9 Bahaya Bau Cat untuk Kesehatan (No. 5 sampai No. 9 Mengejutkan)

8511

Anda mungkin adalah orang yang gemar mendekorasi ulang rumah agar memperoleh suasana baru secara berkala. Salah satu metode untuk dekorasi tersebut adalah dengan mengecat ulang rumah sehingga memiliki tampilan yang baru dan terlihat lebih segar. Namun, Anda tentu sering mengalami kondisi ketika mengecat maka pernapasan akan terganggu dan kepala terasa pusing akibat bau yang ditimbulkan dari cat.

Pada umumnya, cat apapun yang kita gunakan (cat tembok, cat kayu, dan cat sejenisnya) terbuat dari berbagai jenis komponen, seperti pelarut, pelekat, pewarna, dan juga berbagai jenis bahan tambahan lainnya. Cat tembok yang sering digunakan untuk dekorasi rumah atau untuk merenovasi rumah mengandung pelarut berbasis minyak. Pelarut tersebut mengandung minyak volatile organic compound (VOC) yang sifatnya sangat mudah menguap.

Lalu apa saja bahayanya jika kita menghirup bau cat yang mengandung larutan tersebut? Berikut 9 bahaya yang bisa ditimbulkan akibat menghirup bau cat bagi kesehatan tubuh.

1. Gangguan Pernapasan

Bahaya menghirup bau cat yang pertama adalah terjadinya gangguan pernapasan. Bau cat yang cukup menyengat dihasilkan oleh VOC. VOC tersebut hampir selalu ada di dalam bahan cat agar cat lebih mudah kering ketika diaplikasikan di dinding. Saat cat mengering, VOC menguap ke udara dan jika terhirup akan membuat pernapasan terganggu. Kondisi tersebut akan semakin parah apabila bau cat dihirup oleh orang-orang yang memiliki gangguan pernapasan.

(Baca juga: cara menjaga kesehatan organ pernapasan manusia)

2. Pusing

Selain gangguan pada sistem pernapasan, bahaya lain yang ditimbulkan akibat menghirup bau cat adalah pusing. Jika komponen VOC yang ada di udara terhirup ketika melakukan pernapasan tentu kadar oksigen yang dihirup ketika bernapas akan rendah. Akibatnya, suplai oksigen ke otak juga akan menurun. Kondisi itulah yang menyebabkan kepala menjadi pusing.

(Baca juga: kepala sering pusingmata kunang-kunang kepala pusing)

3. Mata Perih

Selain menyebabkan gangguan pernapasan dan kepala pusing, komponen VOC yang ada di udara juga bisa menyebabkan mata perih. Meskipun tidak terlihat, udara yang ada di sekitar tempat mengecat mengandung partikel VOC. Partikel tersebut ternyata tidak hanya berdampak langsung pada pernapasan dan juga rasa pusing saja. Biasanya, mata juga akan terasa perih karena iritasi yang ditimbulkan oleh VOC tersebut. Maka jangan heran jika orang-orang yang melakukan pengecatan tembok, kayu, dan lainnya biasanya menggunakan kaca mata untuk melindungi kornea mata mereka.

(Baca juga: cara menghilangkan mata merah)

4. Iritasi pada Kulit

Selain iritasi pada mata, VOC yang menguap di udara juga bisa menyebabkan iritasi kulit. Kondisi semacam itu biasanya juga akan berdampak langsung pada orang-orang yang memiliki kulit sensitif dan juga memiliki reaksi alergi terhadap berbagai bahan kimia yang terkandung di dalam cat. Iritasi pada kulit juga bisa semakin parah apabila cat mengenai langsung pada permukaan kulit. Kandungan senyawa kimia yang ada pada cat bisa diserap oleh pori-pori kulit dan menyebabkan berbagai komplikasi.

5. Kanker

Dalam jangka panjang, bau cat yang terhirup juga bisa menyebabkan perkembangan sel kanker di dalam tubuh. Kemunculan sel kanker di dalam tubuh tidak hanya disebabkan oleh partikel cat yang terhirup saja, tetapi juga disebabkan oleh menempelnya cat di kulit. Ketika cat menempel, partikel-partikel dan juga bahan kimia pada cat akan menyerap melalui pori-pori kulit dan menyebabkan komplikasi.

6. Kerusakan Fungsi Hati

Selain menyebabkan perkembangan sel kanker, partikel cat yang terhirup atau masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit juga bisa menyebabkan kerusakan fungsi hati. Partikel VOC yang masuk ke dalam tubuh akan mengikuti aliran darah dan dalam jangka waktu lama akan menyebabkan kerja hati semakin berat. Jika terjadi terus-menerus tentu kondisi tersebut akan memicu kerusakan fungsi hati.

(Baca juga: cara menjaga kesehatan hati)

7. Kerusakan Saraf

Partikel-partikel kimia pada cat juga bisa menyebabkan kerusakan saraf. Zat kimia yang paling mungkin menyebabkan kerusakan saraf tersebut adalah pigmentPigment merupakan zat kimia yang berguna sebagai zat pewarna dan juga berguna menciptakan daya tutup pada cat. Contoh pigment cat yang paling sering digunakan pada cat adalah lead chromate yang sering digunakan untuk memberi warna hijau, kuning, dan merah pada cat. Jika mengenai kulit atau terhirup, zat kimia tersebut bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat. Kondisi tersebut akan semakin berbahaya jika terjadi pada wanita yang sedang hamil. Jika ibu hamil menghirup bau cat, akan sangat beresiko bayi mengalami kerusakan sistem saraf.

(Baca juga: jenis kelainan sarafkesehatan sistem saraf otak)

8. Penyakit Ginjal

Meskipun tergolong jarang, partikel zat kimia dalam cat juga bisa menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Hal tersebut terjadi karena beberapa jenis cat mengandung bahan berbahaya seperti timbal dan merkuri. Kandungan timbal di dalam cat biasanya sangat tinggi terutama pada cat yang berwarna kuning dan oranye. Penambahan bahan timbal tersebut biasanya berlaku pada cat minyak. Dampak bahaya keracunan timbal bagi kesehatan tubuh manusia bisa beraneka ragam. Sementara itu, beberapa jenis cat juga mengandung merkuri. Merkuri berguna untuk mencegah munculnya jamur ketika cat diaplikasikan di tembok atau benda lainnya. Merkuri merupakan bahan logam berat yang sangat berbahaya apabila terhirup dan masuk ke dalam tubuh. Bahaya merkuri akan ikut mengintai bagi Anda yang terlalu sering menghirup bau cat.

(Baca juga: cara menjaga agar ginjal tetap sehatcara menjaga kesehatan ginjal secara alamipenyebab ginjal rusak)

9. Keguguran

Selain beberapa bahaya yang telah disebabkan di atas, bau cat juga bisa berdampak buruk bagi ibu hamil, yakni meningkatkan resiko keguguran. Berbagai bahan kimia pada cat, seperti VOC, timbal, dan merkuri bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf pada janin dan yang paling parah akan menyebabkan keguguran.

Itulah 9 bahaya yang bisa muncul akibat bau cat. Jika Anda melakukan renovasi rumah dengan mengecat maka sebaiknya Anda menggunakan pelindung tubuh secara optimal, seperti masker, kaca mata, dan juga pelindung kulit. Usahakan pula agar anak-anak, ibu hamil, dan juga orang-orang yang memiliki riwayat gangguan pernapasan seperti asma menjauh dari lingkungan pengecatan.