Home FarmasiObat Oralit – Dosis, Pembuatan, Manfaat dan Efek Sampingnya

Oralit – Dosis, Pembuatan, Manfaat dan Efek Sampingnya

by Ana Rohma

Oralit atau generik oralit merupakan larutan yang mengandung garam elektrolit yang berfungsi sebagai penyeimbang kadar elektrolit didalam tubuh. Komposisi larutan ini terdiri dari beberapa campuran garam elektrolit seperti NaCI (Natrium Klorida), KCL (Kalium Klorida), Natrium Bikarbona, Glukosa Anhidrat, Triodium Sitrat Hidrat. Tidak seimbangnya kadar elektrolit didalam tubuh disebabkan oleh keringat atau cairan yang keluar dari dalam tubuh secara berlebihan, muntah atau terserang gejala diare. Pada umumnya, Larutan ini dapat mengatasi ancaman dehidrasi ketika terserang diare karena didalamnya terkandung campuran glukosa atau gula dengan garam yang mampu diserap oleh usus penderita diare.

Kapan Tubuh Membutuhkan Oralit ?

Oralit merupakan cairan yang terdiri dari garam elektrolit dan glukosa yang dapat mengantisipasi terjadinya dehidrasi ketika kadar cairan elektrolit didalam tubuh berkurang secara signifikan. Hal yang menyebabkan tidak seimbangnya kadar cairan elektrolit didalam tubuh yakni :

  • keringat yang keluar secara berlebihan

Tubuh akan mengeluarkan keringat yang banyak usai melakukan olah raga berat atau berada pada cuaca panas, oleh karena itu perlu sekali mengganti cairan yang hilang dengan asupan tambahan supaya tidak terjadi dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh. Pada umumnya keringat yang keluar secara berlebih dapat diganti dengan konsumsi air mineral yang cukup namun untuk mengembalikan kadar air dan mineral pada ukuran normal dapat juga menambahnya dengan minuman yang mengandung elektrolit tinggi.

  • muntah yang terus-menerus

Cairan yang keluar melalui muntahan kotoran dapat menyebabkan dehidrasi karena kurangnya cairan yang terdapat didalam tubuh. Pada umumnya, wanita yang mengandung pada trisemester pertama akan mengalami mual dan muntah dalam waktu yang lama. Agar terhindar dari bahaya dehidrasi sebaiknya segera mengkonsumsi minuman yang mengandung elektrolit, agar kadar elektolit di dalam tubuh dapat terjaga keseimbangannya. Namun perlu diperhatikan juga mengenai kesehatan janin ketika menggunakan obat-obatan tertentu. Maka sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter terkait supaya terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

  • Penyakit Diare

Diare merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan karena konsumsi makanan pedas yang berlebihan, virus, toksin kuman staphylococcus yang terdapat pada makanan busuk, alergi susu bahkan alergi terhadap makanan tertentu. Diare yang berlangsung lama dapat menyebabkan dehidrasi. Gejala diare dapat menyerang bayi, balita, dewasa, bahkan lansia jika kekebalan tubuh melemah. Gejala yang akan dialami berupa perut mulas, buang air besar 4 – 8 kali dalam sehari serta feses encer.

Penyebab Terjangkitnya Diare

Untuk menghindari terjangkit penyebab diare maka ada baiknya untuk mengetahui hal-hal yang dapat menyebabkan diare.

  • Mengkonsumsi makanan yang dihinggapi lalat karena bakteri penyebab diare yang terdapat pada lalat (baca juga : bahaya makanan yang dihinggapi lalat)
  • Makan menggunakan tangan yang kotor
  • Penggunaan kamar mandi atau toilet yang kotor
  • Adanya alergi terhadap konsumsi susu
  • Meminum air mentah atau sayuran mentah yang mengandung bakteri penyebab diare

Kandungan Zat

Beberapa zat yang terkandung pada 200 cc cairan oralit mempunyai fungsi sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang supaya keseimbangan cairan elektrolit dapat terjaga. Ancaman dehidrasi terjadi ketika mengalami diare ataupun muntah secara berlebihan sehingga cairan yang keluar harus digantikan oleh cairan baru melalui oralit ini. Perlu diketahui bahwa cairan oralit yang dikonsumsi oleh penderita diare bukan berfungsi untuk menghentikan gejala diare secara keseluruhan, akan tetapi lebih berfungsi sebagai pengganti cairan tubuh yang telah keluar melalui sistem pencernaan. Berikut kandungannya :

  • Glukosa Anhidrat = 4,0 gram
  • Natrium Klorida 0,70 gram
  • Natrium Sitrat Dihidrat 0,58 gram
  • Kalium Klorida 0,30 gram

Dosis Penggunaan

Walaupun bukan termasuk obat keras namun oralit itu sendiri tidak boleh dikonsumsi dengan dosis yang berlebihan karena pada dasarnya obat mempunyai takaran dosis serta aturan penggunaan yang harus diketahui demi mengurangi efek negatif penggunaan obat. Sebelum meminum oralit sebaiknya konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu mengenai gejala serta penanganan yang sesuai karena setiap tubuh mempunyai reaksi masing-masing terhadap obat atau cairan tertentu yang masuk kedalam tubuh.

Berikut dosis penggunaan oralit berdasarkan usia yang diminum pada tiga jam pertama :

  • Usia dibawah 1 tahun = 300 ml atau 1,5 gelas
  • Usia 1 – 5 tahun = 600 ml atau 3 gelas
  • Usia 6 – 12 tahun = 1,21 atau 6 gelas
  • Usia diatas 12 tahun – Dewasa = 2,41 atau 12 gelas

Berikut penggunaan oralit berdasarkan usia yang diminum setelah BAB atau muntah :

  • Usia dibawah 1 tahun = 100 ml atau 0,5 gelas (setengah gelas)
  • Usia 1 – 5 tahun = 200 ml atau 1 gelas
  • Usia 5 – 12 tahun = 300 ml atau 1,5 gelas
  • Usia diatas 12 tahun – Dewasa = 400 ml atau 2 gelas

Cara Penggunaan

Untuk mengatasi gejala diare atau muntah berlebih dimana tubuh akan kehilangan banyak cairan maka anda perlu mengganti cairan yang hilang tersebut menggunakan oralit supaya terhindar dari bahaya dehidrasi. Cara meminum cairan oralit juga patut diperhatikan demi mendapatkan manfaat dengan maksimal dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Sebagian orang berpikir cara meminum oralit dengan takaran 200 cc atau satu gelas diteguk sekaligus, seperti meminum air mineral pada umumnya namun cara ini salah besar. Cairan oralit yang diminum secara sekaligus justru menyebabkan rasa ingin buang air besar dan muntah. Berikut cara penggunaannya:

  • Campurkan satu sachet oralit kedalam 200 cc atau satu gelas sedang
  • Aduk hingga merata lalu teguk perlahan sedikit demi sedikit
  • Berhenti 3 menit setelah meminum oralit 2 – 3 kali

Jeda yang dilakukan ketika meminum oralit bertujuan supaya usus dapat menyerap kandungan yang terdapat pada cairan oralit tersebut. Penggunaan oralit dapat diulang selama diare atau muntah belum berhenti karena selama penderita mengalami diare atau muntah maka cairan didalam tubuh akan terus keluar. Tubuh akan membutuhkan asupan cairan elektrolit di dalam tubuh dapat terjaga keseimbangannya dan terhindar dari dehidrasi.

Manfaat

Selama ini kita menganggap gejala dehidrasi bisa dicegah hanya dengan menambah asupan mineral dari air putih saja. Akan tetapi perlu diketahui bahwa didalam air putih tidak mengandung garam elektrolit yang dapat mempertahankan keseimbangan kadar elektrolit pada tubuh manusia. Elektrolit itu sendiri merupakan mineral atau cairan yang berpengaruh pada impuls saraf melalui daya hantar bermuatan listrik didalam tubuh. Berikut beberapa manfaat oralit bagi tubuh :

  • Mengurangi gejala diare
  • Mengganti cairan yang hilang bersama feses atau muntah yang berlebih
  • Menjaga keseimbangan kadar elektrolit didalam tubuh
  • Mencegah dan mengantisipasi induksi diare osmosis karena mengandung hypo – osmolar
  • Dapat mengantisipasi asidosis karena mengandung basa atau alkalinising agent
  • Meningkatkan absorpsi air dan elektrolit

Seimbangannya kadar elektrilit didalam darah, keringat, dan air seni dapat mempengaruhi kenerja organ vital lain didalam tubuh, untuk itu diperlukan asupan tambahan untuk mengembalikan keseimbangan kadar elektrolit dalam tubuh yakni dengan cara meminum oralit.

Efek Samping

Cara penggunaan oralit yang tidak sesuai aturan dan dengan dosis yang berlebihan akan menimbulkan resiko bagi kesehatan tubuh. Keseimbangan cairan elektrolit yang seharusnya terjaga justru dapat memicu gangguan kesehatan bagi kinerja organ lain didalam tubuh. Reaksi yang timbul akibat kesalahan tersebut yakni :

  • Kadar natrium yang berlebihan didalam tubuh akan mengganggu keseimbangan elektrolit
  • Dehidrasi Hipernatraemia atau peningkatan osmolalitas plasma dimana tubuh mengalami kelebihan kadar sodium.
  • Gejala mual, muntah dan kram perut akibat tertelannya larutan hipertonik atau sejumlah besar natrium klorida
  • Hilangnya bikarbonat dengan efek pengasaman karena penggunaan garam klorida yang berlebihan
  • Hiperkalemia akibat meminum cairan oralit yang terlalu pekat
  • Penggunaan oralit yang berlebihan dapat menyebabkan edema kelopak mata

Bisakah Membuat Oralit Sendiri?

Pada umumnya oralit berbentuk kemasan sachet yang langsung diseduh menggunakan air minum dengan takaran 200 cc atau dalam satu gelas ukuran sedang. Pembuatan cairan oralit sendiri ini juga cukup mudah dengan mengkombinasikan glukosa (gula) dengan garam. Pada garam mengandung sodium dimana elektrolit yang hilang dapat segera tergantikan sementara pada gula atau glukosa terdapat karbohidrat penting yang berfungsi sebagai sumber tenaga serta pengganti energi yang hilang akibat kekurangan cairan. Berikut cara pembuatannya :

  1. Cuci tangan hingga bersih sebelum menyentuh peralatan dan bahan pembuat oralit
  2. Sediakan garam dapur dengan takaran seperempat sendok teh
  3. Sediakan gula pasir (glukosa) dengan takaran satu sendok teh
  4. Sediakan air minum yang telah dimasak dengan takaran 200 cc atau satu gelas sedang
  5. Campurkan garam dan gula kedalam air minum lalu aduk merata hingga larut
  6. Oralit buatan sendiri dapat digunakan

Tips Ketika terserang Diare

Ketika tubuh mengalami diare maka ada beberapa tips perawatan yang dapat membantu proses pulihnya metabolisme tubuh berikut ini :

Asupan mineral yang cukup

Mengkonsumsi air putih secara berkala ketika diare dapat mengganti cairan yang keluar bersama feses ketika buang air besar. Meminum oralit buatan sendiri yang terdiri dari larutan gula (glukosa) dan garam juga dapat membantu mengganti cairan elektrolit yang hilang tersebut.

Kurangi Konsumsi Makanan Berserat Tinggi

Jelly, sayur, dan buah-buahan merupakan makanan kaya serat yang akan memperpanjang masa diare itu sendiri. Pilihlah makanan berserat rendah namun konsumsi makanan yang mengandung protein dan sodium yang berfungsi sebagai zat pembangun serta mampu menahan feses keluar secara berlebihan.

Istirahat yang Cukup

Untuk mengembalikan stamina yang berkurang akibat gejala diare maka diperlukan istirahat yang cukup. Gejala lemas, melilit bahkan mual dapat mereda secara perlahan ketika istirahat anda cukup.

Minum Oralit atau obat pereda diare

Diare yang berlangsung dapat menyebabkan beberapa gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Penderita sebaiknya cek ke dokter terkait untuk mendapatkan obat yang aman dan mampu mengatasi gejala diare. Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya dehidrasi dapat menggunakan cairan oralit dengan dosis dan aturan pakai yang ada.

Diatas telah dipaparkan manfaat oralit beserta kandungan, cara penggunaan bahkan efek samping penggunaannya. Tidak perlu khawatir mengenai efek samping karena hal ini merupakan reaksi tubuh apabila cara penggunaan dan dosis yang diminum tidak sesuai takaran. Untuk itu sangat perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat oralit sebagai pencegah dehidrasi agar memenuhi aturan pakai yang ada. Pada umumnya dehidrasi disebabkan oleh kurangnya cairan atau tidak seimbangnya cairan elektrolit pada tubuh akibat keluarnya cairan dari dalam tubuh secara berlebihan.

Seperti yang kita ketahui bahaya dehidrasi bukanlah gangguan kesehatan yang ringan karena dapat berujung pada kematian mendadak. Akan tetapi cara pencegahannya cukup mudah yakni dengan asupan mineral yang cukup setelah melakukan aktivitas berat dan berada pada cuaca panas, bahkan ketika terserang diare supaya keseimbangan elektrolit kembali normal.

You may also like