Sponsors Link

Masuk Angin

advertisement

Banyak orang yang tiba-tiba terkena masuk angin tanpa tahu penyebab yang pasti. Namun tahukah, bahwa masuk angin jika tidak segera diobati bisa menyebabkan masuk angin yang terlambat. Orang jawa menyebutnya dengan masuk angin kasep. Masuk angin kasep tersebut bisa membuat penderitanya pusing dan mual-mual selama berhari-hari. Oleh sebab itu ketika Anda merasakan gejala dari penyakit masuk angin segera obati masuk angin dengan cara yang cepat dan tepat

Penyakit Masuk Angin

Masuk angin biasa adalah masuk angin yang ditandai dengan adanya pusing, mual, badan meriang, perut kembung dan masih banyak lagi lainnya. Bagi yang sering terkena masuk angin sebaiknya mulai berhati-hati dalam menjaga kesehatan. Hal itu dikarenakan masuk angin yang terus menerus bisa menyebabkan penyakit kronis.

penyakit masuk anginGejala Masuk Angin

Penyakit masuk angin hanya ada di Indonesia saja, sedangkan jika di luar negeri penduduknya menyebutnya dengan penyakit gejala flue. Dunia kedokteran sendiri pun menyebut masuk angin dengan gejala dari flue dan tidak menyebutnya dengan masuk angin. Gejala seseorang terkena masuk angin adalah sebagai berikut ini :

  • Penderita akan merasakan hawa dingin di sekujur tubuhnya.
  • Badan meriang
  • Perut menjadi kembung.
  • Batuk disertai pilek.

Penyebab Masuk Angin

Pola hidup dan kondisi cuaca bisa menyebabkan seseorang mudah terkena penyakit masuk angin, seperti berikut :

  • Rasa dingin berlebihan bisa diakibatkan oleh suhu ruangan, angin dan juga cuaca.
  • Berlama-lama di ruangan ber AC.
  • Kehujanan
  • Cuaca ekstrim
  • Salah makan
  • Buang gas sedikit

Cara Mengobati Masuk Angin Secara Alami

cara mengobati masuk angin dengan bahan alami, tentunya lebih praktis dan tanpa efek samping tentunya. Bahan mudah didapatkan dan efek penyembuhannya pun tergolong cepat. Berikut ini ada beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk mengobati masuk angin secara cepat :

1. Jahe

Jahe merupakan bahan  alami yang dimasukkan dalam TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Selain bermanfaat untuk memasak, jahe juga sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Misalnya saja bengkak, masuk angin, diare dan masih banyak lagi lainnya. Rasa pedas dan hangat yang dimilikinya bisa bermanfaat untuk meredakan penyakit masuk angin.

Jahe memiliki zat gingerol dan zingbain yang dipercaya dapat meredakan gejala penyakit masuk angin. Caranya :

  • Sediakan sebanyak 3 rimpang jahe.
  • Memarkan jahe tersebut.
  • Didihkan selama 15 menit bersama 2 gelas air dan campurkan dengan gula aren.
  • Sisakan tinggal separuhnya saja.
  • Saring dan minum selagi masih hangat.
  • Lakukanlah sebanyak dua kali sehari.

2. Kencur

Kencur selain menyedapkan makanan, kencur juga bermanfaat untuk mengobati penyakit. Salah satunya adalah masuk angin. Kencur memiliki berbagai zat seperti zat pati, mineral, kamphane, borneol dan masih banyak lagi lainnya. Kandungan tersebut dipercaya dapat mengobati penyakit masuk angin.

  • Cucilah kencur sampai bersih, kupas kencur. Lalu makanlah kencur bersama garam.
  • Setelah makan kencur, minumlah air hangat.
  • Rasa panas dan pedas pada kencur bisa bermanfaat untuk meredakan penyakit masuk angin.

3. Bawang Putih

Bawang putih tidak hanya merupakan makanan penurun darah tinggi, namun bermanfaat untuk meredakan masuk angin dengan kandunga zat alicin di dalamnya. Cara memuatnya :

  • Masukkan bawang putih pada sup.
  • Makan selagi hangat.
  • Jangan lupa kunyah dan telan bawang putih bersama dengan sup.

4. Daun Pepaya

Daun pepaya sangat enak jika dijadikan sayur. Rasanya yang pahit juga sering dijadikan sebagai jamu penambah nafsu makan. Zat antioksidan yang tinggi dipercaya mampu menghilangkan masuk angin dengan cepat. Cara membuatnya :

  • Ambil 4 sampai 5 lembar daun pepaya.
  • Cuci sampai benar-benar bersih.
  • Rebus menggunakan satu liter air.
  • Campurkan dengan sedikit garam.
  • Rebus hingga tertinggal setengahnya saja, minum selagi hangat.

5. Berkumur

Berkumur selain bisa menghilangkan kuman dan bakteri di gigi, berkumur bisa bermanfaat untuk menghilangkan masuk angin. Cara berkumurnya :

  • Siapkan air hangat.
  • Siapkan baking soda
  • Siapkan sedikit garam
  • Campurkan baking soda dan garam menggunakan air hangat
  • Campurkan menggunakan sendok, gunakan untuk berkumur.

6. Sup Ayam

Mengkonsumsi sup ayam selagi masih hangat dan panas akan bermanfaat untuk menghangatkan badan Anda. Setelah Anda mengkonsumsi sup ayam badan Anda akan berkeringat sehingga tubuh akan terasa ringan dan masuk angin akan hilang.

7. Kayu Putih

Kandungan minyak atsiri pada kayu putih bisa menyebabkan masuk angin menjadi hilang dan badan terasa hangat. Aromanya pun juga akan terasa menenangkan.

Cara Mengatasi Masuk Angin pada Ibu Hamil

Ibu hamil tidak boleh sembarangan dalam mengkonsumsi obat, termasuk obat untuk masuk angin ini. Pada dasarnya, ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi hal-hal yang bersifat panas dan juga pahit misalnya saja jahe, kencur, daun pepaya apalagi jamu. Untuk itu, ibu hamil harus tahu bagaimana caranya mengatasi masuk angin yang begitu menyerang  tubuhnya. Berikut ini beberapa alternatif yang tepat untuk mengatasinya :

1. Minum Teh Hangat

Teh hangat tidak memiliki kandungan zat yang bersifat panas sehingga aman untuk dikonsumsi. Teh mint bisa menjadi andalan ketika ibu hamil terkena masuk angin. Pemilihan jenis teh pun akan berpengaruh pada khasiat teh. Sebaiknya memilih teh yang diseduh bukan teh yang dicelup. Kandungan antioksidan tinggi pada teh bermanfaat untuk meredakan masuk angin.

2. Minum Air Jeruk Panas

Jeruk merupakan buah yang mengandung vitamin C. Selama ini vitamin C sangat bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun. Dengan mengkonsumsi air jeruk panas tubuh wanita hamil akan berkeringat dan kandungan vitamin C bisa meningkatkan sistem imun sehingga masuk angin akan mudah pergi.

3. Mandi Dengan Air Hangat. Air hangat bisa menenangkan tubuh ibu hamil dan membuat tubuh menjadi lebih segar dan tidur akan lebih nyenyak. Namun usahakan untuk menghindari bahaya mandi malam hari.

4. Memakai Baju Hangat. Memakai baju hangat merupakan cara alami untuk menghilangkan masuk angin.

Fakta Tentang Masuk Angin

Fakta 1 :

Proses Terjadinya Masuk Angin

Gejala masuk angin tersebut harus diwaspadai karena merupakan suatu pertanda jika tubuh akan dimasuki infeksi virus. Tidak heran jika orang yang mengeluh masuk angin besoknya terkena penyakit flu dan juga batuk. Masuk angin akan banyak terjadi saat peralihan musim misalnya saat musim penghujan beralih ke musim kemarau, saat musim kemarau beralih ke penghukan. Nah saat peralihan tersebut banyak kuman, bakteri dan virus ada di sekitar kita. Beginilah cara terjadinya masuk angin :

  • Hawa dingin masuk ke dalam tubuh.
  • Hawa tersebut mengenai bagian depan atau belakang tubuh.
  • Saat suhu udara turun, suhu tubuh yang terkena juga ikut turun.
  • Hembusan angin hanya mengenai salah satu bagian tubuh saja sehingga hanya bagian tubuh itu yang suhunya turun.

Masuk angin terlambat atau akut akan lebih mudah dikenali gejalanya. Hal itu dikarenakan masuk angin yang akut akan berujung pada timbulnya penyakit misalnya saja flu, bersin-bersin dan juga demam. Yang harus diperhatikan dari penyakit masuk angin akut ini adalah jika terjadi terus menerus dan tidak segera dilakukan pengobatan akan menyebabkan penyakit kronis.

Fakta 2

Perut Kembung Saat Masuk Angin

Masuk angin juga akan menyebabkan perut kembung sehingga perut merasa tidak nyaman. Perut kembung dalam istilah kedokteran disebut dengan excessive gas. Kondisi tersebut merupakan kondisi dimana lambung bekerja dengan menghasilkan gas yang berlebihan dan gas itu menyebabkan kembung.

Selain itu, dibagian tubuh kita ada beberapa titik syaraf yang berhubungan dengan syaraf organ bagian dalam. Ketika ada hembusan angin yang menyerang bagian belakang tubuh suhu tubuh menjadi turun maka saraf tersebut akan mempengaruhi organ dalam.

Fakta 3

Akibat Masuk Angin Yang Tidak Segera Diobati

Penyakit ini banyak yang tidak dibawa ke dokter. Banyak yang lebih memilih diobat sendiri dengan cara-cara alami dan tradisional. Namun jika masuk angin yang tidak segera diobati, akan mengakibatkan beberapa hal seperti berikut :

  • Masuk angin yang tidak segera diobati bisa menjadi sebuah awal infeksi virus demam berdarah.
  • Bila masuk angin disertai dengan lesu dan lelah bisa menjadi tanda telah terjadi infeksi yang serius. Misalnya saja infeksi virus hepatitis.

Fakta 4

Anggapan Salah tentang Masuk Angin Duduk

Pernahkah Anda mendengar ada seseorang yang meninggal dikarenakan masuk angin terlambat atau angin duduk?. Anda langsung berfikir bahwa masuk angin merupakan penyakit yang berbahaya.

Masuk angin duduk disebut juga dengan masuk angin akut atau masuk angin terlambat. Banyak yang sering mengait-ngaitkan masuk angin ini dengan kematian seseorang. Anggapan tersebut salah. Anggapan yang benar adalah tidak ada namanya angin duduk atau masuk angin terlambat. Yang ada hanyalah serangan jantung koroner. Serangan jantung sering tidak dirasakan oleh penderita dan sering tidak diobati. Akibatnya adalah serangan jantung koroner.

Fakta 5

Kerokan adalah Obat Masuk Angin

Teknik mengobati masuk angin yang salah banyak beredar di masyarakat. Padahal teknik tersebut kebanyakan adalah mitos semata juga sugesti dari diri sendiri. Mitos mengobati minyak angin dengan kerokan adalah teknik mengobati masuk angin dengan cara yang salah. Kerokan justru membuat kulit seseorang menjadi lecet, pori-pori punggung melebar dan peradangan. Sungguh berbahaya sekali jika yang dikeroki adalah anak kecil.

Tak heran orang yang terbiasa mengobati penyakit masuk angin dengan kerokan akan mudah untuk terserang penyakit masuk angin kembali. Hal itu dikarenakan pori-pori punggungnya melebar dan terbuka. Angin akan mudah menurunkan suhu tubuh seseorang sehingga menyebabkan masuk angin. Mengatasi masuk angin haruslah cepat dan juga tepat.

Tidak Ada Angin Duduk Melainkan Serangan Jantung koroner

Faktanya, tidak ada angin duduk, melainkan aerangan jantung koroner. Hanya dalam hitungan menit saja, sekitar 15 sampai dengan 30 menit saja, jika lebih dari itu orang yang terkena penyakit ini akan meninggal. Cukup singkat memang rentang waktunya, sehingga salah jika serangan jantung koroner diobati dengan kerokan saja. Cara mengatasi masuk angin dengan kerokan, tidak bisa menghentikan  serangan dari jantung koroner.

serangan jantung koronerFakta Tentang Jantung Koroner

Selama 2 tahun, pihak kedokteran meneliti penyakit jantung koroner yang disebut-sebut sebagai angin duduk. Penyakit angin duduk bukanlah penyakit masuk angin yang berat namun istilah dari penyakit jantung koroner. Koreksi besar terhadap kepercayaan masyarakat selama ini. Masyarakat banyak yang salah menyebut penyakitnya sehingga penanganannya pun salah.

1. Kesalahan Dalam Mengatasi Penyakit Jantung Koroner

Anggapan yang salah bisa menyebabkan pengobatan yang salah pula. Mirisnya tindakan yang salah justru membawa dampak berupa kematian. Jika hanya dikeroki, diberi berbagai ramuan agar angin keluar dan diberikan minuman panas hal itu tidak akan berhasil. Bisa-bisa akan mati secara mendadak.

2. Tindakan Salah Ketika Menangani Jantung Koroner

Berikut ini tindakan yang salah ketika menangani serangan jantung koroner :

  • Banyak yang mengira serangan jantung koroner adalah masuk angin terlambat atau angin duduk.
  • Langkah pertama yang banyak dilakukan adalah dikeroki.
  • Diberi ramuan berupa jahe hangat dan teh hangat atau bisa juga kopi hangat.
  • Setelah itu penderita disuruh tidur buat beristirahat.
  • Kebanyakan orang mengira setelah dikeroki dan diberi ramuan air hangat penderita akan segera sembuh keesokan harinya. Setelah itu pihak yang memberikan kerokan tidak memantau kondisi penderita lagi.
  • Saat pagi hari, penderita tidak bangun-bangun dari tempat tidurnya. Setelah dicek nadi dan nafasnya, ternyata penderita sudah tidak ada.

Hal di atas merupakan hal konyol yang sering dilakukan masyarakat. Anehnya banyak yang menyebut penderita mati dikarenakan masuk angin duduk atau masuk angin terlambat. Maka dari itu, mulai dari sekarang jadilah masyarakat yang cerdas, teliti dan cermat. Bisa membedakan mana masuk angin biasa dan mana yang termasuk dalam jantung koroner. Berikut ini ciri-ciri seranga jantung koroner dan bentuk pertolongan pertamanya :

Ciri Serangan Jantung Koroner

Hal yang bisa dijadikan pertimbangan masyarakat untuk membedakan masuk angin biasa dengan serangan jangtung koroner adalah gejalanya. Jika masuk angin biasa penderita merasakan meriang, demam, flu, bersin dan kembung. Berikut ini ciri dari serangan jantung koroner :

  • Penderita akan mengeluhkan badan meriang di sekujur tubuhnya.
  • Penderita juga akan merasakan pusing serta mual. Bahkan penderita ada yang sampai muntah-muntah.
  • Dada penderita akan nyeri, rasanya seperti di tusuk-tusuk dan diremas-remas. Hal itulah yang membedakan serangan masuk angin biasa dengan serangan jantung koroner.
  • Sesak nafas.
  • Nyeri akan merambat ke bagian rahang gigi baik kanan maupun kiri, bahu dan juga punggung.

Penanganan Tepat untuk Jantung Koroner

Anda hanya memiliki waktu kurang dari 30 menit untuk menyelamatkan pasien. Cara yang tepat harus dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang buruk terhadap pasien. Cara menangani jantung koroner adalah sebagai berikut ini :

  • Langkah pertama adalah ketika ada sanak kerabat atau orang yang merasakan dadanya terasa nyeri, sebaiknya suruhlah dia untuk menghentikan aktivitas apapun. Suruhlah dia untuk duduk dan mengatur nafas.
  • Lihatlah bagaimana deru nafasnya apakah ada tanda-tanda dia terkena sesak nafas.
  • Berikan obat antiplatelet yang bisa diberikan pada saat serangan jantung pertama. Obat antiplatelet yang tepat adalah aspirin. Berikanlah dosis aspirin secara tepat.
  • Segera bawalah dia ke rumah sakit terdekat, bawalah ke dokter dengan bagian kardiovaskular yang akan memeriksa jantung pasien.
  • Ingat, jangan memberikan penanganan lebih dari 30 menit.
  • Jika Anda ingin membawanya ke rumah sakit, Anda hanya memiliki waktu kurang dari 30 menit saja.
advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

2 years ago

Gejala Masuk Angin

by
Gejala Masuk Angin

Masuk angin merupakan salah satu penyakit yang mana penyebabnya adalah akibat dari tumpukan gas yang tidak merata di dalam tubuh…