mampu menjadi penyebab abrasi gigi. Abrasi gigi sendiri merupakan sebuah kondisi ketika struktur gigi hilang karena aus, namun Anda bisa mencoba menggunakan cara mengatasi abrasi gigi dengan cara-cara alami.

  1. Memicu Perdarahan

Selain abrasi atau ausnya struktur gigi karena penggunaan tusuk gigi yang terlalu sering dan di tempat yang sama terus-menerus, perdarahan pun dapat terjadi apalagi jika Anda sampai mengutak-atik bagian gusi. Apabila kebiasaan satu ini dilanjutkan dalam jangka panjang, kerusakan gigi bisa lebih serius dan terjadi di seluruh bagian gigi.

  1. Enamel Gigi Rusak

Penggunaan tusuk gigi secara terus-menerus di area gigi yang sama dan terlalu sering juga bisa membahayakan enamel atau email gigi. Tusuk gigi terkadang juga ikut digigit-gigit atau dikunyah padahal tusuk gigi tersebut terbuat dari kayu atau plastik. Inilah yang akhirnya lama-kelamaan bisa mengganggu kesehatan enamel.

  1. Memicu Penurunan Gusi

Seperti telah disebutkan sebelumnya, ada kemungkinan bagi gusi untuk mengalami perdarahan karena pemakaian tusuk gigi. Selain itu, penurunan gusi pun menjadi risiko tinggi akibat dari seringnya pengaplikasian tusuk gigi ini. Penurunan gusi ini merupakan sebuah kondisi ketika ada pergerakan turun pada posisi gusi yang sesungguhnya.

  1. Akar Gigi Rusak

Turunnya gusi merupakan kondisi yang bisa menyebabkan akar gigi menjadi rusak apabila penurunan gusi dibiarkan terlalu lama tanpa ditangani secara tepat. Ketika kerusakan akar gigi terjadi, timbul kemudian rasa sakit yang sangat parah. Supaya hal ini bisa dihindari, gantilah kebiasaan menggunakan tusuk gigi dengan menyikat gigi saja atau berkumur.

  1. Infeksi Gusi

Selain turunnya gusi dan akar gigi yang rusak, infeksi gusi adalah salah satu jenis sakit gigi dan mulut yang perlu diwaspadai. Ketika mengalami kondisi ini, segera obati karena jika diabaikan dapat menyebabkan tingkat keparahan infeksi makin meningkat, termasuk berkomplikasi menjadi periodontis dan gingivitis atau radang gusi.

  1. Merusak Veneer

Jika sebelumnya Anda punya riwayat perawatan gigi dengan veneer; yakni sebuah metode yang digunakan sebagai pelindung rongga gigi, maka sebaiknya hindari kebiasaan menggunakan tusuk gigi. Rongga gigi bisa mengalami kehancuran karena tusuk gigi sering digunakan dan mengenai bagian pelindung rongga gigi tadi.

  1. Jalan Masuk Kuman

Banyak orang menggunakan tusuk gigi karena tak ingin sisa-sisa makanan tertinggal di gigi dan menyebabkan sakit gigi. Padahal, penggunaan tusuk gigi terlalu sering malah bisa menjadi jalan masuk kuman apalagi kalau sampai terbentuk luka pada mulut atau gusi. Ketika kuman masuk, otomatis ini juga menjadi peningkat risiko jenis-jenis penyakit gigi dan mulut.

Alangkah baiknya bahaya penggunaan tusuk gigi bisa dihindari dengan menggunakan sesekali saja dan tak terlalu sering. Dilansir dari laman situs Liputan 6, drg. Dedy Y Rismanto memberi saran untuk lebih baik tidak bergantung pada tusuk gigi tapi justru memakai benang gigi saja. Berkumur dan menyikat gigi pun jauh lebih dianjurkan sebagai alternatif dari pemakaian tusuk gigi.