Mengeluh Sakit Perut dan Haid Terlambat, Ternyata Gadis Ini Punya Kista Raksasa

127

Gadis remaja yang usianya masih 16 tahun diketahui memiliki keluhan sakit perut selama beberapa lama ditambah dengan datang bulan yang terlambat dan tak seperti normalnya. Ketika memeriksakan diri ke dokter, hasil diagnosa menyatakan bahwa dirinya memiliki kista seberat 15 kg yang berada di ovariumnya.

Gadis asal India ini kemudian harus mendapat perawatan di Sarin Hospital di Punjab, India menurut hasil lansiran dari Fox News. Kista ovarium tersebut berhasil diangkat melalui tindakan pembedahan dan sungguh mengejutkan karena kista tersebut bahkan ukurannya hampir sama dengan sebuah semangka yang sangat besar.

Sang ayah dari gadis remaja ini, Ravidarpal Singh mengatakan bahwa kista tersebut tidaklah memiliki sifat kanker dan anaknya sudah punya ‘hidup baru’ sekarang setelah operasinya berhasil. Belum diketahui secara jelas apa perawatan lanjutan pasca operasi pada masa pemulihannya. Bahkan tak diketahui pula apakah sang remaja perempuan ini mengalami gejala-gejala lanjutan usai pembedahan.

Kista ovarium sendiri terbentuk di dalam ovarium berupa kantong yang ada cairannya dan para wanita wajib mewaspadai hal ini apabila terjadi keluhan gejala seperti:

  • Siklus menstruasi terganggu atau tidak normal
  • Tulang panggul terasa nyeri
  • Perut terasa penuh karena kembung dan bahkan jadi lebih cepat kenyang walau makan sedikit
  • Saat haid, darah yang keluar jauh lebih banyak ketimbang biasanya
  • Sulit buang air kecil maupun besar
  • Terasa begitu sakit ketika berhubungan badan dengan pasangan
  • Sering buang air kecil
  • Sulit hamil (bagi yang sudah menikah)
  • Gangguan pencernaan
  • Sering pusing
  • Dapat kehilangan kesadaran

Kista pada dasarnya tak perlu ditangani khusus pun dapat hilang dengan sendirinya (biasanya dalam waktu beberapa bulan saja), terutama jika tak bersifat kanker. Hanya saja ketika ukuran kista makin besar, gejala-gejala tak nyaman pada tubuh mulai dialami, serta seorang wanita sudah masuk masa gejala menopause, wajib untuk segera memeriksakan diri ke dokter sebab wanita menopause berpotensi lebih besar terserang kanker ovarium.

Meski tanpa adanya penanganan medis ada kasus di mana kista bisa hilang dan sembuh sendiri, tetap saja kista ovarium dapat berpotensi berkembang jadi lebih besar. Jika seorang wanita juga memiliki faktor risiko infeksi pelvis, endometriosis, gangguan hormonal hingga riwayat terkena kista sebelumnya, maka harus rutin mengecek kesehatan dan menjalani tips diet sehat agar risiko terserang kanker ovarium dapat diminimalisir.