Beri Anak Obat Cacing Kalau Tidak Ingin Nasibnya Seperti Balita Ini

179

Sebuah kasus di Afrika Barat, tepatnya di Menchum Division, Kamerun cukup memprihatinkan karena seorang anak laki-laki yang usianya masih 4 tahun terkena infeksi ratusan cacing dan hampir saja kehilangan nyawa karena kondisi tersebut. Melansir dari laman Daily Mail, cacing gelang adalah jenis cacing yang menginfeksi sang bocah.

Awalnya, anak ini mengeluhkan beberapa kondisi gangguan kesehatan, seperti perut yang sakit berkepanjangan dan terus-menerus, sering muntah, dan bahkan perutnya mengalami pembesaran. Parahnya lagi, sebelum langkah operasi diambil, bocah ini alami sembelit alias tak buang air besar selama kurang lebih 6 bulan.

Cacing jenis Ascaris sp tersebut akhirnya dikeluarkan oleh pihak medis dan rupanya pun si cacing masih dalam kondisi hidup. Dr Valirie Ndip Agbor selaku dokter yang memimpin tim medis menangani kondisi bocah yang namanya tak disebutkan tersebut. Dari penanganan yang ia lakukan barulah diketahui apa yang memicu infeksi cacing.

Menurut keterangan sang dokter, pasiennya tersebut dari kecil belum pernah diberi obat cacing sama sekali. Terapi bebas cacing lainnya pun belum pernah sang bocah dapatkan sehingga inilah yang berakibat pada infeksi cacing. Saat diperiksa pun pencernaan dan usus bocah ini mengalami kerusakan sehingga Dr Agbor pun mengimbau agar anak-anak perlu mendapat terapi bebas cacing.

Keluarga bocah ini sendiri tinggal di sebuah wilayah yang kecil, terpencil dan mengalami kesulitan dalam mengakses air bersih sehingga dapat dibayangkan betapa tingkat kebersihan di daerah tersebut termasuk rendah. Warga setempat pun untuk mendapat bantuan tenaga kesehatan cukup sulit karena wilayah yang mereka huni jarang dan susah dilalui kendaraan, serta berbukit-bukit juga.

Dr Agbor angkat bicara bahwa warga di wilayah ini harus memperoleh terapi bebas cacing secara teratur, yakni setahun 1-2 kali. Edukasi dan pengertian kepada warga juga perlu dalam hal pemisahan antara rumah tinggal pribadi dengan peternakan agar tidak mudah terserang penyakit dari hewan. Para orang tua di manapun, perlu memahami kapan anak perlu diminumi obat cacing menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia.

  • Obat cacing bisa diberikan kepada balita usia 2 tahun
  • Pemberian obat cacing juga perlu diimbangi dengan menjaga kebersihan lingkungan
  • Pemberian obat cacing yang paling dianjurkan adalah setahun 2 kali, yakni setiap 6 bulan
  • Pemberian obat cacing perlu dilakukan dengan menyesuaikan hasil pemeriksaan dan indikasi dokter dari hasil penemuan telur cacing/cacing pada tes tinja; hal ini berlaku pada balita yang ada di wilayah nonendemis

Bukan hanya balita saja yang sebenarnya perlu mengonsumsi obat cacing, orang-orang yang berada di lingkungan kumuh dengan tingkat kebersihan rendah, orang yang kerap mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang, orang yang berada di daerah endemik cacing serta mereka yang berprofesi sebagai petani, peternak, hingga buruh bangunan perlu terapi/obat bebas cacing.

Menurut Dr Agbor, tujuan dari memisahkan tempat tinggal pribadi dengan peternakan adalah supaya mampu menurunkan potensi infeksi cacing lewat makanan, air dan tangan yang tak bersih. Warga di wilayah yang kumuh pun wajib untuk belajar bagaimana memasak air yang benar dan sampai matang, termasuk saat memasak makanan, cara mencuci tangan yang benar dan steril, serta cara penggunaan toilet yang bersih dan tepat.