31 Anak di India Meninggal Usai Makan Buah Leci, Apakah Keracunan?

179

Kabar mengejutkan dari wilayah utara India di mana dalam rentang 10 hari terakhir ada sekitar 31 anak yang dilaporkan meninggal dunia. Ashok Kumar Singh yang termasuk petugas medis memberikan keterangan mengenai kejadian ini, ia mengatakan bahwa ada gejala radang otak akut pada seluruh anak yang meninggal tersebut.

Ada pula sejumlah anak yang memberikan tanda bahwa mereka mengalami penurunan kadar gula darah secara signifikan dan tiba-tiba. Melansir dari ABC Australia, Ashok juga berkata pada Kamis (13/6/2019) bahwa para petugas medis sudah berupaya semampu mereka dalam memberikan pertolongan dan mencoba menyelamatkan nyawa anak-anak itu.

Menurut keterangan yang dihimpun dari otoritas di wilayah tersebut, anak-anak ini diketahui kehilangan nyawa karena makan buah leci. Itu artinya, mereka mengalami keracunan setelah mengonsumsi buah tersebut. Banyak orang mungkin belum terlalu tahu bahwa sebenarnya leci yang segar dan manis adalah buah yang juga berisiko beracun khususnya bagi yang memiliki hipoglikemia atau kadar gula darah rendah.

Di dalam buah leci pun menurut hasil studi pada jurnal The Lancet ada hypoglycin A yakni toksin yang menjadi penghambat tubuh dalam menghasilkan glukosa. Mengonsumsi leci bagi anak-anak ketika dalam kondisi lapar atau perut kosong justru bisa berbahaya. Alasannya adalah karena ketika lapar dan perut kosong, kadar gula yang sudah rendah bisa makin turun.

Sementara itu, kita tahu bahwa glukosa sangat penting untuk otak dan organ tubuh lainnya agar dapat berfungsi dengan maksimal. Tubuh dapat bekerja lebih optimal karena glukosa yang menjadi bahan bakar, maka ketika kadarnya sangat rendah, fungsi tubuh otomatis terganggu dan bahkan risiko kerusakan cukup tinggi.

Pada kondisi anak-anak yang telah meninggal tersebut karena makan buah leci, sebelumnya diperkirakan telah ada tanda-tanda keluhan tertentu. Berikut ini adalah sejumlah gejala umum keracunan buah leci atau gejala gula darah terlalu rendah yang patut dikenali dan diwaspadai:

  • Jantung mulai berdetak lebih cepat
  • Kesulitan untuk fokus dan konsentrasi
  • Tubuh berkeringat lebih banyak
  • Kulit memucat
  • Tubuh cepat lelah
  • Tubuh kejang
  • Kesadaran menurun dan berisiko pingsan

Hal ini bukan suatu kasus baru di India, bahkan kejadian seperti ini pun pernah dialami oleh anak-anak di wilayah Kepulauan Karibia menurut laporan sejumlah peneliti. Namun pada kasus di wilayah Kepulauan Karibia tersebut yang menjadi penyebab adalah hypoglycyn yang ada terkandung di buah ackee atau yang kita juga bisa sebut dengan achee.